Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-186. Sampai di jurang kematian


__ADS_3

Setelah meninggalkan Desa Kabut Arwah, Lin Feng terus melanjutkan perjalanannya, bahkan Lin Feng hanya singgah jika ingin makan saja, selebihnya Lin Feng gunakan untuk tetap terbang karena ingin segera sampai menuju jurang kematian, karena Lin Feng sudah tidak ingin menunda lebih banyak waktu lagi.


Semakin cepat Lin Feng sampai di jurang kematian, maka akan semakin cepat dia bisa berkultivasi dan meningkatkan kekuatannya dan semakin cepat dia menjadi kuat, maka akan semakin cepat pula dia menjalankan tugas dari Dewi Nuwa, sebenarnya Lin Feng bisa saja sedikit bersantai, tapi itu bukanlah prinsip hidup Lin Feng, karena menurutnya hidup bebas tanpa beban adalah hal yang paling utama.


Saat sedang melesat terbang, Lin Feng tiba-tiba teringat akan janji Huise saat masih di ibukota kekaisaran Feng, jadi Lin Feng memutuskan untuk menagih janji tersebut, meskipun sekarang bukanlah saat yang tepat, tapi tentunya hal tersebut akan menghilangkan kebosanan yang Lin Feng rasakan sekarang.


"Huise, bukankah sebelumnya kau memiliki janji padaku?" tanya Lin Feng.


"Iya tuan, aku akan menceritakan semuanya pada tuan" jawab Huise.


"Sebenarnya, di alam semesta ini ada beberapa Beast Spirit penguasa, mereka semua adalah, saya sendiri yaitu Serigala Bintang, lalu Naga api hitam, Rusa Agung Tujuh Cahaya, Phoenix Api Ungu, Qilin, Kura-kura Besi, Monyet Emas, Ular Biru dan terakhir adalah Harimau Putih" lanjutnya.


"Kami semua adalah Beast Spirit yang diberikan kekuatan langsung oleh yang mulia Dewi Nuwa, atau bisa dikatakan kami adalah Beast Spirit yang terlahir dari kekuatan Dewi Nuwa itu sendiri" ucap Huise mengakhiri ceritanya.


"Apa kalian semua bermusuhan?" tanya Lin Feng.


"Tentu saja tidak tuan, sebenarnya kami semua bersahabat, bahkan kami semua sudah seperti saudara, tapi sejak yang mulia Dewi Nuwa menghilang, terjadi perselisihan diantara kami semua dan yang masih setia kepada Dewi Nuwa hanya aku dan Rusa Agung Tujuh Cahaya" jawab Huise.


"Apakah Rusa Agung Tujuh Cahaya yang kau maksud adalah rusa yang sama dengan yang aku temui saat di hutan para monster?" tanya Lin Feng.


"Benar sekali tuan, tapi sayangnya dia sudah mati dan sekarang rohnya bersemayam di dalam pedang kayu roh milik tuan" jawab Huise.


"Ternyata begitu, baiklah semuanya sudah jelas sekarang, terserah mereka masih setia atau tidak kepada Dewi Nuwa, tapi kalau mereka menggangguku, maka aku akan memusnahkan mereka semua" jawab Lin Feng.

__ADS_1


"Dan aku akan menjadikanmu sebagai satu-satunya penguasa para Beast Spirit" lanjutnya.


"Terimakasih tuan" jawab Huise.


"Tenang saja Huise, meskipun kekuatanku sekarang masih belum seberapa, tapi suatu saat aku pasti akan menjadikanmu satu-satunya penguasa para Beast Spirit" batin Lin Feng.


Karena terlalu Asyik mengobrol, Lin Feng sampai tidak menyadari bahwa matahari sudah hampir terbenam dan perutnya juga sudah keroncongan, Lin Feng kemudian memutuskan untuk turun dan beristirahat sejenak, sambil mengisi lagi tenaga dan perutnya, agar bisa melanjutkan lagi perjalanannya menuju ke jurang kematian.


