Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-61. Lin Tian kembali ke sekte Phoenix Emas


__ADS_3

Setelah pergi dari gudang, Lin Duan dan Lin Dian muncul kembali di dekat Lin Jianheeng, setelah itu mereka berdua langsung memberitahukan kepasa Lin Jianheeng bahwa yang ingin membunuh Lin Feng adalah keluarga Zhang, Lin Jianheeng nampak sangat marah dan sangat kesal setelah mengetahui siapa dalang dibalik rencana pembunuhan cucunya, hanya saja untuk saat ini Lin Jianheeng mencoba untuk tetap tenang karena suasana keluarga Lin sedang berbahagia.


"Ayah ada apa, kenapa aku melihat ada emosi di raut wajah ayah?" tanya Lin Hua.


"Putriku, memang ayah tidak akan pernah bisa menyembunyikan apapun darimu, sekeras apapun ayah mencoba, kau pasti akan tetap mengetahuinya" jawab Lin Jianheeng tersenyum lembut.


"Jadi, apa yang membuat ayah marah?" tanya Lin Hua.


"Keluarga Zhang, ternyata yang berencana membunuh Feng'er adalah mereka, setelah pesta ini usai ayah pasti akan langsung menyerang mereka" jawab Lin Jianheeng.


"Tidak ayah, aku sama sekali tidak setuju dengan ide itu" ucap Lin Hua.


"Hua'er apa yang kau katakan, mereka sudah berencana membunuh putramu, keponakan kami dan tuan muda keluarga Lin, apa kau ingin melepaskan mereka begitu saja?" tanya Lin Dian sedikit kesal dengan ucapan adiknya tersebut.


"Tidak kakak, aku tentu tidak akan memaafkan mereka, tapi setidaknya tunggulah sampai Feng'er menyelesaikan latihannya" jawab Lin Hua.


"Tapi.."


"Duan'er, Dian'er, apa yang adik kalian katakan memang benar, lagipula masalah ini berkaitan langsung dengan Feng'er, setidaknya kita harus mendengarkan pendapatnya sebelum melakukan penyerangan" ujar Lin Jianheeng memotong perkataan Lin Duan.


"Baiklah ayah, untuk sekarang kami akan diam saja dan bersikap seolah-olah semua ini tidak pernah terjadi, tapi jika Feng'er menyetujui rencana penyerangan ini, maka kami berdua yang akan turun tangan terlebih dahulu" ucap Lin Dian.


Setelah itu Lin Duan dan Lin Dian kembali ke tempat duduknya masing-masing, mereka berempat kemudian menikmati acara pesta tersebut dengan tenang dan setelah tertangkapnya pembunuh topeng emas, tidak ada lagi yang menyusup masuk ke wilayah keluarga Lin sampai pesta tersebut selesai.


**

__ADS_1


Di hutan kabut, pemimpin Asosiasi pembunuh bayaran menghela nafas berat saat melihat salah satu giok jiwa milik anggotanya hancur, dengan hancurnya giok jiwa berarti pembunuh topeng emas yang telah di kirim ke keluarga Lin telah gugur dalam misinya.


Pemimpin Asosiasi pembunuh bayaran kemudian menghubungi ketiga ketua pembunuh yang merupakan tangan kanannya. Selang beberapa detik, ketiga ketua pembunuh telah muncul di hadapannya dengan posisi berlutut.


"Kami menghadap pemimpin" ucap mereka bertiga serempak.


"Topeng emas, bawahanmu yang kau kirim ke keluarga Lin telah gugur" ucap pemimpin Asosiasi.


"Apa!" ujar ketua pembunuh topeng emas kaget.


"Tidak perlu terkejut seperti itu, lagi pula sejak awal aku juga agak ragu dengan keberhasilan misi ini, sebab kekuatan Lin Jianheeng bukanlah tandingan kalian semua, jadi untuk sementara misi ini kita tunda terlebih dahulu, karena aku tidak ingin kehilangan lebih banyak pembunuh terbaikku lagi" ucap pemimpin Asosiasi.


"Lalu tentang kapan misi ini akan dilanjutkan, aku akan memanggil kalian lagi nanti saat waktunya sudah tiba" lanjutnya.


Setelah itu pemimpin Asosiasi langsung menghilang dari tempat tersebut, tidak lama kemudian ketiga ketua pembunuh juga menghilang dan pergi meninggalkan ruangan pertemuan tersebut.


