Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-132. Membunuh para pembunuh


__ADS_3

Jin Feng Huang baru saja menyelesaikan ucapannya, bahkan para tetua sekte masih memikirkan dan mempertimbangkan keinginan dari pemimpin sekte, yang ingin menjadikan Lin Feng sebagai tetua muda sekte Phoenix Emas, akan tetapi, Lin Feng sudah terlebih dahulu mengutarakan pendapatnya yang sangat tidak setuju dengan keputusan tersebut.


Alasannya sangat sederhana, yaitu Lin Feng tidak mau terikat dengan apapun, dia tetap ingin bebas menjelajahi benua biru tanpa memikirkan tanggung jawab apapun, lagipula, Lin Feng tidak ingin memikul beban yang berat sebagai seorang tetua sekte.


Dengan wajah cemberut dan sedikit kesal, Jin Feng Huang kemudian menanyakan alasan Lin Feng. "Lin Feng, kenapa kau tidak setuju dengan keinginanku?".


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin bebas dari tanggung jawab apapun," jawab Lin Feng santai.


"Pemimpin, mohon maafkan sikap lancang muridku, mungkin saja saat ini dia masih belum mengetahui maksud baik pemimpin sekte," ujar tetua Liu Changhai.


"Guru, bukannya aku tidak faham dan tidak mengerti dengan maksud dan keinginan pemimpin sekte, hanya saja, aku memang tidak ingin menjadi tetua sekte, masih banyak orang lain yang jauh lebih pantas dariku, selain itu, aku hanya seorang murid yang masih membutuhkan bimbingan dari guru dan tetua sekalian, bagaimana mungkin aku bisa menjadi tetua" ucap Lin Feng mengutarakan pendapatnya.


"Aku setuju dengan pendapat Lin Feng, tapi bukan berarti aku menolak keinginan pemimpin, bagaimanapun juga, Lin Feng masih sangat muda, mungkin tugas ini terlalu berat untuknya, kenapa kita tidak membiarkan Lin Feng menambah pengalamannya terlebih dahulu, saat dia siap nanti barulah kita mengangkatnya menjadi tetua sekte" ucap tetua Xiao Jian Zheng.


"Baiklah, kalau begitu aku setuju dengan pendapat tetua Xiao bagaimana dengan tetua lainnya?" tanya Jin Feng Huang.


"Kami juga setuju pemimpin" jawab tetua lainnya.


Tidak lama kemudian, seorang prajurit elit sekte Phoenix Emas datang menghampiri mereka semua, meskipun raut wajahnya nampak tenang dan biasa saja, namun Jin Feng Huang sudah bisa menebak bahwa ada masalah yang sedang terjadi.


"Maaf jika aku mengganggu pemimpin dan para tetua sekalian, kami menemukan seorang mata-mata di luar sekte dan sekarang beberapa prajurit sedang mengejarnya" ucap prajurit tersebut memberikan laporan.


"Apa kalian mengetahui siapa orangnya?" tanya Jin Feng Huang.

__ADS_1


"Tidak pemimpin, karena wajahnya di tutupi oleh topeng tengkorak berwarna emas" jawab prajurit tersebut.


"Asosiasi pembunuh bayaran, mereka pasti sudah mengetahui tentang kepulangan ku" ujar Lin Feng.


"Apa maksudmu?" tanya Jin Feng Huang.


"Anda tenang saja pemimpin, aku pasti akan menyelesaikan masalah ini dan membawa kepala mereka ke hadapan anda" jawab Lin Feng kemudiang menghilang begitu saja.


Jin Feng Huang nampak sangat bingung dan juga penasaran dengan masalah tersebut, namun sayangnya dia tidak bisa bertanya lebih jauh lagi, karena Lin Feng sudah pergi begitu saja, akan tetapi, Jin Feng Huang juga tidak bisa tenang, karena mau bagaimanapun juga, Asosiasi pembunuh bayaran sudah berani mengganggu muridnya.


Melihat kekhawatiran pemimpin sekte dan para tetua lainnya, tetua Liu Changhai kemudian menceritakan kepada mereka semua tentang masalah yang terjadi setahun yang lalu, dimana saat itu, keluarga Zhang berniat untuk membunuh Lin Feng dengan menyewa jasa Asosiasi pembunuh bayaran, akan tetapi, tetua Liu Changhai juga tidak mengerti kenapa sekarang mereka masih muncul, padahal keluarga Zhang sudah musnah.


