Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-188. Keteguhan hati Lin Feng 2


__ADS_3

Lin Feng berjalan cukup lama mengikuti jalan yang menuju entah kemana, rasa lelah, letih, haus dan juga lapar mulai Lin Feng rasakan, perasaan aneh juga mulai merasuki dirinya, keyakinannya mulai terganggu, berbagai macam pertanyaan yang membuat dirinya merasa ragu juga mulai memenuhi pikirannya.


"Sebenarnya aku akan pergi kemana?"


"Apa yang aku lakukan di tempat ini?"


"Kenapa aku harus melakukan semua ini?"


"Siapa aku sebenarnya?"


Semakin jauh Lin Feng berjalan, semakin kuat pula rasa ragu di hatinya, namun entah kenapa kaki Lin Feng seolah-olah tidak mau berhenti berjalan, padahal kakinya sudah terasa sangat sakit, langkahnya terasa sangat berat, tubuhnya gemetaran karena tenaga yang semakin terkuras.


Tidak lama kemudian, di sisi kiri dan kanan jalan yang dilalui oleh Lin Feng, tiba-tiba saja muncul orang-orang yang dikenalinya, seperti tetua Liu Changhai dan semua murid-murid sekte, bahkan anggota keluarga Lin juga ada di sana, mereka semua tersenyum ke arah Lin Feng sambil mengulurkan tangannya.


"Feng'er, jika kau tidak sanggup berjalan lagi, maka raihlah tangan guru mu ini" ucap tetua Liu Changhai.


"Tuan muda, raihlah tangan ku dan aku akan membawa tuan muda pulang" ucap salah seorang anggota keluarga Lin.


Mereka semua terus meminta Lin Feng untuk meraih tangan mereka, sambil mengatakan bahwa mereka semua akan membawa Lin Feng pulang, bahkan diantara mereka juga ada yang menawarkan minuman serta makanan kepada Lin Feng, perasaan Lin Feng menjadi semakin ragu, rasa lelah benar-benar membuatnya ingin sekali berhenti untuk beristirahat.


Tapi lagi-lagi, kakinya tetap melangkah dan tidak mau berhenti, Lin Feng akhirnya terus berjalan melewati mereka semua dengan hati yang bimbang, namun setelah beberapa langkah melewati mereka semua, ibu Lin Feng tiba-tiba saja muncul di pinggir jalan sebelah kanan, tidak hanya ibunya saja, bahkan kakek dan kedua pamannya juga ada di sana.


"Feng'er, kau sepertinya sudah lelah berjalan, berhentilah sebentar dan beristirahat di pangkuan ibu, dengan begitu rasa lelah mu akan segera menghilang" ucap Lin Hua.


"Cucuku, kemarilah, kakek membawakan makanan untukmu" ucap Lin Jianheeng.

__ADS_1


"Feng'er, paman juga membawakan sesuatu untukmu, kemari dan istirahatlah sebentar" ucap Lin Duan.


"Benar Feng'er, kemarilah" ujar Lin Dian.


Langkah kaki Lin Feng tiba-tiba saja terhenti, ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah ibu, kakek dan kedua pamannya, untuk sejenak Lin Feng benar-benar merasa senang karena di saat seperti ini, ada keluarganya yang datang menemaninya.


Dengan langkah kaki yang sangat berat, Lin Feng mencoba untuk mendekati mereka berempat agar bisa beristirahat untuk sejenak saja, namun tiba-tiba saja perkataan Huise kembali terngiang di telinga Lin Feng, bersamaan dengan itu, keraguan di hati Lin Feng juga perlahan-lahan mulai menghilang.


"I-ibu, kakek, paman, maafkan aku, tapi aku harus melanjutkan perjalanan ini" ucap Lin Feng dengan suara yang berat.


Setelah itu, Lin Feng kembali melanjutkan perjalanannya, meskipun merasa sangat lelah, Lin Feng tetap memaksakan kakinya untuk melangkah, bersamaan dengan langkah kaki Lin Feng, semua orang yang berada di belakangnya juga langsung menghilang ditelan oleh kegelapan.


