
Lin Feng benar-benar sangat kesal melihat hal tersebut, bahkan Lin Feng mencoba untuk menyusul monster tersebut ke dasar laut, tapi tindakannya segera dihentikan oleh Huise, karena Lin Feng tidak akan pernah menang jika melawan monster tersebut di dalam laut.
Setelah menghindari serangan Lin Feng dan Huise, monster tersebut tidak pernah muncul lagi kepermukaan, bahkan Lin Feng sampai menunggu selama berjam-jam, tapi monster tersebut tetap tidak menampakkan wujudnya lagi, bahkan energi aneh yang sebelumnya juga menghilang begitu saja.
Karena tidak ada lagi tanda-tanda akan kemunculan monster tersebut, Lin Feng kemudian kembali ke kapal, lalu mereka memutuskan untuk segera kembali ke dermaga dan menunggu kemunculan monster tersebut di sana.
Kembalinya kapal nelayan yang ditumpangi oleh Lin Feng dan Huise membuat semua orang yang berada di dermaga terheran-heran, mereka nampak tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan, karena untuk pertama kalinya ada kapal yang kembali dengan selamat setelah berada di tengah laut untuk waktu yang cukup lama.
Sebelumnya, ketika mereka mendengar suara ledakan serta suara raungan monster tersebut, semua orang yang ada di sana langsung memikirkan hal yang sama, yaitu Lin Feng dan Huise serta nelayan yang mengantar mereka ke tengah laut pasti sudah dihancurkan oleh monster itu.
Tapi apa yang terjadi sekarang benar-benar sangat membingungkan, karena mereka bertiga berhasil kembali dengan selamat, bahkan kapal yang mereka tumpangi tidak mendapatkan lecet sedikitpun. Berbagai macam pertanyaan langsung muncul dalam benak semua orang, tapi tidak ada satupun yang berani untuk bertanya.
"Tuan, jika kalian ingin menghadapi monster itu lagi, jangan segan-segan untuk menemui ku dan aku pasti akan membawa kalian ke sana" ucap nelayan pemilik kapal, ketika mereka telah berlabuh di dermaga.
"Apa anda yakin? Bukankah tuan sudah melihat sendiri seperti apa monster itu? Apa tuan tidak takut?" tanya Lin Feng.
"Yang tuan katakan memang benar, aku bahkan benar-benar takut saat melihat monster tersebut, tapi setelah melihat tuan menghadapinya, aku sangat yakin bahwa hanya tuan berdua yang bisa mengalahkannya" jawab nelayan pemilik kapal.
"Terimakasih tuan, kalau begitu aku akan menemui tuan nanti" ucap Lin Feng, kemudian pergi meninggalkan dermaga.
"Tunggu tuan..." ujar nelayan tersebut menghentikan langkah Lin Feng dan Huise.
"Tuan, namaku adalah Qiao Chen, jika tuan berkenan, maukah tuan datang ke rumahku?" nelayan tersebut memperkenalkan dirinya, lalu mengajak Lin Feng dan Huise untuk datang ke rumahnya.
__ADS_1
"Apa tuan tidak keberatan?" tanya Lin Feng.
"Tentu saja tidak tuan, justru aku akan sangat senang jika tuan berdua berkenan datang ke rumahku" jawab Qiao Chen.
"Baiklah tuan, kalau begitu kami akan datang ke rumah tuan dan perkenalkan, namaku adalah Lin Feng" ucap Lin Feng kemudian memperkenalkan dirinya.
Orang-orang yang ada di dermaga hanya bisa mendengarkan percakapan mereka, lalu dari percakapan tersebut mereka bisa menyimpulkan bahwa, pemuda bernama Lin Feng itu telah bertarung secara langsung dengan monster tersebut dan itu adalah satu-satunya alasan, yang menyebabkan terjadinya ledakan-ledakan besar dari arah tengah laut.
Mereka yang sebelumnya telah meremehkan dan mengatakan hal-hal yang tidak baik tentang Lin Feng, hanya bisa menundukkan kepalanya karena malu, mereka bahkan tidak pernah menyangka bahwa orang yang mereka rendahkan dan yang mereka pikir akan mati, justru adalah orang yang berkemungkinan besar untuk menyelamatkan kota mereka.
