Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-310. Jurus seribu pedang


__ADS_3

Lin Feng dan pasukannya langsung mendatangi setiap kerajaan yang ada di bawah kekuasaan kekaisaran Qian, lalu Lin Feng menanyakan satu hal yang sama kepada setiap raja yang ia datangi, yaitu; Apakah kerajaan tersebut tunduk dan mengabdi pada Yama?


Jika raja kerajaan itu dan semua penduduknya merupakan pengikut dan mengabdi pada Yama, maka Lin Feng akan langsung menghancurkan kerajaannya saat itu juga, lalu jika raja itu tidak bersekutu dengan Yama, maka Lin Feng akan memperingatkan mereka untuk berhati-hati.


Dari sembilan kerajaan yang ada di wilayah kekaisaran Qian, hampir semuanya telah menyatakan mengabdi pada Yama dan hanya tiga kerajaan yang menyatakan akan berperang dengan Yama.


Enam kerajaan lainnya, langsung dihancurkan oleh Lin Feng saat itu juga, sementara tiga kerajaan yang menyatakan akan berperang melawan Yama, mendapatkan bantuan yang berlimpah dari Lin Feng.


"Yang mulia, kerajaan tadi adalah kerajaan terkahir yang ada di wilayah kekaisaran Qian dan mereka tidak mengabdi pada Yama. Tapi, apakah mereka tidak berbohong?" Lang Diyu langsung bertanya, setelah mereka meninggalkan kerajaan terakhir.


"Tenang saja, aku bisa mengetahui siapa yang berbohong dan siapa yang berkata jujur, jika aku tidak mengetahui siapa yang berbohong padaku, mungkin hanya satu kerajaan yang hancur" jawab Lin Feng.


Yang dikatakan oleh Lin Feng memang benar, sebab tidak satupun pengikut Yama yang bisa membohonginya, karena mereka semua memiliki ciri-ciri yang sama, Yaitu memiliki aura kegelapan yang sama seperti aura Yama dalam tubuh mereka.


Sebaik apapun mereka menyembunyikan kekuatan yang diberikan oleh Yama, atau sehebat apapun mereka berbohong kepada Lin Feng, tapi Lin Feng tetap bisa mengetahuinya dengan sangat mudah, bahkan Lin Feng langsung bisa mengetahuinya, meskipun hanya memandang mereka dengan sekilas.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang tuan?" tanya Du Fang Ren.


"Sepertinya tidak ada pilihan lain selain mencari Yama ke setiap penjuru benua biru, mungkin saja dia sedang berada di suatu tempat di benua biru ini. Tapi sebelum itu, aku harus melakukan sesuatu" jawab Lin Feng.


"Itu artinya, kita akan melakukan pengembaraan, benarkan tuan?" Lang Diyu terlihat sangat bersemangat.


"Tidak, hanya aku dan Huise saja yang akan pergi, sementara kalian semua, tetaplah berada di dunia bawah untuk meningkatkan kekuatan" jawab Lin Feng tegas.


"Ba-baik tuan" ujar Lang Diyu.


Lang Diyu benar-benar sangat kecewa mendengar perkataan Lin Feng, padahal dia sangat berharap untuk bisa pergi dan berpetualang bersama Lin Feng, karena hanya dengan bepergian bersamanya, Lang Diyu akan bisa menunjukkan bahwa dia pantas menjadi bawahan terbaik Lin Feng.

__ADS_1


"Lang Diyu"


"Ya tuan!"


"Jangan merasa kecewa, aku tidak mengajak mu atau Du Fang Ren pergi bersamaku, bukan berarti kalian berdua bukan yang terbaik, kalian semua adalah bawahan ku yang terbaik, tapi aku sudah menentukan tugas masing-masing untuk kalian bertiga" ucap Lin Feng.


Lang Diyu tersentak kaget mendengar ucapan Lin Feng, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Lin Feng bisa mengerti apa yang sedang dia pikirkan, lalu setelah mendengar penjelasan Lin Feng, akhirnya Lang Diyu bisa merasa tenang.


***


Setelah sampai di dunia bawah, Lin Feng memerintahkan pasukannya untuk beristirahat selama beberapa hari. Lalu setelah itu, mereka harus melanjutkan latihannya, agar mereka bertambah kuat dan tidak merasa bangga ataupun sombong dengan apa yang mereka dapatkan sekarang.


Sementara Lin Feng sendiri, lebih memilih untuk berkultivasi serta mempelajari jurus seribu pedang yang diberikan oleh master pedang suci padanya, karena kultivasinya telah berada di ranah Nirvana, tentunya Lin Feng sudah bisa mempelajari jurus itu.


Lin Feng duduk dengan tenang di atas tempat tidurnya, lalu mengeluarkan gulungan jurus seribu pedang dari cincin penyimpanannya. Setelah itu, Lin Feng membuka gulungan tersebut dan mulai membacanya secara perlahan-lahan.


Lin Feng nampak mengerutkan alisnya saat membaca tulisan pada gulungan tersebut, karena penjelasan mengenai jurus seribu pedang hampir sama seperti penjelasan jurus biasa, bahkan benar-benar sangat biasa untuk sebuah jurus hebat milik seorang kultivator dengan julukan master pedang suci.


