Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-283. Perang 7 (Kemunduran Yama)


__ADS_3

Pertarungan antara Lin Feng, Huise dan Lang Diyu melawan Yama berlangsung sangat lama, selama itu juga, langit tidak pernah berhenti bergemuruh, ledakan demi ledakan terus terjadi, aura yang sangat besar juga tidak henti-hentinya menggetarkan seluruh tempat pertarungan mereka.


Namun tidak ada seorangpun yang bisa menyaksikan pertarungan mereka, karena pertarungan mereka berlangsung di atas awan, serta gerakan mereka yang terlalu cepat, sehingga tidak mampu lagi untuk dilihat oleh mata, yang terlihat hanyalah kilatan cahaya serta percikan api yang terjadi karena serangan mereka.


"Ayah, kenapa pertarungan mereka sangat lama, apa jangan-jangan yang mulia Yama kesulitan menghadapi mereka bertiga?" tanya Qian Ling Chen.


"Apa yang kau bicarakan?! Tidak mungkin yang mulia Yama kesulitan, mungkin saja saat ini dia sedang bermain-main dengan mereka" jawab Qian Zhi Dao.


"Benar juga! tidak mungkin mereka mampu menyaingi yang mulia Yama" ujar Qian Ling Chen.


Meskipun mereka berdua berkata demikian dan merasa sangat yakin kalau Yama akan memenangkan pertarungan tersebut, tapi pada kenyataannya, Yama memang sedang kesulitan melawan mereka bertiga, dikarenakan kekuatannya yang masih belum pulih sepenuhnya.


Untuk bisa mengembalikan kekuatan Yama sepenuhnya, setidaknya membutuhkan ribuan nyawa manusia lagi untuk dijadikan sebagai santapannya, memang Yama tidak memakan manusia secara langsung, tapi Yama menyerap energi kehidupan dan tubuh manusia, dengan begitu kekuatannya akan terus bertambah kuat, seiring banyaknya manusia yang ia jadikan santapan.


***


Sementara itu, pertarungan antara Lin Feng dan kedua bawahannya melawan Yama semakin mendekati akhir, karena mereka semua sudah nampak mulai kelelahan dan masih belum ada satupun yang tumbang, terutama Lin Feng, yang kekuatannya masih sangat jauh bila dibandingkan dengan mereka bertiga.


"Tuan, anda kenapa?" tanya Huise khawatir.


"Aku tidak apa-apa Huise, mungkin hanya kelelahan saja" jawab Lin Feng.


"Kita harus segera mengakhiri semua ini, kalau tidak tuan bisa terluka parah" ucap Lang Diyu.


"Aku setuju!" ujar Huise.


Untuk sejenak pertarungan mereka tiba-tiba saja terhenti, mereka semua saling mengarahkan tatapan tajam dan penuh dengan aura membunuh, disaat yang bersamaan, mereka semua juga langsung bisa mengerti kondisi satu sama lain.


"Aku malu untuk mengakui semua ini, tapi aku benar-benar terdesak karena kalian bertiga" ucap Yama.


"Kalau begitu, sebaiknya kau diam saja dan biarkan aku membunuhmu!" ujar Lang Diyu.

__ADS_1


"Hahahaha! Jangan bercanda disaat-saat seperti ini, apa kau pikir kau bisa membunuhku?" tanya Yama sinis.


"Kenapa tidak?!" jawab Lang Diyu.


"Serigala berkepala tiga, kau memang peliharaan yang sangat hebat, tapi kau masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan peliharaan ku yang lain!" ujar Yama.


Yama kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas, lalu dari telapak tangannya muncul cahaya berwarna merah kehitaman, tidak lama kemudian, di atas Yama tiba-tiba saja muncul beberapa lingkaran sihir yang sangat besar.


Lingkaran-lingkaran sihir tersebut kemudian mengeluarkan cahaya yang cukup terang, lalu dari dalam lingkaran sihir tersebut muncul beberapa sosok yang sangat besar, kemunculan beberapa sosok tersebut berhasil membuat Huise dan Lin Feng kaget, sekaligus marah.


Bagaimana tidak, beberapa sosok tersebut tidak hanya dikenali oleh Huise, bahkan mereka semua sudah dianggap sebagai saudara oleh Huise, beberapa sosok tersebut tidak lain adalah Phoenix api ungu, Qilin api, Kura-kura besi, Monyet emas dan Ular biru, yang merupakan Beast penguasa, sama seperti Huise.


"Kalian semua! Aku benar-benar tidak menyangka kalau kalian sekarang malah menjadi peliharaan Yama!" ujar Huise kesal.


"Hahahaha! Serigala bintang, lama tidak bertemu, sepertinya derajat mu sebagai penguasa para Beast Spirit telah menurun" ucap Phoenix api ungu.


