Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-147. Sedikit masalah


__ADS_3

Mendengar perkataan salah seorang Assassin yang menghadang mereka, tentu saja membuat tetua Liu Changhai dan Lin Tian agak terkejut, mereka benar-benar bingung dengan apa yang mereka katakan, pasalnya mereka sama sekali tidak mengetahui siapa yang dimaksud oleh Assassin tersebut.


Berbeda dengan tetua Liu Changhai dan Lin Tian yang kaget, Lin Feng justru malah tertawa lantang mendengar perkataan mereka, dia benar-benar tidak pernah menyangka bahwa penampilannya akan benar-benar menipu begitu banyak orang, bahkan Organisasi Assassin saja sampai keliru dengan penampilannya.


"Apa yang kau tertawakan? apa kau ingin berkhianat kepada Organisasi?" tanya Assassin lainnya.


Lin Feng kemudian menghentikan tawanya, kemudian menjawab pertanyaan Assassin tersebut. "Kalian salah besar karena menganggap aku sama dengan kalian dan perlu untuk kalian ketahui, aku bukanlah anggota Organisasi Assassin, tapi aku adalah raja pembunuh."


Setelah mengatakan hal tersebut Lin Feng langsung menghilang dari punggung elang es, sesaat kemudian Lin Feng sudah muncul lagi di belakang Assassin yang tadi bertanya, bersamaan dengan munculnya Lin Feng, kepala Assassin tersebut juga langsung terlepas dari tempatnya dan jatuh ke tanah bersama dengan tubuhnya.


Assassin yang lainnya tentu sangat kaget dengan kemunculan Lin Feng yang secara tiba-tiba, yang lebih membuat mereka kaget adalah serangan Lin Feng yang benar-benar cepat dan tidak terduga, bahkan mereka tidak bisa merasakan pergerakan dan keberadaan Lin Feng.


"Sial, kecepatannya sungguh luar biasa, kecepatannya bahkan sudah setara dengan ketua Organisasi" ucap salah seorang Assassin sambil menjauhi Lin Feng.


Pergerakan dan serangan Lin Feng yang sangat cepat tersebut tentunya juga membuat Lin Tian dan tetua Liu Changhai sangat kaget, mereka berdua bahkan tidak menyadari kapan Lin Feng bergerak dan kapan Lin Feng melakukan serangan.


"Se-sejak kapan kak Feng bisa menjadi begitu cepat?" tanya Lin Tian kaget.


"Entahlah, jangankan mereka semua, bahkan aku sebagai guru juga tidak menyadari pergerakannya." jawab tetua Liu Changhai.


"Guru, apa kita harus membantu kak Feng?" tanya Lin Tian.


"Tidak! dia bisa mengatasi mereka semua sendirian" jawab tetua Liu Changhai.

__ADS_1


Sementara itu, Lin Feng sedang bertarung dengan para Assassin yang tersisa, pertarungan tersebut tidak terlalu berarti bagi Lin Feng karena memang para Assassin yang ada di sana tidak terlalu kuat, memang tahapan kultivasi mereka berada di ranah Master Spiritual, namun tingkatannya masih di bawah Lin Feng.


Hanya dalam beberapa menit saja, Lin Feng sudah berhasil menghabisi mereka semua dan menyisakan satu Assassin untuk di interogasi, Lin Feng kemudian membawa Assassin tersebut naik ke atas punggung elang es dan kemudian menghancurkan kultivasi Assassin tersebut.


"Kau sudah tertangkap dan teman-temanmu juga sudah mati, tidak hanya itu saja, bahkan sekarang kekuatanmu sudah hilang, jadi sebaiknya kau menurut atau kau akan merasakan penyiksaan yang lebih menyakitkan dari kematian" ucap Lin Feng sinis.


"Hahahaha, aku tidak akan berbicara sedikitpun, terserah mau mau menyiksaku seperti apa" jawab Assassin tersebut.


"Kau benar-benar keras kepala, guru apakah elang es suka memakan bagian tubuh manusia?" tanya Lin Feng santai.


