Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-308. Menyerang ibukota kekaisaran Qian


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama hampir hampir dua hari, Lin Feng bersama seluruh pasukannya akhirnya sampai di ibukota kekaisaran Qian, tapi Lin Feng masih belum melakukan serangan, karena ingin memantau situasi ibukota kekaisaran Qian terlebih dahulu.


Dibalik awan yang menghiasi langit biru ibukota kekaisaran Qian, Lin Feng bersembunyi dalam diam sambil menatap ke arah bawah. Lin Feng mengeratkan genggamannya karena marah, saat menyaksikan kekejaman yang sedang dilakukan oleh kaisar Qian Zhi Dao pada penduduk ibukota.


Saat ini, di alun-alun ibukota kekaisaran Qian. Para penduduk yang tidak mau menjadi pengikut Yama, nampak sedang dikumpulkan dan di siksa oleh para prajurit istana kekaisaran, mereka juga dipaksa untuk memakan sesuatu seperti pil yang berwarna hitam.


"Qian Zhi Dao, kau memang manusia sampah! Aku tidak akan mengampuni nyawamu!" ujar Lin Feng geram.


Lin Feng kemudian menghubungi Huise, lalu memerintahkannya untuk segera melakukan serangan. "Huise, lakukan sekarang dan jangan beri mereka ampun!" Lin Feng berkata dengan tegas.


"Baik tuan!" jawab Huise.


"Tuan sudah memberikan perintah, kita akan menyerang sekarang!"


Sesuai dengan aba-aba yang diberikan oleh Huise, para pasukan kemudian melesat terbang ke arah gerbang ibukota kekaisaran. Kedatangan mereka tentunya membuat para prajurit penjaga gerbang kaget, mereka semua yang berada di sana kemudian bersiap untuk menyambut kedatangan musuh.


"Laporkan kepada yang mulia Qian Zhi Dao, ibukota kekaisaran sedang diserang!" salah seorang prajurit penjaga gerbang berteriak dengan sangat keras.


"Jangan harap untuk bisa lolos!" Lang Diyu berkata sinis, lalu melemparkan bola api raksasa ke arah gerbang ibukota.


DHUAARRRR!!


Ledakan yang sangat dahsyat terjadi saat serangan bola api Lang Diyu menghantam gerbang ibukota, ledakan yang dahsyat tersebut sampai menghancurkan gerbang ibukota kekaisaran, bahkan berhasil membunuh semua prajurit kekaisaran Qian yang berada di gerbang ibukota.


"Bunuh mereka semua!" ucap Du Fang Ren, lalu menciptakan bola energi beracun yang cukup besar, kemudian melemparkannya ke arah para prajurit yang sedang berlari ke arah mereka.


Bola energi racun tersebut langsung pecah, lalu mengeluarkan asap hijau yang langsung menyebar ke segala penjuru. Asap hijau yang keluar dari bola energi itu adalah racun yang sangat mematikan, siapa saja yang terkena asap racun tersebut, maka tubuhnya akan langsung meleleh menjadi cairan.


"Jangan takut, kalian semua sudah kebal terhadap racun!" Du Fang Ren meyakinkan pasukan dunia bawah, yang nampak takut dan ragu untuk mendekati asap hijau di hadapan mereka.


Setelah mendengar perkataan Du Fang Ren, para prajurit dunia bawah kemudian melanjutkan langkah kaki mereka, meskipun awalnya masih merasa sedikit ragu, tapi setelah mereka memasuki asap tersebut, akhirnya mereka percaya bahwa tubuh mereka memang kebal terhadap racun.


"Ternyata tuan Du Fang Ren memang tidak berbohong, tubuh kita memang kebal terhadap racun!"


"Benar, kalau begitu jangan ragu lagi! Kita buktikan kekuatan kita kepada yang mulia!"


Mereka benar-benar sangat bersemangat, terlebih lagi setelah mengetahui bahwa mereka memang memiliki kekebalan terhadap racun. Setelah itu, mereka semua bergerak ke alun-alun kota, sambil terus menghabisi setiap pasukan yang menghadang jalan mereka.


Dibalik awan, Lin Feng tersenyum puas menyaksikan kekejaman pasukannya, meskipun kekuatan mereka masih sangat lemah, tapi mereka benar-benar memiliki niat membunuh yang cukup besar. Tidak hanya itu saja, Lin Feng bahkan tidak melihat keraguan sedikitpun pada para prajuritnya saat melakukan pembunuhan.

