
Keesokan harinya, setelah kondisi Luo Ning membaik, Lin Feng langsung mengajaknya untuk kembali ke ibukota kekaisaran, karena akan sangat gawat jika mereka tetap berada di hutan tersebut, selain itu, Luo Ning juga harus segera melaporkan informasi yang telah ia dapatkan.
Selama perjalanan, Lin Feng menjelaskan beberapa hal kepada Luo Ning, misalnya seperti kehidupan Luo Ning yang tidak akan sama lagi seperti sebelumnya, karena sekarang Luo Ning benar-benar telah merasakan perasaan yang haus akan darah.
Lin Feng juga menjelaskan bahwa dia tidak akan merasa iba lagi saat membunuh seseorang, justru dia akan merasa senang saat melakukan pembunuhan, seolah-olah pembunuhan tersebut adalah sesuatu yang sangat menyenangkan baginya.
"Bagaimana kau bisa mengetahui semua itu?" tanya Luo Ning.
"Bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu? Aku adalah manusia yang telah terbiasa melakukan pembunuhan, bahkan sudah tidak terhitung lagi berapa banyak nyawa yang telah aku renggut dengan tanganku" jawab Lin Feng.
"Ternyata begitu, pantas saja kau nampak sangat menikmati membunuh para prajurit itu" ucap Luo Ning.
"Apa kau menyesal?" tanya Lin Feng.
"Tidak! Aku tidak menyesal sama sekali, karena ini adalah keputusan yang aku buat sendiri, satu-satunya hal yang aku sesali adalah, aku tidak bisa menghajar mu setelah kau mencium ku tadi malam" jawab Luo Ning.
"Ja-jadi kau mengetahuinya?" tanya Lin Feng.
"Tentu saja, tapi aku juga tahu kalau kau melakukan itu untuk menyelamatkan aku" jawab Luo Ning.
"Maaf" ucap Lin Feng singkat.
"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi, seharusnya aku berterimakasih padamu, jika bukan karena kau, mungkin aku akan mati di sini" ujar Luo Ning.
"Tentu saja aku tidak akan membiarkan itu terjadi" ucap Lin Feng.
Mereka berdua terus mengobrol sepanjang perjalanan untuk menghilangkan rasa bosan, karena memang perjalanan mereka cukup jauh, setidaknya membutuhkan waktu dua hari atau lebih untuk sampai di ibukota kekaisaran.
Sebenarnya mereka bisa mempersingkat waktu dengan cara terbang, terlebih lagi dengan kecepatan mereka berdua yang sangat tinggi, namun kondisi Luo Ning masih belum memungkinkannya untuk bisa terbang, sehingga mereka terpaksa harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki.
Beberapa saat kemudian, Lin Feng tiba-tiba saja menghentikan langkah kakinya karena merasakan ada yang sedang mengintai mereka, tentu saja hal tersebut membuat Luo Ning sangat kaget, karena dia tidak merasakan apapun, bahkan bisa di katakan yang ada di sana hanyalah mereka berdua saja.
__ADS_1
Akan tetapi, Luo Ning sepenuhnya percaya pada apa yang dirasakan oleh Lin Feng, karena dia tahu bahwa kemampuan Lin Feng masih berada jauh di atasnya, terlebih lagi kepekaannya terhadap aura membunuh masih sangat rendah, sehingga dia masih kesulitan untuk merasakan keberadaan aura tersebut dalam jarak yang cukup jauh.
"Kami sedang terburu-buru, jadi keluarlah sekarang juga, agar kita bisa menyelesaikan ini dengan cepat" ucap Lin Feng.
Setelah Lin Feng mengucapkan kata-kata tersebut, seorang pria paruh baya tiba-tiba saja keluar dari balik pohon yang tidak terlalu jauh dari mereka, lalu pria tersebut berjalan dengan santai menghampiri mereka berdua.
"Hebat juga kau bocah, aku benar-benar tidak menyangka bahwa kau bisa mengetahui persembunyianku, padahal aku sudah menyembunyikan aura keberadaan ku dengan sangat baik" ucap pria tersebut.
"Sebaik apapun kau menyembunyikan aura mu, aku tetap bisa mengetahuinya dengan mudah" ujar Lin Feng.
"Hahahaha! Aku suka gaya bicaramu yang sombong itu" ucap pria tersebut.
Sementara itu, Luo Ning nampak menunjukkan ekspresi yang sangat serius, bahkan Luo Ning langsung meningkatkan kewaspadaannya, ketika menyadari bahwa dia tidak mampu mengetahui tingkatan kultivasi pria tersebut, yang artinya pria tersebut memiliki tingkatan kultivasi yang jauh lebih tinggi darinya.
"Aku suka dengan ekspresi temanmu itu, karena itu adalah ekspresi yang ditunjukkan oleh seekor tikus saat berhadapan dengan seekor singa" ucap pria tersebut.
"Yang kau katakan memang benar, tapi ada yang perlu aku luruskan" ujar Lin Feng.
"Benarkah? Apa itu?" tanya pria tersebut.
Dalam sekejap mata, Lin Feng telah muncul kembali di hadapan pria tersebut sambil mengayunkan pukulan yang penuh dengan tenaga, pria tersebut nampak sangat kaget ketika melihat Lin Feng sudah berada dihadapannya, lalu pria tersebut bergegas menyilang kan kedua tangannya di depan wajahnya, untuk menahan serangan Lin Feng.
