Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-119. Melampiaskan kekesalan


__ADS_3

Lin Feng kemudian mencoba mencari Huang Zhong di bangunan yang lainnya, namun setelah hampir semua bangunan Lin Feng telusuri, Huang Zhong tidak kunjung ditemukan, bahkan aura keberadaannya saja tidak ada di wilayah klan Huang.


Lin Feng yang merasa kesal kemudian mencoba untuk membuat kekacauan, dengan cara membantai beberapa prajurit yang sedang berjaga, Lin Feng berharap dengan kekacauan tersebut, Huang Zhong mau menunjukkan dirinya, namun sayangnya, Huang Zhong masih belum juga menampakkan dirinya.


Padahal di klan Huang sudah terjadi kekacauan, semua prajurit nampak bergegas menelusuri setiap tempat sambil mencari pembunuh yang telah masuk ke wilayah keluarga mereka, kekacauan memang sedang terjadi, namun para prajurit tersebut nampak masih belum menyadari, bahwa para tetua klan Huang sudah tidak ada lagi.


Para prajurit tersebut bahkan mencoba untuk tidak membuat keributan, karena mereka semua takut akan membangunkan para tetua yang sedang tertidur, padahal sebenarnya, para tetua sudah tidur untuk selamanya. Yang artinya, mereka tidak akan pernah bangun lagi, meskipun di luar terjadi ledakan yang sangat besar.


"Bagaimana, apa kalian menemukan pembunuh itu?" tanya seorang komandan pasukan.


"Maaf komandan, kami tidak berhasil menemukannya di manapun" jawab seorang prajurit.


"Cari lagi, jangan biarkan pembunuh itu lolos, kalau tidak patriark akan marah pada kita semua" ucap sang komandan.


"Apa sebaiknya kita meminta bantuan para tetua?" tanya salah seorang prajurit.


"Tidak, masalah seperti ini harus kita atasi sendiri, lagipula saat ini, para tetua sedang beristirahat" jawab sang komandan.


"Sudahlah, kita harus menemukan pembunuh tersebut sebelum patriark kembali besok pagi" lanjutnya.


"Baik komandan" ucap para prajurit serempak.


Lin Feng yang kebetulan berada di atas atap bangunan yang ada di dekat para prajurit tersebut, akhirnya mengetahui bahwa Huang Zhong sedang tidak berasa di wilayah keluarga Huang, padahal Lin Feng sangat berharap untuk bisa menghabisi Huang Zhong malam ini.

__ADS_1


"Sial, ternyata dia tidak ada di sini" gumam Lin Feng.


Karena target utamanya tidak ada di sana, Lin Feng menjadi sangat kesal dan geram, hingga akhirnya, Lin Feng melampiaskan kekesalannya kepada para prajurit yang sedang berjaga, Lin Feng melakukan pembunuhan dengan sangat cepat dan semua korbannya mati hanya dengan sekali serangan, mereka semua juga mati dengan kepala terpenggal.


Saat sedang melakukan pembunuhan terhadap para prajurit yang sedang berjaga, pikiran Lin Feng benar-benar kosong, Lin Feng seolah-olah menjadi manusia yang tidak memiliki perasaan lagi, Lin Feng juga tidak bisa merasakan yang namanya takut, sedih, senang, kasihan atau apapun itu saat sedang membunuh.


Aura gelap yang menyelimuti tubuh Lin Feng juga semakin membesar, aura kematian dan niat membunuhnya juga terus bertambah, seiring banyaknya prajurit keluarga Huang yang dia bantai, meskipun begitu, Lin Feng tidak kehilangan kesadaran sama sekali, yang artinya, Lin Feng melakukan pembunuhan murni karena dirinya sendiri.


Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak prajurit yang dibunuh oleh Lin Feng, diantara mereka semua yang telah mati, tidak ada seorangpun yang menyadari siapa yang telah membunuh mereka, jangankan untuk melihat sosok sang pembunuh, bahkan mereka tidak sadar kapan mereka di serang dan kapan mereka meregang nyawa.


Hal tersebut tentunya disebabkan oleh serangan dan gerakan Lin Feng yang sangat luar biasa, kombinasi antara jurus langkah bayangan dan jurus pedang satu tebasan benar-benar sangat sempurna, sehingga membuat pekerjaan Lin Feng menjadi sangat mudah.


"Inilah akibatnya, kalau kalian berani mengusik orang yang salah" ucap Lin Feng kesal.


