Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-296. Kematian Zhao Chun


__ADS_3

Semua orang masih tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar dari utusan kaisar Feng, bahkan Luo Ning dan Du Fang Ren sendiri juga merasakan hal yang sama. Karena menurut mereka, semua itu benar-benar tidak mungkin!


Kekacauan yang terjadi di ibukota kekaisaran Feng tentunya sudah tersebar kemana-mana, tapi mereka semua memang tidak mengetahui siapa yang telah membantu kekaisaran, karena nama yang disebut sebagai pahlawan kekaisaran adalah Night King, yang mereka anggap sebagai sebuah organisasi.


"Tuan utusan, apa anda tidak terlalu mengarang cerita? Bagaimana mungkin dia bisa menghentikan kekacauan itu seroang diri? Atau jangan-jangan, anda mengarang cerita hanya untuk menyelematkan nya dari kesalahan?" tanya Wang Bing Cao.


"Jadi kau berpikir kaisar mengutusku hanya untuk menyelamatkan nya? Dasar bodoh! Justru yang mulia kaisar sedang berusaha menyelamatkan kalian dari kehancuran!" jawab utusan kaisar Feng.


"Kau harus tahu kalau tuan muda..."


"Cukup!" ujar Lin Feng, menghentikan sang utusan kaisar membongkar semua tentang dirinya.


"Aku melakukan semua itu bukan untuk dikenal oleh semua orang, jadi berhentilah mengatakan hal yang tidak penting atau kau yang akan aku bunuh!" Lin Feng berkata dengan sinis.


"Ma-maaf tuan muda" jawab utusan kaisar.


"Kalau kaisar tidak mengizinkan aku menghancurkan kota ini, maka aku tidak akan menghancurkannya, tapi aku tidak akan berhenti!" ucap Lin Feng.


Semua orang nampak terdiam dan mengarahkan pandangannya pada Lin Feng, mereka semua masih mencoba untuk mencerna perkataan Lin Feng.


Tidak akan berhenti? Apa maksudnya? Memangnya dia tidak akan berhenti melakukan apa?


Beberapa pertanyaan tersebut muncul di benak semua orang, mereka semua juga seperti sedang menunggu Lin Feng untuk melanjutkan perkataannya, tapi yang terjadi selanjutnya malah mengejutkan mereka semua, karena Lin Feng tiba-tiba saja menghilang dan muncul dihadapan Zhao Chun.


"Meskipun aku sangat membenci mu, tapi kau pernah menjadi ayahku, kau pernah menyelamatkan dan menjaga ibuku dengan baik..."


"Be-benar sekali Zhao Fang. Ja-jadi aku mohon, jangan bunuh aku" ujar Zhao Chun.


"Zhao Feng? Kau benar sekali, aku bahkan hampir melupakan nama keluarga Zhao" jawab Lin Feng.


"Be-benar, kau adalah Zhao Feng, Zhao Feng yang pernah menjadi anakku, jadi..."


Perkataan Zhao Chun tiba-tiba saja terhenti, karena Lin Feng telah menancapkan pedangnya di dada Zhao Chun dan tepat mengenai jantungnya, bahkan sampai menembus ke punggung Zhao Chun.


"Jadi, aku akan membiarkan mayat mu tetap utuh" ucap Lin Feng, kemudian mencabut pedangnya dari dada Zhao Chun.


Mereka yang menyaksikan hal tersebut benar-benar tercengang, karena mereka semua benar-benar tidak menyangka bahwa Lin Feng akan tetap membunuh Zhao Chun. Padahal, untuk sesaat mereka sempat berpikir bahwa Lin Feng akan memaafkan Zhao Chun.


"Sekarang aku mengerti kenapa dia berkata tidak ingin berhenti" ucap Du Fang Ren.


"Dia memang seperti itu, saat dia ingin membunuh seseorang, maka tidak ada satupun yang bisa menghentikannya dan tidak akan pernah berhenti, sebelum orang tersebut mati" ucap Luo Ning.


Zhao Wei dan Zhao Lin hanya bisa terdiam tanpa bisa melakukan apapun, saat ayah mereka dibunuh di depan mata mata mereka sendiri, perasaan marah dan benci mereka terhadap Lin Feng langsung membara, bahkan mereka sangat ingin membunuh Lin Feng saat itu juga, tapi mereka juga sadar, mereka tidak akan mampu melawannya.

