
Deg... Lin Feng yang sedang membantai para prajurit kekaisaran dengan sangat ganas, tiba-tiba saja berhenti ketika merasakan dadanya terasa sangat sesak dan sakit, seakan-akan baru saja ditimpa oleh sesuatu yang sangat besar dan berat, serta ditusuk oleh pedang yang sangat besar, bahkan Lin Feng merasakan jantungnya seolah berhenti untuk beberapa saat.
Slash...
Salah seorang prajurit memanfaatkan situasi Lin Feng yang sedang lengah, prajurit tersebut kemudian bermaksud untuk memenggal kepala Lin Feng, tapi Huise yang menyadarinya segera menghentikan prajurit tersebut. Namun ujung pedang prajurit tersebut tetap berhasil mengenai pipi Lin Feng, sehingga meninggalkan luka goresan yang tidak terlalu besar pada pipinya.
"Ada apa ini, perasaan apa yang aku rasakan tadi?" Lin Feng bertanya pada dirinya sendiri, karena tidak mengetahui apa yang baru saja terjadi padanya.
"Tuan!... Tuan!..." Huise mencoba menyadarkan Lin Feng dari lamunannya, sambil terus menghabisi prajurit kekaisaran yang mendekat ke arah Lin Feng.
Lin Feng langsung tersadar karena mendengar teriakan Huise, tapi pikirannya masih memikirkan perasaan aneh yang baru saja ia rasakan. Bahkan perasaan aneh tersebut sampai membuat Lin Feng tidak menyadari kalau pipinya telah terluka oleh tebasan pedang.
"Tuan, apakah ada sesuatu yang sedang tuan pikirkan?" tanya Huise melalui telepati.
"Entahlah Huise, aku juga tidak mengerti apa yang aku pikirkan saat ini!" jawab Lin Feng, kemudian menyerang kembali prajurit ibukota kekaisaran.
Setengah jam berlalu, ratusan prajurit ibukota kekaisaran yang diperintahkan untuk menangkap Lin Feng dan Huise hampir semuanya terbunuh. Yuan Haochun dan jendral kekaisaran menatap tidak percaya pada apa yang baru saja mereka saksikan, karena apa yang mereka lihat benar-benar terasa seperti mimpi.
Meski kekaisaran Yuan bukanlah kekaisaran terkuat di benua biru, tapi kekuatan kekaisaran Yuan juga tidak bisa dianggap remeh, karena kekuatan tempur setiap prajuritnya benar-benar sangat kuat. Tapi mereka semua berhasil dikalahkan dengan sangat mudah oleh seorang pria yang mengenakan armor dan mengaku sebagai Yuan Long, serta seekor serigala yang hanya berukuran sebesar seekor kuda.
Hal tersebut benar-benar membuat semua orang takut dan merasakan kengerian yang luar biasa, dalam pikiran mereka saat ini hanya ada satu hal, yaitu. Pria yang sedang menghadapi ratusan prajurit kekaisaran adalah Yuan Long, karena menurut mereka semua, hanya Yuan Long saja yang mampu mengalahkan semua prajurit kekaisaran dengan mudah, apa lagi dengan pedang dewa naga ditangannya.
"Yang mulia, kalau ini dibiarkan saja, maka kekuatan kekaisaran akan benar-benar menurun drastis" ucap sang jendral khawatir.
"Aku juga tahu itu, tapi aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa lagi" jawab Yuan Haochun.
__ADS_1
"Izinkan aku menghadapinya yang mulia" pinta sang jendral kekaisaran.
"Apa kau yakin?" Yuan Haochun meragukan kemampuan jenderalnya, karena mengetahui kekuatan Yuan Long yang sesungguhnya.
"Hamba yakin yang mulia!" jawab jendral dengan tegas.
"Baiklah, kalau begitu aku mengizinkanmu!" ucap Yuan Haochun.
Setelah mendapatkan izin dari Yuan Haochun, sang jendral kekaisaran kemudian mendekat ke tempat pertempuran, jendral kekaisaran bermaksud untuk menantang Yuan Long bertarung satu lawan satu. Meski menyadari bahwa dia bukanlah tandingan Yuan Long, tapi sang jendral hanya ingin mengurangi korban jiwa, meski harus menggantinya dengan nyawanya sendiri.
"Yuan Long! Aku menantang mu!" ujar sang jendral kekaisaran.