Saat Lin Feng hendak melanjutkan aksinya, gambaran memori tentang keluarganya yang di bumi, tiba-tiba muncul di benaknya, seketika itu juga, tubuh Lin Feng langsung gemetaran dan membuatnya semakin marah, terlebih lagi, gambaran memori yang muncul tersebut adalah gambaran memori tentang kematian semua anggota keluarganya.


Lin Feng menatap tajam ke arah depan, tatapan matanya benar-benar tajam dan penuh akan rasa benci dan juga dendam, tidak lama kemudian, Lin Feng langsung melesat dengan kecepatan yang luar biasa dan langsung melanjutkan aksinya, yaitu membunuh para prajurit keluarga Huang.


Suasana malam yang sangat sunyi dan tenang, malah berubah menjadi malam yang mencekam dan berdarah, semua prajurit keluarga Huang yang sedang berpatroli, tidak ada seorangpun yang berhasil lolos dari incaran Lin Feng, bahkan mereka yang tidak mengetahui apa-apa, juga tidak lepas dari pembantaian Lin Feng.


**


Waktu terus berlalu, malam juga sudah semakin larut, korban yang berjatuhan dari prajurit keluarga Huang juga semakin bertambah, baik itu prajurit elit atau bahkan prajurit biasa, semuanya benar-benar tewas di tangan Lin Feng dengan kepala yang sudah terpenggal.

__ADS_1


Karena sudah merasa lelah dan merasa sudah cukup melampiaskan kekesalannya, Lin Feng kemudian pergi meninggalkan wilayah klan Huang, meskipun masih kesal dan marah, namun Lin Feng juga tidak bisa berbuat apa-apa, meskipun nanti Lin Feng berhasil menemukan Huang Zhong, bisa saja dia sedang di jaga oleh pendekar hebat, yang membuatnya bisa aman.


Tapi, apa yang telah Lin Feng lakukan di wilayah keluarga Huang benar-benar sangat kejam, tentunya hal tersebut akan membuat kegaduhan dimana-mana dan tentunya, Huang Zhong akan sangat marah saat mengetahui keadaan keluarga Huang, terlebih lagi keadaan putrinya yang juga sudah tidak bernyawa lagi.


"Huang Zhong, malam ini kau bisa selamat, tapi tunggu saja, suatu saat nanti Night king akan menghampiri dan merenggut nyawamu" gumam Lin Feng.


Kedatangan dan kepergian Lin Feng sama halnya dengan angin bencana, yang awalnya terasa sangat sejuk dan membuat suasana menjadi damai, namun setelah kepergiannya, akan menimbulkan bencana yang sangat menakutkan dan pertumpahan darah adalah salah satunya.


Setelah meninggalkan kediaman klan Huang, Lin Feng langsung kembali ke kamar penginapannya untuk beristirahat, namun sebelum itu, Lin Feng menuju ke kamar mandi terlebih dahulu, untuk membersihkan dirinya.


Meskipun pakaian Lin Feng tidak bisa kotor, namun tentunya kulit Lin Feng tetaplah kulit manusia biasa, yang pastinya akan kotor apabila terkena kotoran, jadi Lin Feng memutuskan untuk mandi agar bisa membersihkan dirinya, selain itu, Lin Feng juga berharap agar kepalanya bisa dingin.


Setelah selesai mandi, Lin Feng- langsung berganti pakaian dan setelah itu, Lin Feng langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dengan perlahan-lahan Lin Feng menutup matanya, hingga akhirnya benar-benar tertidur dengan lelap.


**


Di dalam ruang jiwa Lin Feng, Huise yang telah tertidur lelap begitu lama, akhirnya terbangun kembali, hanya saja untuk saat ini, Huise masih belum mau mengatakannya kepada Lin Feng, karena Huise ingin melihat Lin Feng berusaha dengan kekuatannya sendiri.


"Untuk sementara waktu, aku akan tetap mengawasi tuan dari dalam sini" gumam Huise.


(*Halo semuanya, pagi ini Nk:Mlj cuma update satu episode saja, mungkin nanti sore atau nanti malam baru bisa up lagi, maaf ya semuanya 🙏🙏.


Jangan lupa juga untuk dukung Author dengan cara memberikan Like dan juga Vote, karena itu akan sangat membantu Author untuk terus berkarya..

__ADS_1


Satu lagi, Author benar-benar ga nyangka kalau pembaca Nk:Mlj pada sadis semua ya😅🙏.


Sekian untuk hari ini, jangan lupa Vote ya, see you next chapter, Bai Bai*)


__ADS_2