***


"Berapa lama lagi aku harus berjalan? Kenapa aku tidak pernah melihat akhir dari jalan ini?" gumam Lin Feng.


Pada akhirnya rasa ragu kembali menyelimuti Lin Feng, bahkan sekarang dirinya benar-benar merasa putus asa, Lin Feng bahkan telah berhenti untuk berharap dan hanya bergantung pada langkah kakinya saja.


"Apa aku akan mati di tempat seperti ini?" gumam Lin Feng.


"Tidak! Aku tidak akan mati, apa lagi ditempat yang seperti ini!" ujar Lin Feng.


Dengan sia-sia tenaga dan kekuatan yang ada, Lin Feng mempercepat langkah kakinya, Lin Feng juga mencoba untuk melupakan rasa letih dan lelah yang sekarang dia rasakan, meskipun sempat merasa putus asa dan ragu, namun Lin Feng kembali menguatkan tekadnya dengan mengingat kembali tujuannya untuk datang ke tempat tersebut.


"Untuk menjadi kuat memang tidak mudah, semua ini adalah ujian yang harus aku lewati demi untuk melindungi mereka yang berarti untukku" ucap Lin Feng.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Lin Feng melihat setitik cahaya yang sangat terang di depannya, meskipun masih sangat jauh, tapi Lin Feng merasa sangat yakin bahwa cahaya tersebut adalah jalan keluar dari tempat aneh tersebut, meskipun secara perlahan, tapi langkah kaki Lin Feng semakin lama menjadi semakin cepat, hingga akhirnya Lin Feng bisa berlari dengan cepat menuju cahaya tersebut.


Cahaya yang sebelumnya hanya terlihat seperti titik kecil, perlahan-lahan sudah mulai membesar, yang menandakan bahwa Lin Feng semakin dekat dengan tujuannya, yaitu keliar dari tempat tersebut, selang beberapa menit, Lin Feng benar-benar berhasil mencapai cahaya terang tersebut dan berhasil melewatinya, namun karena cahayanya yang terlalu menyilaukan, Lin Feng terpaksa harus menutup matanya.


Rasa letih dan lelah yang sebelumnya dirasakan oleh Lin Feng, seketika langsung menghilang bersama dengan hembusan angin segar yang menerpa tubuhnya, karena merasa penasaran, Lin Feng kemudian membuka kedua matanya dan betapa terkejutnya Lin Feng, saat menyadari bahwa sekarang dia sedang berada di hamparan Padang rumput yang sangat luas.


Tidak hanya itu saja, bahkan Lin Feng langsung merasa sangat senang, ketika matanya melihat sebuah pohon berwarna perak yang tertanam di atas sebuah bukit rendah di hadapannya, tanpa pikir panjang, Lin Feng langsung berlari mendekati pohon tersebut, yang tidak lain adalah pohon kehidupan.


"Apa yang dikatakan oleh Huise memang benar, pohon ini juga sangat pantas dikatakan sebagai pohon kehidupan, karena energi dari pohon ini sangatlah besar" gumam Lin Feng.


"Selamat anak muda, kau adalah satu-satunya orang yang berhasil melewati ujian dariku"


Suara misterius tiba-tiba saja terdengar saat Lin Feng tengah mengagumi keindahan pohon kehidupan, aura yang sangat besar juga langsung menekan tubuh Lin Feng, namun aura tersebut sama sekali tidak menyakiti Lin Feng, justru aura tersebut malah mengembalikan keadaan Lin Feng seperti semula.


"Siapa kau?" tanya Lin Feng waspada.


"Tenanglah nak, aku adalah pohon besar yang ada di hadapanmu" jawab suara misterius tersebut.


"Apa?! Jangan mencoba untuk membohongiku!" ujar Lin Feng.


"Terserah jika kau percaya atau tidak, tapi apa kau benar-benar ingin menjadi kuat?" tanya suara misterius tersebut.


"Tentu saja, siapa yang tidak ingin menjadi kuat" jawab Lin Feng.


"Bagus, kalau begitu aku akan membuatmu menjadi kuat, tapi sebagai gantinya kau harus berkorban untukku" ucap pohon kehidupan.

__ADS_1


__ADS_2