
Li Haochun dan yang lainnya langsung mengenali nama yang disebutkan oleh Li Wei, karena sudah sangat lama tidak bertemu mereka sampai hampir melupakan seperti apa wajah Lin Feng, tapi ketika Li Wei menyebutkan namanya, mereka semua langsung mengetahui jika pemuda tersebut adalah Lin Feng, yang dulu pernah datang ke kota mereka.
Diantara mereka semua, tentunya Huang Zhong yang paling mengenali Lin Feng. Karena ada kenangan buruk yang tidak bisa hilang dari ingatannya tentang Lin Feng, bahkan Lin Feng adalah orang yang menyebabkan ia kehilangan putri kesayangannya, jadi tidak mungkin Huang Zhong bisa melupakan nama Lin Feng begitu saja. Dan saat Li Wei menyebut nama Lin Feng, hal pertama yang muncul dalam ingatannya adalah tentang kematian putrinya.
Ketika putrinya, Huang Rong dan para prajurit keluarganya mati dibunuh oleh Lin Feng, Huang Zhong tidak bisa berbuat banyak, karena saat itu Lin Feng dilindungi oleh orang-orang kuat yang bukan tandingannya, jadi dia hanya bisa merelakan kepergian Lin Feng tanpa bisa membalaskan dendam putrinya. Tapi sekarang, dia sudah sangat kuat dan pastinya tidak akan ada lagi yang bisa menghentikannya untuk balas dendam pada Lin Feng.
"Bocah sialan! Setelah sekian lama akhirnya kau muncul juga, aku tidak akan melepaskan mu lagi!" ujar Huang Zhong,
Dengan emosi yang sudah meluap-luap, Huang Zhong kemudian melompat ke arah Lin Feng dan langsung melayangkan pukulan ke wajahnya, namun sesaat sebelum pukulan tersebut mengenai wajahnya, Lin Feng tiba-tiba menghindar dan langsung menyerang Huang Zhong dengan tinjunya. Alhasil, Huang Zhong terlempar cukup jauh dan menabrak meja serta kursi yang ada di ruangan tersebut, sampai membuatnya hancur.
"Huang Zhong, apa yang kau lakukan?!" ujar Li Haochun.
"Memangnya apa lagi? Tentu saja membalaskan dendam untuk putriku yang telah dia bunuh dengan kejam!" jawab Huang Zhong, ia kemudian melesat ke arah Lin Feng lagi, namun pergerakannya ditahan oleh Li Haochun dan Yu Bian.
"Minggir kalian, jangan halangi aku untuk balas dendam!" ujar Huang Zhong.
"Huang Zhong, cukup! Jangan membuat masalah ditempat ku!" bentak Mei Yin, tentunya dengan mengeluarkan aura intimidasi yang kuat.
__ADS_1
Orang-orang yang ada di sana langsung merasakan tekanan berat pada tubuhnya, bahkan rumah lelang sedikit bergetar karena aura yang dikeluarkan oleh Mei Yin sangat besar, namun diantara mereka semua, hanya Lin Feng yang masih nampak biasa-biasa saja dan tidak merasakan tekanan apapun ditubuhnya. Lalu dengan santainya, Lin Feng berjalan menghampiri Huang Zhong yang sedang dihadang oleh Li Haochun dan Wu Bian.
Lin Feng sebenarnya juga tidak menyangka jika ia akan bertemu lagi dengan musuh lamanya, meskipun saat datang ke kota Jiesi, Lin Feng sudah sangat yakin jika dia pasti akan bertemu dengan Huang Zhong, tapi ia sama sekali tidak pernah berpikir jika pertemuan mereka akan sangat cepat. Bahkan keberadaannya di kota Jiesi belum sampai satu hari penuh, tapi dia sudah dipertemukan dengan orang yang membuatnya merasa sangat kesal hanya karena melihat wajahnya saja.
"Huang Zhong, lama tidak bertemu" ucap Lin Feng santai.
