Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-194. Tujuh koin platinum


__ADS_3

Pelayan tersebut langsung terdiam seribu bahasa saat melihat beberapa koin platinum di tangannya, tangannya bahkan terlihat sedikit bergetar karena terkejut, pasalnya ini adalah pertama kali baginya, melihat dan memegang koin platinum secara langsung, memang semua orang mengetahui adanya koin platinum, tapi tidak sembarangan orang bisa memilikinya.


"Hey!... Kenapa kau diam saja? Aku ingin kau melayaniku secara pribadi" ucap Lin Feng.


"Ba-baik tuan" jawab pelayan tersebut kemudian bergegas mengikuti Lin Feng menuju ke lantai teratas.


"Siapa sebenarnya pemuda ini, bahkan semua keluarga bangsawan yang makan di restoran ini tidak pernah menggunakan koin platinum, bahkan pangeran saja belum pernah membayar dengan koin platinum" batin pelayan tersebut.


"Dan bodohnya lagi, aku malah merendahkan tuan muda ini hanya karena penampilannya saja" lanjutnya.


Pelayan tersebut benar-benar sangat menyesal karena telah merendahkan tuan muda yang di hadapannya, dengan koin platinum tersebut, tentunya sudah bisa menunjukkan bahwa pemuda di hadapannya bukanlah orang sembarangan. Wajah pelayan tersebut nampak sangat murung, perasaannya benar-benar khawatir karena takut akan mendapatkan hukuman.


Setelah agak lama menaiki tangga, mereka berdua akhirnya sampai di lantai teratas restoran tersebut. Lin Feng kemudian berhenti sejenak untuk memilih meja untuk ia tempati, setelah selesai melihat seluruh ruangan tersebut, Lin Feng kemudian berjalan menuju meja yang ada di pinggir jendela yang menghadap ke kota.


"Baiklah kalau begitu aku akan duduk di sini, dan kau siapkan makanan dan minuman terbaik yang kalian miliki" ucap Lin Feng.


"Baik tuan, harap anda menunggu sebentar" jawab pelayan tersebut.


"Hmm..."


Setelah itu, pelayan tersebut langsung bergegas menuju ke lantai dasar untuk menyiapkan makanan serta minuman terbaik untuk Lin Feng, setelah beberapa menit berlalu, makanan serta minuman untuk Lin Feng telah selesai disiapkan, pelayan tersebut kembali bergegas naik ke lantai teratas untuk mengantarkan makanan serta minuman untuk Lin Feng.


"Semoga saja tuan muda itu tidak marah karena telah menunggu terlalu lama" gumam pelayan tersebut.


Ketika sampai di lantai teratas, pelayan tersebut menghela nafas panjang untuk menenangkan dirinya agar tidak gugup, karena dia tidak ingin melakukan kesalahan sedikitpun, setelah dirinya tenang, pelayan tersebut kemudian menghampiri Lin Feng dan meletakkan makanan serta minuman di atas meja.


"Tuan, ini adalah makanan serta minuman terbaik yang kami miliki, semoga tuan menyukainya dan maaf karena terlalu lama" ucap pelayan tersebut.


"Kenapa harus minta maaf, kau sudah menyiapkan makanan ku dengan cepat" jawab Lin Feng.

__ADS_1


Setelah itu, Lin Feng langsung memakan makanan yang ada di hadapannya, sementara pelayan tersebut masih berdiri di samping Lin Feng, wajahnya kembali terlihat tegang saat melihat Lin Feng memakan makanan yang ia sediakan, pelayan tersebut benar-benar takut jika makanan yang dia sediakan tidak sesuai dengan keinginan Lin Feng.


"Memang tidak salah menyebutnya makanan terbaik, karena rasanya benar-benar sangat enak" ucap Lin Feng.


"Terimakasih tuan" jawab pelayan tersebut lega.


"Baiklah, sekarang kau boleh pergi" ucap Lin Feng.


"Baik tuan" jawab pelayan tersebut kemudian pergi meninggalkan Lin Feng sendirian.


***


Sementara itu, kereta kuda yang sangat mewah tiba-tiba berhenti di depan restoran, lalu dari dalam kereta kuda tersebut keluar beberapa orang pemuda yang mengenakan pakaian yang sangat mewah, beberapa pemuda tersebut tidak lain adalah pangeran mahkota bersama beberapa temannya.


