
Setelah sampai di sana, Lin Feng langsung bergegas menghampiri gurunya yang sedang duduk di halaman kediamannya, meskipun sudah melihat kedatangan Lin Feng, tapi tetua Liu Changhai bersikap seolah tidak melihatnya.
"Guru, coba lihat siapa yang datang!" ujar Feng Guan.
"Memangnya siapa yang datang?" tanya tetua Liu Changhai acuh.
"Yang datang adalah murid kesayangan guru!" jawab Feng Guan.
"Murid kesayangan? Aku tidak punya murid kesayangan, terlebih lagi murid yang pergi begitu lama tanpa memberikan kabar sedikitpun!" ujar tetua Liu Changhai.
Lin Feng tersenyum mendengar perkataan gurunya tersebut, dia benar-benar tidak menyangka bahwa setelah hampir tiga tahun berlalu, sikap gurunya masih tetap sama seperti dulu, yang masih bersikap seperti anak kecil.
Namun Lin Feng menyadari satu hal, meskipun sikap gurunya tersebut bisa dikatakan sangat tidak pantas untuk usianya sekarang, tapi semua itu dia lakukan karena dia benar-benar menyayangi Lin Feng, bahkan tetua Liu Changhai sudah menganggap Lin Feng seperti anaknya sendiri.
Lin Feng kemudian berjalan menghampiri gurunya, lalu berlutut di hadapan gurunya untuk memberikan rasa hormatnya. Saat itu juga, Luo Ning nampak sangat kaget, karena itu adalah pertama kalinya ia melihat Lin Feng berlutut kepada orang lain, selain dari keluarganya.
"Guru, murid mu sudah kembali" ucap Lin Feng.
"Oh! Jadi kau masih menganggap ku sebagai gurumu?" tanya tetua Liu Changhai.
"Jangan berkata seperti itu guru, selama ini tidak ada orang lain yang bisa menjadi guru ku, karena hanya guru yang pantas untuk itu" jawab Lin Feng.
"Baguslah, kalau begitu kau harus menebus kesalahanmu!" ucap tetua Liu Changhai.
"Baik guru, bagaimana caranya?" tanya Lin Feng.
"Hadapi aku!" ujar tetua Liu Changhai, kemudian berdiri dari tempat duduknya.
Lin Feng kemudian menghela nafas panjang. "Guru, daripada kita harus bertarung, aku memiliki sesuatu yang lebih baik untuk guru" ucap Lin Feng.
"Maksudmu?" tanya tetua Liu Changhai.
"Maksudku adalah ini, guru" jawab Lin Feng, kemudian memberikan tiga gulungan kepada tetua Liu Changhai.
Tetua Liu Changhai kemudian meraih tiga gulungan tersebut, lalu memeriksanya satu-persatu. Tetua Liu Changhai nampak sangat terkejut saat memeriksa semua gulungan tersebut, bagaimana tidak? Semua gulungan yang diberikan oleh Lin Feng adalah gulungan jurus tingkat Langit.
__ADS_1
"I-ini..."
"Terimalah guru, itu adalah hadiah yang telah aku siapkan khusus untuk guru!" ujar Lin Feng.
"Hahahaha! Baiklah, kau memang murid yang paling mengerti keinginan gurunya!" ucap tetua Liu Changhai.
Tidak lama kemudian, Lin Tian, Feng Baojia dan Feng Yue Yin datang menghampiri mereka semua, ketiganya nampak sangat senang saat mengetahui bahwa Lin Feng telah kembali dari perjalanan panjangnya, terutama Lin Tian, dia nampak sangat senang atas kepulangan Lin Feng.
"Selamat datang kakak, bagaimana kabarmu?" tanya Lin Tian.
"Aku baik-baik saja" jawab Lin Feng.
"Apa kalian berdua sudah menikah?" tanya Lin Feng penasaran.
"Benar sekali kak, kami berdua memang sudah menikah" jawab Feng Yue Yin.
"Syukurlah, aku turut bahagia mendengarnya, aku juga minta maaf karena tidak bisa datang ke pernikahan kalian berdua" ucap Lin Feng.
"Sudahlah kak Feng, kami juga bisa mengerti kalau kau memiliki tugas yang lebih penting. Lalu siapa ini? Apa dia kakak ipar?" tanya Lin Tian.
