
Setengah jam berlalu dengan sangat cepat, pertarungan Lin Feng dan Huise melawan dua puluh prajurit klan darah iblis masih terus berlanjut, bahkan pertarungan mereka semakin sengit, karena semua anggota klan darah iblis tidak bisa dihabisi dengan mudah. Setiap kali Lin Feng berhasil mendaratkan serangan dan menciptakan luka ditubuh mereka, luka tersebut akan segera sembuh dengan sangat cepat.
Meski begitu, Lin Feng sama sekali tidak kewalahan ataupun mengeluh sedikitpun, justru Lin Feng sangat menikmati pertarungan tersebut, karena Lin Feng bisa menebas mereka semua berulang kali. Lalu dengan kemampuan mereka yang bisa memulihkan diri dengan cepat, membuat Lin Feng benar-benar menikmati sensasi saat menebas mereka berkali-kali, yang tentunya tidak bisa ia lakukan kepada orang lain.
"Hahahaha! Ini benar-benar luar biasa, kapan lagi aku bisa mendapatkan mainan yang luar biasa seperti ini!" ujar Lin Feng sambil terus menebaskan pedangnya.
Perkataan Lin Feng benar-benar membuat mereka semua marah dan kesal, mereka bahkan tidak menyangka bahwa Lin Feng hanya menganggap mereka sebagai mainan belaka. Yang artinya, mereka bukanlah apa-apa di mata Lin Feng, melainkan hanya alat untuk menemaninya bermain-main.
"Kau benar-benar meremehkan kemampuan kami, manusia sialan!" ujar salah seorang dari mereka.
Beberapa saat kemudian, mereka semua langsung mengeluarkan aura kekuatan kegelapan yang sangat besar dari tubuhnya, bersamaan dengan itu, tubuh mereka semua tiba-tiba berubah dan bertransformasi menjadi seperti bangsa iblis. Di dahi mereka tumbuh dua tanduk yang cukup panjang, lalu kulit mereka juga berubah seperti memiliki sisik seperti ular dan berwarna hitam, bahkan tubuh mereka bertambah semakin besar.
Pada bagian belakang tubuh mereka, tumbuh ekor yang cukup panjang dan menyerupai ekor naga, lalu dipunggung mereka tumbuh sepasang sayap hitam yang cukup lebar yang menyerupai sayap kelelawar. Saat ini, penampilan mereka semua benar-benar sudah menyerupai bangsa iblis, bahkan tidak ada bedanya sama sekali.
"Sepertinya ini akan semakin menarik!" Lin Feng bergumam pelan.
"Tuan, apakah sudah saatnya untuk serius?" tanya Huise.
"Kau benar Huise, sudah saatnya untuk bertarung dengan sangat serius, karena kita sudah membuang-buang waktu cukup lama untuk bermain bersama mereka!" jawab Lin Feng, dengan tatapan mata yang telah berubah.
"Hahahaha! Kalian masih saja bicara omong kosong setelah melihat wujud kami, kalian harus tahu bahwa tidak ada seorangpun yang bisa selamat setelah melihat wujud kami!" ujar salah satu anggota klan darah iblis.
__ADS_1
"Benarkah? Kedengarannya sangat mengerikan, aku bahkan sampai merinding mendengarnya" jawab Lin Feng, namun dengan tatapan sinis dan senyuman jahat dibalik penutup wajahnya.
"Cihh! Aku ingin melihat sampai kapan kau bisa bersikap arogan seperti itu!"
Dua puluh anggota klan darah iblis yang telah bertransformasi kemudian langsung menyerang Lin Feng dan Huise. Serangan mereka semua benar-benar terlihat jauh berbeda dari sebelumnya, bahkan kekuatan mereka telah meningkat dengan pesat setelah mereka bertransformasi menjadi iblis.
Tapi hal itu tidak membuat Lin Feng dan Huise gentar sama sekali, karena sekarang mereka berdua telah menemukan kelemahan manusia iblis tersebut, yaitu sebuah kristal hitam yang tertanam didalam jantung mereka. Pada pertarungan sebelumnya, Lin Feng dan Huise memang tidak serius, bahkan mereka terlihat seperti sedang bermain-main, tapi tujuan mereka melakukan semua itu adalah untuk mengetahui kelemahan manusia iblis tersebut.
Setelah Lin Feng dan Huise berhasil menemukan kelemahan mereka semua, tentu saja mereka akan jauh lebih serius dari sebelumnya, bahkan mungkin, Lin Feng dan Huise akan sangat mudah mengalahkan mereka sekarang, terlebih setelah mereka berdua menemukan titik lemah para manusia iblis tersebut.