***


Setelah melakukan perjalanan dengan terbang selama beberapa hari, Lin Feng akhirnya sampai di tepi jurang kematian, aura yang keluar dari jurang tersebut terasa sangat mengerikan, meskipun suasana sedang cerah, namun di dalam jurang tersebut sangat gelap dan dipenuhi oleh kabut tebal, bahkan cahaya matahari seperti tidak bisa menembus masuk kedalam jurang tersebut.


Sebelum masuk kedalam jurang, Huise memperingatkan Lin Feng untuk melindungi dirinya dengan menggunakan energi Qi-nya, karena kabut yang terus keluar dari jurang tersebut bukanlah kabut biasa, melainkan kabut yang mengandung racun yang sangat mengerikan.


"Ternyata kabut ini sangat mengerikan" ucap Lin Feng.


"Benar sekali tuan, tapi tuan tenang saja karena aku akan melindungi tuan dari dalam, jadi tuan hanya perlu melindungi tubuh tuan dengan energi Qi" jawab Huise.


"Baiklah, kalau begitu mari kita turun ke dasar jurang ini" ucap Lin Feng.


Setelah melindungi dirinya dengan energi Qi, Lin Feng kemudian melompat masuk kedalam jurang kematian, aura yang sangat menakutkan langsung menyerang tubuh Lin Feng, untungnya aura tersebut tidak bisa mempengaruhi Lin Feng sama sekali, karena aura membunuh yang ada di dalam tubuh Lin Feng, tidak kalah menakutkan bila dibandingkan dengan aura tersebut.


Lin Feng juga langsung memunculkan sepasang sayapnya, agar bisa mendarat dengan aman di dasar jurang nantinya, karena Lin Feng sendiri tidak mengatahui seberapa dalam jurang tersebut, selain itu Lin Feng juga bisa langsung terbang menghindar jika ada monster yang menyerangnya secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Huise, sebenarnya seberapa dalam jurang ini?" tanya Lin Feng.


"Entahlah tuan, aku sendiri juga tidak mengetahuinya" jawab Huise.


"Ternyata kau juga tidak tahu ya, kalau begitu aku hanya perlu turun lebih cepat agar bisa segera sampai di dasar jurang ini" ucap Lin Feng, kemudian melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke dasar jurang.


Setelah hampir sepuluh menit melesat turun dengan kecepatan tinggi, Lin Feng akhirnya bisa melihat dasar jurang kematian, namun Lin Feng langsung dikagetkan dengan pemandangan yang sangat mengerikan, yang mana di dasar jurang tersebut terdapat banyak sekali tulang monster, bahkan di dasar jurang tersebut juga terdapat banyak tulang manusia.


"Benar-benar pemandangan yang mengerikan" gumam Lin Feng, kemudian mendarat di atas tukang tengkorak monster yang berukuran sangat besar.


"Huise, kenapa aku tidak merasakan apa-apa kecuali aura kematian? Bukankah kau bilang di dasar jurang ini banyak sumberdaya?" tanya Lin Feng bingung.


"Tenanglah tuan, sekarang tuan hanya perlu berjalan ke depan dan tuan akan menemukan apa yang pernah aku katakan" jawab Huise.


Meskipun merasa sedikit kesal, namun Lin Feng langsung mengikuti arahan dari Huise. Lagi pula, Lin Feng sangat percaya kepada Huise dan tidak mungkin Huise akan membohonginya, jika Huise mengatakan ada banyak sumberdaya di dasar jurang tersebut, maka itu adalah yang sebenarnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi di dasar jurang ini, kenapa ada begitu banyak tukang monster dan manusia di sini?" tanya Lin Feng.


"Manuisa yang mati di jurang ini adalah para kultivator yang mencoba untuk mencari sumberdaya, begitu juga dengan para monster ini, tapi mereka semua tidak mengetahui kalau di jurang ini ada racun" jawab Huise.


"Memangnya sumberdaya apa yang mereka semua cari?" tanya Lin Feng penasaran.


"Pohon kehidupan, itulah yang mereka cari di dasar jurang ini" jawab Huise.

__ADS_1


__ADS_2