
Setelah mereka berdua menyetujui usulan tetua Yun Zhang, mereka kemudian langsung menuju ke arena pertarungan sekte pedang suci, begitu juga dengan para murid dan tetua lainnya, karena mereka semua tidak ingin ketinggalan pertarungan tersebut, yang pastinya akan sangat seru untuk disaksikan.
Sesampainya di tempat pertarungan, Lin Feng kembali di buat kagum karena ukuran tempat tersebut yang sangat besar dan luas, tidak hanya sekedar besar saja, bahkan tempat tamu-tamu khusus yang datang saat adanya turnamen terlihat sangat megah, arena pertarungannya juga sangat luas, sehingga bisa bertarung dengan bebas.
"Tempat ini benar-benar sangat luas" gumam Lin Feng.
Berita tentang pertarungan mereka berdua tersebar dengan sangat cepat, yang membuat semua murid meninggalkan latihan mereka hanya untuk menyaksikan pertarungan tersebut, karena mereka semua penasaran dengan siapa yang telah menantang Guo Hong, yang merupakan murid peringkat sepuluh besar.
Tidak butuh waktu yang lama, bangku penonton telah terisi oleh murid-murid sekte yang ingin menyaksikan pertarungan, bahkan diantara mereka ada yang mulai melakukan taruhan, tentunya mereka tidak ingin menyaksikan pertarungan begitu saja, tanpa melakukan taruhan untuk mendapatkan keuntungan.
"Siapa pemuda itu? Kenapa dia sangat berani menantang senior Guo?" tanya salah seorang murid pada temannya.
"Entahlah, aku juga tidak mengenalnya, tapi sepertinya dia bukan murid sekte kita" jawab temannya.
"Siapapun pemuda itu, dia benar-benar telah salah memilih lawan, kita semua tentunya mengetahui seperti apa senior Guo" ujar murid lainnya.
"Dia benar-benar mencari kematiannya sendiri, semoga saja dia tidak kalah dalam satu serangan" ucap murid sebelumnya.
Berbagai macam pertanyaan mulai terdengar dari para murid sekte pedang suci, mereka semua benar-benar penasaran dengan identitas Lin Feng, tapi seperti biasa, mereka juga menyayangkan keputusan Lin Feng yang menantang Guo Hong, bahkan diantara mereka ada juga yang merendahkan Lin Feng.
Akan tetapi, para murid yang pernah melihat Lin Feng sebelumnya, justru malah diam dan tidak berani berkata apa-apa, terlebih lagi para murid yang pernah dikalahkan oleh Lin Feng sebelumnya, karena mereka semua tahu, bahwa Lin Feng bukanlah pemuda biasa, melainkan seorang pemuda misterius yang tidak diketahui tingkatan kekuatannya.
__ADS_1
***
Sementara itu, di atas arena pertarungan, Lin Feng dan Guo Hong sedang berdiri berhadapan, Guo Hong nampak tersenyum sinis dan merasa bangga ketika mendengar pujian yang dilontarkan oleh para murid sekte padanya, sementara Lin Feng masih terlihat tenang, tanpa menghiraukan hinaan yang dilontarkan padanya.
"Apa kau mendengar apa yang mereka katakan? Itu adalah suara para sampah yang sedang memuji seorang jenius sepertiku, dan merendahkan sampah sepertimu" ucap Guo Hong.
"Jika kau menyerah sekarang dan bersujud meminta pengampunan dariku, mungkin aku masih bisa mempertimbangkan untuk melupakan apa yang telah terjadi" lanjutnya.
"Tapi kalau kau masih mau melanjutkannya juga tidak masalah, karena itu adalah pilihan yang sangat bagus, karena aku akan menunjukkan kepada semua sampah yang ada di sini, bagaimana harusnya seorang sampah har..."
"Apakah sudah selesai? Kalau belum silahkan lanjutkan saja dan biarkan aku menunggu di sana, karena aku datang ke tempat ini hanya untuk bertarung, bukan untuk mendengar ocehan mu" ujar Lin Feng memotong perkataan Guo Hong.
