Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-362. Persiapan sebelum perang


__ADS_3

Lin Feng kemudian mengajak mereka semua masuk ke istana, karena ada sesuatu yang harus dia bicarakan dengan semua bawahannya, lalu setelah berada di dalam istana, Lin Feng langsung duduk di singgasananya dan seperti biasa, Huise selalu berdiri di samping singgasana Lin Feng, yang membuat Lang Diyu benar-benar iri dengannya.


Sampai saat ini, Zhu Lien dan Zhu Ling masih tidak bisa percaya jika Lin Feng adalah seorang raja, padahal mereka berpikir jika Lin Feng hanyalah pengembara biasa yang menjelajahi benua biru dengan bebas, tapi saat mereka melihat Lin Feng duduk di singgasana raja, mau tidak mau mereka berdua harus percaya jika Lin Feng adalah seorang raja.


"Huise" ucap Lin Feng.


"Baik tuan" jawab Huise yang tentunya sudah mengetahui apa yang harus dia lakukan.


"Saat ini, tuan telah memegang kunci untuk membuka gerbang hitam dan hanya tinggal menunggu beberapa bulan lagi sebelum kunci tersebut bisa digunakan. Jadi, sebelum waktu itu tiba, tuan ingin kalian semua mempersiapkan diri dari sekarang, karena tidak akan lama lagi, kita akan berperang dengan bangsa iblis!" ucap Huise menjelaskan keinginan Lin Feng.


"Lang Diyu, Du Fang Ren, bagaimana perkembangan pasukan kita?" tanya Huise.


"Tenang saja, pasukan kita bahkan sudah siap untuk berperang dengan bangsa iblis sekarang juga!" jawab Lang Diyu.


"Itu benar! Dan dalam beberapa bulan lagi, pasukan kita akan menjadi pasukan yang sangat luar biasa!" ujar Du Fang Ren menambahkan.


"Bagus! Lalu Yin Ouyang, apa kau sudah siap?" tanya Huise.


"Aku sudah siap tuan, hanya tinggal menunggu keputusan yang mulia" jawab Yin Ouyang.


"Kalian semua sudah melakukan pekerjaan dengan baik, tapi aku ingin kalian tetap melatih para pasukan seperti biasa" ucap Lin Feng pada Lang Diyu dan Du Fang Ren, "lalu Yin Ouyang, besok kita akan berangkat" lanjutnya.


"Baik tuan!"


"Baik yang mulia!"

__ADS_1


Setelah itu, Lang Diyu dan Du Fang Ren meminta izin kepada Lin Feng untuk menjalankan tugas mereka lagi, karena untuk saat ini, mereka berdua benar-benar tidak bisa bersantai, apalagi waktu yang mereka miliki sebelum berperang dengan bangsa iblis hanya tinggal beberapa bulan lagi, tentu saja mereka harus berusaha lebih keras untuk menciptakan pasukan yang sangat luar biasa untuk Lin Feng.


Sementara itu, Zhu Lien dan Zhu Ling masih nampak bingung dengan situasi yang mereka hadapi sekarang, mereka berdua juga tidak tahu harus berbuat apa dan situasinya saat ini benar-benar canggung untuk mereka berdua, terlebih setelah mengetahui jika Lin Feng adalah seorang raja, meski begitu, mereka berdua mencoba untuk tetap terlihat tenang, karena bagaimanapun juga, mereka berdua telah bertekad untuk mengikuti Lin Feng.


"Lin Feng, apa yang harus kami lakukan?" Zhu Lien memberanikan dirinya untuk bertanya.


"Untuk saat ini aku ingin kalian berdua meningkatkan kultivasi kalian, mengenai sumberdaya yang kalian butuhkan untuk meningkatkan kultivasi, Yin Ouyang akan memberikannya pada kalian berdua" jawab Lin Feng.


"Apa kau ingin kami berdua ikut berperang dengan bangsa iblis?" tanya Zhu Ling.


"Keputusan ada di tangan kalian sendiri, jadi kalian mau ikut atau tidak itu tergantung keputusan kalian sendiri dan aku tidak akan memaksa" jawab Lin Feng.


