
Sementara itu, di wilayah Utara negeri awan, tepatnya di hadapan sebuah gerbang berbentuk lingkaran yang sangat besar, Lin Feng dan Yun Ling nampak telah berada di sana dan bersiap untuk memasuki gerbang, namun sayangnya mereka mendapatkan sedikit hambatan di sana.
Para penjaga gerbang teleportasi tidak memperbolehkan Lin Feng dan Yun Ling menuju ke hutan misterius, karena saat ini para Demon beast sedang berburu, yang mana hal tersebut akan sangat membahayakan nyawa mereka berdua, meskipun begitu, Lin Feng tetap berusaha untuk membujuk para penjaga tersebut.
"Bagaimanapun kau membujuk kami, kami tetap tidak akan membiarkan kalian lewat, karena nyawa kalian bisa dalam bahaya" ucap salah satu penjaga.
"Itu benar, cobalah untuk mengerti, kami melakukan ini untuk kebaikan kalian juga" ujar penjaga lainnya membenarkan.
"Aku mengerti maksud tuan, tapi aku benar-benar harus datang ke hutan misterius, mohon tuan memberikan kami jalan" ucap Yun Ling.
"Nona, tolong jangan memaksa kami!" ujar salah satu penjaga tegas.
"Baiklah, kalau begitu begini saja" ucap Lin Feng sambil mengeluarkan beberapa koin platinum.
Kedua prajurit yang sedang menjaga gerbang tersebut nampak melebarkan kedua matanya, raut wajah mereka yang sebelumnya tegas tiba-tiba saja berubah ramah, sikap mereka berdua bahkan langsung melunak, saat melihat koin platinum yang dikeluarkan oleh Lin Feng.
"Hahahaha! Anda benar-benar tuan muda yang pengertian, kalau begitu kami akan mengizinkan kalian masuk, tapi kalau terjadi masalah jangan salahkan kami" ucap salah satu penjaga.
"Tenang saja, aku jamin tidak akan ada masalah apapun" jawab Lin Feng, kemudian memberikan koin platinum tersebut kepada mereka berdua.
Setelah menerima koin platinum tersebut, kedua prajurit itu langsung membuat segel tangan yang rumit, bersamaan dengan itu, gerbang yang berbentuk lingkaran di hadapan mereka langsung mengeluarkan cahaya yang cukup menyilaukan.
"Gerbangnya telah aktif, masukkan sekarang!" ujar salah satu prajurit.
Lin Feng dan Yun Ling kemudian saling berpandangan, lalu mereka berdua menganggukkan kepalanya serempak, setelah itu, mereka berdua langsung masuk kedalam gerbang teleportasi yang telah aktif tersebut.
Sesaat setelah Lin Feng dan Yun Ling masuk ke gerbang teleportasi, kedua prajurit penjaga tersebut langsung melepaskan segel tangannya, seketika itu juga, cahaya pada gerbang teleportasi mulai meredup hingga akhirnya benar-benar menghilang.
"Semoga saja mereka bisa selamat" ucap salah satu prajurit.
__ADS_1
"Sudahlah, jangan pikirkan mereka lagi, yang penting kita mendapatkan bayaran yang besar dan pekerjaan kita tetap berlanjut" ujar yang lainnya.
"Kau benar juga, selamat atau tidaknya mereka berdua, itu bukanlah urusan kita" ucap prajurit sebelumnya.
***
Setelah melewati gerbang teleportasi yang ada di bagian Utara negeri awan, Lin Feng dan Yun Ling akhirnya sampai di hutan misterius, saat sampai di hutan tersebut, Lin Feng nampak sangat heran, karena hutan tersebut tidak ada bedanya dengan hutan yang ada di benua biru.
Yang membuatnya terasa sedikit berbeda dengan hutan biasa adalah, energi serta aura yang ada di hutan tersebut terasa lebih padat, khususnya energi kegelapan dan energi kehidupan, seolah-olah hutan tersebut memang diciptakan dari kedua energi tersebut.
"Jadi ini yang kalian sebut sebagai hutan misterius?" tanya Lin Feng.
"Benar tuan" jawab Yun Ling.
"Benar-benar tidak ada bedanya dengan hutan biasa" gumam Lin Feng.
"Baiklah, kalau begitu mari kita telusuri hutan misterius ini" ucap Lin Feng.
Mereka berdua kemudian memulai perjalanannya untuk menelusuri hutan tersebut, tapi sayang, kedatangan mereka berdua ternyata disambut oleh seekor beruang yang sangat besar dan terlihat sangat kuat, karena di seluruh tubuhnya nampak tumbuh sisik yang membentuk seperti armor.