***
Setelah itu, Qiao Chen langsung mengajak Lin Feng dan Huise untuk pergi ke rumahnya. Rumah Qiao Chen sendiri terletak di sudut kota, seolah-olah dia adalah orang yang terasingkan dari kota tersebut, bahkan kondisi rumah Qiao Chen bisa dikatakan cukup mengkhawatirkan.
"Tuan Qiao Chen, sebenarnya aku masih muda, sangat tidak pantas rasanya jika tuan memanggilku begitu" ucap Lin Feng, kemudian membuka penutup wajahnya.
Qiao Chen cukup terkejut ketika melihat wajah Lin Feng yang masih sangat muda, padahal sebelumnya, Qiao Chen berpikir bahwa Lin Feng adalah pria seumurannya.
"Kalau begitu, sebaiknya nak Lin Feng jangan memanggilku tuan, karena aku bukanlah raja ataupun bangsawan" ucap Qiao Chen.
"Baiklah, jika tuan berkenan, maka izinkan aku memanggil tuan dengan sebutan paman." ujar Lin Feng.
Setelah saling mengakrabkan diri satu sama lain, Qiao Chen kemudian berpamitan kepada Lin Feng dan Huise, karena dia harus segera pergi ke kota untuk membeli beberapa bahan makanan.
__ADS_1
***
Ketika Qiao Chen kembali kerumahnya, Lin Feng langsung meminta bahan makanan yang dibeli oleh Qiao Chen, kemudian memasak makanan untuk mereka bertiga. Awalnya Qiao Chen agak keberatan, karena Lin Feng adalah tamu dirumahnya, tapi setelah dijelaskan oleh Huise, Qiao Chen akhirnya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Ternyata seorang pendekar hebat sepertinya juga bisa melakukan pekerjaan seperti ini" ucap Qiao Chen.
Setelah setengah jam menunggu, Lin Feng akhirnya menghampiri mereka dengan membawa beberapa jenis hidangan di tangannya, karena Qiao Chen hanya membeli beberapa ikan, jadi Lin Feng hanya bisa membuat beberapa masakan dari ikan-ikan yang dibeli oleh Qiao Chen.
"Silahkan dinikmati" ucap Lin Feng, sambil meletakkan makanan tersebut di atas meja.
Qiao Chen nampak mengerutkan alisnya karena merasa asing dengan makanan yang dihidangkan oleh Lin Feng, tapi Qiao Chen juga tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya terhadap makanan tersebut, karena dari baunya saja sudah terasa sangat enak.
Makanan yang disajikan oleh Lin Feng adalah makanan yang berasal dari bumi, meskipun nama dan bentuk dari setiap bumbu yang ada di dunia tersebut berbeda, tapi pada dasarnya kegunaannya tetaplah sama seperti bumbu masakan yang ada di bumi.
"I-ini sangat lezat!... Bahkan aku belum pernah memakan makanan seperti dan selezat ini sebelumnya!" ujar Qiao Chen, ketika mencicipi makanan yang dibuat oleh Lin Feng.
"Syukurlah kalau paman menyukainya, kalau begitu tunggu apa lagi" ucap Xiao Lang.
Mereka lalu menyantap makanan yang dibuatkan oleh Lin Feng dengan lahap, bahkan mereka tidak menyisakan makanan tersebut sedikitpun. Setelah selesai makan, mereka bertiga kemudian duduk di halaman rumah Qiao Chen, sambil membahas monster yang baru saja mereka hadapi.
"Paman, maaf karena aku sangat lancang bertanya seperti ini. Tapi, apa keluarga paman..." Lin Feng lebih memilih untuk tidak melanjutkan pertanyaannya, karena melihat raut wajah Qiao Chen yang berubah.
"Itu memang benar, anak dan istriku mati karena monster itu, ketika itu mereka sedang pergi berlayar menuju ke benua Utara bersama kapal seorang bangsawan, padahal aku sudah melarang mereka karena rumor monster yang beredar, tapi mereka tidak menghiraukan larangan ku dan tetap pergi bersama kapal itu"
__ADS_1
Qiao Chen bercerita dengan rasa penyesalan yang sangat besar, karena tidak berhasil menyelamatkan anak dan juga istrinya saat itu.