"Baiklah, kalau begitu kami akan ikut denganmu, karena sejak awal kami memang sudah memutuskan untuk ikut bersama mu" jawab Zhu Lien.


"Aku juga setuju!" ujar Zhu Ling.


"Tuan Yin Ouyang, kenapa ada dua singgasana di istana ini?" tanya Zhu Ling, ketika mereka telah pergi meninggalkan ruang tahta.


"Singgasana yang satunya adalah milik yang mulia ratu, tapi saat ini beliau sedang berlatih di dunia atas dan tidak bisa datang ke sini" jawab Yin Ouyang.


"Jadi Lin Feng sudah menikah?" tanya Zhu Lien kaget.


"Aku juga tidak tahu, tapi sepertinya yang mulia raja dan ratu masih belum menikah" jawab Yin Ouyang.


"Lalu, kenapa kau menyebutnya sebagai ratu?" tanya Zhu Ling bingung.

__ADS_1


"Tentu saja begitu, karena nona Luo adalah kekasih yang mulia dan setelah mereka menikah nanti, nona Luo akan menjadi ratu kami" jawab Yin Ouyang.


Zhu Lien yang sempat merasa kecewa setelah mendengar perkataan Yin Ouyang tentang Luo Ning, akhirnya bisa menghela nafas lega setelah mengetahui jika Lin Feng dan Luo Ning masih belum menikah, meski Zhu Lien sudah mengetahui jika mereka berdua adalah sepasang kekasih, tapi bukan tidak mungkin baginya untuk merebut hati Lin Feng dan bisa saja Lin Feng juga tertarik padanya.


"Sepertinya aku masih punya kesempatan untuk mendekati Lin Feng" Zhu Lien bergumam dalam hatinya.


Tidak lama kemudian, mereka bertiga sampai di salah satu kamar yang ada di istana tersebut, Yin Ouyang kemudian mempersilahkan mereka berdua untuk masuk ke dalam kamar, agar mereka bisa melihat kamar yang akan mereka tempati dan jika mereka tidak suka, maka mereka bisa memilih kamar lainnya.


"Terimakasih tuan Yin Ouyang, kami menyukai kamar ini" ucap Zhu Ling yang langsung merebahkan dirinya di tempat tidur.


Tentu saja mereka suka dengan kamar tersebut, karena selain ukurannya yang sangat besar, kamar tersebut juga sangat megah, bahkan kamar mereka yang dulu tidak bisa disamakan dengan kamar yang ada di istana tersebut.


"Syukurlah jika nona berdua menyukainya, kalau begitu aku akan pergi ke gudang harta untuk mengambil beberapa sumberdaya untuk nona berdua" jawab Yin Ouyang, kemudian meninggalkan mereka berdua.


Dua puluh menit kemudian, Yin Ouyang datang lagi menemui mereka berdua, lalu menyerahkan dua cincin penyimpanan yang telah di isi dengan sumberdaya yang sangat banyak untuk mereka berdua. Setelah itu, Yin Ouyang pergi meninggalkan mereka berdua dan kembali ke ruang tahta untuk menemui Lin Feng.


Setelah Yin Ouyang pergi, mereka berdua langsung memeriksa isi cincin penyimpanan tersebut dan betapa terkejutnya mereka, ketika melihat semua sumberdaya di dalam cincin penyimpanan tersebut adalah sumberdaya tingkat tinggi, bahkan ada beberapa sumberdaya langka yang sangat sulit di temukan di dunia atas.


"I-ini..." Zhu Ling tidak bisa berkata apa-apa, dia benar-benar tidak menyangka jika akan mendapatkan sumberdaya terbaik yang sangat banyak, begitu juga dengan sang kakak, Zhu Lien.


Di ruang tahta.


"Yin Ouyang, apa kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" tanya Lin Feng.


"Hamba sudah melakukan semuanya yang mulia" jawab Yin Ouyang.

__ADS_1


"Bagus, kalau begitu bersiap-siaplah karena besok kita akan berangkat mencari kristal sembilan surga yang ke-dua" ucap Lin Feng.


"Baik yang mulia!" jawab Yin Ouyang.


__ADS_2