
Dewa petir langsung terdiam setelah mendengar perkataan Luo Ning, tangannya nampak masih gemetaran, namun bukan karena takut kepada Lin Feng, melainkan karena sangat marah kepada Luo Ning yang masih saja keras kepala, padahal ia sudah sangat merendahkan harga dirinya untuk meminta maaf kepada Luo Ning, tapi Luo Ning malah berkata demikian padanya.
Dengan amarah yang sudah memuncak, dewa petir kemudian menghampiri salah seorang prajurit dan mengambil cambuk petir ditangannya, ia kemudian mendekati Luo Ning lagi dan langsung memberikan beberapa cambukan pada tubuh Luo Ning. "Perempuan tidak tahu diri, aku sudah sangat berbaik hati untuk meminta maaf padamu, tapi kau malah keras kepala seperti ini!" ucap dewa petir.
"Aku bahkan sudah menawarkan begitu banyak hal menarik padamu, tapi kau malah menolak dan lebih memilih untuk di siksa! Kalau begitu, aku akan menyiksamu sampai aku benar-benar puas!" lanjutnya.
"Arrgghhh!" Luo Ning hanya bisa berteriak dengan suara parau sambil berusaha menahan rasa sakit ditubuhnya, ia berusaha untuk tetap tegar menghadapi siksaan tersebut, tapi apalah daya, sehebat apapun dirinya, dia tetaplah seorang perempuan yang tidak memiliki kekuatan seperti seorang laki-laki, sehingga air matanya mengalir dengan deras dan membasahi pipinya.
Satu-satunya alasan yang membuat Luo Ning mampu menahan siksaan tersebut adalah Lin Feng, serta keluarganya di dunia manusia, jika tidak ada mereka, mungkin Luo Ning sudah lama pasrah menerima apapun yang akan terjadi, bahkan mungkin dia akan mengakhiri hidupnya sendiri, karena tidak sanggup menahan siksaan dan penderitaan yang begitu berat.
"Lin Feng, cepatlah datang" ucap Luo Ning dalam hatinya.
Di dunia bawah.
Lin Feng yang sedang tertidur lelap di dalam kamarnya, tiba-tiba saja terbangun karena mendengar suara Luo Ning yang memanggil namanya. Tidak hanya itu saja, dadanya juga tiba-tiba terasa sesak dan perih, seperti ada luka baru yang tergores di dalam hatinya, tapi ia sendiri tidak tahu apa penyebabnya, bahkan seluruh tubuhnya basah karena bermandikan keringat.
"Luo Ning, aku harap kau baik-baik saja di sana" gumam Lin Feng.
Setelah itu, Lin Feng langsung beranjak dari tempat tidurnya, kemudian pergi meninggalkan kamarnya. Sebab, ia tidak bisa lagi melanjutkan tidurnya dikarenakan pikirannya yang sedang tidak tenang. Pada akhirnya, Lin Feng memutuskan untuk pergi ke taman istana untuk melakukan hal yang biasa ia lakukan saat sedang tidak tenang, yaitu menatap langit malam yang di hiasi oleh bintang-bintang,
__ADS_1
Huise, Lang Diyu dan Du Fang Ren yang sedang mengobrol di ruang tahta, sedikit terkejut ketika melihat kemunculan Lin Feng, terlebih setelah mereka melihat ekspresi wajah Lin Feng yang tidak menunjukkan apapun, bahkan tatapan matanya yang selalu tajam dan sinis, sekarang malah nampak kosong seperti sedang putus asa.
"Tuan, apa tuan baik-baik saja?" tanya Huise, namun Lin Feng tidak menjawab dab tidak menghiraukan mereka, bahkan langkah kakinya tidak terhenti sedikitpun.
"Kenapa tuan terlihat aneh? Apakah ada sesuatu yang telah terjadi padanya?" tanya Lang Diyu, setelah Lin Feng keluar dari istana.
"Sepertinya memang ada sesuatu yang terjadi pada tuan, karena tidak biasanya tuan seperti ini" jawab Du Fang Ren.
