Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-174. Lin Feng Vs Feng Hao Chen 3


__ADS_3

Lin Feng kemudian menebaskan pedangnya dengan sangat cepat ke arah Feng Hao Chen, namun sayangnya Feng Hao Chen berhasil menghindar, sehingga tebasan pedang Lin Feng hanya mengenai dinding istana. Lin Feng nampak kesal karena lagi-lagi serangannya berhasil dihindari oleh Feng Hao Chen, lalu dengan gerakan cepatnya, Lin Feng langsung menyusul Feng Hao Chen yang sekarang berlari ke arah halaman istana.


Tidak butuh waktu lama untuk Lin Feng bisa menyusul Feng Hao Chen, hanya dalam tiga tarikan nafas saja, Lin Feng sudah berhasil mendahului Feng Hao Chen dan berhenti di hadapannya, Feng Hao Chen yang kaget langsung menghentikan langkahnya, setelah itu Feng Hao Chen langsung melesat terbang di udara.


"Hahahaha! Kecepatan mu memang luar biasa, bahkan aku sampai tidak bisa mengimbanginya, tapi jika aku melayang di udara, kecepatan mu itu tidak akan ada artinya sama sekali" ucap Feng Hao Chen.


"Benarkah?" tanya Lin Feng sinis.


Hal yang tidak pernah Feng Hao Chen duga sama sekalipun terjadi, dipunggung Lin Feng tiba-tiba saja tumbuh sepasang sayap yang berwarna merah menyala seperti api, bahkan aura yang terpancar dari tubuh Lin Feng terasa sangat panas. Feng Hao Chen langsung mengerutkan alisnya saat melihat sepasang sayap Lin Feng, karena Feng Hao Chen sangat mengenali aura dan bentuk dari sayap tersebut.


"Kau!... Apakah kau yang telah mencuri Beast Spirit Phoenix Api yang ada di hutan para monster?!" tanya Feng Hao Chen kesal.


"Hutan para monster, apa jangan-jangan dia juga pernah ke hutan para monster?" batin Lin Feng.


"Karena kau diam saja, itu berarti memang kau yang sudah mencuri Beast Spirit tersebut!" ujar Feng Hao Chen semakin kesal.


"Mencuri atau tidaknya itu bukan urusanmu!" ucap Lin Feng kemudian melesat terbang ke arah Feng Hao Chen.


Feng Hao Chen yang sudah kesal karena perbuatan Lin Feng, kemudian mengeluarkan sebuah tombak dari cincin penyimpanannya, aura dan energi dari tombak tersebut terasa sangat besar dan juga aneh, yang menandakan bahwa tombak tersebut bukanlah senajata Spiritual biasa.

__ADS_1


Setelah itu, Feng Hao Chen langsung melesat ke arah Lin Feng dan langsung menyerangnya menggunakan tombak tersebut, seketika itu juga pertarungan sengit antara keduanya langsung pecah, dentingan suara tombak dan pedang yang beradu langsung mengiringi pertarungan sengit mereka berdua.


Gerakan mereka yang sangat cepat membuat mereka berdua seperti menghilang dari pandangan, yang terlihat hanyalah percikan api dari senjata mereka yang beradu, serta kilatan cahaya merah dan biru yang terus melesat kesana-kemari, sesekali juga terdengar seperti suara ledakan di udara, saat mereka berdua beradu pukulan.


Lin Feng terus mengayunkan pedangnya dengan sangat lincah, tidak ada celah sedikitpun yang terlihat dari gerakan pedang yang Lin Feng gunakan, begitu juga dengan Feng Hao Chen, yang menyerang Lin Feng dengan menggunakan tombaknya, bahkan Feng Hao Chen terlihat sangat mahir dalam menggunakan tombak.


Boom... Ledakan yang cukup besar kembali terjadi saat serangan mereka berdua beradu, Lin Feng nampak sedikit terpental karena efek dari ledakan tersebut, sementara Feng Hao Chen masih berdiri diam ditempatnya, bahkan Feng Hao Chen tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya.


"Meskipun kekuatanmu sudah meningkat, tapi kau masih belum bisa menandingi kekuatanku yang sesungguhnya!" ujar Feng Hao Chen.


