
Disaat keduanya sedang kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi, Yama tiba-tiba saja tertawa lantang dan membuat keduanya terkejut, tidak lama kemudian, tubuh Yama tiba-tiba saja bertambah besar, dua pasang sayap kelelawar berwarna merah kehitaman muncul di punggungnya, lalu di kepalanya juga tumbuh empat tanduk yang cukup panjang, serta di dahinya muncul satu mata lagi, namun dengan posisi vertikal.
Tidak hanya itu saja, seluruh tubuhnya juga muncul sisik yang mirip seperti sisik naga dan membentuk seperti armor badan, lalu rambutnya yang semula berwarna hitam, juga telah berubah menjadi warna merah, bahkan terlihat menyala seperti api, bahkan senjatanya yang semula berupa kapak, juga ikut berubah menjadi sebilah pedang yang sangat besar.
"Padahal aku sudah menggunakan seluruh kekuatanku, tapi tangan kiri ku masih tetap tidak bisa sembuh sama sekali, kekuatan petir surga memang sangat berbahaya untukku" ucap Yama pelan.
Di sisi lain, Lin Feng dan Huise benar-benar kaget saat melihat perubahan wujud Yama, karena saat wujudnya berubah, aura serta kekuatannya juga terasa sangat berbeda, bahkan jauh lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya, bahkan aura kematian ditubuh Yama juga bertambah semakin besar dan sangat mengintimidasi.
"Huise, sepertinya pertarungan kali ini akan sangat sulit" ucap Lin Feng melalui telepati.
"Benar tuan, tapi kita tidak boleh menyerah, karena takdir dunia ini berada ditangan kita" jawab Huise.
"Kalau begitu, gunakan seluruh kekuatanmu untuk mengalahkan Yama" ujar Lin Feng, kemudian melesat terbang ke arah Yama, begitu juga dengan Huise.
Dhuaar!
Ledakan dahsyat lagi-lagi terjadi ketika serangan mereka beradu, Yama berhasil menahan serangan Lin Feng dengan pedangnya, namun ia juga berhasil menahan serangan Huise hanya dengan menggunakan salah satu sayapnya, setelah berhasil menahan serangan mereka berdua, Yama kemudian mengepakkan sayapnya untuk menyerang Lin Feng dan Huise.
Lin Feng dan Huise kemudian terbang menjauh untuk menghindari serangan Yama, lalu disaat yang bersamaan, mereka berdua juga melakukan serangan terhadap Yama. Lin Feng menggunakan jurus seribu pedang, sementara Huise menggunakan kekuatan petir hitamnya, tapi sayangnya serangan mereka juga berhasil ditahan oleh Yama, bahkan dia hanya menggunakan sayapnya untuk menahan serangan tersebut.
__ADS_1
Setelah melakukan serangan, Lin Feng kemudian mengarahkan pandangannya pada Huise sambil menganggukkan kepalanya, lalu setelah itu, ia tiba-tiba saja menghilang dari pandangan. Meski Lin Feng tidak mengatakan sepatah katapun padanya, tapi Huise sudah mengetahui apa yang diinginkan Lin Feng, oleh karena itu, Huise langsung menyerang Yama untuk mengalihkan perhatiannya.
Di sisi lain.
Lin Feng kembali muncul ditempat yang cukup jauh dari Yama dan Huise yang sedang bertarung, lalu ia menggunakan kekuatan jiwa silat bayangan untuk menciptakan bayangan dirinya, setelah itu, Lin Feng langsung memerintahkan bayangannya untuk membantu Huise yang sedang bertarung dengan Yama, sementara ia sendiri akan bersiap-siap untuk melakukan serangan yang belum pernah ia gunakan selama ini.
Tidak lama setelah bayangannya pergi membantu Huise, Lin Feng langsung membuat segel tangan yang cukup rumit, lalu diatasnya muncul ratusan pedang yang tercipta dari energi spiritualnya, kemudian Lin Feng mengontrol ratusan pedang tersebut agar bersatu dan menjadi sebuah pedang yang sangat besar. Setelah itu, Lin Feng menambahkan kekuatan aura pedang serta kekuatan aura dewa kematian kedalam pedang raksasa tersebut.
