Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-378. Restu sang ibu.


__ADS_3

Groaaarrr!!


Suara raungan yang sangat keras terdengar dari hutan dan berhasil mengejutkan semua orang yang ada di sana, tidak lama kemudian, dari arah hutan muncul seekor naga hitam yang sangat besar, penampilan dan wujud naga tersebut benar-benar mirip dengan Naga Api Hitam yang telah mati, namun aura kekuatan serta ukuran tubuhnya sedikit berbeda.


Aura yang dimiliki naga tersebut terasa jauh lebih rendah dibandingkan dengan aura yang dimiliki oleh Naga Api Hitam, lalu ukuran tubuhnya juga tidak sampai sebesar ukuran tubuh Naga Api Hitam, namun sudah bisa dikatakan sangat besar untuk ukuran seekor naga sepertinya. Naga hitam tersebut tidak lain adalah Beast Spirit penjaga sekte Harimau Hitam, ia muncul karena tuannya telah tewas dibunuh oleh Lin Feng.


"Itu... itu Naga Api Hitam, kenapa dia masih hidup?" tanya Lin Feng yang nampak kebingungan.


"Bukan tuan, naga itu bukanlah Naga Api Hitam, hanya wujud mereka saja yang sama" jawab Huise.


"Sepertinya kau benar!" ucap Lin Feng.


"Tuan, izinkan aku..."


"Tidak, aku masih belum puas bertarung, jadi biar aku saja yang menghadapinya!" ujar Lin Feng memotong perkataan Huise.


"Baik tuan" jawab Huise.


"Ibu, aku..."


"Pergilah, restu ibu selalu menyertaimu" ujar Lin Hua, kemudian tersenyum lembut pada putranya itu.

__ADS_1


"Terimakasih ibu, sekarang aku merasa tidak akan kalah dari naga itu" jawab Lin Feng.


Huise dan yang lainnya yang mendengar percakapan Lin Feng dan Lin Hua hanya bisa menggelengkan kepala, karena mereka tidak menyangka jika sosok Lin Feng yang sangat mengerikan justru terlihat seperti anak manja di depan ibunya. Selain itu, mereka juga heran dengan perkataan Lin Feng yang mengatakan bahwa ia tidak akan kalah dari naga tersebut, karena restu Lin Hua ada bersamanya.


Yang menjadi pertanyaan mereka adalah, memangnya Lin Feng pernah kalah selama ini? Justru pertanyaan seperti itu akan terasa sangat aneh jika ditanyakan pada Lin Feng. Dengan ada atau tanpa restu dari ibunya sekalipun, Lin Feng tetap akan menang melawan naga tersebut, karena kekuatan naga itu hanya setara dengan kultivator ranah Nirvana puncak, bagaimana mungkin bisa dibandingkan dengan Lin Feng dengan tingkat kekuatan yang tidak diketahui.


Tapi apapun itu, mereka juga sedikit terharu dengan sikap Lin Feng yang begitu lembut pada ibunya, ia bahkan tidak pernah menyombongkan dirinya dihadapan ibunya, sangat berbeda dengan kebanyakan pemuda yang masih seusia Lin Feng, mereka justru seringkali membangga-banggakan diri sendiri, bahkan tak jarang bersikap sombong, padahal sebenarnya tidak bisa apa-apa.


"Ketika bertarung, dia akan terlihat seperti iblis yang sangat kejam, ketika bersama ibunya, dia terlihat seperti manusia biasa yang tidak bisa apa-apa, lalu ketika bersama orang yang disayanginya, dia terlihat seperti seorang dewa, benar-benar pemuda yang sangat luar biasa" Feng Jing Quo memuji Lin Feng di dalam hatinya.


"Dengan kemampuannya yang sangat luar biasa, aku yakin jika suatu saat nanti, namanya akan menggema di seluruh semesta ini" lanjutnya.


Sementara itu, pertarungan dahsyat sedang terjadi di udara antara Lin Feng melawan naga hitam. Serangan demi serangan telah dilancarkan oleh naga hitam untuk mengalahkan Lin Feng, namun semua serangannya berhasil dihindari dengan mudah oleh Lin Feng, bahkan semburan nafas apinya yang sangat panas juga tidak mampu melukai Lin Feng, apalagi sampai menjatuhkannya.