Karena sebelumnya mereka terlalu senang dengan kepulangan Lin Feng, mereka sampai tidak menghiraukan hal yang lain, mereka juga tidak menyadari bahwa Lin Feng datang dengan seorang perempuan, bahkan Feng Guan sendiri juga melupakan keberadaan Luo Ning, padahal dia sudah menyadarinya sejak awal.
"Dasar murid kurang ajar! Berani sekali kau menikah tanpa memberitahukan kepada gurumu!" ujar tetua Liu Changhai, kemudian hendak menyerang Lin Feng.
"Ti-tidak guru! Ka-kami belum menikah!" jawab Lin Feng.
"Benarkah?" tanya tetua Liu Changhai pada Luo Ning.
"Benar tetua, kami berdua belum menikah" jawab Luo Ning, kemudian tersenyum manis.
Tetua Liu Changhai kemudian menghela nafas lega. "Baguslah kalau kalian belum menikah, jika tidak, maka jangan anggap aku sebagai gurumu lagi!" ucap tetua Liu Changhai dengan raut wajah yang aneh.
"Tenanglah guru, kalaupun aku akan menikah, aku pasti akan mengatakannya kepada guru dan kalian semua" ujar Lin Feng.
Setelah itu, mereka semua langsung masuk ke kediaman tetua Liu Changhai, agar mereka semua bisa mengobrol dengan tenang, namun karena tetua Liu Changhai sudah lapar, mereka akhirnya memutuskan untuk makan bersama.
__ADS_1
Awalnya, Feng Yue Yin dan Luo Ning yang ingin memasak makanan untuk mereka semua, tapi tetua Liu Changhai langsung melarang mereka dan meminta Lin Feng yang memasak, karena tetua Liu Changhai sudah sangat merindukan rasa masakan Lin Feng.
"Jadi kau bisa memasak?" tanya Luo Ning.
"Memangnya kenapa? Apa kau pikir hanya perempuan saja yang bisa memasak?" tanya Lin Feng.
"Tidak apa-apa, aku hanya sedikit takjub saja. Dan tidak menyangka kalau kultivator hebat sepertimu, memiliki keahlian memasak" jawab Luo Ning.
"Sudahlah, sebaiknya kau di sana saja bersama mereka, biarkan aku sendiri yang menyelesaikan semua ini" ucap Lin Feng.
"Apa kau yakin tidak butuh bantuan?" tanya Luo Ning.
"Tentu saja!" jawab Lin Feng.
Karena Lin Feng tidak membutuhkan bantuannya, Luo Ning kemudian meninggalkannya sendirian di dapur. Lalu, Luo Ning menghampiri tetua Liu Changhai dan yang lainnya, yang sedang berada di ruang tamu kediaman tetua Liu Changhai.
"Kakak Ning, kau berasal dari mana?" tanya Feng Yue Yin.
"Aku berasal dari ibukota kekaisaran Luo, yang berada di benua tengah" jawab Luo Ning.
"Apakah hanya itu saja? Tidak ada yang lain?" tanya tetua Liu Changhai.
"Maksud tetua?" tanya Luo Ning bingung.
"Entah kenapa aku merasakan sesuatu yang berbeda darimu, sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain, sama seperti mereka bertiga, yang juga memiliki sesuatu yang berbeda" jawab tetua Liu Changhai.
"Maaf tetua, aku sama sekali tidak mengerti" ucap Luo Ning.
"Mereka bertiga adalah anak dari yang mulia kaisar Feng, jadi dalam diri mereka telah mengalir darah bangsawan. Dan itulah yang aku rasakan darimu" kata tetua Liu Changhai.
"Yang tetua katakan memang benar, karena aku adalah putri kekaisaran Luo" jawab Luo Ning.
Mereka semua nampak terkejut mendengar Lio Ning menyebutkan identitas aslinya, mereka benar-benar tidak menyangka bahwa pasangan kakak seperguruan mereka adalah seorang putri kaisar, yang terkenal sangat hebat dan sangat kuat.
"Aku benar-benar tidak menyangka, ternyata kakak ipar adalah seorang putri dari kekaisaran yang sangat terkenal" ucap Lin Tian.
__ADS_1
"Hahahaha! Jangan berkata seperti itu, meskipun aku adalah putri seorang kaisar, tapi aku tetaplah manusia biasa seperti kalian" ujar Luo Ning.