Para penduduk yang melihat kedatangan sang pangeran langsung bergegas menghampirinya dan memberikan hormat, begitu juga dengan para pengunjung serta pelayan restoran, bahkan pemilik restoran langsung datang untuk menyambut kedatangan pangeran dan teman-temannya.


"Selamat datang yang mulia dan tuan muda sekalian" ucap pemilik restoran.


"Tentu saja tuan muda" jawab pemilik restoran.


Setelah itu, pangeran mahkota beserta teman-temannya langsung masuk ke restoran dan langsung menuju ke lantai teratas, sedangkan pemilik restoran langsung sibuk memerintahkan para pelayan untuk menyiapkan makanan serta minuman terbaik untuk mereka.


"Tuan, bagaimana ini? Di lantai atas ada seorang tuan muda yang sedang makan" ucap pelayan yang sebelumnya melayani Lin Feng.


"Aku tidak ingin tahu, usir dia sekarang juga!" ujar pemilik restoran.


"Tapi tuan..."


"Sudah aku katakan aku tidak ingin tahu mengenai pemuda itu, usir dia atau kau yang aku usir" ujar pemilik restoran kesal, kemudian pergi menuju ke lantai atas.

__ADS_1


"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" gumam pelayan tersebut.


Setelah berjalan melewati tangga, pangeran dan teman-temannya akhirnya sampai di lantai atas restoran, akan tetapi mereka nampak kaget karena di lantai atas ada seseorang yang sedang makan, yang membuat mereka lebih terkejut lagi adalah, pemuda yang sedang makan tersebut nampak mengenakan pakaian yang lusuh.


Tuan muda keluarga Ma, Ma Kong Li benar-benar sangat kesal dan langsung menghampiri pemuda yang tidak lain adalah Lin Feng, sesampainya di dekat meja Lin Feng, Ma Kong Li langsung menghempaskan tangannya ke meja Lin Feng dengan sangat keras.


Brak!...


Karena Ma Kong Li menggebrak meja Lin Feng dengan keras, makanan serta minuman Lin Feng yang ada di meja akhirnya tumpah, bahkan sampai mengenai pakaian Lin Feng. Akan tetapi, Lin Feng tidak terlalu menghiraukannya dan langsung membersihkan pakaiannya yang kotor.


"Hey! Kenapa pengemis sepertimu bisa makan di tempat ini?" tanya Ma Kong Li sinis.


"Jika aku pengemis, lalu kau ini apa?" tanya Lin Feng sambil terus membersihkan pakaiannya.


"Apa?! Kau benar-benar lancang! Apa kau tidak tahu dengan siapa kau berhadapan sekarang?!" ujar Ma Kong Li kesal.


"Bersujud dan minta maaf sekarang, maka aku akan membiarkanmu pergi dari tempat ini dengan aman" lanjutnya.


"Ma Kong Li, apa yang kau lakukan? Kenapa harus mengganggunya?" tanya pangeran mahkota.


"Yang mulia pangeran, dia hanyalah seorang pengemis, kenapa harus berbaik hati kepadanya" jawab Ma Kong Li.


"Yang kau katakan itu sama sekali tidak benar, jika dia memang pengemis, bagaimana mungkin dia bisa makan di lantai atas ini, lihat saja makanan yang ia pesan" ucap pangeran mahkota.


Tidak lama kemudian, pemilik restoran datang ke lantai atas bersama beberapa pelayan, mereka semua nampak sangat kaget ketika melihat Ma Kong Li sedang berada di dekat Lin Feng, pemimpin restoran yang tidak ingin disalahkan karena kejadian tersebut, langsung menghampiri mereka berdua.


"Tuan muda Ma, harap jangan marah, aku akan mengusir pemuda ini" ucap pemilik restoran.


"Bagus, lain kali jangan sembarangan membiarkan orang makan di lantai atas, memangnya berapa banyak koin emas yang dia bayar dan berapa harga makanan itu?" tanya Ma Kong Li sinis.

__ADS_1


"Tujuh koin platinum, tuan muda itu membayar sebanyak tujuh koin platinum" jawab pelayan yang sebelumnya melayani Lin Feng.


__ADS_2