
Semua orang benar-benar larut dalam rasa bingung mereka masing-masing, sebab dalam satu hari mereka semua telah mengalami kejadian-kejadian aneh yang sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh mereka, awalnya kedatangan ketiga pemimpin sekte besar bersama pasukan khususnya yang ingin menguasai sekte Phoenix Emas.
Lalu yang kedua dan yang tidak pernah mereka sangka sama sekali adalah pengkhianatan yang di lakukan oleh tetua Zhang Kaibo, setelah itu kedatangan raja kota bersama seluruh pasukannya yang kemudian di susul oleh Lin Jianheeng bersama pasukan keluarga Lin, setelah itu kedatangan Beast Spirit singa api abadi yang sangat melegenda dan sekarang Lin Feng yang mengaku sebagai raja pembunuh.
"Cih, apa yang kalian tunggu, habisi bocah itu sekarang juga!" ujar Zhang Jiangwu kesal.
Meskipun Zhang Jiangwu adalah seorang raja kota yang artinya mereka harus tunduk dan patuh pada perintahnya, namun tidak seorangpun dari mereka semua yang berani bergerak dari tempatnya, tidak ada seorangpun dari mereka yang berani untuk mengambil resiko dengan menyerang Lin Feng.
Mereka semuanya sudah melihat dengan mata kepala mereka sendiri dan semua itu terlihat dengan sangat jelas, bagaimana Lin Feng bisa menghabisi hampir seluruh pasukan Elit kerajaan hanya dalam hitungan detik, dan yang lebih parahnya lagi, mereka semua mati dalam keadaan kepala terpenggal.
"Sepertinya tidak ada seorangpun yang mau mendengarkanmu" ucap Lin Feng dengan santai.
"Sialan, kenapa kalian tidak mematuhi perintahku, jendral Zhang Hao, kau adalah tangan kananku kenapa kau diam saja dan tidak menyerang bocah itu sekarang juga!" ujar Zhang Jiangwu kesal.
"Maaf yang mulia, tapi aku tidak ingin mengambil resiko, yang mulai bisa melihat sendiri hampir semua pasukan elit kita telah tewas hanya dalam beberapa detik saja, jadi bagaimana mungkin ada yang berani maju untuk menyerangnya" jawab jendral Zhang Hao.
"Hahahaha sudahlah, lanjutkan saja urusan kalian, sepertinya kucing besar akan segera kembali jadi aku harus menanganinya lebih dulu" ucap Lin Feng kemudian menghilang dari tempat tersebut.
Semua orang tiba-tiba terdiam tanpa ada yang berbicara sedikitpun, mereka semua masih menatap sedikit debu yang beterbangan ditempat Lin Feng berdiri sebelumnya, mereka semua benar-benar bingung dan dalam diri mereka penuh dengan berbagai pertanyaan mengenai Lin Feng.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Du Fu Shi mulai membuka suara.
__ADS_1
"Apapun tujuan kalian itu urusan kalian, yang jelas urusanku datang kemari hanya untuk memerangi keluarga Zhang dan mengambil alih tahta kerajaan" ucap Lin Jianheeng.
Peperangan sekali lagi pecah di tempat tersebut antara keluarga Lin dan keluarga Zhang bersama prajurit kerajaan Zuanshi. Tidak hanya mereka saja, bahkan peperangan juga kembali terjadi antara ketiga sekte besar dan sekte Phoenix Emas, karena ketiga pemimpin sekte tersebut sama sekali tidak mau mengalah dengan sekte Phoenix Emas.
Ledakan-ledakan besar, suara dentingan senjata, teriakan-teriakan yang menyayat hati terus terdengar menggema mengiringi jalannya peperangan mereka, korban-korban akibat peperangan juga semakin bertambah, baik itu dari pihak ketiga sekte besar, sekte Phoenix Emas, keluarga Lin atau bahkan keluarga Zhang, semuanya korban bertambah semakin banyak seiring berjalannya waktu.
