Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-50. Cerita di kediaman tetua Liu Changhai


__ADS_3

Zhao Feng tidak bisa berkata-kata lagi setelah mendengar ucapan Zhao Tian, apa yang Zhao Tian katakan memang sangat benar, di kehidupan kali ini sangat berbeda dengan kehidupannya sewaktu di bumi, memang dia masih memiliki keluarga dan tentunya dia tidak ingin kehilangan keluarganya lagi sama seperti saat di bumi.


Memang benar, kakeknya sudah membunuh ayahnya tapi tentunya kakeknya memiliki alasan sendiri, meskipun sebenarnya alasan tersebut sangat tidak bisa di terima oleh Zhao Feng, tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi, dan yang terpenting sekarang adalah dia masih memiliki keluarga.


"Sepertinya yang kau katakan memang benar, tapi akan sangat sulit bagiku untuk menerima kenyataan bahwa ayah kandungku telah di bunuh oleh kakekku sendiri, selain itu karena mereka juga aku mendapatkan banyak masalah" ucap Zhao Feng.


"Itu memang benar kak Feng, tapi cobalah untuk memberikan mereka kesempatan untuk menebus kesalahan yang telah mereka perbuat di masa lalu" jawab Zhao Tian.


"Zhao Tian, sejak awal aku sangat penasaran kenapa kau memanggilku kakak, bukankah kita seumuran?" tanya Zhao Feng.


"Jawabannya sudah tentu karena aku memang menganggap dirimu sebagai kakak ku, sejak kecil aku tidak punya teman karena kondisi keluargaku dan aku sangat bersyukur saat kau mau menolongku, jadi aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk selalu mengikuti mu dan menjadi saudaramu, meskipun kau tidak menginginkannya" jawab Zhao Tian.


"Hahh, kau ini ada-ada saja, baiklah sekarang mari kita kembali" ucap Zhao Feng.


Karena sudah merasa lebih tenang Zhao Feng kemudian mengajak Zhao Tian untuk kembali, sebenarnya Zhao Feng tidak terlalu peduli dengan masal lalu sang pemilik tubuh, namun entah kenapa tiba-tiba saja dia jadi sangat emosional dan tidak bisa mengendalikan perasaannya sendiri.


**


Di kediaman tetua Liu Changhai, Lin Jianheeng bersama kedua putranya masih menunggu kedatangan Zhao Feng, mereka bertiga sangat mengerti kenapa Zhao Feng bersikap seperti itu kepada mereka, dan sekarang mereka hanya bisa berharap agar Zhao Feng mau memaafkan kesalahan mereka di masa lalu.


"Guru kami kembali" ucap Zhao Tian.


"Feng'er, akhirnya kau kembali juga, kakek benar-benar minta maaf atas perbuatan kakek di.."


"Aku sudah melupakannya, hanya saja aku memiliki beberapa permintaan" ucap Zhao Feng memotong perkataan Lin Jianheeng.


"Katakan apa permintaanmu cucuku, bahkan jika kau ingin orang tua ini mati, aku siap melakukannya" ujar Lin Jianheeng.

__ADS_1


"Aku tidak menginginkan nyawa kakek, yang aku inginkan adalah pertama kalian harus menjemput ibuku di kota Awan, jangan lupa untuk menjemput ibu Zhao Tian juga, kedua aku ingin Zhao Tian dan ibunya menjadi bagian dari keluarga Lin" ucap Zhao Feng.


"Kak Feng ini.."


"Kakek setuju, setelah ini kakek akan langsung menjemput ibumu dan kakek akan mengumumkan di hadapan seluruh keluarga Lin bahwa Zhao Tian dan ibunya akan menjadi bagian dari keluarga kita dan dia juga akan menjadi cucuku" jawab Lin Jianheeng.


"Terimakasih, kakek" ucap Zhao Feng kemudian memeluk Lin Jianheeng dengan erat.


"Terimakasih karena telah mengangkat diriku menjadi cucumu kakek" ujar Zhao Tian kemudian berlutut dan bersujud di hadapan Lin Jianheeng.


"Tian'er apa yang kau lakukan, mulai sekarang aku adalah kakekmu dan jangan lakukan hal seperti itu lagi" ucap Lin Jianheeng membangunkan Zhao Tian.


"Terimakasih kakek" jawab Zhao Tian.


"Feng'er, apa kau mau memaafkan kedua pamanmu ini?" tanya Lin Duan.