Salah satu manusia iblis kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas, kemudian menciptakan bola energi kegelapan yang benar-benar sangat besar, lalu setelahnya, bola energi kegelapan yang sangat besar tersebut dilemparkan ke arah Lin Feng dan Huise, yang masih sibuk bertarung dengan manusia iblis lainnya.
Dhuarr!!...
"Hahahaha! Mereka berdua pasti telah hancur karena serangan ku!" ujar manusia iblis yang sebelumnya melakukan serangan.
"Kau terlalu percaya diri!"
Suara Lin Feng tiba-tiba terdengar dari belakang manusia iblis tersebut dan berhasil mengejutkannya, namun saat manusia iblis tersebut hendak menghadap kebelakang, pedang Lin Feng telah menembus dada kirinya, pedang tersebut tentunya juga menembus jantung, serta membuat kristal hitam yang tertanam di jantungnya hancur.
Tidak lama kemudian, wujud manusia iblis tersebut perlahan-lahan mulai berubah ke wujud manusia sepenuhnya. Lin Feng tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, ia kemudian menarik pedangnya dan langsung menebas tubuh manusia iblis tersebut menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
Karena kristal hitam yang tertanam di dalam jantungnya telah hancur, manusia iblis tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan lukanya lagi, hingga akhirnya ia mati dengan keadaan yang mengenaskan.
"Selanjutnya adalah giliran kalian semua!" Lin Feng berkata pelan sambil menunjukkan tatapan sinis.
Setelah itu, Lin Feng langsung mengeluarkan pedang dewa naga dari cincin kematiannya. Dan entah kenapa, sejak pertarungannya dengan monster laut selesai, Lin Feng merasa akan tidak lengkap jika bertarung hanya dengan menggunakan satu pedang saja, bahkan sensasi yang ia rasakan saat menggunakan dua pedang, benar-benar sangat berbeda saat dia bertarung hanya dengan satu pedang saja.
"Tebasan Kematian!" ujar Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan.
Dalam sekejap mata, Lin Feng sudah berada diantara para manusia iblis tersebut, lalu Lin Feng menebaskan pedangnya berkali-kali dengan sangat cepat, bahkan tebasan pedangnya semakin cepat seiring berjalannya waktu, dari yang awalnya hanya satu tebasan tunggal, kemudian berubah menjadi puluhan tebasan yang sangat mematikan.
Setelah hampir dua puluh detik berlalu, Lin Feng tiba-tiba saja menghentikan tebasan pedangnya. Bersamaan dengan itu, sembilan belas manusia iblis yang tersisa, langsung mati saat itu juga dengan keadaan yang benar-benar mengerikan, karena tubuh mereka telah terpotong-potong menjadi bagian-bagian yang kecil.
"Tuan benar-benar sangat bersemangat, dia bahkan tidak menyisakan satupun untukku" Huise bergumam pelan. "Tapi jurus apa yang tuan gunakan tadi?" Huise nampak sangat kagum, sekaligus penasaran dengan jurus yang digunakan oleh Lin Feng.
"Ternyata eksperimenku berhasil" Lin Feng tersenyum puas setelah membunuh mereka semua dengan jurus barunya, atau lebih tepatnya, jurus lama dengan versi terbaru.
"Tuan, jurus apa yang tuan gunakan, kenapa aku belum pernah melihat jurus itu sebelumnya?" Huise yang tidak bisa menahan rasa ingin tahunya, akhirnya memutuskan untuk bertanya langsung kepada Lin Feng.
"Itu adalah jurus tujuh tebasan kematian versi terbaru, aku menamainya dengan jurus tebasan kematian!" jawab Lin Feng.
Yang Lin Feng gunakan untuk membunuh sembilan belas manusia iblis yang tersisa memanglah jurus tujuh tebasan kematian, namun Lin Feng telah mengubah jurus tersebut sejak berhasil mengeluarkan empat belas aura pedang ketika berhadapan dengan monster laut. Ketika memikirkan tentang jurus itu, Lin Feng langsung memiliki ide untuk mengubahnya dengan gaya yang baru.
__ADS_1
Sebenarnya Lin Feng baru saja memikirkan tentang jurus baru tersebut dan belum sempat mempelajarinya secara langsung. Tapi siapa sangka, saat percobaan pertamanya, Lin Feng langsung berhasil menggunakannya dengan sangat baik, bahkan hasilnya benar-benar diluar dugaan.