
Meskipun tetua Liu Changhai dan Jin Feng Huang tidak mengerti maksud dari perkataan Lin Feng, tapi mereka masih bisa menebak bahwa orang yang sekarang menjadi lawan mereka bukanlah orang yang sembarangan, lalu mereka juga bisa mengambil kesimpulan bahwa, ada orang yang telah mengendalikan para monster dan Beast Spirit dihutan para monster.
"Lin Feng, bisakah kau menjelaskan seperti apa ciri-ciri monster yang kau temui itu?" tanya Jin Feng Huang.
"Untuk sekilas mereka memang terlihat seperti monster biasa, namun aura mereka sangat aneh dan sangat ganas, mungkin aku akan memakluminya kalau mereka adalah monster liar, tapi anehnya mereka sudah memiliki tuan, tapi aura mereka sama sekali tidak sama dengan orang yang menjadi tuan mereka" jawab Lin Feng menjelaskan.
"Yang lebih anehnya lagi, ketika aku membunuh monster tersebut, orang yang menjadi tuan mereka tidak mengalami apapun, hal tersebut seolah-olah menunjukkan bahwa antara monster dan orang yang menjadi tuannya tidak pernah terikat kontrak darah sama sekali, padahal menjinakkan monster tanpa kontrak darah adalah hal yang sangat mustahil" lanjutnya.
"Kalau begitu, berarti hanya ada satu jawaban untuk keanehan tersebut yaitu, para monster dan Beast Spirit tersebut telah dikendalikan oleh seseorang ataupun sekelompok orang" ucap Jin Feng Huang.
"Tapi bagaimana caranya? Bukankah mengendalikan monster tanpa kontrak darah adalah hal yang mustahil?" tanya Lin Feng penasaran.
"Itu tidak mustahil sama sekali, karena ada sebuah benda pusaka yang bisa mengendalikan monster ataupun Beast Spirit tanpa melakukan kontrak darah, nama pusaka tersebut adalah Bola Kristal Jiwa" jawab Jin Feng Huang.
Jin Feng Huang kemudian mengatakan kepada mereka berdua tentang Bola kristal jiwa, ratusan tahun yang lalu benua Biru pernah mengalami kekacauan karena serangan monster dan juga Beast Spirit liar, entah berapa banyak kerajaan dan desa-desa yang hancur karena serangan tersebut.
Bahkan saat itu benau Biru benar-benar hampir dihancurkan oleh para monster dan juga Beast Spirit, akan tetapi benua Biru akhirnya bisa terselamatkan karena kedatangan seorang kultivator misterius yang sangat-sangat kuat, ada yang mengatakan bahwa dia sudah mencapai ranah Supreme atau bahkan lebih tinggi lagi.
Kultivator misterius tersebut tidak datang sendirian, dia datang dengan Beast Spirit miliknya yang memiliki kekuatan yang sangat besar, menurut legenda, Beast Spirit kultivator tersebut adalah salah satu Beast Spirit misterius tipe penguasa, yaitu Beast Spirit Rusa Agung Tujuh Warna.
__ADS_1
Rusa Agung Tujuh Warna adalah panggilan yang dibuat oleh orang-orang benua biru, karena tanduk dari rusa tersebut memiliki banyak warna dan bercahaya seperti pelangi, sedangkan untuk nama Beast Spirit itu sendiri, tidak ada yang mengetahuinya. Lalu dengan kekuatannya, kultivator misterius tersebut menciptakan sebuah pusaka yang tidak lain adalah Bola Kristal Jiwa.
Bola Kristal Jiwa sendiri juga diciptakan menggunakan sebagian jiwa dari Rusa Agung Tujuh Warna, sehingga dengan pusaka tersebut, seluruh monster dan Beast Spirit berhasil di kurung di sebuah hutan, yang sekarang bernama hutan para monster.
"Tunggu, rusa agung tujuh warna? Kenapa ciri-cirinya sangat mirip dengan rusa yang aku temui waktu itu? Apa jangan-jangan dia adalah rusa agung tujuh warna itu?" batin Lin Feng.
