
Setelah menyimpan kristal sembilan surga yang ke-dua kedalam cincin penyimpanannya, Lin Feng kemudian duduk di tanah yang sebelumnya adalah tempat gunung Heishan berdiri, tapi sekarang telah hancur karena pertarungan Lin Feng dan Lan Hu. Namun saat ini Lin Feng masih belum bisa melihat apa-apa, karena pandangannya masih terhalangi oleh debu-debu yang beterbangan.
Lalu, setelah debu-debu tersebut menghilang, barulah Lin Feng bisa melihat keadaan disekitarnya, ia cukup terkejut ketika menyadari jika saat ini ia sedang duduk di dasar kawah raksasa yang lumayan dalam, yang tercipta oleh ledakan dahsyat akibat benturan serangannya dan Lan Hu. Tidak lama kemudian, di tepi kawah raksasa tersebut muncul Huise dan Yin Ouyang, lalu mereka berdua turun ke dasar kawah untuk menghampiri Lin Feng.
"Yang mulia, bagaimana keadaan anda?" tanya Yin Ouyang yang nampak khawatir.
"Tenanglah, aku baik-baik saja dan tidak terluka sedikitpun, hanya merasa sedikit lelah saja" jawab Lin Feng.
"Syukurlah jika yang mulia baik-baik saja, lalu bagaimana dengan kristal sembilan surga? Apakah yang mulia sudah mendapatkannya?" tanya Yin Ouyang.
"Ya, aku berhasil mendapatkannya, sekarang hanya tersisa tujuh kristal lagi yang masih belum ditemukan" jawab Lin Feng.
"Baiklah, sekarang mari kita kembali ke kerajaan, karena aku ingin istirahat" ucap Lin Feng, kemudian berdiri.
"Baik tuan!" jawab Huise.
"Baik yang mulia!" ujar Yin Ouyang.
Setelah itu, mereka bertiga kemudian terbang kembali ke istana kerajaan dunia bawah. Huise sempat menawarkan untuk menjadi tunggangan Lin Feng, agar selama perjalanan kembali Lin Feng bisa beristirahat di punggungnya, namun Lin Feng malah menolak permintaannya dan lebih memilih untuk terbang saja, dibandingkan harus menunggangi bawahannya tersebut.
__ADS_1
Meski sebenarnya Lin Feng juga sangat ingin menunggangi Huise selama perjalanan pulang, karena dengan begitu dia bisa beristirahat untuk menghilangkan rasa lelahnya, namun entah mengapa Lin Feng merasa itu sangat tidak pantas untuk dilakukan. Huise memang adalah Beast Spirit miliknya, bahkan Huise juga memanggilnya tuan, yang artinya jika Huise adalah bawahannya, tapi bagi Lin Feng, Huise bukanlah Beast Spiritnya apalagi bawahannya, karena Lin Feng sudah menganggap Huise seperti saudaranya sendiri.
Karena alasan itulah Lin Feng merasa enggan untuk duduk dipunggung Huise. Sebab, sangat tidak pantas baginya untuk menduduki punggung saudaranya sendiri, karena hal itu akan merendahkan harga diri saudaranya tersebut, padahal Huise sama sekali tidak merasa seperti itu, Huise justru merasa sangat bangga jika Lin Feng mau menjadikannya sebagai tunggangan, bahkan ia juga merasa sedih saat Lin Feng menolaknya.
***
Setelah menempuh perjalanan panjang, Lin Feng, Huise dan Yin Ouyang akhirnya sampai di kerajaan dunia bawah, sesampainya di istana, Lin Feng langsung bergegas menuju kamarnya, karena ia ingin segera membenamkan tubuhnya ditempat tidur, agar bisa menghilangkan rasa lelah yang ia dapatkan dari pertarungannya dengan Lan Hu.
"Akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang" ucap Lin Feng setelah merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya yang empuk.
Lin Feng kemudian memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur, namun saat matanya tertutup ia malah teringat dengan kristal jiwa milik Lan Hu. Akhirnya, Lin Feng membatalkan niatnya untuk tidur, kemudian bangkit dan duduk di ujung tempat tidurnya, lalu setelah itu, Lin Feng mengeluarkan sebuah kristal berwarna biru yang memiliki ukuran cukup besar dari cincin penyimpanannya.