"Meskipun kita tidak tahu tujuan mereka, tapi kita tidak bisa tinggal diam saja, Lin Feng adalah murid sekte Phoenix Emas dan kita harus melindunginya" ucap Jin Feng Huang.


"Kami mengerti pemimpin" jawab para tetua sekte.


***


Sementara itu, di kedalaman hutan yang berada tidak jauh dari sekte Phoenix Emas, pertarungan antara kelima prajurit elit dan beberapa pembunuh bayaran masih terus berlanjut, namun karena kalah dalam jumlah, kelima prajurit elit nampak mulai kewalahan menghadapi para pembunuh bayaran tersebut.


Bahkan kelima prajurit elit sekte Phoenix Emas sudah terluka cukup parah, akan tetapi mereka tetap berusaha sekuat tenaga untuk bisa bertahan, meskipun sangat sulit, namun tidak ada kata menyerah ataupun mengalah dalam diri mereka sekarang.


"Hahahaha, aku kalian semua hanya akan menjadi mainan untuk kami" ucap salah seorang pembunuh topeng emas.

__ADS_1


"Benarkah?!"


Pertarungan tiba-tiba saja terhenti saat mereka mendengarkan suara seseorang yang entah datang darimana, mereka semua nampak meningkatkan kewaspadaannya dan mencoba mencari darimana asal suara tersebut, bahkan kelima prajurit elit juga melakukan hal yang sama, karena mereka tidak tahu siapa yang datang, entah itu lawan atau kawan.


"Cepat tunjukkan dirimu, kenapa kau menggangu pertarungan kami?" tanya salah seorang pembunuh kesal.


"Aku tidak bermaksud mengganggu, tapi kalian sudah berani mengganggu ketenangan sekte Phoenix Emas, jadi aku terpaksa datang untuk mengambil nyawa kalian" jawab Lin Feng.


Mendengar kata sekte Phoenix Emas membuat kelima prajurit elit menghela nafas lega, meskipun mereka tidak mengetahui siapa yang datang, tapi setidaknya mereka mengetahui bahwa orang tersebut ada di pihak mereka.


Sedangkan para pembunuh bayaran, mereka semua benar-benar kebingungan dan mulai merasa khawatir, pasalnya mereka tidak bisa menemukan orang tersebut dimana pun, jangankan untuk menemukannya, bahkan mereka tidak bisa merasakan keberadaan auranya sedikitpun.


"Seberapa kuat orang ini sebenarnya, bahkan aku tidak bisa merasakan aura keberadaannya sedikitpun" gumam salah seorang pembunuh.


Lin Feng yang sedang berdiri di atas dahan pohon yang berada di dekat mereka, kemudian menarik pedang kayu roh yang ada di punggungnya, tanpa banyak bicara lagi, Lin Feng melesat dengan sangat cepat dan menebas kepala seorang pembunuh yang mengenakan topeng perunggu.


Melihat rekannya telah tewas dengan kepala terpenggal membuat pembunuh yang tersisa menjadi semakin khawatir, mereka benar-benar tidak bisa melihat dari mana datangnya serangan tersebut, yang lebih menyulitkan lagi adalah, mereka tidak bisa menemukan dimana keberadaan orang misterius yang menyerang mereka.


Setelah selesai memenggal kepala salah seorang dari mereka, Lin Feng kemudian kembali bergerak menggunakan jurus langkah bayangan dan langsung memenggal kepala pembunuh bayaran yang lainnya.


"Kalian menyebut diri kalian sebagai pembunuh bayaran, tapi kalian semua tidak ada ubahnya seperti seekor tikus yang sedang ketakutan" ucap Lin Feng.


"Diam kau, jangan hanya bisa bersembunyi di balik kegelapan" ujar salah seorang pembunuh topeng emas.

__ADS_1


"Bersembunyi dengan sangat baik dan membunuh secara diam-diam adalah dua hal yang sangat penting bagi seorang pembunuh bayaran ataupun Assassin, bahkan hal sepele seperti ini saja kalian tidak bisa mengetahuinya, bagaimana bisa kalian menyebut diri kalian adalah pembunuh bayaran" jawab Lin Feng.


Dengan tenang dan santai Lin Feng terus bergerak dan membunuh mereka satu persatu, gaya membunuh Lin Feng benar-benar menunjukkan bahwa dia adalah pembunuh yang sangat berpengalaman, bahkan korbannya tidak sempat mengetahui dari mana asal serangan yang membuat mereka terbunuh.


__ADS_2