Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-120. Penyesalan Huang Zhong


__ADS_3

(Flashback On)


Setelah semua orang meninggalkan wilayah keluarga Huang, mata-mata kepercayaan Li Haochun mulai melakukan penyelidikan terhadap masalah Lin Feng dan Huang Zhong, meskipun masalah tersebut adalah masalah pribadi, namun Li Haochun tidak bisa diam saja, karena Li Haochun sangat yakin, bahwa Lin Feng bukanlah orang sembarangan.


Mata-mata kepercayaan Li Haochun tersebut mulai melakukan penyelidikan terhadap mayat-mayat yang telah di bunuh oleh Lin Feng, alasannya sangat sederhana, pada saat Huang Zhong mengatakan bahwa mereka adalah anggota keluaga Huang, semua orang yang mendengar hal tersebut nampak biasa saja, padahal biasanya mereka akan marah atau langsung meminta keadilan.


Setelah selesai memeriksa dengan teliti, mata-mata Li Haochun akhirnya mengetahui bahwa mereka yang mati bukanlah anggota keluarga Huang, melainkan para bandit yang biasanya mengacau para penduduk, hal tersebut terbukti dengan sebuah lencana dengan lambang tengkorak yang ada di salah satu tubuh mayat tersebut.


"Li Haochun, kau benar-benar telah melakukan kesalahan besar, aku tidak bisa membayangkan apa ganjaran yang akan kau dapatkan nanti" gumam mata-mata Li Haochun.


Setelah mendapatkan kebenaranya dan bukti dari kebohongan Huang Zhong, mata-mata Li Haochun kemudian bergegas kembali ke istana, untuk melaporkan apa yang telah dia temukan pada Li Haochun, karena mata-mata tersebut juga berharap, agar masalah Lin Feng dan Huang Zhong bisa diselesaikan secepat mungkin.


Mata-mata Li Haochun adalah seorang Assassin yang selalu bersembunyi di balik bayangan Li Haochun, selain dari mata-mata, Assassin tersebut juga adalah pengawal pribadi Li Haochun, yang tentunya sudah memiliki kemampuan yang luar biasa, pada saat bertemu atau melihat Lin Feng, Assassin tersebut bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang aneh dengan Lin Feng.


Sebagai sesama pembunuh atau Assassin, tentunya indera mereka akan menjadi sangat peka dengan aura dan niat membunuh, terlebih lagi kalau pembunuh atau Assassin tersebut sudah sangat berpengalaman dan sudah sering membunuh, bahkan tanpa merasakan aura membunuh dari orang lain, mereka sudah hisa merasakan mana yang Assassin dan mana yang bukan.


"Aku benar-benar masih penasaran dengan pemuda tersebut, padahal masih sangat muda tapi kenapa aku merasa bahwa ada yang aneh dengannya" gumam mata-mata Li Haochun.


"Setelah melaporkan masalah ini, sebaiknya aku mengawasinya" lanjutnya.


Setelah sampai di istana raja kota, Assassin tersebut langsung memberikan laporan kepada Li Haochun, selain itu, Assassin tersebut juga meminta izin kepada Li Haochun untuk melakukan penyelidikan terhadap Lin Feng, Li Haochun awalnya tidak setuju dengan hal tersebut, namun setelah dijelaskan dengan baik, Li Haochun akhirnya menyetujui keinginan pengawalnya tersebut.

__ADS_1


**


Li Haochun yang mendapatkan laporan tentang kebohongan Huang Zhong benar-benar sangat marah, dia benar-benar tidak pernah menyangka bahwa Huang Zhong akan berbuat hal seperti itu, meskipun tidak mengetahui apa masalah sebenarnya, namun perbuatan Huang Zhong benar-benar tidak bisa dibiarkan saja oleh Li Haochun.


Seelah itu, Li Haochun langsung meminta para prajurit untuk datang ke wilayah keluarga Huang untuk mengundang Huang Zhong datang ke istana, Li Haochun juga mengatakan kepada para prajurit agar tidak menceritakan apa-apa kepada Huang Zhong, mereka hanya perlu mengatakan bahwa undangan tersebut adalah undangan untuk minum bersama.


