Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-267. Di istana kekaisaran Luo


__ADS_3

Setelah selesai mengembalikan energi spiritualnya yang terkuras, Lin Feng kemudian membuka matanya dan mengakhiri kultivasinya untuk sementara, beberapa saat kemudian, Lin Feng mengeluarkan beberapa pil yang telah ia buat sebelumnya di Asosiasi Alkemis negeri awan.


Sebelum menyerap esensi dari beberapa pil tersebut, Lin Feng meminta Huise untuk memasang mantra pelindung di kamarnya, agar energi spiritualnya tidak keluar dari kamar tersebut, selain itu, Lin Feng juga tidak ingin membuat orang-orang yang ada di istana merasa terganggu.


Setelah mantra pelindung terpasang, Lin Feng langsung menelan pil-pil tersebut satu-persatu, lalu setelah itu, Lin Feng kembali menutup matanya dan mulai menyerap esensi pil yang telah ia telan, seketika itu juga, terjadi luapan gelombang energi yang sangat besar di dalam tubuh Lin Feng, sampai membuat tubuhnya terasa sakit.


Akan tetapi, Lin Feng sama sekali tidak menghiraukan rasa sakit di tubuhnya tersebut, karena menurutnya rasa sakit itu masih belum seberapa dibandingkan dengan rasa sakit yang telah ia rasakan selama ini, selain itu, rasa sakit tersebut jugalah yang akan membuatnya semakin bertambah kuat.


Proses penyerapan tersebut tidak berlangsung lama dan hanya dalam waktu beberapa jam saja, Lin Feng telah berhasil menyerap semua esensi dari beberapa pil yang ia telan dan telah memenuhi Dantian-nya. Jika itu adalah orang lain, mungkin dia akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyerap esensi dari pil-pil tersebut.


Swush!...


Boom!...


Boom!...


Beberapa saat kemudian, suara ledakan yang teredam terdengar menggema beberapa kali dari tubuh Lin Feng, yang menandakan bahwa tingkat kultivasi Lin Feng telah meningkat lagi, ledakan teredam tersebut juga menyebabkan gelombang energi yang cukup besar, sampai membuat seisi kamar Lin Feng bergetar.


Jika saja tidak ada mantra penghalang yang telah di pasang oleh Huise, maka gelombang energi yang sangat besar tersebut mungkin akan membuat seisi istana bergetar, yang tentunya akan menimbulkan kepanikan di seluruh istana kekaisaran.


"Selamat tuan, sekarang kultivasi anda telah meningkat lagi" ucap Huise memberikan selamat.


"Terimakasih Huise, tapi aku benar-benar tidak menyangka bahwa pil-pil itu hanya akan meningkatkan dua bintang saja" jawab Lin Feng.


"Seiring meningkatnya kekuatan tuan, tentunya tuan akan membutuhkan energi yang lebih besar lagi untuk naik ke tingkatan yang selanjutnya, terlebih lagi tuan adalah orang yang berbeda dengan semua kultivator di dunia ini" Huise menjelaskan.


"Jika dibandingkan antara tuan dan kultivator yang tingkatan kultivasinya setara dengan tuan, maka bisa dikatakan bahwa tuan membutuhkan sumberdaya dua kali lipat dari orang tersebut, karena ukuran lautan energi spiritual tuan jauh lebih besar dibandingkan orang biasa" lanjutnya memberikan penjelasan.


"Ya, aku mengerti akan hal itu" ujar Lin Feng.

__ADS_1


"Untuk sementara waktu, aku rasa ini sudah cukup, karena tidak akan baik juga jika aku memaksakan diriku sendiri hanya untuk menjadi kuat, lagipula jika ada yang mengetahui kekuatan asliku, mungkin aku akan menjadi incaran banyak orang" ucap Lin Feng.


"Lalu apa yang akan tuan lakukan sekarang?" tanya Huise.