**


Beberapa hari telah berlalu dengan sangat cepat, saat ini Lin Jianheeng sedang dalam perjalanan menuju ke sekte Phoenix Emas untuk mengantar Lin Tian, awalnya Lin Tian sempat bingung karena hanya dirinya yang kembali ke sekte, sedangkan Lin Feng tidak terlihat sama sekali, namun Lin Jianheeng langsung menjelaskan bahwa saat ini Lin Feng sedang melakukan latihan tertutup di keluarga Lin.


"Tian'er, apa kau merasa iri dengan Feng'er?" tanya Lin Jianheeng.


"Untuk apa aku merasa iri kakek, menjadi saudara kak Feng dan menjado cucu angkatmu adalah sebuah anugerah untuk diriku, bahkan sekarang derajat ibuku juga sudah kakek angkat dengan menjadi bagian dari keluarga Lin, lalu kenapa aku harus merasa iri dengan kak Feng?" jawab Lin Tian berterus terang.


"Tidak cucuku, kakek hanya merasa sedikit khawatir dan takut, kakek takut kau akan merasa bahwa kakek pilih kasih dan pada akhirnya persaudaraan kalian akan hancur" ucap Lin Jianheeng.

__ADS_1


"Tentu saja tidak kakek, justru aku sangat bersyukur jika kak Feng bisa menjadi lebih kuat, karena dengan begitu tidak akan ada lagi orang yang bisa menghinanya" jawab Lin Tian.


"Hatimu benar-benar baik cucuku, ambillah buku jurus ini dan pelajari dengan baik" ucap Lin Jianheeng sambil menyerahkan buku berwarna biru kepada Lin Tian.


"Buku jurus apa ini kakek?" tanya Lin Tian penasaran.


"Ini adalah buku jurus yang diciptakan sendiri oleh leluhur keluarga Lin, jurus ini juga sudah menjadi andalan kedua pamanmu, namanya adalah jurus pedang halilintar dan untuk tingkatannya sendiri, jurus ini berada di tingkat Bumi" jawab Lin Jianheeng.


"Apa!, tapi kenapa kakek menyerahkan buku berharga ini kepadaku?" tanya Lin Tian.


"Tian'er, kau sekarang adalah anggota keluarga Lin, jadi apa yang dimiliki oleh keluarga Lin akan jadi milikmu juga nantinya" jawab Lin Jianheeng tersenyum lembut.


Lin Tian benar-benar tidak menyangka bahwa dia akan mendapatkan sebuah jurus yang sudah bisa dikatakan sebagai warisan keluarga, atau bahkan sudah pantas disebut sebagai harta keluarga Lin, yang artinya sekarang dia benar-benar telah diakui dan dianggap sebagai bagian dari keluarga Lin.


Setelah itu Lin Tian langsung berlutut dan bersujud tiga kali di hadapan Lin Jianheeng sebagai tanda penghormatan kepada Lin Jianheeng, di dalam hatinya Lin Tian kembali berjanji bahwa seumur hidupnya dia akan mengabdi kepada keluarga Lin dan siap mengorbankan jiwa dan raganya pada keluarga Lin.


Lin Jianheeng tersenyum senang melihat sikap Lin Tian, Lin Jianheeng benar-benar tidak menyangka bahwa sikap Lin Tian akan sampai seperti itu kepadanya, padahal alasan Lin Jianheeng memberikan jurus tersebut adalah agar Lin Tian tidak merasa iri di dalam hatinya, tapi siapa sangka Lin Tian benar-benar tulus dan membuat Lin Jianheeng benar-benar bangga padanya.


**


Setelah terbang dengan gagak malam selama satu jam lebih, akhirnya Lin Jianheeng dan Lin Tian sampai di sekte Phoenix Emas. Di depan gerbang sekte tetua Liu Changhai sudah nampak menunggu kedatangan mereka berdua karena sebelumnya Lin Jianheeng telah menghubungi tetua Liu Changhai dan mengatakan bahwa mereka akan segera sampai di sekte.


"Guru aku kembali, tapi kak Feng.."


"Guru sudah tau hal itu, karena sebelumnya kakek kalian sudah datang kemari dan meminta izin untuk Feng'er kepada pemimpin sekte" ujar Liu Changhai memotong ucapan Lin Tian.

__ADS_1


__ADS_2