"Hati-hati tuan, itu adalah beruang sisik naga yang merupak Demon beast tingkat tujuh" ujar Yun Ling.
"Apa dia kuat?" tanya Lin Feng.
"Sangat kuat tuan" jawab Yun Ling.
"Baguslah, karena aku tidak suka lawan yang lemah dan mudah dikalahkan" ujar Lin Feng.
Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, Lin Feng langsung berlari dengan kecepatan tinggi menuju ke arah beruang tersebut, ketika jaraknya hanya kurang dari lima meter, Lin Feng kemudian melompat ke arah beruang tersebut, sambil mempersiapkan pukulan yang penuh dengan tenaga.
__ADS_1
Dhuar!... Ledakan yang cukup besar terjadi saat pukulan tangan kosong Lin Feng mendarat tepat di kepala beruang tersebut, sampai membuatnya tersungkur di tanah, namun pukulan keras Lin Feng belum berarti apa-apa bagi beruang tersebut.
Beruang sisik naga itu bangun kembali dan langsung menyerang Lin Feng dengan cakarnya, tapi Lin Feng berhasil menghindari serangan tersebut dengan sangat mudah, Lin Feng kemudian menghilang dan muncul kembali di atas kepala beruang besar tersebut.
Dhuar!... Ledakan keras kembali terjadi saat pukulan Lin Feng menghantam kepala beruang tersebut untuk yang kedua kalinya, sehingga membuat beruang tersebut kembali tersungkur di tanah, tidak hanya itu saja, Lin Feng langsung melesat turun dengan kecepatan tinggi dengan menghantamkan kedua kakinya tepat di kepala beruang tersebut.
Dhuar!... Ledakan kembali terjadi saat serangan Lin Feng mengenai kepala beruang tersebut untuk yang ketiga kalinya, bahkan serangan itu sampai membuat kepala beruang tersebut hampir terbenam di dalam tanah.
"Grrooar!!" beruang sisik naga kembali bangkit dan meraung dengan sangat keras.
"Apa kau marah?" tanya Lin Feng mengejek.
Mata beruang sisik naga nampak semakin memerah seperti api yang sedang menyala, tubuh beruang tersebut tiba-tiba saja semakin membesar, bersamaan dengan aura kegelapan yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Sepertinya aku harus serius" gumam Lin Feng, kemudian mengeluarkan pedang kayu roh dari cincin penyimpanannya.
Beruang sisik naga kemudian berlari ke arah Lin Feng dengan sangat cepat dan langsung menyerang Lin Feng dengan membabi-buta, meskipun tubuhnya sangat besar, namun gerakannya sangat gesit, serangannya juga sangat terarah.
Akan tetapi, serangan bertubi-tubi yang sangat cepat tersebut masih bisa dihindari oleh Lin Feng dengan mudah, karena memang kecepatan beruang tersebut masih belum setara dengan Lin Feng, bahkan masih sangat jauh dari kecepatan Lin Feng.
Beruang sisik naga semakin marah karena serangannya tidak berhasil mengenai Lin Feng, bahkan untuk menyentuh ujung bajunya saja tidak biasa, hingga beberapa saat kemudian, beruang sisik naga tiba-tiba berhenti menyerang Lin Feng.
Tidak lama kemudian, beruang sisik naga membuka mulutnya lebar-lebar, lalu dari mulutnya muncul bola energi kegelapan yang cukup besar, yang kemudian melesat ke arah Lin Feng seperti peluru yang ditembakkan.
Lin Feng menggenggam erat pedang kayu roh di tangannya. "Tujuh tebasan kematian!" ujar Lin Feng, kemudian menebaskan pedangnya sebanyak tujuh kali.
Boom!... Ledakan yang sangat besar terjadi saat tujuh aura pedang Lin Feng bertabrakan dengan bola energi kegelapan milik beruang sisik naga, sehingga membuat serangan mereka berdua hancur dan musnah.
Akan tetapi, serangan Lin Feng tidak sepenuhnya hancur, melainkan masih ada beberapa aura pedang yang tersisa, yang tetap melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah beruang sisik naga, beberapa aura pedang tersebut, langsung menebas tubuh beruang sisik naga, hingga membuat tubuhnya terpotong-potong.
__ADS_1
"Ternyata kekuatan serangan ku sudah semakin kuat" gumam Lin Feng.