"Mungkin aku akan beristirahat dan menikmati waktu santai ku, walaupun hanya untuk sebentar" jawab Lin Feng, kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Lin Feng kemudian melanjutkan obrolannya dengan Huise untuk waktu yang cukup lama, sampai akhirnya obrolan mereka terpaksa harus dihentikan, karena Lin Feng sudah mulai mengantuk dan kemudian tertidur dengan pulas.


"Tuan, diantara sekian banyak manusia yang pernah aku temui selama ini, hanya kau manusia yang sangat aku kagumi, karena sejak kita bertemu dan sampai saat ini, aku masih belum mengerti jalan pikiran tuan" Huise membatin.


"Saat sedang serius tuan benar-benar terlihat mengerikan, tapi di saat santai, tuan langsung berubah menjadi orang yang sangat menyenangkan, aku bahkan sampai bingung karena perubahan sikap tuan yang seperti ini, seolah-olah tuan ada dua orang dengan kepribadian yang berbeda" lanjutnya.


"Tapi kenapa tuan menunjukkan sikapnya yang seperti itu hanya kepadaku? Kalau saja dia bisa seperti itu kepada orang lain, mungkin tuan tidak akan kesepian lagi" gumam Huise.


"Sudahlah, yang penting dia tetap tuanku" lanjutnya, kemudian menutup matanya dan tertidur seperti biasanya.


***


Setelah setengah jam berlalu, Lin Feng menghentikan aktivitasnya dan kemudian beristirahat sejenak, untuk mengeringkan keringat di tubuhnya. Lima menit kemudian, Lin Feng langsung beranjak dari tempatnya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai mandi dan mengganti pakaiannya, Lin Feng kemudian keluar dari kamarnya, lalu saat membuka pintu kamarnya, Lin Feng tiba-tiba saja dikagetkan dengan kehadiran Luo Ning yang telah berada tepat di hadapan pintu kamarnya.


"Luo Ning, ada apa?" tanya Lin Feng.


"Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu kaget, aku hanya ingin memastikan kau telah bangun atau belum, karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu" jawab Luo Ning.


"Benarkah? Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Lin Feng.


"Aku ingin berlatih tanding denganmu" jawab Luo Ning.

__ADS_1


"Baiklah, setelah makan kita akan berlatih tanding" ucap Lin Feng.


"Terimakasih!" ujar Luo Ning senang.


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Luo Ning kemudian mengajak Lin Feng menuju ke ruang makan, karena ayahnya sedang menunggu kedatangan mereka di sana.


Sebenarnya, tujuan Luo Ning datang ke kamar Lin Feng memang untuk membangunkannya, namun Luo Ning tidak berani membangunkannya, sehingga Luo Ning hanya menunggu di depan pintu kamarnya saja, sambil menunggu Lin Feng bangun sendiri.


Setelah sampai di ruang makan istana, mereka berdua kemudian langsung duduk di kursi yang telah tersedia di sana, sedangkan Luo Ming An yang telah menunggu sejak tadi, nampak sangat senang melihat kedatangan mereka, terlebih lagi mereka datang bersama-sama.


"Semoga saja dia bisa jadi suami untuk putriku" ucap Luo Ming An dalam hatinya


"Lin Feng, akhirnya kau datang juga, bagaimana tidurmu?" tanya Luo Ming An.


"Lumayan" jawab Lin Feng singkat.


"Hahahaha! Apa itu artinya kau tidak nyaman tidur di istana?" tanya Luo Ming An.


"Tidak juga" jawab Lin Feng.


"Baiklah, lupakan saja itu, sekarang mari kita makan" ucap Luo Ming An.


"Ayah, bagaimana keadaan kakak?" tanya Luo Ning, kemudian memakan makanannya.


"Dia baik-baik saja, tapi sepertinya dia kesepian karena kau tidak ada di sana" jawab Luo Ming An.


"Kalau begitu aku akan ke sana" ucap Luo Ning.


"Lin Feng, apa kau mau ikut?" Luo Ning bertanya pada Lin Feng.

__ADS_1


"Tidak, jika aku datang ke sana, maka yang akan terjadi hanyalah kehancuran!" jawab Lin Feng sinis.


__ADS_2