
Di istana kekaisaran. Yuan Haochun sedang mengadakan pertemuan dengan para petinggi istana, serta beberapa pemimpin sekte aliran hitam yang sangat dipercayai olehnya, tujuan Yuan Haochun mengadakan pertemuan itu adalah untuk membahas masalah yang telah terjadi pada sekte Gunung Es, yang tentunya menyebabkan berkurangnya kekuatan Yuan Haochun.
Setelah memastikan kebenaran berita tentang kehancuran sekte Gunung Es, Yuan Haochun benar-benar gelisah dan tidak bisa tenang sedikitpun, karena sampai saat ini mereka masih belum berhasil mengetahui dan menemukan siapa penyebab kehancuran sekte tersebut.
"Bagaimana, apa kalian menemukan petunjuk tentang siapa yang menghancurkan sekte Gunung Es?" tanya Yuan Haochun.
"Maaf yang mulia, tapi kami masih belum berhasil menemukan petunjuk apapun" jawab salah seorang petinggi istana.
"Kejadian ini benar-benar sangat aneh dan diluar dugaan, kita semua tentu mengetahui seberapa kuat sekte Gunung Es, tidak mungkin ada sekte lain yang mampu menghancurkan sekte Gunung Es sampai seperti itu, bahkan sangat mustahil untuk tidak meninggalkan jejak sedikitpun" ucap petinggi istana lainnya.
"Itu memang benar, sepertinya sangat mustahil ada kekuatan yang sangat luar biasa di benua Utara ini yang bisa menghancurkan sekte Gunung Es, aku justru khawatir kekuatan ini bukan berasal dari benua Utara" pemimpin sekte Iblis Merah menimpali.
"Kekuatan yang bukan berasal dari benua Utara? Tapi siapa dan kenapa mereka menghancurkan sekte Gunung Es?" tanya Yuan Haochun yang semakin bingung.
"Tenang saja yang mulia, kami semua tidak akan pernah berhenti sebelum kami berhasil menemukan siapa pelakunya" jawab pemimpin sekte Salju Abadi.
"Memang begitulah seharusnya, kalau memang kekuatan tersebut bukan berasal dari benua Utara, maka kita harus mencoba untuk merekrutnya, jika tidak berarti kita harus segera memusnahkannya!" ujar Yuan Haochun.
Ketika mereka semua sedang membahas masalah tersebut, seorang prajurit tiba-tiba saja menerobos masuk ke ruangan pertemuan dengan tergesa-gesa, yang membuat Yuan Haochun benar-benar sangat marah.
"Katakan padaku alasan yang tepat agar aku tidak mencabut nyawamu!" ujar Yuan Haochun geram.
"Ma-maafkan tindakan hamba yang mulia, tapi hamba ingin melaporkan sesuatu yang penting" jawab prajurit tersebut gugup.
"Katakan, laporan apa yang sangat penting itu sehingga kau berani menerobos ke sini?!" tanya Yuan Haochun.
"Hamba ingin melaporkan bahwa dua hari yang lalu ada dua orang asing yang datang ke ibukota, salah satu dari orang asing itu bernama Yuan Long" jawab prajurit tersebut.
__ADS_1
"Apa?!"
Semua orang yang ada di ruangan pertemuan benar-benar kaget mendengar laporan yang disampaikan oleh prajurit tersebut, terutama Yuan Haochun, tubuhnya tiba-tiba saja gemetaran setelah mendengar nama Yuan Long disebutkan. Bagaimana tidak, karena nama Yuan Long adalah nama yang telah dilarang untuk disebutkan bahkan digunakan di kekaisaran Yuan.
Alasannya sangat sederhana, karena Yuan Haochun sudah tidak ingin mengingat saudara tirinya yang memiliki nama tersebut. Tapi di sisi lain, ada rasa takut yang sangat luar biasa yang membuat Yuan Haochun melarang nama 'Yuan Long' disebutkan, bahkan selama ini, Yuan Haochun telah dihantui oleh rasa takut akan pembalasan dendam dari saudaranya tersebut, meski dia sendiri sudah mengetahui bahwa Yuan Long tidak bisa berkultivasi lagi.
"Yu-Yuan Long? A-apa kau yakin orang asing itu bernama Yuan Long?" tanya Yuan Haochun.