Tidak tanggung-tanggung, Lin Feng benar-benar memasukkan kedua kekuatan aura tersebut sampai tahap maksimal, karena ia ingin menyelesaikan semuanya hanya dengan satu serangan terakhir itu. "Ini masih belum cukup, karena untuk memusnahkan Yama, aku harus menggunakan kekuatan petir surga" ucap Lin Feng.
Setelah selesai memasukkan dua kekuatan kedalam pedang raksasa yang ia ciptakan, Lin Feng kemudian menggunakan kekuatan petir surga di dalam tubuhnya, lalu ia mengalirkan kekuatan tersebut kedalam pedang raksasa yang ada di atasnya. Namun saat tiga kekuatan tersebut bersatu, Lin Feng malah merasakan tekanan yang luar biasa ditubuhnya, bahkan pedang raksasa tersebut seperti akan hancur karena tidak sanggup menahan tiga kekuatan besar.
Akan tetapi, sekeras apapun Lin Feng berusaha, ketiga kekuatan tersebut masih sangat sulit untuk disatukan, karena selama ini ia tidak pernah menggabungkan tiga kekuatan sekaligus, apalagi menggabungkan tiga kekuatan yang sangat dahsyat, namun pada saat Lin Feng hampir kehilangan kontrol pada tiga kekuatan tersebut, kekuatan api emas tiba-tiba keluar dari tubuhnya dan masuk kedalam pedang raksasa tersebut.
Setelah kekuatan api emas masuk kedalam pedang, tiga kekuatan yang sebelumnya sangat sulit untuk disatukan dan hampir saja membuat pedang energi itu meledak, tiba-tiba saja menyatu dengan sendirinya dan Lin Feng berhasil mendapatkan kontrol penuh atas ketiganya, bahkan keempat kekuatan tersebut menyatu dan membentuk kekuatan yang benar-benar sangat luar biasa.
"Api emas, kekuatannya benar-benar mengerikan" gumam Lin Feng.
Sementara itu.
__ADS_1
Huise dan bayangan Lin Feng masih bertarung dengan Yama, agar bisa mengulur waktu untuk Lin Feng, yang sedang menyiapkan serangan terkuat untuk membunuh Yama, nereka berdua juha terus berusaha untuk membelenggu Yama, tapi Yama selalu berhasil menghindar dengan mudah, seolah-olah ia sudah menyadari tujuan mereka berdua. Hingga pada akhirnya, Yama berhasil menangkap bayangan Lin Feng dan mencengkeram lehernya dengan kuat.
"Hahahaha! Akhirnya aku berhasil menangkap mu, bocah sialan! Sekarang kau akan mati ditangan ku!" ujar Yama.
"Kau salah besar, kau yang akan segera mati adalah kau!" jawab bayangan Lin Feng, ia kemudian berubah menjadi bayangan dan berhasil terlepas dari cengkeraman Yama.
"Apa?! Bagaimana bisa ka..." perkataan Yama terpotong karena tubuhnya telah terbelenggu oleh kekuatan petir hitam yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Tidak hanya itu saja, bayangan Lin Feng juga langsung menusuk dada Yama dengan pedangnya, lalu membelenggu Yama dengan kekuatan bayangan.
"Tuan, sekarang!" Huise berteriak kencang untuk memberikan tanda pada Lin Feng.
Yama mengerutkan alisnya ketika mendengar perkataan Huise, karena ia tidak mengetahui maksud dari perkataan Huise tersebut, lalu tiba-tiba saja ia merasakan keberadaan aura yang sangat aneh datang dari atasannya, karena penasaran, ia kemudian mengangkat kepalanya ke atas dan benar saja, ia sangat kaget ketika melihat sebilah pedang energi raksasa yang sedang melesat turun ke arahnya.
"Ke-kekuatan macam apa ini?" tanya Yama dalam hatinya.
"Gawat, aku harus segera menghindar!" ucap Yama.
"Jangan harap!" ujar Huise, kemudian membelenggu Yama dengan kekuatan petir hitam lagi, bahkan Huise sampai menggunakan kekuatannya sampai tahap maksimal untuk menahan Yama, agar tidak bisa lari dari tempat tersebut
Tidak lama kemudian, Lin Feng tiba-tiba saja muncul di samping pedang raksasa, lalu berteriak dengan suara keras. "Matilah, iblis sialan!"
__ADS_1