Boom... Dhuar... Ledakan yang cukup besar terjadi saat pukulan Lin Feng menghantam tangan pria tersebut, pukulan yang sangat keras tersebut juga membuat pria itu terpental beberapa meter, namun masih dalam keadaan berdiri dengan tangan yang sedikit bergetar.
"Kecepatan dan kekuatannya tidak bisa diremehkan, bahkan selama ini tidak ada yang membuat tanganku sampai bergetar seperti ini" batin pria tersebut.
"Akan tetapi, itu terasa sangat menyenangkan!" gumamnya, kemudian melompat ke arah Lin Feng.
Ketika tubuhnya masih berada di udara, pria tersebut langsung mengepalkan tinjunya dan kemudian mengalirkan energi spiritualnya untuk memperkuat tinjunya tersebut, setelah berada di hadapan Lin Feng, pria tersebut langsung melayangkan tinjunya yang telah penuh dengan energi spiritual.
Dhuar... Ledakan besar kembali terjadi, tapi ledakan tersebut bukan karena pukulannya yang menyentuh Lin Feng, melainkan menghantam tanah tempat Lin Feng berpijak sebelumnya, sementara Lin Feng sendiri telah menghilang dari sana dan muncul tepat di belakang pria tersebut.
__ADS_1
Lalu dengan gerakan yang sangat cepat, Lin Feng langsung memutar tubuhnya sambil melayangkan tendangan ke arah pria tersebut, tendangan Lin Feng yang sangat cepat tidak berhasil di tahan ataupun dihindari oleh pria tersebut, sehingga membuat tendangan Lin Feng tepat mengenai wajahnya dan membuat pria tersebut terlempar.
"Cihh! Ternyata sejak awal aku memang sudah meremehkan bocah ini" gumam pria tersebut.
Darah segar nampak mengalir dari sudut bibir pria tersebut, pipinya juga terlihat lebam karena tendangan Lin Feng yang sangat keras, bahkan salah satu gigi pria tersebut sampai terlepas dikarenakan tendangan Lin Feng yang sangat kuat.
"Aku akui kalau kau memang hebat, tapi aku adalah kultivator yang telah mencapai ranah Saint tingkat akhir, akan aku perlihatkan seperti apa pertarungan yang se..."
Perkataan pria tersebut tiba-tiba saja terhenti, karena Lin Feng telah berada di hadapannya lagi, lalu dengan gerakannya yang sangat cepat, Lin Feng kembali melayangkan pukulan ke wajah pria tersebut, sampai membuatnya terlempar lagi.
Tidak hanya berhenti di situ saja, saat tubuh pria tersebut masih melayang di udara, Lin Feng kembali menghilang dan muncul di dekat pria tersebut, Lin Feng kemudian menendang tubuh pria tersebut dengan sangat kuat, sehingga membuatnya terlempar ke atas.
Setelah itu, Lin Feng kembali menghilang dan muncul lagi tepat di atas tubuh pria tersebut, Lin Feng kemudian memutar tubuhnya dan menendang pria tersebut, sampai membuatnya terjatuh dengan kecepatan tinggi.
Dhuar... Ledakan besar terjadi ketika tubuh pria tersebut menghantam tanah, bahkan sampai meninggalkan lekukan yang cukup besar di tanah, namun Lin Feng masih belum mau berhenti, dia kemudian melesat turun dengan kecepatan tinggi dengan posisi kaki yang tepat mengarah ke kepala pria tersebut.
Dhuar... Ledakan besar kembali terjadi saat kedua kaki Lin Feng menghantam kepala pria tersebut, sehingga membuat pria tersebut mati saat itu juga, dengan kepala yang sedikit hancur dan terbenam ke tanah.
"Tikus memang seharusnya tetap berada di dalam tanah" gumam Lin Feng, kemudian menghampiri Luo Ning yang nampak tercengang dengan apa yang baru saja Lin Feng lakukan.
"Luo Ning, kau kenapa?!" tanya Lin Feng.
"Ta-tadi itu benar-benar sangat luar biasa, kau harus mengajarkan teknik itu padaku" jawab Luo Ning.
"Hah?! Apa aku tidak salah dengar?!" tanya Lin Feng memastikan.
"Tentu saja tidak, aku benar-benar sangat menyukai teknik yang kau gunakan tadi, jadi kau harus mengajarkannya padaku" jawab Luo Ning.
Lin Feng kemudian bisa menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Luo Ning akan berkata demikian, padahal sebelumnya Lin Feng sempat berpikir bahwa Luo Ning sedang ketakutan, tapi yang malah sebaliknya, jangankan merasa takut, Luo Ning justru ingin mempelajari apa yang baru saja Lin Feng lakukan.
"Yang tadi aku lakukan bukan teknik ataupun jurus, tapi hanya gerakan yang aku lakukan secara spontan" ucap Lin Feng.
__ADS_1
"Benarkah? Kalau begitu kenapa tidak kau jadikan teknik saja? Karena gerakannya sangat luar biasa, aku bahkan sangat menyukai gerakan yang tadi kau lakukan, terlebih lagi gerakan terakhir" ujar Luo Ning.
Setelah itu, Luo Ning terus mengoceh sepanjang perjalanan mengenai teknik serangan yang Lin Feng lakukan, sementara Lin Feng sendiri, hanya bisa pasrah mendengar ocehan Luo Ning, bahkan Lin Feng sampai menyesal karena telah menggunakan gerakan tersebut, yang memang murni ia lakukan secara spontan, tanpa memikirkan ataupun merencanakannya sedikitpun.