
Yama yang sebelumnya tersenyum sinis dan meremehkan Lin Feng, sekarang justru menunjukkan raut wajah yang sangat serius, meskipun dia adalah dewa iblis, tapi kekuatannya sekarang masih belum pulih sepenuhnya, karena dia baru saja terbebas dari segel yang mengekang nya selama ini.
Terlebih lagi di hadapannya sekarang terdapat dua sosok yang juga sangat kuat, serta salah satu dari sosok tersebut terasa sangat tidak asing baginya, sementara sosok yang satunya, entah kenapa Yama bisa merasakan bahwa sosok itu benar-benar sangat berbahaya untuknya.
"Kau! Sepertinya aku mengenalmu, bahkan auramu sangat mirip dengan peliharaan ku" ucap Yama.
"Hahahaha! Siapa yang kau panggil peliharaan? Aku bukan lagi serigala bodoh yang mau tunduk dan menjadi pesuruh mu" ujar Lang Diyu.
"Cihh! Sudah aku duga, ternyata itu benar-benar kau, serigala berkepala tiga. Aku benar-benar tidak menyangka kau bisa mengubah wujud mu, bahkan kekuatanmu sudah meningkat dengan pesat" ucap Yama.
"Ini semua berkat tuanku, dia memberiku anugerah yang sangat besar, sehingga aku bisa berubah seperti sekarang" jawab Lang Diyu.
"Hahahaha! Lelucon macam apa ini? Jadi kau mau mengakui bocah tidak berguna ini sebagai tuan?" tanya Yama, dengan maksud merendahkan.
"Tutup mulutmu Yama, dulu kau memang tuanku, tapi sekarang kau bukan siapa-siapa lagi bagiku! Dan jangan pernah menghina tuanku!" jawab Lang Diyu kesal.
"Yama... Meskipun kau adalah dewa bangsa iblis, tapi kau tidak berhak menghina dan merendahkan tuanku!" ujar Huise.
Wushh... Aura yang sangat besar keluar dari tubuh Huise, dia benar-benar sangat marah karena ucapan Yama yang menghina tuannya, seketika itu juga, angin tiba-tiba bertiup dengan sangat kencang, bahkan sampai memunculkan beberapa pusaran angin yang sangat besar.
Tidak hanya itu saja, dari awan hitam yang menutupi langit tiba-tiba saja muncul petir berwarna hitam yang terus menyambar kemana-mana, beberapa saat kemudian, petir yang semula berwarna hitam tersebut langsung berubah menjadi warna putih.
Wushh... Aura yang keluar dari tubuh Huise menjadi semakin besar dan sangat mendominasi, yang menandakan bahwa Huise benar-benar sangat marah dengan perkataan Yama, bahkan tanah sampai bergetar karena kemarahan Huise pada Yama.
"Yama... Kau benar-benar membuatku marah!" ujar Huise.
__ADS_1
"GRRROOOAARRR!!" Huise meraung dengan sangat keras, bersamaan dengan suara raungan nya itu, petir-petir putih yang tercipta dari kekuatan Huise, langsung menyambar ke arah Yama.
DHUAARRRR!!!
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi saat kekuatan petir putih tersebut menghantam tubuh Yama, ledakan yang sangat besar tersebut juga mengakibatkan tanah kembali bergetar, serta meninggalkan lekukan yang cukup besar di tanah tempat Yama berpijak.
Akan tetapi, serangan tersebut masih bisa ditahan oleh Yama, namun tidak sepenuhnya, tidak lama kemudian, petir putih tersebut kembali menghantam tubuh Yama sampai tiga kali berturut-turut, namun serangan masih belum berhasil menjatuhkannya.
Meskipun begitu, serangan tersebut masih berhasil melukai Yama cukup parah, bahkan tangan kiri Yama nampak hancur karena hantaman kekuatan petir yang sangat kuat tersebut. Lang Diyu yang tidak ingin tinggal diam saja, kemudian mengeluarkan bola api yang sangat besar, lalu melemparkannya kepada Yama.
DHUAARRRR!!!
Ledakan dahsyat kembali terjadi saat bola api raksasa tersebut menghantam tubuh Yama dan membakar tubuhnya, tapi serangan api Lang Diyu sama sekali tidak berpengaruh pada Yama, karena kekuatan api yang dimiliki oleh Lang Diyu, awalnya berasal dari Yama itu sendiri.
"Hahahaha! Hebat, benar-benar sangat hebat! Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa merasakan semangat untuk bertarung lagi!" ujar Yama.