__ADS_1


"Hahahaha! Pasukan seperti inilah yang aku inginkan, pasukan yang tidak kenal kata ampun kepada musuh" ucap Lin Feng.


***


Di alun-alun kota, Qian Zhi Dao dan para pengikut Yama lainnya yang sedang menyiksa para pemberontak, tiba-tiba saja dikagetkan dengan suara ledakan dari arah gerbang ibukota, lalu suara ledakan tersebut disambut dengan bunyi dentingan besi yang beradu, serta teriakan-teriakan yang sangat keras.


Beberapa menit kemudian, seorang prajurit datang menghampiri Qian Zhi Dao dan yang lainnya, prajurit tersebut lalu melaporkan tentang situasi yang sedang terjadi kepada Qian Zhi Dao dan mereka semua yang ada di sana. Saat mendengar berita tersebut, Qian Zhi Dao benar-benar sangat terkejut.


"Sialan! Siapa yang berani menyerang wilayah kekuasaan yang mulia Yama?!" Qian Zhi Dao sangat murka.


"Siapkan seluruh pasukan! Karena mereka datang sendiri, maka jangan biarkan mereka lolos!" ujar Qian Zhi Dao.


"Baik yang mulia!"


Para prajurit kemudian bergegas meninggalkan tempat itu, lalu pergi menuju gerbang ibukota, namun saat mereka baru beranjak beberapa meter dari alun-alun ibukota, langkah mereka tiba-tiba saja terhenti, karena ternyata pasukan Lin Feng sudah mendekati alun-alun ibukota kekaisaran.


"Yang mulia, mereka semua sudah berada di sini!" ujar salah seorang prajurit.


"Tunggu apa lagi, bunuh mereka semua!" Qian Zhi Dao berkata tegas.


Para prajurit kekaisaran Qian, kemudian mengeluarkan senjata mereka masing-masing, lalu bergerak maju ke arah pasukan kerajaan dunia bawah. Dalam sekejap, alun-alun ibukota kekaisaran Qian langsung berubah menjadi Medan peperangan.


"Huise, lindungi orang-orang yang tidak bersalah itu, jangan sampai mereka menjadi korban karena peperangan ini" Lin Feng langsung memberikan perintah kepada Huise, karena di tempat itu, banyak orang biasa yang sebelumnya di siksa oleh Qian Zhi Dao.


Huise yang sejak awal hanya menyaksikan peperangan yang sedang terjadi, kemudian bergerak maju ke arah sekelompok orang yang sedang berlutut di tanah. Sesampainya di dekat mereka semua, Huise lalu memasangkan formasi pelindung di sekeliling mereka, agar mereka tidak terkena dampak dari peperangan itu.


Qian Zhi Dao yang masih berada di dekat sekelompok orang yang tidak mau mengabdi kepada Yama, benar-benar sangat kaget saat melihat apa yang dilakukan oleh Huise, Qian Zhi Dao yang tidak bisa menahan amarahnya lagi, kemudian menyerang Huise dengan pukulannya.


"Jika bukan karena menghormati tuanku, maka aku sudah membunuhmu sejak tadi!" ujar Huise setelah berhasil menahan pukulan Qian Zhi Dao.


"Si-siapa kalian? Kenapa kalian menyerang ibukota kekaisaran Qian? Tidakkah kalian tahu bahwa kekaisaran Qian adalah kekuasaan Dewa iblis Yama?" Qian Zhi Dao bertanya dengan gugup.


"Tentu saja kami tahu! Karena itu adalah alasan kenapa kami menyerang kekaisaran Qian!" jawab Huise sinis.


Qian Zhi Dao terkejut mendengar jawaban Huise, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Huise dan pasukannya masih berani menyerang kekaisaran Qian, meskipun mereka mengetahui bahwa kekaisaran Qian berada dibawah kekuasaan Yama, bahkan menjadikan hal itu sebagai alasan penyerangan.


"Hahahaha! Kalian benar-benar gila! Jika yang mulia Yama mengetahui hal ini, maka kalian semua akan mati ditangannya!" ucap Qian Zhi Dao.


