Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-419. Perang besar 5


__ADS_3

Waktu terus bergulir dengan sangat cepat dan sudah tidak terhitung lagi, berapa kali Lin Feng membunuh Qian Ling Chen dan berapa kali Qian Ling Chen hidup lagi. Namun kekuatan Qian Ling Chen juga terus bertambah besar setiap kali ia bangkit dari kematian, sampai Lin Feng benar-benar sudah mulai merasakan perbedaan kekuatan yang sangat besar antara mereka berdua.


Perbedaan kekuatan tersebut juga menyebabkan Lin Feng semakin kesulitan untuk membunuh Qian Ling Chen, bahkan Qian Ling Chen sudah mulai bisa menguasai jalannya pertarungan. Sangat berbeda dengan sebelumnya, dimana Qian Ling Chen akan langsung mati setiap kali Lin Feng menebaskan pedangnya, atau setiap kali Lin Feng melakukan serangan padanya, tapi sekarang, Qian Ling Chen justru semakin mahir menghindari serangan Lin Feng.


"Ada apa ini? Kenapa kekuatannya terus bertambah besar?" tanya Lin Feng dalam hatinya.


"Atau jangan-jangan..."


Wushh!


Dhuaar!


Karena sedang memikirkan alasan peningkatan kekuatan Qian Ling Chen yang sangat instan, Lin Feng sedikit kehilangan fokusnya pada pertarungan, sehingga salah satu serangan Qian Ling Chen berhasil mengenainya dengan telak, sampai membuatnya terlempar ke bawah dengan sangat kencang, hingga akhirnya menabrak tanah dan menciptakan kawah yang cukup besar di tempat ia jatuh.


Namun Qian Ling Chen masih belum mau berhenti, ia kemudian menciptakan bola energi kegelapan yang sangat besar, lalu melemparkannya ke arah Lin Feng yang masih terkapar di tanah. Tidak hanya itu saja, Yama yang semula hanya diam dan menyaksikan, sekarang malah ikut menyerang Lin Feng, ia menciptakan bola energi yang tidak terlalu besar, namun memiliki aura kekuatan yang jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan milik Qian Ling Chen.


DHUAAARRRRRR!!

__ADS_1


Ledakan yang sangat dahsyat kembali terjadi, ketika dua bola energi tersebut menghantam Lin Feng yang masih terkapar di tanah, ledakan yang sangat dahsyat tersebut juga menyebabkan terjadinya gelombang udara yang sangat besar, bahkan tidak sedikit bangsa iblis yang beterbangan karena ledakan gelombang udara tersebut, lalu ledakan dahsyat itu juga menciptakan kawah yang jauh lebih besar dan lebih dalam lagi dari sebelumnya.


"Hahahaha! Akhirnya kau mati juga manusia sialan!" ujar Qian Ling Chen.


"Apa kau yakin?!" tanya Lin Feng yang sudah berada dibelakang Qian Ling Chen.


Qian Ling Chen sangat kaget, ia kemudian memutar tubuhnya ke belakang dan bersiap untuk terbang menjauh, tapi sayangnya tebasan pedang Lin Feng jauh lebih cepat dari pergerakan Qian Ling Chen, sehingga ia kembali mati dengan tubuh terpotong-potong untuk kesekian kalinya, namun untuk yang kesekian kalinya juga, Qian Ling Chen kembali hidup dan kekuatannya sudah bertambah semakin tinggi lagi.


Tidak lama setelah tubuh Qian Ling Chen utuh kembali, Lin Feng langsung menebaskan kedua pedangnya dengan gerakan yang sangat cepat, sehingga membuat tubuh Qian Ling Chen yang baru saja utuh, langsung terpotong-potong lagi menjadi bagian-bagian kecil. Tapi kali ini, Lin Feng tidak bermaksud untuk membiarkannya begitu saja, ia kemudian menggunakan kekuatan darah naga, lalu menggunakan energi spiritualnya untuk membekukan setiap bagian tubuh Qian Ling Chen.