Swush... Boom... Aura yang jauh lebih besar kembali meledak dari tubuh Feng Hao Chen dan lagi-lagi, aura tersebut berhasil menindas Lin Feng, meskipun tingkat kultivasinya telah meningkat drastis, tapi tetap saja, Lin Feng masih bisa merasakan tekanan intimidasi tersebut, karena tingkat kultivasinya masih berada di bawah Feng Hao Chen.


Lin Feng terus berusaha menahan tekanan tersebut dengan energinya, tapi tetap saja tekanan intimidasi dari aura Feng Hao Chen masih jauh lebih besar. Karena tidak bisa mengunakan energinya, Lin Feng kemudian melepaskan aura membunuhnya yang sangat besar, dengan harapan tekanan intimidasi tersebut akan berkurang.


Swush... Boom... Aura membunuh yang sangat besar meledak dari tubuh Lin Feng, bahkan aura membunuh tersebut sempat membuat Feng Hao Chen merasa kaget, karena Feng Hao Chen benar-benar tidak pernah menduga bahwa Lin Feng akan memiliki aura membunuh, bahkan sangat besar.


Cara Lin Feng untuk melindungi dirinya dari tekanan intimidasi aura Feng Hao Chen dengan menggunakan aura membunuhnya memang berhasil, walaupun tidak sepenuhnya menghilang, tapi tekanan yang menindas Lin Feng sudah jauh berkurang, bahkan sekarang Lin Feng tidak terlalu merasakan tekanan intimidasi tersebut.


"Aku kira penampilanmu yang seperti Assassin hanya sekedar penampilan saja, tapi siapa sangka, kau bahkan jauh lebih mengerikan daripada seorang Assassin" ucap Feng Hao Chen.

__ADS_1


"Aku memang bukan seorang Assassin, tapi aku adalah dewa kematian yang akan mencabut nyawamu!" ujar Lin Feng.


Feng Hao Chen tertawa lantang mendengar perkataan Lin Feng. "Hahahaha, jika kau adalah dewa kematian, maka aku adalah orang yang akan mencabut nyawamu yang merupakan dewa kematian!" ucapnya.


Lin Feng tidak lagi menjawab perkataan Feng Hao Chen dan langsung melesat ke arahnya, begitu juga dengan Feng Hao Chen yang langsung melesat ke arah Lin Feng, pertarungan sengit antara mereka berdua kembali terjadi, keduanya masih terus berusaha untuk saling mengalahkan satu sama lain.


Akan tetapi, Feng Hao Chen nampak masih bisa bertarung dengan tenang dan juga santai, seolah-olah Lin Feng bukanlah ancaman yang berarti untuknya, sementara Lin Feng malah nampak sangat serius dan sudah mengeluarkan semua kemampuannya dalam pertarungan tersebut.


***


Sementara itu, di ibukota kekaisaran. Pertarungan antara prajurit kekaisaran melawan para monster dan Beast Spirit sudah mencapai puncak, sejak awal pertarungan, para prajurit kekaisaran benar-benar sudah kewalahan menghadapi para monster dan Beast Spirit, lalu ditambah lagi dengan kedatangan para Assassin yang tentunya membuat mereka berhasil dikalahkan dengan mudah.


Banyak prajurit kekaisaran yang gugur dalam perang tersebut, adapun yang berhasil selamat juga tidak lepas dari cidera ataupun luka yang sangat parah, bahkan jendral utama Kekaisaran juga mendapatkan luka yang hampir saja merenggut nyawanya, beruntung jendral utama kekaisaran masih bisa diselamatkan oleh beberapa prajurit yang membawanya kabur.


"Kemenangan sudah berada di tangan kita, sekarang mari ke istana kekaisaran menemui yang mulia!" ujar ketua Organisasi Assassin.


"Baik ketua!" ujar para Assassin serempak.


Setelah itu, para Assassin bersama pasukan monster dan Beast Spirit langsung bergerak menuju istana kekaisaran, mereka semua nampak sangat senang karena telah berhasil memenangkan peperangan, bahkan mereka juga sudah merasa yakin bahwa Feng Hao Chen telah menyelesaikan tugasnya.

__ADS_1


"Ketua, sepertinya ada yang sedang bertarung di sana!" ucap salah seorang Assassin.


__ADS_2