
Huise kembali menghela nafas panjang setelah mendengar perkataan Lin Feng, dia benar-benar tidak menyangka jika Lin Feng tetap tidak mengizinkannya untuk ikut bertarung, padahal dia sudah memberikan sebuah ide yang sangat menarik. Sebenarnya ide Huise dan Yin Ouyang memang tidak buruk, justru malah sangat baik, karena dengan ada Huise yang bertarung dengan para Beast, maka Lin Feng bisa bertarung dengan penguasa gunung Heishan dengan tenang tanpa ada yang menggangu.
Akan tetapi, Lin Feng tetap berpegang teguh pada keputusannya yang tidak ingin Huise ikut terlibat dalam pertarungan, meski kelihatannya Lin Feng seperti sedang menyombongkan dirinya, tapi dibalik setiap tindakan yang ia lakukan dan perintah yang ia berikan, pasti ada maksud tersendiri yang kadang memang tidak bisa dipahami oleh orang lain, kecuali dirinya sendiri. Dan itulah yang sedang terjadi saat ini, Lin Feng tidak membiarkan Huise untuk ikut bertarung tentunya bukan tanpa alasan, hanya saja, alasan tersebut tidak bisa dimengerti oleh Huise maupun Yin Ouyang.
Seiring berjalannya waktu, jumlah Beast Monster dan Beast Spirit yang berkumpul dipuncak gunung semakin berkurang, jumlah mereka semua yang semula ada ribuan, sekarang hanya tersisa kurang dari seribu, bahkan jumlah tersebut terus berkurang seiring banyaknya Beast Monster dan Beast Spirit yang dibunuh oleh Lin Feng. Sang penguasa gunung Heishan mulai nampak gelisah, ia benar-benar kesal karena tidak ada satupun dari bawahannya yang bisa melukai Lin Feng, bahkan tidak satupun dari serangan mereka yang mendarat ditubuh Lin Feng.
"Sepertinya aku harus turun tangan sendiri" gumam pria tersebut, ia kemudian mengumpulkan energi spiritualnya di telapak tangan kanannya, lalu menciptakan sebuah jarum kecil dari energi spiritualnya, setelahnya, pria tersebut langsung menghentikan jarum kecil itu ke arah Lin Feng.
Jarum kecil yang tercipta dari energi spiritual tersebut melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Lin Feng, namun saat jarum tersebut hampir mengenai kepala Lin Feng, Huise tiba-tiba muncul di samping Lin Feng dan kemudian menciptakan perisai pelindung menggunakan energi spiritualnya, perisai pelindung yang diciptakan oleh Huise berhasil menahan jarum tersebut, bahkan jarum kecil tersebut langsung hancur saat bersentuhan dengan perisai yang diciptakan oleh Huise.
"Cihh! Pantas saja bocah sialan itu sangat percaya diri, ternyata ada yang melindunginya dari balik bayangan!" penguasa gunung Heishan semakin kesal karena serangannya gagal mengenai Lin Feng.
"Selama aku hidup, tidak akan aku biarkan kau menyentuh tuanku!" ujar Huise, lalu melepaskan aura kekuatannya.
Para Beast Monster dan Beast Spirit yang tersisa langsung gemetaran dan mulai menjauh, ketika aura kekuatan yang dilepaskan oleh Huise menerpa tubuh mereka semua, bahkan sang penguasa gunung Heishan juga ikut gemetaran ketika merasakan aura kekuatan Huise. Bagaimana tidak? Aura yang dimiliki oleh Huise adalah aura dari penguasa Beast Spirit yang sesungguhnya, meski sehebat apapun kekuatan mereka, di hadapan seorang penguasa mereka tetap tidak bisa melawan.
__ADS_1
"Apa sekarang kau mengerti kenapa aku tidak mengizinkanmu untuk ikut bertarung?" tanya Lin Feng.
"Iya tuan, sekarang aku mengerti kenapa tuan melarang ku bertarung, karena tuan ingin aku mengawasi pria sialan itu!" jawab Huise.
"Kau benar, meskipun kau tetap bisa melindungi ku saat sedang bertarung sekalipun, tapi akan ada masanya dimana kau tidak bisa melakukannya. Aku juga sengaja membiarkan serangan pria itu sampai hampir mengenai ku, karena aku ingin kau mengerti dan tidak meragukan keputusanku" ucap Lin Feng.