__ADS_1


Setelah membunuh Zhao Chun, Lin Feng kembali menghilang dan muncul di hadapan Zhao Wei dan Zhao Lin, lalu berkata dengan sinis. "Kalau kalian ingin balas dendam, silahkan cari aku kapan saja dan saat itulah, aku akan membunuh kalian berdua!"


Meskipun Lin Feng mengucapkan kata-katanya dengan pelan, tapi kata-katanya terdengar sangat jelas oleh Zhao Wei dan Zhao Lin. Tatapan matanya yang tajam, serta niat membunuhnya yang sangat besar, membuat mereka berdua gemetaran, bahkan keduanya tidak mampu untuk menatap wajah Lin Feng terlalu lama.


"Wang Bing Cao, aku memang tidak memiliki dendam denganmu, tapi yang kau lakukan tadi sudah membuatku sangat ingin membunuhmu. Setelah ini, jangan pernah muncul di hadapanku, atau kau akan mati saat itu juga!" ucap Lin Feng.


Setelah itu, Luo Ning langsung mengajak Lin Feng untuk pergi meninggalkan kota Awan, karena Luo Ning merasa khawatir, jika mereka berdua berada di sana terlalu lama, maka Lin Feng benar-benar akan menghancurkan kota tersebut.


Du Fang Ren juga langsung pergi meninggalkan kota Awan tanpa mengatakan apapun, karena menurutnya, dia sudah tidak memiliki urusan apapun di kota tersebut, bahkan Du Fang Ren sampai melupakan kalau dia sudah mengangkat Zhao Wei dan Zhao Lin sebagai muridnya.


***


Malam harinya, dikedalaman hutan yang masih berada di wilayah kekuasaan kerajaan Awan. Lin Feng dan Luo Ning nampak sedang beristirahat di hutan tersebut, sambil membakar ikan yang sebelumnya telah mereka tangkap, untuk mengisi perut mereka yang mulai lapar.


"Lin Feng, kau kenapa?" tanya Luo Ning khawatir.


"Aku tidak apa-apa" jawab Lin Feng.


"Kalau kau tidak apa-apa, lalu kenapa kau terlihat murung? Kau bahkan tidak berbicara denganku sejak meninggalkan kota Awan, apakah kau menyesali perbuatanmu?" tanya Luo Ning.


Lin Feng tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan. "Jangan bercanda, satu-satunya yang aku sesali adalah, aku tidak bisa menghancurkan kota tersebut" jawab Lin Feng.


"Jadi, apa yang membuatmu seperti ini?" tanya Luo Ning penasaran.


"Ibuku, aku takut ibu tidak akan setuju dengan apa yang aku lakukan pada Zhao Chun" jawab Lin Feng.


Tidak lama kemudian, Lin Feng tiba-tiba saja merasakan keberadaan seseorang di dekat mereka, namun Lin Feng juga bisa merasakan kalau orang tersebut tidak memiliki niat jahat terhadap mereka berdua, bahkan Lin Feng sudah bisa menebak siapa orang tersebut.


"Sampai kapan kau akan bersembunyi di sana?" tanya Lin Feng.


"Hahahaha! Jadi kau mengetahuinya ya, padahal aku sudah menyembunyikan aura ku dengan sangat baik" jawab Du Fang Ren, kemudian keluar dari tempat persembunyiannya, lalu menghampiri Lin Feng dan Luo Ning.


"Kenapa kau mengikuti kami?" tanya Luo Ning sinis.


"Tenanglah, aku tidak bermaksud apa-apa" jawab Du Fang Ren.


"Kalau kau tidak memiliki maksud apa-apa, lalu kenapa kau mengikuti kami secara diam-diam?" tanya Luo Ning.


"Sebenarnya aku ingin ikut bersama kalian" jawab Du Fang Ren.


"Tidak! Aku tidak butuh orang yang sebentar lagi akan mati!" ujar Lin Feng.


"A-apa maksudmu?" tanya Du Fang Ren gugup.