Setelah mereka berbaikan, Lin Jianheeng kemudian meminta Zhao Feng untuk menceritakan semua yang telah dia dan ibunya alami selama di keluarga Zhao, lalu Zhao Feng menceritakan semua yang ada di dalam ingatannya tentang apa saja yang telah mereka lewati selama berada di keluarga Zhao.


Lin Jianheeng benar-benar sangat marah saat mendengar bahwa selama berada di keluarga Zhao, Zhao Feng selalu mendapatkan hinaan dan cacian dari orang-orang keluarga Zhao, bahkan ayah tirinya sendiri yaitu Zhao Chun sama sekali tidak pernah menganggap Lin Hua sebagai istrinya.


Akan tetapi Zhao Feng sama sekali tidak mau kakeknya malah menyerang keluarga Zhao, karena mau bagaimanapun juga selama ini keluarga Zhao telah memberikan mereka tempat tinggal dan keamanan, jadi Zhao Feng hanya ingin kakeknya untuk menjemput ibunya.


"Baiklah Feng'er kakek tidak akan melakukan apapun terhadap keluarga Zhao, kakek berjanji besok kakek akan langsung berangkat ke sana untun menjemput ibumu" ucap Lin Jianheeng.


"Terimakasih kakek" jawab Zhao Feng.


"Ah ya, kakek dengar dari gurumu ada seseorang yang menginginkanmu untuk mati, apa kau mengetahui siapa orangnya?" tanya Lin Jianheeng.

__ADS_1


"Entahlah kakek aku juga tidak tahu siapa orangnya" jawab Zhao Feng.


"Baiklah sebelum kita mengetahui siapa dalangnya sebaiknya kita harus tetap waspada, dan kau tenang saja cucuku, kakek akan mengirimkan pendekar hebat keluaga kita untuk melindungi mu" ucap Lin Jianheeng.


"Tidak kakek, aku tidak ingin kakek melakukan hal seperti itu, lagi pula aku juga tidak ingin melibatkan keluarga kita hanya karena masalah pribadiku" jawab Zhao Feng.


"Tapi Feng'er, kakek tidak ingin terjadi sesuatu padamu" ujar Lin Jianheeng.


"Kakek, tenanglah semuanya akan baik-baik saja, jika memang ada hal yang mendesak aku pasti akan meminta bantuan kakek" jawab Zhao Feng.


Lin Jianheeng hanya bisa menghela nafas panjang karena keinginannya malah di tolak oleh cucunya, akan tetapi Lin Jianheeng tetap tidak ingin berdiam diri saja, dia kemudian menghubungi Lin Duan melalui telepati dan memintanya untuk melindungi cucunya dari kejauhan.


"Tenanglah ayah, tanpa ayah pinta aku pasti akan melakukanya, karena dia adalah anak dari adik Hua yang artinya dia sudah sama seperti anakku sendiri" jawab Lin Duan.


Selain itu Lin Jianheeng juga merasa sangat bangga dengan sikap Zhao Feng, meskipun dia sudah mengetahui bahwa nyawanya bisa saja terancam kapanpun, tapi dia tetap menunjukkan sikap tenang, bahkan dia berani untuk menghadapi masalah tersebut sendirian.


Setelah selesai mengobrol, Zhao Feng dan Zhao Tian kemudian langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk mereka semua, dan sekali lagi Zhao Feng berhasil membuat Lin Jianheeng merasa kagum karena dia tidak pernah menyangka bahwa cucunya tersebut bisa memasak.


"Ternyata cucuku memang sangat hebat" ucap Lin Jianheeng.


"Itu masih belum seberapa, saat pertama kali bertemu dengannya aku bahkan tidak pernah bisa berhenti di buat kagum olehnya, bahkan dia memiliki kemampuan menyembunyikan aura yang sangat baik" ujar Liu Changhai.


"Benar juga, sejak tadi aku sama sekali tidak merasakan aura kultivasi Feng'er, bahkan dia terlihat sama sekali tidak mempunyai energi" jawab Lin Jianheeng.


"Bukan hanya itu saja ayah, aku bahkan tidak bisa melihat tingkat kultivasi Feng'er" ujar Lin Dian.


"Apa, tapi bagaimana mungkin?" tanya Lin Jianheeng kebingungan.

__ADS_1


"Yang di katakan anakmu memang benar, jika Feng'er tidak mau menunjukkan kultivasinya maka tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa melihatnya" jawab Liu Changhai.


__ADS_2