"Itu benar, bahkan kau terlihat sangat menyedihkan dibandingkan saat terakhir kali kita bertemu!" ujar Ular biru.


"Hahahaha! Jaga bicaramu serigala bintang, kau pikir kau siapa, dulu kau memang penguasa, tapi sekarang kau bukanlah apa-apa!" ujar Qilin api.


"Sudah cukup basa-basi kalian, habisi mereka bertiga sekarang juga!" kata Yama.


"Baik tuan!" jawab mereka semua serempak, kemudian bergerak maju untuk menyerang Lin Feng, Huise dan Lang Diyu.


***


Kemarahan atas pengkhianatan para Beast penguasa tersebut tidak hanya dirasakan oleh Lin Feng dan Huise saja, tapi juga dirasakan oleh Jin Zhan Shi, meskipun dia hanya bertugas menjaga pedang emas, tapi dia juga merupakan pengikut setia Dewi Nuwa.


Karena amarah yang sudah tidak terbendung lagi, Jin Zhan Shi kemudian merasuki tubuh Lin Feng dan memaksa kesadaran Lin Feng untuk bertukar tempat dengannya, meskipun begitu, Lin Feng tidak marah sama sekali, dia justru terlihat sangat senang karena Jin Zhan Shi mau membantunya.


"Maafkan aku tuan, tapi aku benar-benar tidak tahan melihat para hewan sialan itu" ucap Jin Zhan Shi.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Zhan Shi, lakukan apa yang ingin kau lakukan, lagipula aku sudah sangat lelah" ujar Lin Feng.


Meskipun Lin Feng berkata seperti itu dan terlihat senang karena Jin Zhan Shi mau membantunya, tapi entah kenapa hati Lin Feng merasa tidak senang sama sekali, bahkan dia merasa kecewa dengan dirinya sendiri.


"Lagi-lagi, aku hanya bergantung kepada mereka" gumam Lin Feng dalam hatinya.


***


Wushh... Aura yang sangat besar tiba-tiba saja meledak dari tubuh Lin Feng, yang menyebabkan terjadinya gelombang udara yang sangat besar, sehingga membuat para Beast Spirit penguasa terpental mundur.


Bersamaan dengan ledakan aura tersebut, tubuh Lin Feng juga nampak di selimuti oleh cahaya keemasan yang sangat terang, lalu cahaya yang sangat terang tersebut membentuk sebuah pedang yang sangat besar.


Yama dan ke-enam Beast penguasa yang telah menjadi bawahannya terlihat sangat terkejut saat melihat pedang tersebut, meskipun hanya terbentuk dari energi belaka, tapi mereka bisa mengenali pedang tersebut dengan sangat jelas.


"Sial! Bukankah itu pedang emas?!" tanya Phoenix api ungu.


"Gawat, aku harus segera pergi dari sini, kalau tidak aku akan benar-benar musnah sekarang" ucap Yama dalam hatinya.


Yama yang semula terlihat sangat percaya diri, langsung saja ketakutan saat melihat pedang tersebut, karena pedang tersebut bukanlah sekedar senjata spesial biasa, melainkan senjata yang mampu untuk membunuh para Dewa, begitu juga dengan para Beast penguasa.


Setelah itu, Yama tiba-tiba saja melesat terbang dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat tersebut, setelah cukup jauh, Yama tiba-tiba saja menghilang, begitu juga dengan para Beast penguasa, bahkan Qian Zhi Dao dan anaknya juga ikut lenyap dari tempat tersebut.


Lang Diyu nampak sangat kesal karena Jin Zhan Shi membiarkan mereka pergi begitu saja, meskipun tidak mengetahui siapa yang mengendalikan tubuh tuannya sekarang, tapi Lang Diyu mengetahui bahwa dia bisa mengalahkan mereka semua.


"Kenapa kau membiarkan mereka pergi begitu saja?!" tanya Lang Diyu kesal.


"Tidak apa-apa, karena memang sejak awal aku hanya ingin membuat mereka takut" jawab Jin Zhan Shi.


"Alasan macam apa itu? Seharusnya kita bisa mengalahkan mereka!" ujar Lang Diyu semakin kesal.


"Kau tidak mengerti apa-apa, mereka semua kabur bukan karena takut padaku, tapi karena takut pada pedang yang aku munculkan tadi, kekuatanku memang setara dengan para Beast penguasa, tapi mereka terlalu banyak, terlebih lagi kekuatan serigala bintang masih belum pulih sepenuhnya" jawab Jin Zhan Shi.

__ADS_1


"Jika kita tetap memaksa untuk bertarung, maka kita akan benar-benar kalah, yang terpenting sekarang kita sudah berhasil membuat mereka takut" lanjutnya.


__ADS_2