"Maafkan aku tuan, ini adalah kesalahan terbesarku karena telah meragukan tuan, setelah ini silahkan tuan menghukum ku" jawab Huise.
"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi, justru sekarang adalah saat yang tepat untuk menunjukkan kekuatan kita yang sesungguhnya!" ujar Lin Feng.
Lin Feng kemudian mengalihkan pandangannya pada pria yang merupakan penguasa gunung Heishan. "Bukankah sekarang sudah saatnya untuk kita bertarung?!" tanya Lin Feng.
"Hahahaha! Apa kau pikir dengan kehadiran bawahan mu itu sudah bisa membuatku takut? Aku akui, bawahan mu memiliki kekuatan yang hebat, tapi hanya kalian berdua saja masih tidak cukup untuk mengalahkan ku!" jawab pria tersebut dengan sombongnya.
"Jangan salah paham, bukan kami berdua yang akan mengalahkan mu tapi hanya aku saja!" ucap Lin Feng.
__ADS_1
"Baiklah, kalau memang itu yang kau inginkan, maka aku akan menemanimu bermain-main, tapi sebelum itu, harap kau ingat baik-baik nama orang yang akan membunuhmu adalah Lan Hu!" ujar pria tersebut menyebutkan namanya.
"Maaf, aku sama sekali tidak tertarik untuk mengetahui namamu!" ucap Lin Feng, kemudian tiba-tiba saja menghilang dari pandangan, sesaat kemudian ia telah muncul tepat di hadapan Lan Hu sambil menebaskan pedangnya.
Namun sayangnya, saat pedang Lin Feng hendak mengenai tubuh Lan Hu, pedang Lin Feng tiba-tiba tertahan oleh sesuatu seperti perisai yang diciptakan dari energi spiritual. "Jangan terburu-buru seperti itu, karena cepat atau lambat, kau pasti akan mati ditangan ku!" ucap Lan Hu santai.
Lin Feng tersenyum sinis mendengar perkataan Lan Hu, ia kemudian memutar tubuhnya, lalu menebaskan pedangnya berulang kali dengan sangat cepat, namun setiap tebasan yang Lin Feng lakukan tidak ada yang berhasil menyentuh Lan Hu, karena tertahan oleh perisai yang tidak terlihat yang melindungi tubuhnya, meski begitu, Lin Feng tetap menebaskan pedangnya dengan kecepatan yang terus bertambah setiap waktunya.
"Mari kita lihat, seberapa lama perisai mu akan bertahan!" Lin Feng bergumam dalam hatinya.
Lin Feng kemudian mengalirkan energi spiritualnya kedalam kedua pedangnya, yang membuat kedua pedang tersebut nampak bercahaya. bersamaan dengan itu, kekuatan dan kecepatan tebasan Lin Feng juga semakin bertambah, sampai akhirnya terdengar suara retakan di sekitar tubuh Lan Hu. Lin Feng kembali tersenyum sinis ketika mendengar suara retakan tersebut, ia kemudian menghentikan serangannya, lalu melompat ke udara.
Setelah itu, Lin Feng mengacungkan pedang emas hitam ke langit, kemudian ia melepaskan aura pedang dan aura dewa kematian dari tubuhnya, bersamaan dengan itu, di langit tiba-tiba saja muncul pedang berwarna hitam yang sangat besar dan memiliki aura intimidasi yang sangat besar dan sangat mengerikan. Para Beast yang ada dipuncak gunung gemetaran ketika merasakan aura yang mengerikan tersebut, bahkan mereka kesulitan bergerak karena tekanan dari aura tersebut.
"Sial! Kekuatan macam apa ini? Padahal aku sudah melewati berbagai macam pertarungan, tapi baru kali ini aku melihat hal yang seperti ini!" ujar Lan Hu yang sangat kaget dengan kemunculan pedang raksasa tersebut.
__ADS_1
"Pedang dewa kematian, hancurkan!" ucap Lin Feng, lalu menurunkan pedang emas hitam ke bawah dan mengarahkannya pada Lan Hu. Seketika itu juga, pedang hitam raksasa tersebut langsung bergerak turun ke arah Lan Hu.