"Sepertinya aku harus bergegas menyerap energi kristal ini, jika tidak seluruh istana kerajaan akan membeku karenanya" Lin Feng bergumam pelan.
Karena sudah terlanjur mengeluarkan kristal jiwa tersebut dari cincin penyimpanannya, Lin Feng akhirnya memutuskan untuk langsung menyerap energi yang terkandung di dalam kristal biru tersebut, padahal awalnya dia ingin beristirahat dan tidak berniat untuk melakukan penyerapan sama sekali, bahkan lelah ditubuhnya masih belum berkurang sedikitpun.
Sebenarnya Lin Feng bisa saja menyimpan kristal biru itu kedalam cincin penyimpanannya lagi dan menyerapnya lain kali, namun karena sudah terlanjur mengeluarkannya, jadi ia harus menyerapnya saat itu juga. Karena, semakin cepat ia menyerap energi dalam kristal jiwa berwarna biru tersebut, maka akan semakin baik untuknya. Lagi pula, Lin Feng bukanlah tipe orang yang suka menunda-nunda dalam hal apapun, kecuali jika memang tidak ada waktu, atau waktunya tidak tepat.
Lin Feng kemudian memperbaiki posisi duduknya menjadi posisi meditasi, lalu menarik nafas panjang dari hidungnya dan membuangnya secara perlahan-lahan melalui mulut, Lin Feng melakukan hal yang sama berulang-ulang sampai tiga kali, guna untuk membuang semua beban pikirannya, serta menenangkan dirinya. Setelah hati dan pikirannya benar-benar tenang, barulah Lin Feng mulai melakukan penyerapan.
__ADS_1
Udara di dalam kamar Lin Feng semakin bertambah dingin, ketika energi yang terkandung di dalam kristal jiwa terserap masuk kedalam tubuhnya secara perlahan-lahan, udara dingin tersebut juga menyebabkan barang-barang yang ada di dalam kamar Lin Feng membeku, termasuk pintu kamar dan juga tempat tidurnya, bisa dikatakan jika seluruh kamar Lin Feng benar-benar telah membeku.
Untungnya, Lin Feng memiliki darah Phoenix di dalam dirinya, yang menjaga tubuhnya agar tetap hangat dan tidak merasakan dingin sedikitpun. Jika tidak, maka tubuh Lin Feng sendiri pasti akan membeku seperti barang-barang di dalam kamarnya.
Di sisi lain.
Seluruh penghuni istana kerajaan dunia bawah dikejutkan dengan udara yang terasa hangat tiba-tiba saja berubah dingin, awalnya mereka menganggap perubahan udara tersebut adalah hal yang biasa, namun seiring berjalannya waktu, udara di dalam istana juga semakin bertambah dingin, bahkan seluruh penghuni istana sampai menggigil karena kedinginan.
"Tuan Yin Ouyang, ada apa ini? Kenapa di dalam istana sangat dingin?" tanya Zhu Lien, yang tentunya juga merasa kedinginan.
Zhu Lien dan adiknya Zhu Ling sebelumnya sedang melakukan penyerapan untuk meningkatkan kultivasi mereka di dalam kamarnya, namun penyerapan yang mereka lakukan terganggu karena udara dingin tiba-tiba saja menyerang, awalnya mereka masih bisa bertahan dan tidak menghiraukan rasa dingin tersebut, namun lama-kelamaan rasa dingin yang menyerang mereka semakin bertambah besar, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menyudahi penyerapannya dan pergi keluar kamar untuk mencari tahu apa yang terjadi.
"Maaf nona, tapi aku juga tidak mengetahui apa yang sedang terjadi" jawab Yin Ouyang.
"Udara dingin ini bukanlah udara dingin biasa, melainkan berasal dari kristal jiwa milik Lan Hu" ujar Huise.
"Maksudmu?" tanya Zhu Ling.
"Aku tidak punya waktu untuk menceritakannya, tapi intinya, saat ini tuan sedang melakukan penyerapan" jawab Huise.
__ADS_1