Beberapa prajurit yang telah diperintahkan oleh Li Haochun sebelumnya kemudian langsung pergi menuju ke wilayah keluarga Huang, untuk menjemput Huang Zhong. Setelah hampir satu jam berlalu, para prajurit akhirnya kembali ke istana bersama dengan Huang Zhong, yang nampak masih belum mengetahui apa-apa.


"Selamat datang patriark Huang, silahkan duduk" ucap Li Haochun.


"Terimakasih yang mulia" jawab Huang Zhong, kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di sana.


"Pelayan, sediakan minuman untuk kami" ujar Li Haochun.


"Patriark Huang, apakah anda mengetahui kalau baru-baru ini ada beberapa bandit yang memasuki kota?" tanya Li Haochun.


"Ti-tidak yang mulia, hamba tidak mengetahuinya" jawab Huang Zhong gugup.


"Ternyata begitu, aku sebenarnya ingin menggerakkan pasukan agar bisa menangkap mereka semua, tapi sepertinya itu tidak perlu lagi" ucap Li Haochun.


"Ke-kenapa begitu yang mulia?" tanya Huang Zhong berkeringat dingin.

__ADS_1


"Karena ada seseorang yang sangat misterius yang telah membunuh mereka semua, yang lebih hebatnya lagi, mereka semua mati dengan bekas luka yang sama, yang menandakan bahwa, orang yang membunuh mereka sangatlah berpengalaman dalam hal membunuh" jawab Li Haochun.


Huang Zhong yang mendengar hal tersebut tiba-tiba saja tersadar akan sesuatu, dia kemudian mengingat semua mayat bandit yang dikirimkan oleh Lin Feng ke wilayah keluarganya, mati dengan luka yang sama, yaitu luka sayatan di leher, bersamaan dengan hal tersebut, Huang Zhong juga menyadari bahwa, untuk membunuh dengan melukai lawan di leher bukanlah sesuatu yang mudah.


Jika saja hanya ada salah satu atau dua orang saja yang mati dengan luka sayatan di leher, mungkin hal tersebut bukanlah suatau masalah, marena bisa saja itu hanya kebetulan atau hanya sekedar keberuntungan saja, akan tetapi, semua mayat bandit tersebut mati dengan cara yang sama, yang menandakan bahwa sang pembunuh adalah seorang ahli, terlebih lagi, mereka semua mati hanya dengan satu serangan saja.


"Ti-tidak mungkin, kenapa aku baru menyadarinya sekarang" ucap Huang Zhong gemetaran.


"Apa yang baru kau sadari?" tanya Li Haochun.


"Ti-tidak ada apa-apa yang mulia, hamba hanya.."


"Huang Zhong, jangan mengelak lagi, apa yang kau lakukan kepada Lin Feng sudah aku ketahui, jadi jangan coba untuk menghindar dari kesalahanmu" ujar Li Haochun marah.


"Ta-tapi.."


"Tapi apa, kau adalah salah satu petinggi istana yang sangat aku percayai, tapi kenapa mau malah berbuat hal memalukan seperti ini, kau harus menanggung akibat dari perbuatanmu itu" ucap Li Haochun.


"Malam ini sebaiknya kau tidak kemana-mana, aku ingin kau tetap berada di sini untuk menyesali perbuatanmu, setelah itu kau harus minta maaf kepada Lin Feng" lanjutnya.


Huang Zhong benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi, sekarang dia baru menyesali apa yang telah dia lakukan. Seharusnya, sejak awal dia sudah menyadari hal tersebut, dengan bisa bertahan dan hidup di hutan para monster untuk waktu yang lama, sudah bisa membuktikan kehebatan Lin Feng, tapi dia malah berani menyinggungnya.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan sekarang" ucap Huang Zhong menyesali perbuatannya.


__ADS_2