Pertempuran yang sedang terjadi seketika langsung berhenti karena suara jendral kekaisaran yang terdengar sangat lantang, Lin Feng serta Huise juga menghentikan serangannya, lalu saling berpandangan untuk beberapa saat, kemudian menganggukkan kepala mereka serempak, seolah-olah mereka berdua sudah mengerti apa yang ada dalam pikiran masing-masing.
Lin Feng sebenarnya bisa saja langsung menghabisi sang jendral, meski tanpa harus menerima tantangannya, tapi Lin Feng tidak mungkin melakukan hal itu, karena saat ini dia bukanlah Lin Feng, melainkan sedang menyamar menjadi ayahnya. Karena itulah, Lin Feng berusaha dengan keras agar tidak membunuh seperti biasanya, agar nama baik ayahnya tidak rusak sedikitpun.
"Terimakasih telah menerima tantangan ku, tapi sebelum itu aku ingin mengajukan permintaan" ucap sang jendral kekaisaran.
"Silahkan!" jawab Lin Feng singkat.
"Jika aku memang, maka kau harus berjanji untuk pergi meninggalkan ibukota kekaisaran dan jangan kembali lagi..." belum sempat sang jendral menyelesaikan perkataannya, Lin Feng sudah lebih dulu memotongnya.
"Dan bagaimana jika kau yang kalah?" tanya Lin Feng.
"Kau bisa membunuhku sebagai pelampiasan dendam!" jawab sang jendral.
__ADS_1
"Hahahaha! Aku menerima tantangan mu hanya untuk menghormati sikap mu yang benar-benar seperti seorang kesatria! Selebihnya, aku tidak bisa menjamin apa-apa, terlebih nyawa Yuan Haochun!" ucap Lin Feng.
"Aku mohon padamu, aku tahu kau adalah kesatria terhormat yang bergelar jendral naga, aku juga tahu kau adalah kultivator yang luar biasa, jadi aku mohon untuk memenuhi keinginan egois ku ini" sang jendral memohon dengan berlutut pada Lin Feng.
"Cihh, baiklah aku tidak akan membunuh mereka semua" ujar Lin Feng kesal.
"Terimakasih!" ucap sang jendral kekaisaran.
"Tapi aku akan tetap menyiksa Yuan Haochun" ucap Lin Feng dalam hatinya.
Sang jendral kekaisaran benar-benar sangat senang karena permintaannya telah dikabulkan, ia kemudian bersiap-siap untuk menyerang Lin Feng, begitu juga sebaliknya. Semua orang yang menyaksikan nampak sangat tegang, mereka juga berharap agar sang jendral bisa memenangkan duel tersebut, agar tidak ada lagi korban jiwa yang berjatuhan. Salah seorang prajurit kemudian mengambil kerikil kecil, lalu melemparnya ke udara, sebagai aba-aba untuk duel tersebut.
Tepat ketika kerikil tersebut jatuh ke tanah, Lin Feng langsung melesat dengan sangat kecepatan tinggi ke arah sang jendral kekaisaran, lalu menebaskan pedang dewa naga dengan sangat cepat. Gerakan Lin Feng benar-benar sangat cepat, sehingga hanya dalam sekejap mata, Lin Feng telah berada di belakang sang jendral, dengan pedang dewa naga yang mengarah ke depan.
Semua orang tercengang karena tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga beberapa saat kemudian, tubuh sang jendral tiba-tiba saja tumbang dan darah segar mengalir keluar dari tubuhnya. Semua orang terkejut karena tidak menyangka bahwa jendral kebanggaan mereka telah kalah dalam duel tersebut.
"Karena aku sudah berjanji padanya, maka aku tidak akan membunuhmu Yuan Haochun!" ujar Lin Feng, kemudian berjalan mendekati Yuan Haochun.
"Ka-kau, mau apa kau?" tanya Yuan Haochun, tubuhnya gemetar karena takut dengan tatapan tajam Lin Feng.
"Menurutmu?!" Lin Feng berkata sinis.
Lin Feng kemudian mengalirkan energi spiritualnya ke tangan kirinya, lalu menyerang Yuan Haochun pada bagian perutnya, untuk menghancurkan kultivasinya, tapi tangan Lin Feng tiba-tiba saja ditahan oleh seseorang yang tiba-tiba saja muncul di samping Yuan Haochun.
"Jangan sembarangan merusak nama anakku!" ucap pria tersebut.
__ADS_1