Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-396. Musnahnya klan Huang


__ADS_3

Beberapa jam berlalu dengan cepat, pertarungan antara Lin Feng melawan Huang Zhong juga masih berlanjut, namun selama pertarungan Lin Feng masih belum melakukan serangan apapun, dia hanya menghindar dari setiap serangan yang mengarah padanya, tapi selama jalannya pertarungan tersebut, Lin Feng juga terus mengucapkan kata-kata hinaan pada Huang Zhong dan membuatnya semakin lepas kendali.


Huang Zhong benar-benar sangat marah karena perkataan Lin Feng yang selalu menghinanya, ia juga sangat marah karena tidak ada satupun serangannya yang berhasil mengenai Lin Feng, ia bahkan telah melakukan berbagai macam cara, mengeluarkan aura intimidasi, menggunakan seluruh kekuatannya, menggunakan jurus-jurus terkuat yang ia miliki, tapi tetap tidak berhasil mengenai Lin Feng sedikitpun.


Meski begitu, Huang Zhong tetap menyerang Lin Feng dan tidak pernah berhenti sedetikpun, padahal serangannya sudah mulai melambat, tenaganya sudah mulai berkurang, energi spiritualnya sudah terkuras sangat banyak, tubuhnya benar-benar sudah sangat lelah dan dibasahi oleh keringat, bahkan ia sendiri tidak bisa memungkiri jika sebenarnya ia ingin beristirahat, tapi demi membalaskan dendam pada Lin Feng, ia menepis rasa lelahnya sendiri dan lebih memilih untuk terus melakukan serangan.


"Sepertinya kau kelelahan, apa kau ingin istirahat? Jika kau mau, kita bisa menunda pertarungan ini" ucap Lin Feng memberikan tawaran.


Huang Zhong mengabaikan tawaran Lin Feng, ia justru semakin marah dan tetap menyerang Lin Feng, sampai akhirnya ia tiba-tiba saja tumbang dan terjatuh dilantai arena pertarungan. Huang Zhong benar-benar sudah sangat lelah, ia sudah tidak sanggup lagi melanjutkan pertarungan tersebut, bahkan orang-orang yang ada di sana bisa mendengar suara nafasnya yang sangat berat.


Lin Feng kemudian berjalan menghampiri Huang Zhong, lalu berjongkok di depannya. "Padahal aku sudah berbaik hati memberikan tawaran padamu, tapi kau malah menolaknya, sekarang apa yang harus aku lakukan? Jika orang melihat keadaanmu saat ini, mereka akan berpikir jika akulah penjahatnya" ucap Lin Feng.


"Ka-kau, sampai kapanpun, aku tidak akan memaafkan mu!" ujar Huang Zhong, ia mencoba untuk bangkit, tapi tidak memiliki tenaga lagi.


"Aku tidak butuh maaf darimu, karena yang aku butuhkan adalah nyawamu!" ujar Lin Feng, kemudian melambaikan tangan kanannya dengan sangat cepat.


Slash!


"Arghh!"


Sesaat kemudian, lengan kiri Huang Zhong tiba-tiba saja terpotong, darah menyembur keluar dari potongan tangannya dan mulai membasahi seluruh pakaian Huang Zhong. Semua orang nampak kebingungan karena tidak tahu apa yang telah terjadi, mereka juga kaget ketika mendengar teriakan Huang Zhong yang disertai dengan semburan darah dari lengan kirinya.


Slash!

__ADS_1


"Aarrrgghhhh!"


Huang Zhong kembali berteriak dengan teriakan yang jauh lebih keras dari sebelumnya, bersamaan dengan teriakan kerasnya, darah kembali menyembur ke udara dari lengan Huang Zhong yang sebelah kanan, yang sekarang telah terpotong oleh sesuatu yang tidak terlihat. Orang-orang yang ada di sana semakin kebingungan, karena mereka benar-benar tidak tahu apa yang telah terjadi pada Huang Zhong, kecuali Mei Yin yang bisa melihat semuanya dengan jelas.


"I-ini..." Mei Yin kehabisan kata-kata.


"Nona Mei Yin, ada apa?" tanya Wu Bian.


"Ya-yang memotong kedua tangan Huang Zhong adalah Lin Feng" jawab Mei Yin, entah kenapa tubuhnya tiba-tiba gemetaran.


"Apa? Tapi bagaimana itu mungkin, kota semua melihatnya dengan jelas dan Lin Feng tidak melakukan apa-apa, ia bahkan tidak mengeluarkan pedangnya, jadi bagaimana mungkin dia bisa memotong tangan Huang Zhong?" tanya Li Haochun bingung.


"Di-dia memang tidak menggunakan pedangnya, ta-tapi dia menggunakan tangannya sendiri untuk memotong lengan Huang Zhong" jawab Mei Yin.