Lin Feng nampak agak bingung mendengar cerita Jin Feng Huang, karena begitu banyak kesamaan antara Beast Spirit misterius yang ada di dalam cerita Jin Feng Huang dengan rusa yang ditemui oleh Lin Feng waktu itu, berbagai macam pertanyaan mulai muncul di benaknya, Lin Feng ingin sekali bertanya, tapi itu tidak mungkin, karena tidak akan ada yang bisa menjawabnya.
"Jika saja Huise sudah bangun, mungkin aku bisa menanyakan tentang rusa itu kepadanya" gumam Lin Feng.
"Pemimpin, lalu dimana Bola Kristal Jiwa tersebut?" tanya tetua Liu Changhai.
"Sudahlah, sekarang kalian berdua istirahat saja, aku juga akan langsung beristirahat karena besok aku akan kembali ke sekte" ucap Jin Feng Huang.
"Baik pemimpin!" jawab Lin Feng dan tetua Liu Changhai serempak.
Setelah itu, mereka bertiga langsung pergi dari aula singgasana dan kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat. Sesampainya di kamar, Lin Feng langsung duduk di atas tempat tidur dan mulai berkultivasi untuk menenangkan pikirannya.
***
__ADS_1
Keesokan harinya, Jin Feng Huang, Lin Tian dan permaisuri beserta anak-anaknya nampak sedang bersiap-siap untuk menuju ke sekte Phoenix Emas, meskipun awalnya mereka merasa keberatan dengan permintaan Feng Jing Quo, namun permaisuri dan anak-anaknya juga tidak bisa menolak hal tersebut, sebab untuk saat ini, mereka tidak bisa melakukan apa-apa dan jika mereka tetap berada di istana, mereka tentunya hanya akan menjadi beban untuk yang lainnya.
"Maaf karena aku harus meminta kalian untuk pergi ke sekte Phoenix Emas, tapi aku berjanji setelah masalah ini selesai, aku akan menjemput kalian di sana" ucap Feng Jing Quo.
"Tidak apa-apa suamiku, kami juga mengerti dengan keadaan yang terjadi sekarang, lagipula kami juga tidak bisa berbuat apa-apa sekarang" jawab Qing Xiu Yin.
"Terimakasih istriku" ujar Feng Jing Quo.
"Kalian bertiga jangan membuat masalah di sekte Phoenix Emas, ikuti perkataan Lin Tian, karena selama berada di sana dialah yang akan menjaga kalian" kata Feng Jing Quo.
"Baik ayah" jawab kedua pangeran dan putri serempak.
Setelah selesai berpamitan, tetua Liu Changhai kemudian memanggil elang es dan memintanya untuk membawa Jin Feng Huang beserta yang lainnya menuju ke sekte Phoenix Emas, untuk perjalanan kali ini, mereka sengaja tidak menggunakan kereta kuda, karena selain waktu yang sangat lama, perjalanan dengan kereta kuda juga sangat berbahaya.
Saat pertama kali melihat Beast Spirit tetua Liu Changhai, mereka semua sempat merasa kaget dan juga kagum di saat yang bersamaan, pasalnya Beast Spirit milik tetua Liu Changhai adalah salah satu Beast Spirit tipe burung yang paling banyak dicari oleh para kultivator, selain kekuatan esnya yang luar biasa, kecepatan terbang elang es juga lumayan cepat.
Setelah Jin Feng Huang dan yang lainnya naik keatas punggungnya, elang es kemudian melesat terbang meninggalkan istana dan juga ibukota kekaisaran menuju ke sekte Phoenix Emas, permaisuri dan anak-anaknya nampak merasa sangat senang, karena ini adalah pertama kalinya mereka terbang.
"Setelah sampai di sekte nanti, aku pasti akan langsung belajar dengan giat, karena aku ingin menjadi kultivator yang kuat agar bisa memiliki Beast Spirit seperti ini" ucap Feng Baojia.
__ADS_1
"Semangat anda sangat besar yang mulia pangeran, tapi itu saja tidaklah cukup, karena untuk menjadi kuat tidaklah mudah" jawab Jin Feng Huang.