Tetua Liu Changhai agak kaget dengan pertanyaan Lin Feng, namun dengan cepat dia menyadari apa maksud dari pertanyaan Lin Feng itu. "Tentu saja, apa lagi mata manusia, dia sangat menyukainya."


"Benarkah? kalau begitu, Lin Tian kau congkel satu matanya" ucap Lin Feng.


"Ti-tidak, tidak, jangan siksa aku, lebih baik bunuh saja aku!" ujar Assassin tersebut.


"Kalau tidak mau disiksa, segeralah bicara karena aku sudah tidak sabar untuk mencongkel bola matamu" ucap Lin Tian sinis.


"Ya-yang membayar kami adalah keluarga kaisar sendiri, dia adalah adik sang kaisar, dia juga sudah bekerjasama dengan beberapa keluarga bangsawan" jawab Assassin tersebut gemetaran.


"Terimakasih atas informasinya" ujar Lin Feng kemudian membunuh Assassin tersebut.


"Ternyata dalang dari kekacauan ini adalah adik sang kaisar sendiri" gumam tetua Liu Changhai.

__ADS_1


"Untung saja dia bicara, kalau tidak aku tidak bisa membayangkan seperti apa mencongkel mata manusia" ucap Lin Tian lega.


"Lin Tian, kau adalah saudaraku, aku tidak peduli dengan sikapmu yang ramah dan baik hati kepada semua orang, tapi kau harus ingat satu hal, jangan pernah berlaku baik pada musuh" ujar Lin Feng.


"Feng'er, sejak kapan kau menjadi kejam seperti ini?" tanya tetua Liu Changhai.


"Kejam adalah kata yang pantas untuk dunia ini guru, aku sudah hidup dalam kekejaman sejak lama, wajar kalau aku adalah orang yang kejam, tapi guru tenang saja, karena aku hanya kejam kepada musuh dan pengkhianat" jawab Lin Feng.


Mendengar perkataan Lin Feng membuat tetua Liu Changhai hanya bisa menghela nafas yang berat, dia benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi kepada Lin Feng, meskipun Lin Feng masih seorang pemuda yang berumur enam belas tahun, namun perkataannya sudah menunjukkan bahwa dia sudah hidup dalam kekejaman yang benar-benar mengerikan.


Meskipun tetua Liu Changhai tidak mengerti maksud dari perkataan Lin Feng, namun tetua Liu Changhai juga bisa menyadari kalau setiap kata-kata Lin Feng bukanlah omong kosong belaka, karena setiap kata-kata yang diucapkan Lin Feng terdengar sangat pasti dan bukannya kebohongan.


"Feng'er, entah kenapa aku merasa kau bukanlah pemuda yang berumur enam belas tahun, siapa kau sebenarnya? kenapa aku merasa ada begitu banyak misteri dalam dirimu?" batin tetua Liu Changhai.


"Apa dia bukan manusia dari dunia ini? atau jangan-jangan dia adalah seorang dewa yang sedang menyamar sebagai manusia?" lanjutnya.


Begitu banyak pertanyaan yang muncul di benak tetua Liu Changhai, namun entah kenapa dia tidak bisa mengucapkan pertanyaan tersebut, karena menurutnya pertanyaan tersebut tidak berarti dan hanya akan terdengar seperti omong kosong belaka.


"Betapa bodohnya aku, kenapa aku sampai berpikir seperti itu, lagipula tidak mungkin semua itu terjadi, yang penting dia adalah muridku, murid kebanggaan ku" gumam tetua Liu Changhai sambil melihat ke arah Lin Feng.


Setelah mendapat informasi yang mereka inginkan, mereka bertiga kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke kota Shuijing, kali ini tetua Liu Changhai meminta elang es untuk menambah kecepatannya, karena dia tidak ingin perjalanan mereka tertunda lagi.


"Feng'er, Tian'er, sepertinya informasi mengenai keberangkatan kita sudah diketahui oleh adik sang kaisar, sekarang kita harus lebih berhati-hati" ucap tetua Liu Changhai mengingatkan.

__ADS_1


"Baik guru!" jawab Lin Tian dan Lin Feng serempak.


__ADS_2