
Tidak lama setelah Lin Feng menghilang, tiba-tiba saja para beberapa orang prajurit berjatuhan dan mati dengan kepala yang telah terpenggal, semua orang yang menyaksikan hal tersebut sangat kaget, bahkan para prajurit mulai berlarian menjauh dari tempat tersebut, akan tetapi Jin Feng Huang langsung menciptakan mantra formasi di sekitar tempat tersebut agar tidak ada satupun yang bisa kabur.
Feng Jing Quo hanya bisa terdiam melihat para prajurit yang mulai mati satu persatu, mereka semua berteriak meminta pertolongan kepada Feng Jing Quo agar nyawa mereka bisa diselamatkan, akan tetapi ada juga beberapa prajurit yang mencoba untuk melawan dengan mengeluarkan senjata mereka, namun sayangnya mereka bahkan tidak tahu darimana Lin Feng akan menyerang.
Setelah hampir tiga puluh prajurit yang mati, Lin Feng tiba-tiba muncul kembali di sampaing Feng Jing Quo, meskipun telah membunuh begitu banyak prajurit, namun pakaian Lin Feng tidak terkena noda darah sedikitpun, bahkan pedang kayu roh tetap terlihat mengkilap seperti sebelumnya.
"Apa yang kau lakukan bocah! Kenapa kau malah membunuh para prajurit dan kau! Kenapa kau malah membantu perbuatan keji muridmu itu?" ucap salah seorang petinggi istana marah.
"Aku tahu apa yang dilakukan oleh muridku, tentu saja aku harus membantunya" jawab Jin Feng Huang.
"Cukup! Aku sudah muak dengan ini semua, siapa kalian? Kenapa begitu berani bertindak sembarangan di istana kekaisaran, maaf yang mulia tapi aku harus pergi, karena aku tidak ingin menyaksikan kekejaman ini lagi!" ujar petinggi istana yang lain.
"Jika ada salah satu dari kalian yang berani pergi dari tempat ini meskipun hanya satu langkah, maka akan aku pastikan kalian akan menyusul mereka!" ucap Lin Feng sinis.
"Tunggu Lin Feng, apa maksud dari semua ini?" tanya Feng Jing Quo kebingungan.
"Dengarkan aku semuanya, sekarang kalian periksa para prajurit yang telah mati, maka kalian akan tahu siapa mereka sebenarnya" jawab Lin Feng.
"Lakukan apa yang Lin Feng katakan" ujar Feng Jing Quo.
Para prajurit yang tidak punya pilihan lain kemudian memeriksa tubuh para prajurit yang telah mati, setelah beberapa saat memeriksa, mereka semua menemukan sebuah lencana misterius yang berwarna hitam dengan lambang dua pedang yang menyilang.
Tidak hanya itu saja, mereka juga menemukan gambar yang sama dengan yang ada di lencana, tepatnya di telapak tangan masing-masing prajurit yang telah mati tersebut, salah seorang prajurit kemudian maju dan menyerahkan lencana aneh tersebut kepada Feng Jing Quo.
"Lencana apa ini? Kenapa aku belum pernah melihat lencana seperti ini sebelumnya?" tanya Feng Jing Quo bingung.
"Itu adalah lencana khusus milik Organisasi Assassin" jawab Lin Feng.
__ADS_1
"Jadi..."
"Benar sekali temanku, mereka yang telah mati bukanlah prajurit istana, melainkan para Assassin yang sedang menyamar" ujar Jin Feng Huang memotong ucapan Feng Jing Quo.
"Terimakasih Lin Feng, berkat dirimu semua penyusup di istana berhasil di ketahui" ucap Feng Jing Quo.
"Tidak masalah" jawab Lin Feng singkat.
Setelah itu, Feng Jing Quo meminta para prajurit untuk mengumpulkan semua mayat Assassin yang telah mati dan membakar mayat mereka, tidak lama kemudian, Feng Jing Quo mengajak mereka semua untuk kembali ke istana agar bisa membahas masalah tersebut.
