
Lin Hua hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Lin Feng, setelah itu, Lin Hua beranjak dari tempatnya berdiri, kemudian duduk di samping makam ayah Lin Feng.
"Ayahmu sebenarnya bukanlah sampah seperti yang diketahui oleh semua orang, melainkan seorang kultivator hebat dari benua Utara" ucap Lin Hua.
"Lalu, kenapa ayah bisa tidak bisa berkultivasi, atau ada seseorang yang mencelakai ayah?" tanya Lin Feng, yang semakin penasaran dengan sosok ayahnya.
Lin Hua kembali tersenyum pada Lin Feng, kemudian menceritakan semua tentang Yuan Long kepada Lin Feng.
***
Kekaisaran Yuan adalah kekaisaran terbesar yang ada di benua Utara, tidak hanya sekedar besar dari wilayah kekuasaannya, tapi juga besar dalam artian kekuatan tempurnya, bahkan kekaisaran Yuan pernah dijuluki sebagai kekaisaran terkuat di benua biru.
Di bawah kepemimpinan kaisar Yuan Chun Zhe, kekaisaran Yuan benar-benar sangat ditakuti dan disegani oleh semua kekaisaran yang ada di benua biru, karena kaisar Yuan Chun Zhe adalah kultivator yang hampir mencapai ranah Supreme Emperor.
Kekuatan kekaisaran Yuan bukan hanya karena keberadaan kaisar Yuan Chun Zhe saja, tapi juga karena keberadaan dua putra kaisar yang juga sangat hebat, mereka adalah Yuan Haochun dan Yuan Long, keduanya memang bersaudara, tapi hanya saudara satu ayah dan lain ibu.
Pangeran Yuan Long adalah putra kaisar dengan sang permaisuri, sementara pangeran Yuan Haochun adalah putra kaisar dengan selirnya. Meskipun di hadapan kaisar mereka sangat akrab dan benar-benar terlihat seperti saudara kandung, tapi di belakang kaisar semuanya berbeda.
Yang menyebabkan perbedaan itu adalah keberadaan pangeran Yuan Haochun yang merupakan putra dari seorang selir, yang haus akan kekuasaan dan tahta kekaisaran. Tapi sayangnya, pangeran Yuan Haochun tidak mungkin menjadi kaisar selanjutnya, karena dia bukanlah putra mahkota.
Setelah mengetahui bahwa yang akan menjadi kaisar selanjutnya adalah pangeran Yuan Long, pangeran Yuan Haochun merasa tidak terima, kemudian melakukan berbagai macam cara untuk membuat nama pangeran Yuan Long menjadi tercemar.
Setelah dua tahun berusaha, akhirnya rencana pangeran Yuan Haochun berhasil dan nama pangeran Yuan Long benar-benar hancur, karena di tuduh melakukan perbuatan keji dan menindas para warga dari beberapa desa yang berada di wilayah kekuasaan kekaisaran Yuan.
__ADS_1
Pada akhirnya, gelar pangeran mahkota dicabut dari pangeran Yuan Long, kemudian diberikan kepada pangeran Yuan Haochun. Meskipun begitu, pangeran Yuan Long tidak keberatan sama sekali, karena sejak awal pangeran Yuan Long memang memiliki sikap yang baik, bahkan pangeran Yuan Long menerima dengan sepenuh hati saat dia dijadikan sebagai komandan pasukan perang.
Tapi siapa sangka, dengan menjadi seorang komandan pasukan perang, nama pangeran Yuan Long justru makin tersebar luas, karena kehebatannya dan reputasinya yang tidak pernah mengalami kekalahan selama berperang, sampai akhirnya dia dijuluki sebagai Jendral Naga.
Sebagai seorang kaisar berikutnya, Yuan Haochun kembali tidak terima dengan semua keberhasilan pangeran Yuan Long, namun karena tidak ingin merusak nama baiknya, Yuan Haochun terpaksalah harus bersabar menunggu, sampai waktu pengangkatannya menjadi kaisar.
Penantian pangeran Yuan Haochun tidak berlangsung lama, karena setelah satu setengah tahun kemudian, kaisar Yuan Chun Zhe tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak, tidak ada seorangpun yang mengetahui dimana keberadaannya dan oleh sebab itu, pangeran Yuan Haochun akhirnya resmi menjadi kaisar berikutnya.