Setelah berada di atas tubuh para mayat prajurit, bola-bola energi kegelapan tersebut kemudian menghisap tubuh mereka semua sampai tidak tersisa, lalu setelah itu, bola-bola energi kegelapan tersebut kembali terbang ke arah Yama dan kemudian masuk kedalam dirinya.
Bersamaan dengan itu, seluruh luka yang ada di tubuh Yama langsung menghilang saat itu juga, bahkan tangan kirinya yang telah hancur, juga telah kembali utuh seperti semula lagi, serta kekuatannya juga bertambah, meskipun hanya sedikit.
"Dia memanfaatkan mayat mereka semua untuk menyembuhkan dirinya, kalau begitu bakar semua mayat itu!" ucap Lin Feng.
"Baik tuan!" jawab Lang Diyu, kemudian membakar mayat-mayat yang tersisa.
"Hahahaha! Meskipun kalian membakar mayat-mayat itu, tapi kalian tetap tidak akan bisa mengalahkan aku!" ujar Yama, kemudian menghilang dari pandangan.
__ADS_1
Hanya dalam waktu satu tarikan nafas saja, Yama telah muncul kembali dihadapan mereka bertiga, lalu dengan gerakan yang sangat cepat, Yama langsung melayangkan tendangan yang penuh dengan tenaga kepada Lin Feng.
Namun berbeda dari sebelumnya, sekarang Lin Feng sudah jauh lebih waspada dan berhati-hati, Lin Feng kemudian bergegas meletakkan pedang kayu roh di depan dadanya secara horizontal, kemudian menahan bagian tengah bilah pedangnya dengan tangan kirinya.
Pertahanan sederhana yang dilakukan oleh Lin Feng tersebut berhasil menahan serangan Yama, meskipun dia masih terpental beberapa langkah karena serangan tersebut yang terlalu kuat.
Sementara itu, Huise dan Lang Diyu juga langsung menyerang Yama secara bersamaan, Huise menyerang dengan menggunakan cakarnya, sementara Lang Diyu menyerang dengan menggunakan pukulannya.
Yama kembali tersenyum sinis, kemudian mengangkat kedua tangannya ke samping untuk menahan serangan Huise dan Lang Diyu, serangan keduanya memang berhasil ditahan oleh Yama, namun di saat yang bersamaan, Lin Feng telah berada di hadapannya dan kemudian menebaskan pedang di tangannya.
SLASH!..
Serangan Lin Feng mengenai tubuh Yama dengan telak, namun sayangnya serangan tersebut tidak berhasil memotong tubuh Yama, bahkan tebasan pedang yang sangat bertenaga tersebut hanya menimbulkan goresan kecil dan cukup panjang di tubuhnya.
Meskipun agak tertegun karena tidak bisa memotong tubuh Yama hanya dengan satu tebasan saja, tapi Lin Feng tidak berhenti melakukan serangan, Lin Feng kemudian memutar tubuhnya, lalu mendaratkan tendangan yang sangat keras di tubuh Yama, sampai membuatnya terlempar cukup jauh.
"Hahahaha! Pertarungan yang sangat seru, kalian benar-benar berhasil membuatku bersemangat!" ujar Yama. Setelah itu, Yama kembali menghilang dari pandangan mereka bertiga.
Lin Feng, Huise dan Lang Diyu tentunya tidak mau diam dan hanya menunggu saja, dalam waktu yang bersamaan, mereka bertiga juga menghilang dari pandangan, tidak lama kemudian, terdengar suara gemuruh dan juga suara ledakan sangat keras dari atas awan, yang terjadi karena pertarungan dahsyat mereka.
Sementara itu, Luo Ming An dan mereka semua yang tersisa, hanya bisa tercengang menyaksikan pertarungan tersebut, bahkan sesekali tubuh mereka terlihat gemetaran, ketika merasakan aura yang sangat dahsyat dan sangat mengerikan dari pertarungan Lin Feng, Huise dan Lang Diyu melawan Yama.
"Ketua sekte, apa tidak ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka?" tanya Luo Ming An.
"Tidak yang mulia, pertarungan itu bukan lagi pertarungan biasa, melainkan pertarungan sekelas para dewa, kita sebagai manusia biasa, tentunya tidak bisa ikut campur dalam pertarungan tersebut" jawab Long Yin Jiang.
__ADS_1
"Tidak kakak... itu bukan pertarungan sekelas para dewa, tapi memang pertarungan antar dewa" ujar Yun Xuan Li