Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-239. Tiga sosok misterius


__ADS_3

Lin Feng terdiam mendengar perkataan ibunya, karena semua yang dikatakan oleh ibunya memang sangat benar, selama ini dia hanya hidup dengan membawa rasa kebencian dan amarah yang tidak berdasar, bahkan rasa benci dan amarah tersebut sampai mengubah dirinya menjadi seseorang yang selalu haus akan darah.


Akan tetapi, tidak mungkin lagi bagi Lin Feng untuk mengubah dirinya yang sekarang untuk kembali seperti dirinya yang dulu, apa lagi untuk mengubah perasaan haus darahnya, tentu saja hal tersebut sangatlah sulit, meskipun seandainya bisa, mungkin membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena memang kebencian dan amarahnya sudah sangat besar.


"Kalau memang itu yang ibu inginkan, maka aku akan berusaha, tapi aku sudah tidak bisa kembali seperti Zhao Feng yang ibu kenal, karena aku sudah terlalu sering membunuh" ucap Lin Feng.


"Kalau memang kau tidak bisa berubah maka ibu tidak akan memaksa, karena yang ibu inginkan hanyalah melihatmu bahagia, begitu juga dengan ayah dan kakakmu, kami bertiga benar-benar ingin melihat kau bahagia" jawab ibu Lin Feng.


"Sebagai permulaannya, sebaiknya kau menemukan wanita yang bisa membuatmu bahagia dan bisa mendampingi mu saat kau dalam keadaan apapun" ujar kakak Lin Feng.


"Sarann dari ayah adalah, kau harus menemukan wanita yang kuat dan hebat seperti ibumu" ucap ayahnya menimpali.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mencobanya" ucap Lin Feng sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian tersenyum senang.


Mereka kemudian melanjutkan obrolan mereka tentang masa lalu, dimana mereka bertiga masih hidup bersama dengan tenang dan damai, suasana nyaman dan tenang langsung menyelimuti tubuh Lin Feng saat berada di tengah-tengah keluarganya, bahkan kebencian dan marahnya juga mulai menghilang secara perlahan-lahan.


Begitu banyak yang mereka bicarakan sampai mereka tidak menyadari sudah berapa lama mereka mengobrol, hingga beberapa saat kemudian, muncul cahaya yang sangat terang dihadapan mereka semua, yang menandakan bahwa waktu kebersamaan mereka harus segera berakhir.


Lin Feng mengerutkan alisnya saat melihat perubahan pada raut wajah mereka bertiga, Lin Feng tentunya bisa menyadari apa yang akan terjadi selanjutnya, hal tersebut benar-benar membuatnya sedih sampai air matanya menetes lagi, akan tetapi Lin Feng juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang mereka sudah berbeda alam.


"Feng'er..."


"Tidak apa-apa ibu, meskipun hanya sebentar tapi aku benar-benar merasa bahagia, hatiku juga sudah sangat tenang sekarang" ujar Lin Feng memotong perkataan ibunya.


Ibu Lin Feng tersenyum saat mendengar perkataan anaknya, begitu juga dengan ayah dan kakaknya, mereka bertiga kemudian memeluk Lin Feng dengan sangat erat. Dan sekali lagi, kehangatan langsung menyelimuti tubuh Lin Feng, akan tetapi, kehangatan tersebut tetap tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.

__ADS_1


"Feng'er, jaga dirimu baik-baik, ingatlah semua yang telah ibu katakan padamu dan penuhi permintaan ibu" ucap ibu Lin Feng.


"Baik ibu, aku berjanji" jawab Lin Feng.


"Feng'er, ayah benar-benar bangga dengan dirimu, apapun yang kau lakukan tetaplah berjalan di sisi kebenaran" ucap ayah Lin Feng.


"Tentu saja ayah" jawab Lin Feng.


"Adikku, ingatlah untuk mencarikan adik ipar yang lebih cantik dariku" ujar kakak Lin Feng.


"Pasti" jawab Lin Feng singkat.


"Kalau begitu kami pergi" ucap mereka bertiga serempak, kemudian menghilang dari pandangan Lin Feng.


