Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-199. Di dalam dunia kuno 2


__ADS_3

Lin Feng menatap ular batu di hadapannya dengan tatapan tajam, dia benar-benar tidak menyangka bahwa kesialan langsung menimpa dirinya, padahal dia baru saja berada di dunia kuno selama beberapa jam dan sudah bertemu dengan sesuatu yang benar-benar mengerikan, yang jadi masalah adalah, ular batu tersebut bukanlah Beast Spirit.


Lin Feng menghela nafas panjang, kemudian mengeluarkan pedang kayu roh dari cincin penyimpanannya, karena sejak memasuki ibukota kekaisaran Luo, Lin Feng tidak lagi meletakkan pedang di punggungnya. Setelah itu, Lin Feng langsung melesat maju untuk menyerang ular batu tersebut, serangan Lin Feng memang mengenai ular batu tersebut, namun karena terbuat dari batu, serangan Lin Feng seperti tidak berefek apa-apa baginya.


"Sial, tubuhnya benar-benar terbuat dari batu yang keras" ucap Lin Feng kesal.


Ular batu mendesis dengan sangat keras, ia kemudian mengibaskan ekornya ke arah Lin Feng dengan sangat cepat, meskipun seluruh tubuhnya adalah batu, namun gerakan ular tersebut masih sangat gesit sama seperti gerakan ular lainnya.


Lin Feng langsung melompat untuk menghindari serangan ular tersebut, sehingga membuat pepohonan yang ada di sekita Lin Feng menjadi roboh, setelah itu, Lin Feng kembali melesat ke arah kepala ular batu tersebut, namun sayangnya ekor ular tersebut telah lebih dulu menghantam tubuh Lin Feng, hingga membuat Lin Feng terlempar cukup jauh.


Brak!... Lin Feng menabrak pohon di belakangnya sampai membuat pohon tersebut hancur, darah segar mengalir dari sudut bibir Lin Feng, seluruh tubuhnya benar-benar terasa sangat sakit, karena sebelumnya Lin Feng tidak mengenakkan jubah hitam pemberian Dewi Nuwa.


"Sial!... Tubuhku seperti dihantam oleh gunung" gumam Lin Feng.


"Tuan, ular batu di hadapan tuan sepertinya tidak memiliki energi, dia hanya menyerang dengan kekuatan fisiknya" ucap Huise.


"Yang kau katakan memang benar, tapi kenapa aura dari ular ini sangat mengerikan?" tanya Lin Feng.


"Tidak tuan, aura tersebut bukan berasal darinya, tapi dari batu permata yang tertanam di atas kepalanya" jawab Huise.


"Ternyata begitu, kalau begitu aku akan mencabut batu permata tersebut" ucap Lin Feng.

__ADS_1


Lin Feng yang sebelumnya hanya ingin bertarung dengan kekiatan fisiknya saja, terpaksa harus menggunakan energi Qi-nya, karena untuk menjangkau kepala ular batu raksasa tersebut, gerakan Lin Feng harus benar-benar sangat cepat, setidaknya Lin Feng harus menggunakan jurus langkah bayangan.


"Meskipun sangat beresiko menggunakan energi Qi di dunia ini, tapi aku tidak punya pilihan lain" gumam Lin Feng.


Ular batu tersebut kembali mendesis dan kemudian bergerak ke arah Lin Feng, gerakannya benar-benar sangat cepat dan sama sekali tidak terhambat dengan tubuhnya yang terbuat dari batu, Lin Feng mengambil ancang-ancang sambil menunggu momentum yang tepat untuk menggunakan jurus langkah bayangan.


Ketika jarak ular batu tersebut sudah agar dekat dengannya, Lin Feng langsung menghilang dari pandangan ular batu, dalam sekejap mata, Lin Feng langsung muncul kembali di atas kepala ular batu tersebut, namun tubuh Lin Feng langsung terasa sangat sakit, karena energi Qi-nya yang terkuras sangat banyak.