Guo Hong mengerutkan alisnya, tatapan matanya semakin tajam dan penuh dengan kebencian setelah mendengar perkataan Lin Feng. "Baiklah sampah, kalau begitu akan aku tunjukkan seperti apa pertarungan seorang jenius" ucapnya.
"Baiklah, aku akan bertindak sebagai wasit pertarungan ini, karena sebelumnya kalian berdua sudah melakukan taruhan, jadi bertarung lah dengan jujur, silahkan mengunakan jurus apa saja dan senjata apa saja, asalkan jangan berbuat curang" ucap tetua Yun Zhang.
"Kalau begitu pertarungannya dimulai, sekarang!" lanjutnya kemudian melompat ke sisi arena pertarungan.
Setelah pertarungan dimulai oleh tetua Yun Zhang, Guo Hong langsung melesat maju dengan kecepatan tinggi, Guo Hong kemudian mengalirkan energi spiritualnya ke tangan dan mengumpulkannya di kepalan tangannya, setelah berada di dekat Lin Feng, Guo Hong langsung mengayunkan tinjunya dengan sangat cepat.
Namun yang terjadi berikutnya malah membuat Guo Hong dan semua orang yang menyaksikan pertarungan mereka kaget, karena serangan cepat tersebut berhasil dihindari oleh Lin Feng dengan sangat mudah, bahkan Lin Feng hanya memutar tubuhnya ke samping kanan untuk menghindari serangan tersebut.
__ADS_1
Meskipun terkejut karena Lin Feng berhasil menghindari serangannya, namun Guo Hong masih belum berhenti, dia kemudian memutar tubuhnya sambil melayangkan tendangan dengan sangat cepat, tapi sayangnya serangan tersebut masih bisa dihindari oleh Lin Feng dengan sangat mudah.
"Guo Hong adalah murid dengan tipe kecepatan, bahkan tidak ada seorangpun murid yang bisa menandingi kecepatannya, tapi sepertinya Lin Feng jauh lebih ahli dalam kecepatan" gumam tetua Yun Zhang sambil terus menyaksikan pertarungan mereka berdua.
Guo Hong terus melakukan serangan dengan sangat cepat, bahkan kecepatannya semakin bertambah sampai membuat tubuhnya seolah-olah menghilang dari pandangan, tapi sayangnya, serangan yang sangat cepat tersebut masih belum berhasil menyentuh Lin Feng sedikitpun, bahkan menyentuh pakaiannya saja tidak bisa.
"Sampah! Apa kau hanya bisa menghindar saja?!" tanya Guo Hong kesal.
"Lalu kau mau apa? Apa kau mau aku diam saja menerima pukulan mu? Kalau begitu sebaiknya kau bertarung dengan pohon saja" jawab Lin Feng santai.
Para murid yang sebelumnya menyaksikan pertarungan mereka dengan serius, tiba-tiba saja tertawa lantang mendengar perkataan Lin Feng yang terdengar seperti hinaan untuk Guo Hong, hal tersebut tentu saja membuat Guo Hong semakin marah dan benci dengan Lin Feng.
Beberapa saat kemudian, Guo Hong tiba-tiba saja menghentikan serangannya dan bergerak mundur beberapa langkah, setelah itu, Guo Hong langsung mengeluarkan sebuah pedang besar berwarna merah darah dari cincin penyimpanannya.
"I-itu adalah pedang darah penghancur langit!" ujar salah seorang murid.
"Jadi itu, pedang yang merupakan senjata andalan senior Guo, pedang yang memiliki kekuatan yang sangat besar dan mampu menghancurkan gunung hanya dengan satu tebasan?!" ujar murid lainnya.
"Pemuda itu sepertinya harus berhati-hati, karena pedang tersebut bukanlah pedang sembarangan" ucap murid sebelumnya.
Sementara itu, Lin Feng hanya tersenyum sinis melihat pedang besar yang dikeluarkan oleh Guo Hong, aura yang terpancar serta energi yang dimiliki pedang tersebut memang sangat besar, tapi pedang tersebut tetaplah bukan tandingan dari pedang kayu roh.
__ADS_1
"Pedang yang sangat bagus, tapi sayangnya pedang tersebut tetap akan hancur bila berhadapan dengan pedang kayu roh" gumam Lin Feng.