"Kalian benar! Dan aku yakin masalahnya adalah nona Luo" ujar Huise, kemudian pergi menyusul Lin Feng, lalu diikuti oleh Lang Diyu dan Du Fang Ren.
Sesampainya di taman istana, Lin Feng langsung duduk di bangku yang ada di sana, kemudian mengangkat wajahnya ke atas dan memandangi langit malam. Suasana yang begitu sunyi berhasil membuatnya sedikit lebih tenang, namun suasana tenang tersebut malah membuatnya teringat dengan keluarganya yang sudah tiada, bahkan bayangan wajah Luo Ning mulai muncul diantara keluarganya.
"Ini adalah terakhir kalinya aku membiarkan orang-orang yang aku sayangi direnggut dariku, setelah ini, tidak akan aku biarkan siapapun merenggutnya lagi dariku" ucap Lin Feng pelan.
"Huise, Lang Diyu, Du Fang Ren, jika aku menyerang para dewa, apa yang akan kalian lakukan?" tanya Lin Feng, yang tentunya sudah menyadari keberadaan mereka bertiga.
"Tentu saja aku akan ikut tuan, karena sejujurnya aku juga membenci mereka!" jawab Lang Diyu.
"Aku pasti akan selalu berada di sisimu tuan" jawab Huise.
__ADS_1
"Dan yang pastinya aku tidak mau ketinggalan untuk bersenang-senang, lagipula aku juga penasaran bagaimana rasanya membunuh dewa" jawab Du Fang Ren.
"Baguslah, kalau begitu persiapkan diri kalian, karena setelah memusnahkan Yama, aku akan datang ke daratan suci untuk membuat kekacauan!" ucap Lin Feng.
"Baik tuan!" jawab mereka bertiga serempak.
Meski Lang Diyu dan Du Fang Ren tidak mengetahui alasan kenapa Lin Feng ingin menyerang para dewa, tapi mereka berdua justru sangat bersemangat ketika mendengar hal itu, walaupun mereka berdua tahu jika para dewa sangatlah kuat, namun mereka tidak peduli sama sekali, bahkan mereka juga tidak peduli dengan alasan Lin Feng yang ingin menyerang para dewa, karena yang terpenting bagi mereka adalah bisa bersama Lin Feng dan mengikutinya kemanapun ia pergi.
Selain itu, Lang Diyu sendiri juga sudah sangat membenci pada dewa sejak lama, bahkan sebelum ia bersama Lin Feng, karena itulah, Lang Diyu langsung bersemangat setelah mendengar perkataan Lin Feng yang ingin menyerang para dewa. Sedangkan Du Fang Ren, ia sebenarnya tidak membenci para dewa seperti Lang Diyu, tapi selagi dia bisa bersenang-senang bersama Lin Feng dan yang lainnya, maka tidak ada alasan untuknya menolak, bahkan kebencian Lin Feng terhadap para dewa sudah bisa menjadi alasan baginya untuk ikut membenci para dewa.
"Lalu bagaimana dengan Zhu bersaudara, tuan? Apakah tuan akan membawa mereka juga?" tanya Du Fang Ren.
"Biar mereka sendiri yang memutuskan, karena aku tidak ingin seseorang mengikuti ku dengan terpaksa, jadi mereka bebas memilih untuk ikut bersamaku atau tidak, begitu juga dengan kalian bertiga" jawab Lin Feng.
"Tuan, selama ini kami tidak pernah merasa terpaksa sedikitpun, bahkan mengikuti tuan dan mematuhi perintah tuan adalah kebanggaan untuk kami" jawab Huise.
"Itu benar, tuan! Bagaimanapun juga, kami akan tetap bersama tuan" ujar Lang Diyu.
"Begitu juga denganku, tuan! Selama ini, aku selalu mengikuti tuan tanpa rasa terpaksa sedikitpun" Du Fang Ren menambahkan.
__ADS_1
"Tuan, sebenarnya apa yang terjadi pada tuan?" tanya Huise.
"Aku tidak apa-apa, hanya sedang memikirkan seseorang" jawab Lin Feng.