Lin Feng mencoba untuk tidak menghiraukan rasa sakit di tubuhnya, dengan menggunakan pedang kayu roh, Lin Feng langsung mencongkel batu permata berwarna merah yang ada di kepala ular tersebut, ular batu yang sebelumnya sedang bergerak mencari keberadaan Lin Feng, tiba-tiba saja berhenti dan langsung menggerakkan kepalanya untuk menjatuhkan Lin Feng.


Ular batu raksasa tersebut terus menggerakkan kepalanya dengan sangat cepat, bahkan ular batu tersebut sampai menghantamkan kepalanya sendiri ke pohon yang ada di sekitarnya untuk menjatuhkan Lin Feng, namun Lin Feng tetap bertahan sekuat tenaga, sambil terus berusaha mencongkel batu permata yang tertanam di atas kepala ular tersebut.


"Kenapa kau tidak diam saja ular sialan!" ujar Lin Feng kesal.


Lin Feng kemudian menghela nafas lega. "Akhirnya selesai juga" ucap Lin Feng.


"Huise, apa kau tau ini batu apa?" tanya Lin Feng.


"Jika aku tidak salah, batu permata itu adalah batu permata iblis, sama seperti namanya, batu permata tersebut mengandung Qi iblis yang cukup besar" jawab Huise.


"Kalau aku menyerap Qi iblis ini, apakah akan berdampak pada kultivasiku?" tanya Lin Feng.

__ADS_1


"Sebaiknya jangan tuan, meskipun tuan memiliki aura membunuh yang kuat, namun sebenarnya tubuh tuan dipenuhi oleh energi Qi yang berasal dari energi kehidupan, yang sangat berlawanan dengan Qi iblis" jawab Huise.


"Ternyata batu permata ini hanyalah sampah, tapi tidak ada salahnya jika aku simpan saja" gumam Lin Feng kemudian menyimpan batu permata iblis kedalam cincin penyimpanannya.


Setelah itu, Lin Feng kembali melanjutkan perjalanannya, namun langkahnya tiba-tiba saja terhenti, saat melihat di ada sebuah jalan menuju ke bawah tanah di tempat pertama kali dia bertemu dengan ular batu, Lin Feng mengangkat sudut bibirnya dan kemudian mengikuti jalan yang menuju ke bawah tanah tersebut.


"Semoga saja aku bisa menemukan sesuatu yang berharga di bawah sini" ucap Lin Feng pelan.


Setelah beberapa menit menuruni anak tangga, Lin Feng akhirnya sampai di sebuah ruangan yang sangat luas, tidak hanya itu saja, di ruangan yang luas tersebut juga terdapat beberapa pintu menuju ke ruangan lainnya, serta sebuah pintu besar yang masih tertutup dengan rapat.


Lin Feng kemudian berjalan mendekati pintu besar yang tertutup rapat tersebut, Lin Feng menyipitkan matanya saat melihat ukiran aneh yang menghiasi pintu besar tersebut, serta tulisan-tulisan aneh yang sama sekali tidak bisa dimengerti ataupun dibaca satu huruf pun oleh Lin Feng.


"Huise, apa kau bisa merasakan apa yang ada di dalam sana?" tanya Lin Feng.


"Tidak tuan, karena sepertinya ada penghalang pada pintu ini" jawab Huise.


"Penghalang?... Itu artinya aku tidak bisa masuk ke sana?" tanya Lin Feng.


"Belum tentu tuan, karena bisa saja ada kunci yang bisa membuka serta menghilangkan penghalang pada pintu ini" jawab Huise.


"Benar juga, sebaiknya aku memeriksa ruangan lain terlebih dahulu, siapa tahu ada petunjuk mengenai pintu besar ini dan apa yang ada di dalamnya" ucap Lin Feng.

__ADS_1


Setelah itu, Lin Feng langsung berjalan menuju ke ruangan yang ada di dekat pintu besar tersebut dan langsung memeriksanya, namun sayangnya di dalam ruangan tersebut sama sekali tidak ada apa-apa, melainkan hanya ruangan kosong saja, setelah itu Lin Feng langsung memeriksa ruangan yang lainnya.


__ADS_2