Feng Jing Quo benar-benar tidak menyangka bahwa para Assassin telah menyusup ke istana dan menyamar sebagai prajurit, sekarang Feng Jing Quo bisa mengerti maksud dari perkataan Lin Feng sebelumnya, Feng Jing Quo juga merasa yakin bahwa ada seseorang yang telah membantu para Assassin tersebut untuk menyusup ke istana.
"Hari ini aku benar-benar merasa sangat bangga dengan Lin Feng, jika bukan karena dirinya, mungkin kita tidak akan pernah mengetahui penyamaran mereka" ucap Feng Jing Quo.
"Berkat Lin Feng juga, aku telah mengerti satu hal yang sangat penting, semuanya tentu sudah mengetahui betapa ketatnya penjagaan istana, jadi tidak mungkin para Assassin tersebut bisa masuk dan menyamar menjadi prajurit istana" lanjutnya.
"Untuk sekarang aku belum bisa bicara apa-apa, tapi aku hanya ingin meminta kepada kalian untuk tetap waspada dan meningkatkan penjagaan" jawab Feng Jing Quo.
"Baik yang mulia" jawab mereka semua serempak.
"Sekarang kalian boleh pergi" ucap Feng Jing Quo.
Setelah itu, para petinggi istana dan semua kepala keluarga bangsawan ibukota kekaisaran, langsung pergi meninggalkan istana dan kembali ke kediamannya masing-masing, sementara Lin Tian dan yang lainnya langsung kembali ke kamar mereka masing-masing.
Sedangkan Lin Feng, tetua Liu Changhai dan Jin Feng Huang masih berada di aula singgasana, karena Feng Jing Quo masih ingin membicarakan beberapa hal dengan mereka bertiga, meskipun mereka bukan petinggi istana atau orang yang penting di istana kekaisaran, namun hanya mereka saja yang bisa dipercayai oleh Feng Jing Quo saat ini.
"Lin Feng, apa menurutmu kekaisaran ini akan hancur?" tanya Feng Jing Quo.
__ADS_1
"Entahlah, aku juga tidak tahu" jawab Lin Feng singkat.
"Yang mulia, anda jangan khawatir, selama kami berada di sini, maka kami akan selalu melindungi anda dan juga keluarga anda" ucap tetua Liu Changhai.
"Terimakasih tetua Liu, tapi aku masih tidak bisa percaya dengan apa yang terjadi, aku bahkan tidak pernah menyangka bahwa dalang dari semua ini adalah adikku sendiri" kata Feng Jing Quo.
"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang temanku?" tanya Jin Feng Huang.
"Aku yakin adikku akan melakukan serangan dalam waktu dekat, jadi aku mohon kepadamu untuk menjaga istri dan ankku, bawa mereka ke sekte Phoenix Emas, karena hanya di sana tempat yang aman untuk mereka" jawab Feng Jing Quo.
"Baiklah, kalau begitu besok aku akan membawa mereka ke sekte Phoenix Emas, tapi kau tenang saja, karena Lin Feng dan tetua Liu Changhai tinggal di sini untuk membantu kekaisaran" ucap Jin Feng Huang.
"Apa itu tidak masalah? Karena masalah ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kalian?" tanya Feng Jing Quo.
"Aku sama sekali tidak keberatan" ujar Lin Feng.
"Begitu juga dengan hamba yang mulia" jawab tetua Liu Changhai.
"Terimakasih semuanya, sekarang aku merasa lebih tenang" ucap Feng Jing Quo.
Setelah itu, Feng Jing Quo langsung berpamitan kepada mereka semua, karena sekarang Feng Jing Quo benar-benar membutuhkan waktu untuk istirahat, tubuh dan pikirannya juga sangat lelah, sebab terlalu banyak memikirkan masalah yang sedang terjadi saat ini.
"Meskipun semuanya sudah mulai terlihat dengan sangat jelas, tapi hanya satu hal yang masih mengganggu pikiranku sampai sekarang" ucap Lin Feng.
"Apa itu?" tanya Jin Feng Huang.
"Entah kenapa aura monster serta Beast Spirit yang menghadang perjalanan kami saat itu, terasa sangat sama dengan aura monster serta Beast Spirit yang pernah aku temui di hutan para monster" jawab Lin Feng.
__ADS_1