Setelah menjadi seorang kaisar, Yuan Haochun mulai terang-terangan menunjukkan sikap tidak sukanya kepada Yuan Long, dia bahkan sampai mengirim Yuan Long untuk pergi ke berbagai Medan perang dengan harapan Yuan Long akan mati. Tapi lagi-lagi, bukannya mati saat perang, nama pangeran Yuan Long justru semakin terkenal dan tidak pernah terkalahkan selama perang.
Hingga pada akhirnya, Yuan Haochun meracuni Yuan Long saat mereka tengah makan bersama sebagai dua orang saudara, racun yang diberikan oleh Yuan Haochun adalah racun yang sangat mematikan. Beruntungnya, racun tersebut berhasil dihilangkan oleh Yuan Long sendiri, tapi sebagai gantinya ia harus rela kehilangan kultivasinya.
Dan karena Yuan Long sudah tidak memiliki kultivasi lagi, Yuan Haochun yang telah menjadi kaisar, kemudian melepaskan jabatan Yuan Long sebagai seorang jendral perang, bahkan Yuan Haochun juga mengusirnya dari kekaisaran Yuan.
***
"Putraku, ayahmu sama sekali tidak pernah berharap agar kau membalaskan dendamnya, ayahmu hanya berharap, agar kau bisa tumbuh menjadi orang yang luar bisa dan selalu berjalan pada kebenaran" ucap Lin Hua menasehati, karena ia mengetahui apa yang dipikirkan Lin Feng saat ini.
"Ternyata ayahku bukanlah sampah, ternyata dia adalah pria yang sangat hebat" ujar Lin Feng.
"Tapi, kenapa ibu bisa jatuh hati kepada ayah yang saat itu tidak bisa berkultivasi lagi?" tanya Lin Feng.
"Yang membuat ibu jatuh hati kepada ayahmu, bukan karena gelar yang ia dapatkan, bukan juga karena nama besarnya sewaktu menjadi seorang jendral. Ibu jatuh hati pada ayahmu, karena kebaikan dan kelembutan hatinya yang sangat tulus" jawab Lin Hua.
__ADS_1
"Bahkan ibu sangat yakin, kelembutan dan kebaikan itu juga ada pada dirimu" ucap Lin Hua.
"Tidak ibu, aku tidak sama seperti ayah" ujar Lin Feng.
"Meskipun kau berkata begitu, tapi aku ini ibumu, ibu yang telah melahirkanmu, jadi ibu tahu semua tentang dirimu" ucap Lin Hua.
Lin Feng terdiam dan hanya membalas perkataan Lin Hua dengan senyuman, entah kenapa Lin Feng tiba-tiba merasa bersalah dalam hatinya, Lin Feng bahkan memikirkan apa yang akan terjadi, kalau Lin Hua mengetahui kebenaran tentang anaknya.
"Tenang saja ibu, aku pasti akan membuatmu bahagia, karena bagaimanapun juga, aku sekarang adalah anakmu" Lin Feng bergumam dalam hatinya.
Setelah selesai menceritakan semua tentang Yuan Long, Lin Hua kemudian mengajak Lin Feng untuk segera kembali, karena sebentar lagi, matahari akan segera terbenam.
"Ibu, apa ibu pernah terbang?" tanya Lin Feng.
"Jangan bercanda, meskipun ibu tidak bisa apa-apa sekarang. Tapi sebelumnya, ibu adalah kultivator yang handal" jawab Lin Hua.
"Baiklah, sebagai anak yang berbakti aku tidak mengizinkan ibu untuk pulang dengan berjalan kaki!" Lin Feng berseru dengan suara keras, kemudian mengeluarkan sepasang sayap di punggungnya, kemudian menggendong ibunya.
"Feng'er apa yang kau lakukan! Turunkan ibu sekarang juga!" ujar Lin Hua.
Lin Feng sama sekali tidak menghiraukan perkataan ibunya, ia kemudian melesat terbang dengan kecepatan sedang menuju ke wilayah keluarga Lin. "Maaf ibu, tapi untuk sementara waktu, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membuat ibu senang" ucap Lin Feng.
Lin Hua terdiam, lalu tersenyum lembut pada Lin Feng. "Terimakasih, putraku!"
__ADS_1