"Hamba sangat yakin yang mulia, karena semua orang yang ada di gerbang saat itu, bisa mendengar dengan jelas ketika orang asing itu menyebut namanya. Bahkan kami sudah menyelidikinya selama dua hari dan ternyata benar kalau orang asing itu bernama Yuan Long" jawab prajurit tersebut.
"Si-sial, setelah bertahun-tahun berlalu, kenapa aku harus mendengar nama itu lagi!" Yuan Haochun menggerutu dalam hatinya.
"Apa kalian mengetahui seperti apa ciri-cirinya?" tanya pemimpin sekte Iblis Merah.
"Tidak! Karena dia menutup wajahnya dan selalu mengenakan pakaian serta jubah hitam" jawab prajurit tersebut.
"Baik yang mulia" jawab prajurit tersebut, kemudian pergi meninggalkan ruang pertemuan.
Setelah prajurit tersebut pergi, ruangan pertemuan tiba-tiba saja menjadi hening selama beberapa saat, mereka semua yang ada di sana saling bertukar pandang satu sama lain, lalu menganggukkan kepalanya serempak, seolah-olah mereka telah memikirkan dan menemukan satu kesimpulan yang sama.
"Aku yakin kalian semua memikirkan hal yang sama denganku, jadi kemungkinan besar pria misterius yang bernama Yuan Long inilah yang telah menghancurkan sekte Gunung Es" ucap pemimpin sekte Salju Abadi.
"Yang anda katakan memang benar, karena kemunculannya benar-benar tepat setelah kita mendapatkan kabar mengenai kehancuran sekte Gunung Es" salah seorang petinggi istana membenarkan.
"Kalau begitu cari dan tangkap orang yang bernama Yuan Long itu, tidak peduli dalam keadaan hidup ataupun mati, yang penting aku bisa melihat mayatnya dan melihat wajahnya secara langsung!" ujar Yuan Haochun.
"Baik yang mulia!" jawab mereka semua serempak.
__ADS_1
Setelah itu, mereka semua langsung beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut, begitu juga dengan Yuan Haochun, serta bayangan hitam yang telah bersembunyi sejak lama didalam bayangan Yuan Haochun.
***
Di dalam kamar salah satu penginapan sederhana yang ada di ibukota kekaisaran, Lin Feng yang sedang duduk dengan santai sambil mengobrol bersama Huise tiba-tiba saja tersenyum sinis, lalu setelah itu, Lin Feng tiba-tiba saja mengeluarkan pedang dewa naga dan meletakkannya di atas meja.
"Apa tuan telah mendapatkan berita yang sangat bagus?" tanya Huise.
"Kau benar Huise, berkat jiwa silat bayangan, aku berhasil mendengar apapun yang sedang dikatakan oleh pamanku ketika di istana dan sekarang, sudah saatnya untuk melakukan rencana selanjutnya" jawab Lin Feng.
"Baik tuan, tapi kapan kita akan melakukannya?" tanya Huise.
"Aku akan melakukannya malam ini" jawab Lin Feng.
"Paman, bersiaplah untuk kejutan besar yang akan aku berikan" Lin Feng bergumam dalam hatinya.
Setelah itu, Lin Feng langsung membuat tiruan dirinya dengan menggunakan jiwa silat bayangan, lalu Lin Feng menyerahkan pedang dewa naga dan langsung memerintahkan tiruannya tersebut untuk datang ke istana kekaisaran.
"Tugasmu hanya membuatnya takut, setelah itu kau bisa kembali ke sini" perintah Lin Feng.
Tiruan Lin Feng yang diciptakan dari jiwa silat bayangan kemudian menganggukkan kepalanya pelan dan setelah itu, langsung menghilang dari tempat tersebut.
"Rasanya sangat aneh memerintahkan diri sendiri" ucap Lin Feng.
"Mungkin karena selama ini tuan belum pernah melakukan hal yang seperti ini, aku yakin tuan akan segera terbiasanya" ujar Huise.
"Hahahaha! Itu artinya kau mendukungku untuk memberikan banyak kejutan pada pamanku itu!"
__ADS_1
Huise hanya diam dan tersenyum ringan mendengarkan perkataan Lin Feng, dia benar-benar tidak menyangka bahwa tuannya sangat terobsesi untuk memberikan kejutan pada pamannya sendiri.