
Tanpa dijelaskan lebih panjang lagi, tentunya mereka semua yang ada di ruangan tersebut sudah bisa mengerti dengan maksud Lin Feng, selain itu, Li Haochun juga mengerti bahwa sekarang tentunya Lin Feng masih ingin bebas, terlebih lagi usia Lin Feng sekarang masih sangat muda untuk menyandang tanggungjawab sebagai seorang pengawal pribadi.
Namun Li Haochun tetap mengingatkan kepada Lin Feng, jika suatu saat nanti Lin Feng masih tertarik untuk bekerja padanya, maka Lin Feng bisa datang lagi ke kota Jiesi untuk menemuinya dan Li Haochun berjanji akan menjadikan Lin Feng sebagai jendral di kerajaannya, pernyataan Li Haochun tentunya membuat semua orang kaget, bahkan ada beberapa orang yang merasa tidak senang dengan pernyataan tersebut.
"Yang mulia, apa anda tidak terlalu berlebihan?, lagipula, siapa yang akan menerima bahwa jendral mereka adalah anak muda seperti dia!" ujar jendral utama.
"Jendral apa yang kau katakan, Lin Feng adalah orang yang telah menyelamatkan anakku, tentu saja aku harus membalaskan budi baiknya tersebut" jawab Li Haochun.
"Hamba tidak mempermasalahkan hal itu yang mulia, yang menjadi masalah adalah kenapa harus menjanjikan posisi jendral kepadanya, seharusnya dengan menjadi prajurit kerajaan saja sudah merupakan anugerah untuk pemuda seperti dia!" ucap jendral utama kesal.
"Yang mulia raja, aku sama sekali tidak berminat untuk menjadi seorang jendral, bukankah sudah aku katakan bahwa aku ingin bebas tanpa terikat dengan apapun" ujar Lin Feng.
"Bagus kalau kau masih tahu diri, lagipula kau bukan siapa-siapa selain orang asing di tempat ini" ujar jendral utama.
Lin Feng tidak menjawab lagi perkataan jendral utama kerajaan, bukan karena Lin Feng merasa takut kepadanya, hanya saja, Lin Feng tidak ingin menyebabkan masalah untuk saat ini, karena sekarang, Lin Feng masih ingin berada di kota Jiesi untuk membuat pedang dari kayu roh yang telah ia dapatkan. Selain itu, Lin Feng masih harus menyelamatkan kota tersebut dari amcaman para monster.
Jika saja Lin Feng adalah orang yang pendendam dan tidak peduli dengan masalah orang lain, mungkin Lin Feng sudah pergi saat ini juga, namun sekejam dan sesadis apapun Lin Feng saat membunuh, Lin Feng tetaplah manusia biasa yang masih memikirkan orang-orang yang tidak bersalah, Lin Feng juga tidak mungkin mengorbankan banyak nyawa hanya karena kesalahan satu orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.
Karena sudah tidak ada lagi yang bisa dibicarakan di aula singgasana, Lin Feng kemudian berpamitan kepada Li Haochun dan yang lainnya, karena sekarang Lin Feng harus pergi mencari tempat pembuatan senjata, sebelum Lin Feng pergi, Li Haochun sempat menawarkan untuk membuat senjata khusus seperti yang Lin Feng inginkan, namun dengan cepat Lin Feng menolak tawaran dari Li Haochun tersebut.
__ADS_1
"Sungguh pemuda yang sangat unik, dia sama sekali tidak mau menerima bantuan dari orang lain, jujur saja, aku sangat menyukai sifat pemuda ini" gumam Li Haochun.
Tidak lama setelah Lin Feng pergi meninggalkan istana, para patriark keluarga bangsawan yang ada di kota Jiesi juga meminta izin untuk pergi dan kembali ke wilayah keluarga mereka masing-masing, sementara Huang Zhong dan anaknya langsung menyusul Lin Feng, tujuannya adalah untuk mendapatkan perhatian Lin Feng.
