
Lan Hu nampak sangat panik, ia benar-benar tidak menyangka jika pemuda yang tadi diremehkannya ternyata memiliki kekuatan yang sangat besar, bahkan kekuatan dari pemuda tersebut bisa dikatakan setara dengannya, yaitu Supreme Emperor. Mengetahui situasinya yang sedang tidak baik, Lan Hu yang semula diam kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas, lalu menciptakan perisai pelindung berlapis-lapis di atasnya.
"Kau terlalu meremehkan aku!" ujar Lin Feng.
Dhuaar!
Kraakk!
Booom!
Ledakan besar terjadi ketika ujung pedang raksasa tersebut menghantam perisai pelindung yang diciptakan Lan Hu, namun kekuatan perisai tersebut masih belum bisa menahan kekuatan pedang raksasa itu, sehingga membuat perisai yang berada di bagian paling atas hancur. Ledakan besar kembali terjadi ketika pedang tersebut menghantam perisai lapisan yang kedua, namun perisai lapisan kedua masih belum bisa menahan kekuatan pedang raksasa tersebut.
Satu-persatu, setiap lapisan perisai yang diciptakan oleh Lan Hu mulai hancur oleh hantaman pedang raksasa ciptaan Lin Feng, bahkan saat ini hanya tersisa satu perisai saja yang masih belum hancur, meski begitu, Lan Hu masih tidak ingin menyerah begitu saja, ia kemudian mengerahkan seluruh kekuatannya demi untuk menahan pedang raksasa tersebut, agar tidak jatuh dan menimpa dirinya, karena jika itu terjadi, pastinya dia akan mendapatkan luka yang lumayan parah.
Dhuaar!
Kraaak!
Ledakan kembali terjadi ketika pedang raksasa tersebut menghantam perisai pelindung yang diciptakan oleh Lan Hu, sehingga menyebabkan perisai tersebut retak secara perlahan-lahan. Sementara itu, Lan Hu masih tetap berusaha untuk bertahan, meski ia mengetahui jika perisainya sudah mulai retak, bahkan hanya tinggal menunggu waktu saja sebelum perisai yang ia ciptakan benar-benar hancur.
__ADS_1
Setelah bertahan selama beberapa detik, perisai Lan Hu akhirnya hancur berkeping-keping dan pedang hitam raksasa masih terus bergerak turun ke arah Lan Hu.
BBOOOOMMMMM!!
Ledakan dahsyat terjadi ketika pedang raksasa tersebut menghantam tepat di tempat Lan Hu berdiri, hantaman pedang tersebut juga menyebabkan seluruh gunung berguncang hebat, bahkan gunung Heishan terbelah menjadi dua akibat dari hantaman pedang raksasa tersebut. Dari kejauhan, akan terlihat dengan sangat jelas ada sebilah pedang hitam raksasa yang tertancap di tanah, yang tidak lain adalah pedang ciptaan Lin Feng.
Sementara itu, tidak jauh dari pedang hitam raksasa yang tertancap di gunung Heishan, Lan Hu nampak menghela nafas lega setelah berhasil lolos dari kematian, ia benar-benar tidak menyangka jika pertahanan yang telah ia ciptakan sebanyak berlapis-lapis, akan hancur berkeping-keping hanya karena satu serangan Lin Feng, bahkan serangan tersebut hampir saja merenggut nyawanya, beruntung ia berhasil menghindar ketika pedang tersebut hampir mengenainya.
"Gila! Kekuatan bocah ini tidak main-main, sepertinya aku harus berhati-hati saat berhadapan dengannya!" Lan Hu bergumam dalam hatinya, ketika mengingat kejadian mengerikan yang hampir saja merenggut nyawanya.
"Sepertinya keberuntungan mu sangat besar" ucap Lin Feng.
"Hahahaha! Jangan berbicara tentang keberuntunganku, sebaiknya kau memikirkan keberuntungan mu sendiri" jawab Lan Hu, ia masih bersikap sombong padahal sebenarnya dia sedang waspada terhadap Lin Feng.
"Cihh! Kau benar-benar sangat arogan bocah!" ujar Lan Hu, kemudian melesat terbang ke arah Lin Feng.