__ADS_1


"Kau pikir aku bodoh, meskipun kau adalah kultivator yang hebat, tapi kau masih tidak bisa mengontrol racun yang ada dalam dirimu, meskipun hanya sedikit, tapi aku bisa merasakan kalau tubuhmu tidak akan bertahan lebih lama lagi" jawab Lin Feng.


"Alasan kenapa kau mengikuti kami, karena kau sudah menyadari kalau hanya darahku yang bisa menyelamatkan hidupmu. Tapi kau salah, karena darahku hanya bisa menahan efek racun dalam tubuhmu selama satu bulan" lanjutnya.


Du Fang Ren nampak sangat terkejut mendengar perkataan Lin Feng, karena semua yang dikatakan oleh Lin Feng adalah kebenarannya, tapi Du Fang Ren juga tidak menyangka bahwa darah Lin Feng masih tidak bisa menyelematkan hidupnya.


Sebenarnya, alasan Du Fang Ren melakukan perjalanan ke berbagai macam tempat adalah untuk menemukan penawar racun untuk dirinya sendiri, berbagai macam cara telah dia lakukan, tapi tetap tidak berhasil.


Sungguh ironis, kultivator racun yang sangat terkenal dan ditakuti oleh semua orang, malah tidak bisa menahan racunnya sendiri, bahkan nyawanya sedang terancam oleh racun yang selama ini menjadi kebanggaan baginya.


"Ternyata aku benar-benar akan mati karena kekuatanku sendiri" ucap Du Fang Ren lirih.


Beberapa saat kemudian, Huise tiba-tiba saja menghubungi Lin Feng. "Tuan, aku mengetahui cara menghilangkan racun pria ini" ucap Huise.


"Benarkah?" tanya Lin Feng.


"Benar tuan, tapi tuan harus membawanya ke dunia bawah" jawab Huise.


"Kenapa harus ke dunia bawah?" tanya Lin Feng bingung.


"Di dunia bawah, ada sebuah tanaman yang bernama bunga racun abadi, dengan bunga tersebut, semua racun yang ada di tubuh Du Fang Ren akan bisa dikendalikan olehnya" jawab Huise.


"Bunga racun abadi? Bunga seperti apa itu?" Lin Feng semakin penasaran.


"Bunga tersebut adalah tumbuhan yang memiliki racun terkuat, tapi jika digunakan dengan benar, maka akan sangat bermanfaat, aku yakin Du Fang Ren mengetahui kegunaan dari bunga tersebut" jawab Huise.


Lin Feng terdiam untuk sejenak, sambil memikirkan apakah dia harus membantu Du Fang Ren atau tidak, karena menurutnya, keselamatan Du Fang Ren bukanlah urusannya sama sekali, tapi pada akhirnya Lin Feng setuju untuk menyelamatkan nyawa Du Fang Ren, karena permintaan Huise.


"Baiklah, aku akan membantumu" ucap Lin Feng.


"Apa? Jadi kau mengetahui cara untuk mengatasi masalah racun di tubuhku?" tanya Du Fang Ren.


"Ya, aku mengetahuinya" jawab Lin Feng.


"Baiklah, kalau memang kau mengetahui caranya, maka aku berjanji, setelah masalah racun ini teratasi, aku Du Fang Ren bersumpah akan menjadi bawahan mu yang setia" ucap Du Fang Ren.


"Jadi, bagaimana caranya?" tanya Du Fang Ren.


"Tidak sekarang, karena untuk mengatasi masalah mu, kita harus pergi ke suatu tempat" jawab Lin Feng.


"Baiklah, mulai sekarang aku akan mengikuti mu" Du Fang Ren nampak sangat senang, karena setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya ada seseorang yang bisa menyelamatkan hidupnya.


(*Assalamu'alaikum semuanya, maaf ya hari ini cuma bisa update satu chapter, karena hari ini Author agak sibuk, jadi cuma bisa bikin satu chapter, tapi besok bakalan update seperti biasa lagi kok... maaf ya...😅😅

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu mendukung Author dengan cara memberikan Like dan Vote, jika ada saran silahkan tulis di kolom komentar, akhir kata...


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan) 👋👋🙏🙏*


__ADS_2