Sebelumnya, setelah kembali ke kota dan ke wilayah keluarga Huang, Huang Rong langsung menceritakan kepada ayahnya bahwa dia sudah menemukan pria yang tepat untuk menjadi pasangannya nanti, pria yang dimaksud oleh Huang Rong adalah Lin Feng, meskipun sebelumnya Lin Feng sudah terang-terangan menolak Huang Rong dengan sikapnya, namun Huang Rong masih tidak ingin menyerah begitu saja.
Huang Zhong sendiri awalnya tidak ingin menuruti keinginan anaknya tersebut, sebab Huang Zhong masih belum mengetahui asal usul Lin Feng, entah Lin Feng berasal dari keluarga terpandang atau hanya berasal dari keluarga biasa-biasa saja. Namun, setelah bertemu langsung dan mendengarkan cerita Lin Feng, Huang Zhong langsung menjadi tertarik dengan Lin Feng, karena Lin Feng adalah pemuda yang sangat kuat.
**
Setelah meninggalkan istana, Lin Feng langsung menuju ke tempat pandai besi yang sebelumnya sudah di tunjukkan oleh Li Haochun ketika di istana, sesampainya di tempat pandai besi, Lin Feng cukup kaget ketika melihat tempat tersebut cukup mewah untuk tempat membuat senjata dan perisai, serta perlengkapan perang yang lainnya.
"Aku ingin membuat pedang" jawab Lin Feng.
"Baiklah, kalau begitu mari ikuti aku tuan" ajak perempuan tersebut.
Lin Feng kemudian mengikuti perempuan penjaga toko menuju ke ruangan khusus untuk membuat senjata dan yang lainnya, yang berada di bawah tanah. Setelah berada di ruangan khusus untuk membuat senjata dan yang lainnya, perempuan yang menjaga toko langsung mengajak Lin Feng untuk menemui pemilik tempat tersebut.
"Tuan ada seseorang yang ingin membuat senjata" ucap perempuan tersebut.
__ADS_1
"Baiklah, sisanya serahkan padaku dan kau bisa kembali sekarang" ujar pemilik tempat tersebut.
"Orang-orang di kota ini biasanya memanggilku dengan sebutan tuan Hao, jadi senjata seperti apa yang ingin kau buat?" tanya tuan Hao pada Lin Feng.
"Aku ingin membuat pedang, untuk bahannya sudah aku sediakan" jawab Lin Feng.
"Baiklah, pedang seperti apa yang ingin kau buat?" tanya tuan Hao
Lin Feng kemudian meminta selembar kertas dan kuas kepada tuan Bao, setelah itu, Lin Feng langsung menggambarkan seperti apa pedang yang dia inginkan, pedang yang digambarkan oleh Lin Feng adalah pedang yang sama seperti yang dia gunakan sewaktu masih di bumi, pedang tersebut adalah pedang yang sama seperti pedang katana, hanya saja bilah pedang tersebut tidak bengkok seperti katana melainkan lurus.
Setelah menyelesaikan gambar pedang yang dia inginkan, Lin Feng kemudian menyerahkan gambar tersebut kepada tuan Hao. Lalu, Lin Feng menjelaskan kepada tuan Hao untuk membuat pedang tersebut tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, lebar bilahnya haruslah selebar tiga jari, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang.
"Pedang yang kau inginkan sangat aneh, ini adalah pertama kalinya aku melihat bentuk pedang seperti ini" ucap tuan Hao.
"Jadi, apa tuan Hao bisa membuatnya?" tanya Lin Feng.
"Hahahaha apa yang kau katakan anak muda, jika tuan Hao ini tidak bisa membuat pedang yang kau inginkan, maka tidak akan ada lagi pandai besi lain yang bisa membuatnya" jawab tuan Hao.
"Jadi, mana bahan yang kau bicarakan?" tanya tuan Hao.
__ADS_1
"Ini bahannya" jawab Lin Feng kemudian mengeluarkan dahan pohon roh dari cincin penyimpanannya.