"Ta-tapi itu masih sangat mustahil untuk dilakukan, karena yang aku lihat adalah, Lin Feng hanya mengobrol dan tidak menggerakkan tangannya sama sekali" ucap Wu Bian.


"Kalian memang tidak bisa melihatnya, tapi tidak denganku, karena aku masih bisa melihatnya dengan jelas" jawab Mei Yin.


"Lin Feng, sebenarnya kekuatan macam apa yang kau gunakan?" tanya Mei Yin dalam hatinya.


Di sisi lain, orang-orang klan Huang benar-benar sangat marah melihat patriark mereka disiksa oleh Lin Feng, bahkan para tetua langsung menyerangnya tanpa mengucapkan sepatah katapun, namun ketika serangan mereka hampir mendekati Lin Feng, sebuah bayangan hitam tiba-tiba saja muncul dan langsung memotong-motong tubuh para tetua klan, lalu setelahnya, bayangan hitam tersebut langsung menghilang begitu saja.


Tidak ada seorangpun yang mengetahui darimana asal bayangan hitam tersebut, karena kemunculan dan kepergiannya benar-benar sangat cepat bagaikan angin lalu, tapi mereka semua juga sangat terkejut setelah mengetahui jika para tetua telah mati dengan keadaan tubuh yang telah terpotong-potong. Meskipun sudah menyaksikan kengerian tersebut secara langsung, orang-orang klan Huang masih tidak merasakan takut sedikitpun, bahkan mereka juga berbondong-bondong naik ke atas panggung untuk menyerang Lin Feng.

__ADS_1


"Jangan salahkan aku yang tidak kenal ampun, tapi salahkan diri kalian sendiri yang mengundang kematian!" ucap Lin Feng, lalu mengeluarkan pedang emas hitam dari cincin penyimpanannya.


Setelah itu, Lin Feng tiba-tiba saja menghilang dari pandangan semua orang yang ada di sana, namun sesaat setelah menghilangnya Lin Feng, orang-orang klan Huang mulai berjatuhan satu persatu dan mati dengan tubuh yang telah terpotong-potong dan semakin lama, jumlah mereka yang mati terus bertambah dengan sengat cepat. Mereka yang tersisa nampak kebingungan karena tidak tahu apa yang terjadi, mereka bahkan mulai merasakan kenegerian dalam dirinya.


"A-apa yang terjadi, ke-kenapa mereka bisa seperti itu?" tanya Li Haochun, tubuhnya juga gemetaran ketika melihat pemandangan yang sangat mengerikan tersebut.


"Lin Feng, mereka semua mati karena ditebas oleh Lin Feng" jawab Mei Yin.


"Apa?!" Li Haochun dan yang lainnya kaget, mereka bahkan sulit untuk mempercayai perkataan Mei Yin, karena menurut mereka, sangat mustahil bagi pemuda yang masih berumur 20 tahun bisa melakukan pembantaian yang sangat kejam tersebut.


"Luar biasa, dia benar-benar pemuda idaman, bahkan ketampanannya semakin bertambah saat ia tersenyum ketika sedang melakukan pembantaian" Mei Yin berbicara dalam hatinya.


Beberapa menit berlalu, Lin Feng tiba-tiba muncul kembali di atas arena pertarungan, tepatnya di hadapan Huang Zhong yang sedang terkapar tak berdaya, namun bersamaan dengan munculnya Lin Feng, suasana yang semula ramai tiba-tiba saja menjadi sepi, karena seluruh anggota klan Huang yang ada di sana telah dibantai oleh Lin Feng dengan sangat kejam.


"Dasar iblis, kau bukanlah manusia tapi iblis!" ujar Huang Zhong.


"Aku memang bukan manusia, melainkan dewa kematian!" jawab Lin Feng, lalu mengakhiri hidup Huang Zhong, tentunya dengan cara yang mengenaskan.


Setelah Lin Feng membunuh Huang Zhong, ia kemudian menciptakan bola api kecil di telapak tangan kanannya, lalu melemparkan bola api kecil tersebut ke tubuh Huang Zhong yang telah menjadi potongan-potongan kecil, bola api kecil tersebut membakar setiap potongan tubuh Huang Zhong dengan cepat, kemudian menyebar dan membakar semua mayat yang ada di sana.


"Lin Feng, apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanya Li Haochun.


"Tidak ada yang berlebihan, jika tidak seperti ini, maka akan selalu ada dendam yang tersisa" jawab Lin Feng, kemudian pergi meninggalkan wilayah klan Huang. Namun saat berjalan meninggalkan klan Huang, Lin Feng memerintahkan Huise untuk membunuh anggota klan Huang yang tersisa, kecuali mereka yang tidak tahu apa-apa dan tidak ada kaitannya dengan dendamnya dan Huang Zhong.

__ADS_1


__ADS_2