"Ayah, ibu, kakak, aku akan mewujudkan harapan kalian dan akan berusaha untuk membuka hatiku, meskipun itu tidak mudah tapi aku akan tetap berusaha" ucap Lin Feng.


***


Sementara itu, tiga cahaya keemasan yang sangat terang tiba-tiba saja melesat turun dari langit malam, cahaya tersebut kemudian berhenti setelah berada di atas sebuah pohon besar tempat Lin Feng sedang tertidur, ke-tiga cahaya keemasan tersebut kemudian membentuk tiga sosok dengan aura yang sangat agung.


"Ternyata ini sosok dewa kematian yang selanjutnya?" tanya sosok yang pertama dengan maksud merendahkan.


"Cih! Ternyata dia bukanlah apa-apa selain manusia biasa" ujar sosok yang kedua.


"Aku yakin dia adalah manusia yang sama seperti manusia yang lainnya, yang rela melakukan apapun demi kekuatan, bahkan aku yakin dia akan menjadi dewa iblis seperti Yama" ucap sosok ketiga.

__ADS_1


"Meskipun dia tidak seperti Yama, tapi kita tetap tidak bisa membiarkannya begitu saja, setidaknya kita harus mempersulit perjalanannya" ujar sosok yang kedua.


"Untuk apa melakukan hal yang merepotkan seperti itu, lebih baik kita biarkan saja dia bermimpi sampai setinggi mungkin, setelah itu, barulah kita jatuhkan dia sampai ke dasar tanah" jawab sosok yang pertama.


"Hahahaha! Kau benar juga, karena sampai kapanpun, manusia yang ada di dunia fana ini, bukanlah tandingan dari orang-orang yang ada di daratan suci" ucap sosok ketiga.


"Kalau begitu sebaiknya kita kembali sekarang, aku benar-benar menyesal karena telah datang ke dunia manusia yang hina ini" kata sosok yang pertama.


"Tapi sebelum itu, aku ingin membuat bocah ini menyadari dimana seharusnya dia berada dan jangan bermimpi terlalu tinggi" ujar sosok ke tiga.


Sosok tersebut kemudian mengangkat tangannya ke depan, lalu mengarahkan jari telunjuknya ke arah Lin Feng, dari ujung telunjuk sosok tersebut muncul sebuah bola energi berwarna keemasan yang cukup besar, setelah itu, bola energi tersebut melesat dengan cepat ke arah Lin Feng, seperti peluru yang baru saja ditembakkan.


Akan tetapi, bola energi kecil tersebut tiba-tiba saja terhenti saat hendak mengenai tubuh Lin Feng, tidak lama kemudian, bola energi tersebut tiba-tiba saja lenyap dan menghilang entah kemana, lalu dari tubuh Lin Feng, keluar aura yang sangat besar dan sangat mengintimidasi, aura tersebut bahkan sampai menindas ketiga sosok tersebut.


"Jangan pernah mengganggu ketenangan tuanku, karena resiko yang akan kalian dapatkan akan sangat mengerikan" ucap Huise dari ruang jiwa Lin Feng.


Suara Huise terdengar menggelegar seperti petir yang menyambar dan berhasil membuat ketiga sosok tersebut bergidik ketakutan, wajah mereka nampak pucat dan keringat dingin mulai bercucuran.


"Sial! Ternyata ada sosok kuat yang menjaga bocah ini" ucap sosok pertama.


"Kalau begitu sebaiknya kita pergi sekarang, karena aku yakin sosok yang menjaga bocah ini bukanlah sosok sembarangan" ucap sosok ketiga.


Setelah itu, ketiga sosok tersebut langsung melesat terbang ke langit dan meninggalkan hutan tersebut, mereka bertiga juga tidak pernah menyangka bahwa ada sosok lain yang menjaga Lin Feng, yang tentunya sudah sangat jelas, bahwa sosok tersebut jauh lebih kuat bila dibandingkan dengan mereka bertiga.


"Untuk sekarang kalian akan aku lepasakan, karena kekuatan tuan masih sangat lemah, tapi aku akan tetap memastikan bahwa tuan akan membalas perbuatan kalian" ucap Huise.

__ADS_1


__ADS_2