
Amarah Lin Feng tiba-tiba memucak saat melihat gurunya terlempar begitu saja, Lin Feng kemudian melesat dengan sangat cepat ke arah Feng Hao Chen dan langsung menyerangnya, kecepatan serangan Lin Feng juga semakin bertambah seiring besarnya amarah yang dia rasakan, bahkan Feng Hao Chen nampak kaget melihat kecepatan serangan Lin Feng.
"Bocah yang menarik, sayang sekali dia harus menjadi musuhku, jika tidak, mungkin aku akan menjadikannya sebagai tangan kananku" batin Feng Hao Chen.
Gerakan dan serangan Lin Feng benar-benar sangat cepat, bahkan Lin Feng seolah-olah terlihat seperti menghilang dan muncul kembali saat melakukan serangan, tapi tetap saja serangan tersebut masih bisa dihindari oleh Feng Hao Chen dengan sangat mudah, bahkan Feng Hao Chen nampak tidak kesulitan sama sekali menghindari serangan Lin Feng.
Karena serangan biasa tidak bisa mengenai Feng Hao Chen, Lin Feng kemudian mencoba untuk menggunakan serangan tercepatnya, yaitu dengan menggunakan gabungan antara jurus pedang satu tebasan dan jurus langkah bayangan, kecepatan Lin Feng kembali bertambah setelah menggunakan gabungan dua jurus tersebut.
Lin Feng menghilang dari hadapan Feng Hao Chen dan kemudian muncul di belakangnya, lalu Lin Feng menebaskan pedangnya dengan sangat cepat, setelah itu Lin Feng kembali menghilang dan muncul lagi di samping kanan Feng Hao Chen, kemudian menebaskan pedangnya sekali lagi, Lin Feng terus melakukan gerakan tersebut berkali-kali dan semakin cepat, bahkan sampai terlihat ada empat Lin Feng yang sedang menyerang Feng Hao Chen.
"Hahahaha, hebat! Kau benar-benar bocah yang sangat luar biasa!" ujar Feng Hao Chen sambil terus menghindari serangan Lin Feng.
Waktu terus berlalu dan serangan Lin Feng juga semakin bertambah cepat, bahkan tetua Liu Changhai sampai di buat terdiam saat melihat kecepatan serangan Lin Feng yang sangat luar biasa. Meskipun begitu, Feng Hao Chen nampak masih bisa menghindari serangan Lin Feng sambil sesekali melakukan serangan balasan terhadap Lin Feng, tapi tentunya Lin Feng juga masih bisa menghindari serangan tersebut.
"Andai saja tingkat kultivasi ku lebih tinggi lagi, mungkin aku tidak akan kesulitan seperti ini" batin Lin Feng.
Bagi Lin Feng yang sekarang tingkatan kultivasinya masih berada di ranah Master Spiritual, tentunya akan sangat kesulitan dalam menghadapi Feng Hao Chen yang sudah mencapai ranah Expert, meskipun masih di tahapan awal, tapi tetap saja perbedaan kekuatan mereka sangatlah jauh.
"Hahahaha, lagi! buat aku lebih bersemangat lagi!" ujar Feng Hao Chen.
__ADS_1
Tetua Liu Changhai yang tidak ingin diam saja menyaksikan muridnya bertarung, langsung melesat ke arah mereka berdua dan langsung menyerang Feng Hao Chen, meskipun sebelumnya mereka tidak pernah merencanakan apapun, namun pola serangan mereka berdua benar-benar terarah dan tidak membuat bingung satu sama lain, justru sekarang Feng Hao Chen yang nampak kesulitan menghindari serangan cepat mereka berdua.
Tetua Liu Changhai yang unggul dalam segi kekuatan dan pertahanan, melesatkan pukulan-pukulan mematikan ke arah Feng Hao Chen sambil terus menahan serangan Feng Hao Chen, sedangkan Lin Feng yang lebih unggul dalam segi kecepatan, terus melakukan serangan ke titik buta Feng Hao Chen.
Meskipun masih belum bisa mendaratkan serangan ke tubuh Feng Hao Chen, namun mereka berdua sudah berhasil membuat Feng Hao Chen terdesak. Beberapa menit kembali berlalu, pertarungan mereka bertiga semakin memanas, hingga akhirnya Feng Hao Chen melakukan sedikit kesalahan dan membuat satu pukulan keras tetua Liu Changhai berhasil mengenainya.