Setelah berhasil membekukan tubuh Qian Ling Chen, Lin Feng kemudian mengangkat pedang emas hitam ke atas, bersamaan dengan itu, Lin Feng juga mengalirkan energi spiritualnya kedalam pedang emas hitam, sehingga membuat pedang tersebut mengeluarkan cahaya merah kehitaman dengan aura yang sangat menakutkan. Dan disaat yang bersamaan, langit gelap dunia kegelapan tiba-tiba saja bergemuruh dan muncul kilatan cahaya berwarna merah.


Yama yang mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Lin Feng, tentu tidak ingin diam saja dan membiarkan Qian Ling Chen benar-benar mati, tapi di sisi lain, Yama juga nampak bingung ketika melihat pedang emas hitam yang ada di dalam genggaman tangan Lin Feng, karena entah kenapa, pedang hitam tersebut tiba-tiba saja memiliki aura yang sama dengan aura pedang emas, bahkan bisa dikatakan jika aura tersebut benar-benar aura pedang emas.


Tidak butuh waktu lama bagi Yama untuk bisa sampai di dekat Lin Feng, karena jarak mereka tidak terlalu jauh. Dan hanya dalam waktu hitungan detik, Yama berada tepat di hadapan Lin Feng, bahkan Yama langsung menyerang Lin Feng dengan menggunakan pedang energi kegelapan, yang sebelumnya telah ia ciptakan saat terbang mendekati Lin Feng. Beruntung Lin Feng berhasil menyadari serangan Yama dengan cepat, sehingga ia bergegas mengangkat pedang dewa naga untuk menahan tebasan pedang Yama.


Meski begitu, Lin Feng tetap terlempar cukup jauh karena kekuatan serangan Yama yang sangat besar, seketika itu juga, suara gemuruh dan kilatan cahaya merah di langit langsung menghilang. Sementara itu, Yama yang telah berhasil menyelamatkan Qian Ling Chen dari kematian, langsung membakar setiap bagian tubuh Qian Ling Chen yang membeku, agar bisa utuh kembali seperti semula.

__ADS_1


"Betapa bodohnya aku yang telah berpikir jika Yama akan diam saja" gumam Lin Feng, kemudian menyimpan pedang dewa naga, karena ia mengetahui jika pedang dewa naga tidak akan berguna untuk saat ini.


"Kalau begitu, aku sudah tidak bisa main-main lagi, lagipula pemanasan tadi sepertinya sudah cukup" lanjutnya.


Raut wajahnya seketika berubah serius, tatapan matanya menjadi lebih tajam, bahkan pupil matanya yang sekarang berwarna emas, nampak sedikit bercahaya. Lalu setelah itu, Lin Feng langsung melepaskan tiga aura kekuatan sekaligus, yang tidak lain adalah aura dewa kematian, aura pedang, serta aura kekuatan petir surga.


Wushh!


Aura yang sangat besar dan sangat mengerikan, serta sangat mengintimidasi langsung mengintimidasi siapa saja yang ada di sana, bahkan seluruh bangsa iblis tiba-tiba saja gemetaran ketika merasakan aura petir surga, karena tidak ada satupun dari bangsa iblis yang tidak mengetahui tentang aura serta kekuatan petir surga, yang bisa menghancurkan mereka hanya dengan satu sambarannya saja.


Satu-satunya iblis yang masih bertahan dibawah tekanan intimidasi tersebut adalah Yama, karena ia memiliki kekuatan yang masih lebih besar dari Lin Feng. Selain itu, Yama juga memiliki satu aura yang sama dengan Lin Feng, yaitu aura dewa kematian, karena sebelumnya, Yama juga adalah dewa kematian, satu-satunya yang sangat diwaspadai oleh Yama dari Lin Feng adalah, aura serta kilatan petir merah yang menyelimuti tubuh Lin Feng.


"Gu-guru, ke-kenapa aku bisa terkena tekanan intimidasi ini?" tanya Qian Ling Chen.


"Qian Ling Chen, jika ingin menang maka kita harus bekerjasama, kalau tidak, kita berdua akan musnah untuk selamanya" jawab Yama, kemudian melepaskan aura dewa kematian dari tubuhnya, agar dapat mengurangi tekanan intimidasi yang disebabkan oleh aura Lin Feng.


"Jangan jauh-jauh dariku!" lanjutnya.

__ADS_1


"Ba-baik guru!" jawab Qian Ling Chen.


__ADS_2