Sebelum benar-benar mencapai Lin Feng, Lan Hu menciptakan sebilah pedang es dengan energi spiritualnya, setelah itu, Lan Hu meningkatkan kecepatan terbangnya dan saat berada di hadapan Lin Feng, ia langsung menebaskan pedangnya. Lin Feng tidak tinggal diam, ia menyambut tebasan pedang Lan Hu dengan menggunakan pedang dewa naga.
Karena serangannya gagal mengenai Lin Feng, Lan Hu kemudian menarik pedangnya dengan sangat cepat, lalu menyerang Lin Feng dari arah sebaliknya, tapi lagi-lagi, serangan tersebut berhasil ditahan dengan mudah oleh Lin Feng, bahkan Lin Feng berhasil melakukan serangan balasan dengan pedang emas hitam yang ada di tangan kirinya, namun serangan itu juga berhasil ditahan oleh Lan Hu.
__ADS_1
Ting!
Suara dentingan besi yang diadu terdengar sangat nyaring ketika mereka berdua saling bertukar serangan satu sama lain, pertarungan mereka berdua yang berlangsung di udara tidak hanya sekedar pertarungan pedang saja, tapi juga merupakan pertarungan kecepatan dan aura kekuatan, karena mereka berdua terus bergerak dengan kecepatan tinggi serta melepaskan aura kekuatan masing-masing.
Di saat Lin Feng sedang bertarung dengan Lan Hu, Huise yang masih berada dipuncak gunung Heishan tentunya tidak ingin menonton pertarungan tuannya saja, sorot matanya yang tajam ia arahkan kepada para Beast seraya menunjukkan senyuman sinis di bibirnya, ia juga melepaskan aura penguasa dari tubuhnya, sehingga membuat para Beast gemetaran dan tidak berani beranjak dari tempatnya masing-masing.
"Karena kalian sudah lancang menyerang tuanku, maka sebagai gantinya, aku akan mengambil jiwa kalian semua" ucap Huise, kemudian mengangkat tangan kanannya ke udara.
Di telapak tangan Huise kemudian muncul bola energi berwarna abu-abu, lalu bersamaan dengan itu, setiap jiwa dari para Beast yang ada di sana tiba-tiba saja keluar dari tubuh mereka masing-masing, kemudian masuk kedalam bola energi yang ada di telapak tangan Huise. Tidak lama kemudian, seluruh Beast yang ada dipuncak gunung Heishan langsung mati, karena jiwa mereka semua telah ditarik oleh Huise kedalam bola energi di telapak tangannya.
Setelah seluruh jiwa terkumpul dalam bola energi tersebut, Huise kemudian menurunkan tangannya dan langsung menyerap semua jiwa yang ada di dalam bola energi di telapak tangannya. Lalu setelah berhasil menyerap semua jiwa tersebut, kekuatan Huise akhirnya bertambah semakin besar, bahkan aura yang keluar dari tubuhnya, terasa jauh lebih agung dari sebelumnya.
"Sedikit lagi, hanya tinggal menyerap sedikit jiwa lagi, maka kakuata ku akan kembali seperti semula. Dan saat waktu itu tiba, aku akan membuat seluruh alam semesta bersujud di hadapan tuan" Huise bergumam pelan.
Di sisi lain.
Lin Feng yang sedang bertarung dengan Lan Hu tiba-tiba saja merasakan gejolak kekuatan yang besar dalam dirinya, namun anehnya, gejolak kekuatan tersebut bukan berasal dari kekuatannya. Lin Feng terlihat kebingungan karena tidak mengetahui kenapa dia bisa merasakan hal seperti itu, hingga akhirnya dia teringat dengan Huise yang sedang berada dipuncak gunung.
Saat sedang bertarung, Lin Feng menoleh ke arah Huise untuk beberapa saat, lalu setelah itu kembali fokus pada pertarungannya. Ketika Lin Feng menoleh selama beberapa saat ke arah Huise, dia akhirnya menyadari sesuatu, gejolak kekuatan yang sebelumnya ia rasakan ternyata memang bukan berasal dari dirinya, melainkan berasal dari Huise yang kekuatannya telah meningkat. Alasan kenapa Lin Feng bisa merasakannya adalah, karena jiwa mereka telah terhubung satu sama lain.
__ADS_1
"Selamat Huise, akhirnya kekuatan mu meningkat lagi" ucap Lin Feng melalui telepati.
"Terimakasih tuan" jawab Huise.