Pukulan keras tetua Liu Changhai berhasil membuat Feng Hao Chen terpental dan kehilangan fokus, Lin Feng tentunya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan langsung melesat dengan cepat mendekati Feng Hao Chen, setelah itu Lin Feng langsung menebaskan pedangnya ke arah leher Feng Hao Chen.
Tapi sayangnya serangan mematikan Lin Feng masih bisa dihindari oleh Feng Hao Chen meskipun tidak sepenuhnya, karena serangan tersebut masih bisa meninggalkan goresan di pipinya, Feng Hao Chen nampak terdiam sambil menghapus darah yang mengalir di pipinya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Lin Feng berhasil melukainya.
"Sudah bertahun-tahun lamanya aku tidak melihat darah ku sendiri dan kau!... Kau adalah orang pertama yang bisa melukaiku setelah sekian lama" ucap Feng Hao Chen sinis.
"Kalau begitu kau harus berhati-hati, karena serangan ku yang berikutnya akan langsung merenggut nyawa mu" jawab Lin Feng.
Swush... Boom... Aura yang sangat besar meledak dari tubuh Feng Hao Chen, bahkan aura tersebut berhasil menindas Lin Feng dan juga tetua Liu Changhai, tidak hanya itu saja bahkan dinding istana nampak sedikit bergetar karena ledakan aura yang sangat besar tersebut.
"Si-sial, jadi begini rasanya tekanan intimidasi dari kultivator ranah Expert" gumam Lin Feng.
***
__ADS_1
Sementara itu, di dalam ruang jiwa milik Lin Feng, Huise dan dua jiwa Beast Spirit yang tidak lain adalah Beast Naga Es dan Phoenix api, yang sebelumnya telah menjadi bunga lotus api dan es, nampak sedang mengawasi pertarungan Lin Feng.
"Yang mulia, bukankah sekarang saatnya anda membantu tuan? Musuh yang tuan hadapi sekarang sangatlah kuat, tidak mungkin tuan bisa melawannya dengan kekuatannya yang sekarang" ucap Besst Naga.
"Benar yang mulia, tuan akan benar-benar dalam bahaya jika yang mulia tidak membantunya sekarang" ucap Beast Phoenix membenarkan.
"Kalian berdua tidak mengetahui siapa tuan sebenarnya, meskipun kekuatannya masih sangat lemah, tapi tuan masih bisa bertahan melawan orang itu" jawab Huise.
"Tapi..."
"Sudah aku katakan jangan terlalu meremehkan tuan, kalian berdua hanyalah jiwa yang tidak memiliki raga, jadi kalian tidak bisa merasakan apa yang tuan rasakan" ujar Huise.
"Jiwaku dan tuan sudah benar-benar menyatu, saat tuan terluka tentu aku juga bisa merasakannya, meskipun lawannya sekarang sangat kuat, tapi tuan malah semakin bersemangat untuk mengalahkannya" lanjutnya.
"Kalau begitu izinkan kami membantu tuan" ucap Beast Phoenix.
"Terserah kalian saja, lagipula aku tidak pernah melarang kalian untuk membantu tuan" jawab Huise.
Setelah itu, jiwa Beast Spirit Naga dan Phoenix langsung menghilang dari tempat tersebut, karena mereka berdua sekarang hanyalah jiwa dari Beast Spirit, jadi mereka berdua tidak bisa membantu Lin Feng secara langsung atau keluar dari tubuh Lin Feng seperti Huise, akan tetapi mereka tetap masih bisa memberikan bantuan kepada Lin Feng.
__ADS_1
Bantuan yang bisa mereka berikan juga bukan mentransfer energinya kepada Lin Feng, melainkan hanya memberikan kekuatan darah mereka kepada Lin Feng, yang mana kekuatan darah mereka tersebut akan membantu Lin Feng untuk membangkitkan potensi untuk menguasai kekuatan Naga dan juga Phoenix.
Seperti halnya saat Lin Feng bisa menumbuhkan sepasang sayang Phoenix di punggungnya, atau memiliki ketahanan terhadap kekuatan api dan juga es, tentunya akan banyak lagi kekuatan lain yang bisa Lin Feng kuasai setelah kekuatan darah Naga dan Phoenix benar-benar menyatu dengan dirinya.