Namun diam Lin Feng bukanlah tanpa arti, karena dalam diamnya, Lin Feng sedang mengamati naga hitam tersebut untuk mencari kelemahannya. Selain itu, Lin Feng juga menemukan sesuatu yang aneh dengan naga hitam tersebut, yaitu adanya kesamaan aura antara naga hitam tersebut dan naga api hitam, atau lebih tepatnya, Lin Feng merasakan adanya aura naga api hitam di dalam tubuh naga tersebut.


"Ini benar-benar aneh, apa jangan-jangan naga ini adalah keturunan naga api hitam? Atau mungkin reinkarnasinya?" Lin Feng benar-benar bingung dengan apa yang ia temukan.


"Jika dia memang keturunan naga api hitam, akan ada kemungkinan jika naga ini bisa menjadi Beast penguasa nantinya. Tapi, sudahlah, itu tidak penting untuk dipikirkan, yang jelas aku harus segera memusnahkannya!" Lin Feng bergumam pelan.


Setelah itu, Lin Feng yang semula hanya diam langsung bergerak menyerang naga tersebut, hanya dalam waktu sekejap mata, Lin Feng telah berada di atas kepala naga hitam dan langsung menebas kepala naga tersebut dengan pedang ayahnya, namun sesuatu yang sangat mengejutkan terjadi, karena pedang dewa naga tidak mampu melukai kepala naga tersebut, bahkan tebasan pedang Lin Feng tidak meninggalkan goresan sedikitpun.

__ADS_1


"Cihh! Ternyata sisiknya sangat keras, kalau begitu terpaksa aku harus menggunakan ilmu pedang hampa" ucap Lin Feng kesal.


Saat Lin Feng hendak menebas kepala naga hitam untuk yang kedua kalinya, naga tersebut tiba-tiba saja menggoyangkan kepalanya, hingga membuat Lin Feng terlempar dari kepalanya. Setelah itu, naga hitam tersebut langsung mengibaskan ekornya ke arah Lin Feng yang masih melayang.


Dhuaar!


Lin Feng terjatuh dan menghantam tanah dengan keras ketika tubuhnya terkena kibasan ekor naga tersebut, namun serangan itu tidak melukainya sedikitpun, karena tubuhnya dilindungi oleh jubah pemberian Dewi Nuwa. Setelah berhasil menyerang Lin Feng dengan ekornya, naga hitam kemudian terbang mendekati Lin Feng yang masih terbaring di tanah, ia kemudian menghembuskan nafas apinya yang sangat panas ke arah Lin Feng.


"Tidak! Anakku!" ujar Lin Hua yang nampak khawatir, ia kemudian berusaha untuk mendekati Lin Feng yang sedang dibakar oleh hembusan nafas api naga hitam, namun Huise menahannya.


"Lepaskan, aku harus membantu anakku!" Lin Hua nampak kesal karena dihalangi oleh Huise.


"Tenanglah nyonya, Tuan pasti baik-baik saja, karena serangan seperti itu tidak akan bisa melukainya" jawab Huise.


"Bagaimana aku bisa tenang saat mel..." Lin Hua tiba-tiba saja menghentikan perkataannya ketika mendengar suara tawa Lin Feng, yang berasal dari dalam kobaran api yang sangat panas tersebut.


"Hahahaha! Kau pikir api dingin ini bisa digunakan untuk membakar ku?!" ucap Lin Feng, suara tawanya terdengar sangat mengerikan, sehingga membuat para prajurit kekaisaran gemetaran.


Ditengah-tengah hembusan nafas api yang membakar dirinya, Lin Feng menciptakan bola api kecil seukuran kepalan tangan pria dewasa di telapak tangannya, lalu setelah itu, Lin Feng langsung melemparkan bola api kecil tersebut kedalam mulut naga hitam yang sedang terbuka lebar.


Dhuaar!!

__ADS_1


Ledakan yang cukup besar terjadi ketika bola api kecil Lin Feng masuk kedalam mulut naga hitam dan mengenai tenggorokannya, ledakan tersebut juga berhasil menghentikan semburan nafas apinya yang sangat panas, bahkan ledakan tersebut juga berhasil membuat tenggorokan serta mulutnya terluka, namun sayangnya serangan tersebut masih belum bisa membuat kepalanya hancur.


"Ternyata serangan itu hanya bisa melukainya saja, padahal aku berharap agar kepalanya langsung meledak" gumam Lin Feng yang nampak sedikit kecewa karena serangannya bisa dikatakan gagal, tapi kegagalan itu adalah ulahnya sendiri, yang tidak menggunakan kekuatan besar saat menciptakan bola api kecil sebelumnya.


__ADS_2