Sesaat kemudian, Lin Feng tiba-tiba saja muncul di samping Huise, kedatangan Lin Feng sontak membuat Qian Zhi Dao dan pasukannya gemetaran, karena Lin Feng telah melepaskan aura dewa kematian.

__ADS_1


Bahkan para prajurit kekaisaran Qian langsung berhenti melakukan serangan saat itu juga, sebab mereka semua benar-benar merasakan takut yang sangat luar biasa.


Sementara para pasukan dunia bawah, mereka juga bisa merasakan aura menyeramkan tersebut, tapi tetap tidak menghentikan mereka untuk menghabisi semua pasukan kekaisaran Qian, karena aura tersebut tidak akan menyakiti mereka.


Lin Feng memang sudah memperkirakan semuanya sejak awal, oleh karena itu, Lin Feng bisa melepaskan aura dewa kematian dengan leluasa. Sebab, aura dewa kematian itu tidak akan menyakiti orang yang bersama Lin Feng, tapi mereka tetap bisa merasakan kengeriannya.


"Dimana Yama?!" Lin Feng bertanya dengan tatapan tajam dan niat menbunuh yang kuat.


"A-aku tidak tahu!" jawab Qian Zhi Dao gemetaran.


Crashhh!... Lin Feng memotong tangan kanan Qian Zhi Dao tanpa ragu sedikitpun.


"Aarrkhhhh!!" Qian Zhi Dao berteriak sangat kencang.


"Dimana Yama?!" Lin Feng bertanya lagi.


"A-aku tidak akan mengatakannya!" Qian Zhi Dao menjawab pertanyaan Lin Feng dengan gugup, sambil terus menahan rasa sakit karena tangannya telah dipotong oleh Lin Feng.


Crashhh!... Lin Feng kembali memotong tangan kiri Qian Zhi Dao.


"Aarrkhhhh!!" Qian Zhi Dao berteriak kesakitan.


"Kau benar-benar bawahan yang sangat setia!" ucap Lin Feng sinis.


Lin Feng kemudian menyentuh perut bagian bawah Qian Zhi Dao. Lebih tepatnya, Lin Feng menyentuh tepat pada titik Dantian milik Qian Zhi Dao dengan jari telunjuknya, lalu setelah itu, Lin Feng memasukkan energi pedang dan aura kematian kedalam Dantian Qian Zhi Dao, sehingga membuat lautan spiritualnya menjadi kacau.


"Aarrkhhhh!! Hentikaaaan!!" Qian Zhi Dao berteriak dengan sangat keras saat merasakan sakit di sekujur tubuhnya, terutama pada bagian perutnya.


"Bu-bunuh aku sekarang juga!" ujar Qian Zhi Dao.


Qian Zhi Dao benar-benar merasa tersiksa karena rasa sakit tersebut, bahkan Qian Zhi Dao lebih memilih untuk mati saat itu juga, atau rela kultivasinya dihancurkan oleh Lin Feng, daripada harus menanggung rasa sakit yang sangat menyiksa dirinya.


Menghancurkan kultivasi atau membunuh seseorang, mungkin bisa dilakukan oleh semua kultivator, tapi mengacaukan energi spiritual dalam Dantian seseorang, hanya mereka yang telah mendapatkan pemahaman tinggi yang bisa melakukannya.


Bahkan, seorang kultivator akan benar-benar rela jika kultivasinya dihancurkan, asalkan mereka masih bisa hidup, atau mereka akan meminta untuk langsung dibunuh, daripada harus menanggung siksaan karena lautan energi spiritual yang kacau.


Setelah lautan energi spiritual menjadi kacau, maka tidak akan ada yang bisa mengembalikannya seperti semula, kecuali orang yang menyebabkan kacaunya lautan energi spiritual tersebut. Yang artinya, setelah lautan energi spiritual seorang kultivator kacau, maka dia akan menanggung penyiksaan sampai mati.


"Ini adalah hukuman yang sangat pantas untuk manusia hina sepertimu!" ucap Lin Feng sinis.

__ADS_1


"Lanjutkan serangan kalian, jangan biarkan satupun prajurit musuh yang lolos!" Lin Feng memberikan perintah kepada pasukannya, yang telah berhasil membantai semua pasukan musuh yang ada di sana.


"Baik yang mulia!" jawab para prajurit serempak.


__ADS_2