**
Sedangkan di tempat lain, Lin Feng masih berdiri dengan tenang di udara sambil kedua tangannya ia silangkan ke dadanya, sorot matanya yang tajam menatap ke arah singa api abadi yang masih terkapar di dalam kawah besar yang tercipta karena tubuhnya sendiri yang menabrak tanah dengan sangat keras.
"Kucing besar, apa kau tidak mau bangun?" tanya Lin Feng sinis.
"Jadi apa yang kau inginkan?" tanya Lin Feng.
"Tentu saja menghabisi dirimu, dan mencabik seluruh bagian tubuhmi sampai benar-benar tidak tersisa" jawah singa api abadi.
"Benarkah, kalau begitu tunggu apa lagi, coba lakukan sekarang juga" ucap Lin Feng.
Singa api abadi kemudian langsung bangkit dari dalam kawah, dan langsung melompat ke arah Lin Feng sambil mengayunkan cakar besarnya untuk menyerang Lin Feng, namun sayangnya, serangan cakar tersebut masih terasa sangat lamban bagi Lin Feng.
Singa api abadi sangat marah karena Lin Feng berhasil menghindari serangannya, kobaran api yang menjadi surai singa api abadi menjadi semakin membara dan semakin membesar, setiap cakar singa api abadi juga sudah muncul api yang sangat panas, bahkan sampai membakar tanah dan pepohonan yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
"Cih, tunggu apa lagi, serang aku sekarang juga" ucap Lin Feng menantang.
Beast Spirit singa api abadi malah menjadi semakin kesal dan semakin marah karena perkataan Lin Feng, singa api abadi kemudian menyemburkan bola api secara terus menerus dari dalam mulutnya untuk menyerang Lin Feng, namun lagi-lagi serangan tersebut sama sekali tidak berarti apa-apa bagi Lin Feng, bahkan Lin Feng berhasil menghindari semuanya tanpa kesulitan sedikitpun.
"Apa kau hanya bisa menghindar saja?" tanya singa api abadi kesal.
"Tentu saja tidak" jawab Lin Feng.
Lin Feng kemudian tiba-tiba menghilang dari pandangan singa api abadi dan sekali lagi, Lin Feng muncul di bekang singa api abadi. Namun kali ini, Lin Feng tidak berniat memutarnya seperti tadi lagi, akan tetapi Lin Feng berbuat untuk memotong ekor singa api abadi. Lin Feng kemudian mengangkat tangannya dan langsung mengayunkan pedang hitam ke arah ekor singa api abadi.
Akan tetapi harapan Lin Feng harus kandas karena ternyata tubuh singa api abadi sangatlah keras sehingga membuat bilah pedang hitam milik Lin Feng menjadi patah, Huise yang sedang menggunakan raga Lin Feng benar-benar tidak pernah menyangka bahwa dia akan melupakan sesuatu yang sangat penting.
Yang Huise lupakan adalah kulit singa api abadi sangatlah keras seperti kulit seekor naga, untuk melukainya tidak mungkin menggunakan senjata spirirtual yang biasa, ataupun senjata spirirtual yang merupakan tingkat rendah.
"Ya ampun, aku benar-benar lupa kalau kulit kucing ini sangat keras" gumam Lin Feng.
Singa api abadi yang menyadari keberadaan Lin Feng yang berada di belakangnya, kemudian langsung menghindar dan sedikit menjauh dari jangkauan Lin Feng dan kemudian melakukan serangan dengan bola-bola api yang terus dia hembuskan dari mulutnya.
"Hahahaha manusia bodoh, apa kau tidak tahu bahwa kulitku ini tidak bisa di lukai oleh sembarangan senjata, apa lagi oleh senjata mainan mu itu" ucap singa api abadi sambil terus menghembuskan bola-bola api ke arah Lin Feng.
"Aku akui ini memang kesalahanku, tapi jangan pernah berpikir bahwa kau akan bisa lolos dari ku" gumam Lin Feng.
__ADS_1