"Hahahaha! Karena kau sudah datang sendiri ke kota ini, maka jangan sampai pernah berpikir untuk bisa kabur dengan selamat lagi" ujar Huang Zhong.
"Aku tidak berencana untuk kabur, aku juga sebenarnya sudah tidak mengingat masalah denganmu, tapi kau malah mengungkitnya lagi dan kau tahu, akan ada harga yang harus dibayar untuk itu" ucap Lin Feng.
"Kau benar, bayarannya adalah nyawamu!" jawab Huang Zhong.
"Lin Feng, aku mohon jangan membuat masalah di sini, setidaknya hargailah aku sebagai teman lamamu" Mei Yin ikut-ikutan menenangkan Lin Feng, karena ia tidak ingin tempatnya hancur karena pertarungan mereka berdua.
"Baiklah, aku akan bersabar untuk sekarang" jawab Lin Feng.
"Dasar pengecut, apa kau hanya berani bersembunyi dibelakang perempuan?!" Huang Zhong masih tidak bisa mengontrol amarahnya.
__ADS_1
"Hahahaha! Kalau kau ingin bertarung, maka aku akan menemanimu dengan senang hati, tapi tempat ini bukanlah tempat yang cocok untuk bertarung" jawab Lin Feng.
"Baiklah, setelah ini datanglah ke wilayah keluarga Huang, karena aku telah menyiapkan tempat khusus untukmu di sana!" ujar Huang Zhong kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut, tapi saat ia berada tepat di pintu keluar, ia tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berbicara. "Jika kau tidak datang, maka aku akan menghancurkan siapapun yang memiliki hubungan denganmu di kota ini" setelah itu, barulah ia benar-benar pergi meninggalkan rumah lelang merak.
Setelah Huang Zhong pergi meninggalkan rumah lelang merak, barulah mereka semua merasa tenang. Sebab, mereka semua benar-benar takut akan terjadi pertarungan di tempat tersebut, selain itu, mereka juga sangat mengkhawatirkan keselamatan Lin Feng, terutama Mei Yin yang tidak ingin terjadi sesuatu pada Lin Feng, meski ia tidak bisa mendapatkan hati Lin Feng, tapi rasa pedulinya terhadap Lin Feng tidak berubah sedikitpun.
Sama seperti tuan Hao, mereka semua juga memperingkatkan Lin Feng untuk berhati-hati, karena selama ini, Huang Zhong selalu meningkatkan kekuatannya hanya untuk membalaskan dendamnya pada Lin Feng, bahkan sejak kematian anaknya, Huang Zhong hanya fokus meningkatkan kekuatannya saja. Dan terbukti, hasil latihannya benar-benar membuahkan hasil yang luar biasa, karena kekuatannya telah meningkat pesat.
Meski begitu, Lin Feng justru masih nampak tenang dan santai seperti biasanya, meskipun ia sendiri sudah merasakan peningkatan kekuatan Huang Zhong. Jika dia adalah Lin Feng yang dulu, mungkin dia akan memikirkan berbagai macam cara untuk bisa mengalahkan Huang Zhong yang sekarang, tapi dia bukan Lin Feng yang seperti itu lagi, karena kekuatannya juga telah jauh meningkat selama beberapa tahun ini.
"Terimakasih karena kalian semua telah mengkhawatirkan aku, tapi kalian semua tenang saja, karena aku tidak akan berbuat masalah jika aku tidak bisa menghadapinya" ucap Lin Feng, menenangkan mereka semua.
"Meski kau berkata seperti itu, tapi Huang Zhong yang sekarang benar-benar sangat berbeda, kekuatannya juga telah meningkat" ujar Mei Yin, ia masih tidak bisa tenang karena mengkhawatirkan Lin Feng.
"Tapi aku juga bukan seperti yang dulu" jawab Lin Feng.
"Kau memang tidak pernah berubah, tapi apapun itu, kami benar-benar senang karena bisa bertemu denganmu lagi" ucap Li Haochun.
__ADS_1
"Ayah benar, kami bertiga juga sangat senang karena bisa bertemu denganmu lagi" ujar Li Wei.