"Aneh, kenapa penjelasannya sangat sederhana? Bahkan jurus pedang hampa jauh lebih rumit dari jurus ini" Lin Feng bergumam dalam hatinya.


Lin Feng terdiam sejenak sambil memikirkan tentang jurus itu, hingga beberapa saat kemudian, Lin Feng teringat dengan sesuatu. "Tunggu dulu, sepertinya ada kesamaan antara ilmu pedang hampa dan jurus seribu pedang" gumam Lin Feng.


Lin Feng tentunya masih mengingat dengan baik setiap penjelasan dari semua tingkatan ilmu pedang hampa, lalu pada tingkatan terakhir dalam ilmu pedang hampa, seorang kultivator akan mendapatkan pengetahuan pedang yang tertinggi, lalu bisa merubah apapun yang dia inginkan menjadi pedang, termasuk energi spiritual.


Sedangkan, jurus seribu pedang sudah sangat jelas harus menggunakan energi spiritual untuk mencipta pedang yang sangat banyak, lalu untuk bisa merealisasikan energi spiritual menjadi sebuah pedang dalam jumlah yang sangat banyak, perlu memiliki pengetahuan yang sangat tinggi.


Jika hanya mengubah energi spiritual menjadi satu pedang, maka masih bisa dilakukan oleh kultivator biasa dan tidak memiliki pengetahuan atau ilmu pedang yang tinggi, tapi untuk menciptakan seribu pedang, tidak hanya membutuhkan energi spiritual yang besar, tapi juga membutuhkan pengetahuan atau ilmu pedang yang sangat tinggi.

__ADS_1


"Sepertinya keduanya memang memiliki hubungan" Lin Feng berkata pelan, lalu setelahnya, Lin Feng langsung mempelajari jurus tersebut.


***


Setelah beberapa menit membaca semua isi gulungan itu, Lin Feng akhirnya bisa memahami sepenuhnya tentang jurus seribu pedang, lalu setelah Lin Feng membaca keseluruhan dari gulungan itu, Lin Feng akhirnya merasa yakin bahwa jurus seribu pedang dan ilmu pedang hampa memang berhubungan.


"Sebaiknya aku mencoba jurus ini sekarang" ucap Lin Feng, setelah itu beranjak dari kamarnya.


Lin Feng kemudian pergi menuju ke halaman istana, untuk mencoba mempraktekkan jurus seribu pedang. Lin Feng bersiap pada posisinya, lalu menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya, agar dirinya bisa tenang dan hanya fokus untuk mempraktekkan jurus tersebut.


Setelah pertemuannya dengan sang pencipta pedang emas, Lin Feng benar-benar tidak menyangka bahwa dia sudah menguasai ilmu pedang hampa sampai tahap terakhir, bahkan penguasaannya terhadap ilmu pedang hampa tahap empat sudah sangat sempurna.


Padahal sebelumnya, Lin Feng sempat berpikir bahwa pria tua yang mengaku sebagai pencipta pedang emas itu berbohong, tapi setelah menyadari keberadaannya, Lin Feng akhirnya yakin bahwa pria tua itu memang benar pencipta pedang emas.


Bersamaan dengan sempurnanya ilmu pedang hampa tahapan ke-empat, Lin Feng juga mendapatkan pengetahuan tertinggi dalam ilmu berperang, bahkan bisa dikatakan bahwa Lin Feng adalah master pedang yang sesungguhnya.


Dengan pengetahuan tertinggi yang ia dapatkan, Lin Feng bisa mempelajari jurus pedang apapun dengan sangat mudah, bahkan Lin Feng bisa langsung menggunakan berbagai macam jurus pedang, hanya dengan sekali melihat orang menggunakan jurus tersebut.


Tidak berselang lama, Huise datang ke halaman istana untuk menghampiri Lin Feng, namun karena Lin Feng sedang melakukan latihan, Huise mengurungkan niatnya untuk menyapa Lin Feng dan memilih untuk menyaksikannya saja.


"Jurus ini terasa tidak asing bagiku" Huise bergumam dalam hatinya.


Huise kemudian mencoba mengingat kembali masa lalunya, setelah beberapa saat berpikir, Huise akhirnya bisa mengingat dimana dia melihat jurus yang sedang dipelajari oleh Lin Feng.


"Benar juga, bukankah ini jurus milik bocah itu" Huise berkata pelan, lalu tersenyum tipis.


"Aku benar-benar tidak menyangka bahwa bocah itu akan menurunkan ilmu pedangnya kepada tuan, tapi sepertinya dia akan bangga, atau mungkin merasa malu, karena aku yakin! Tuan akan lebih menguasai jurus ini" Huise kembali bergumam dalam hatinya.

__ADS_1


Huise mengatakan semua itu bukan semata karena Lin Feng adalah tuannya, atau hanya untuk menyanjung tinggi tuannya sendiri, tapi karena Huise sudah melihat sendiri bagaimana kemampuan Lin Feng dalam menguasai ilmu pedang.


Bukan tidak mungkin, suatu saat nanti Lin Feng akan mendapat gelar dewa pedang!


__ADS_2