
Tetua Liu Changhai sama sekali tidak merespon ataupun merasa terganggu dengan perkataan para murid sekte, karena menurut tetua Liu Changhai, perkataan mereka juga tidak penting dan tidak akan berpengaruh apapun untuk Lin Feng, lagipula, selama ini mereka semua juga selalu mengatakan bahwa kehebatan Lin Feng hanyalah omong kosong belaka.
Karena tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, para murid tersebut langsung pergi meninggalkan kediaman tetua Liu Changhai, beberapa dari mereka kembali melanjutkan latihan mereka yang tertunda, sementara yang lainnya kembali ke kediaman mereka masing-masing untuk beristirahat.
"Akhirnya mereka pergi juga" ucap tetua Liu Changhai.
"Sepertinya mereka masih tidak percaya dengan kehebatan kak Feng" ujar Lin Tian.
"Aku tidak membutuhkan kepercayaan mereka, lagipula kehebatan ku bukan aku gunakan untuk mencari ketenaran, tapi untuk kepentingan ku sendiri" jawab Lin Feng.
Mendengar perkataan Lin Feng membuat tetua Liu Changhai tertawa, setelah itu dia berkata dengan bangga. "Aku benar-benar mendapatkan murid yang luar biasa, kalian berdua adalah murid kebanggaan ku."
"Bukankah guru selalu berkata bahwa kami murid yang tidak berbakti?. Tapi kenapa sekarang guru malah berkata seperti itu?" tanya Lin Tian.
"Itu memang benar, karena kalian selalu saja menyusahkan aku!" jawab tetua Liu Changhai kemudian pergi meninggalkan kedua muridnya.
"Lin Tian, apa ada sesuatu yang terjadi pada guru selama aku pergi?" tanya Lin Feng.
"Tidak ada kak, guru hanya terlalu merindukanmu, hanya saja dia melempiaskan kerinduannya dengan kekesalan" jawab Lin Tian.
"Kalau begitu aku harus meminta maaf dengan guru, besok kita mulai latihan seperti biasanya" ucap Lin Feng.
Setelah itu, mereka berdua langsung pergi ke kediamannya untuk segera beristirahat, karena besok mereka akan melakukan latihan yang melelahkan.
__ADS_1
**
Di kedalaman hutan yang tidak terlalu jauh dari sekte Phoenix Emas, para pembunuh bayaran yang mendapatkan tugas untuk membunuh Lin Feng baru saja sampai, mereka semua menghentikan langkahnya dan memutuskan untuk beristirahat di dalam hutan tersebut.
Selain jaraknya yang tidak terlalu jauh dari sekte, mereka juga bisa dengan mudah mengawasi sekte Phoenix Emas dari hutan tersebut.
Mereka kemudian mengutus salah seorang dari mereka untuk mendekat ke arah gerbang untuk mengawasi keadaan, serta mencari celah agar bisa menyelinap masuk ke sekte Phoenix Emas, tentunya tugas mereka akan dapat diselesaikan dengan mudah, kalau mereka berhasil menyelinap masuk kedalam sekte.
"Penjagaannya sangat ketat, meskipun mereka bukanlah murid dengan tingkat kultivasi yang tinggi, tapi dengan jumlah sebanyak itu tentunya akan sangat merepotkan" gumam pembunuh topeng emas.
Karena tidak menemukan celah sedikitpun, pembunuh topeng emas mencoba untuk menunggu malam hari, dengan harapan akan ada celah untuk memasuki sekte, karena biasanya, pada malam hari para murid-murid tersebut pasti akan lelah dan mereka tentunya akan mengantuk.
Sehebat apapun para penjaga tersebut, saat mereka merasa ngantuk maka tingkat kewaspadaan mereka akan tetap menurun, pada saat itulah para penyusup akan memiliki celah untuk masuk dan melancarkan aksi mereka dengan sangat mudah.
Terlebih lagi para pembunuh bayaran yang biasa bergerak bagaikan angin, tentunya akan sangat mudah bagi mereka untuk melewati para penjaga yang sedang mengantuk dan tidak fokus.
**
Namun yang terjadi berikutnya malah membuat pembunuh topeng emas merasa kaget, bukannya mendapatkan celah untuk masuk ke sekte, malahan keberadaanya sekarang menjadi sangat terancam, pasalnya penjagaan di sekte Phoenix Emas tiba-tiba saja menjadi sangat ketat.
Penjaga gerbang sekte yang sebelumnya hanyalah para murid biasa, sekarang malah digantikan oleh prajurit-prajurit elit milik sekte Phoenix Emas, yang mana tingkatan kultivasi mereka sangatlah tinggi, tidak hanya itu saja, bahkan sebuah kubah cahaya tiba-tiba saja muncul dan melindungi seluruh sekte Phoenix Emas.
"Gawat!, sebaiknya aku pergi sekarang" gumam pembunuh topeng emas tersebut.
__ADS_1
Dengan tergesa-gesa, pembunuh topeng emas tersebut segera beranjak dari tempatnya, namun sayangnya, pergerakannya malah di ketahui oleh salah seorang penjaga gerbang, dan langsung menembakkan panah ke arah pembunuh topeng emas.
"Sial!, aku ketahuan!" ujar pembunuh topeng emas.
"Jangan harap kau bisa lari" ucap salah seorang penjaga gerbang.
Beberapa prajurit elit penjaga gerbang kemudian pergi mengejar pembunuh topeng emas, sementara yang lainnya tetap berada di gerbang untuk berjaga-jaga, salah seorang dari mereka juga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pemimpin sekte.
Meskipun pembunuh topeng emas memiliki kecepatan yang luar biasa, namun para prajurit elit sekte Phoenix Emas juga tidak bisa dianggap remeh, mereka juga tentunya memiliki kecepatan yang luar biasa, meskipun tidak dapat mengimbangi kecepatan pembunuh tersebut, namun mereka tetap dapat mengikutinya dengan mudah.
Tidak lama kemudian, pembunuh topeng emas menghentikan langkahnya, prajurit elit sekte Phoenix Emas yang merasakan ada sesuatu yang aneh juga langsung menghentikan langkah mereka, benar saja, di hadapan mereka seorang tiba-tiba muncul empat belas pembunuh bayaran yang lainnya.
"Sepertinya tugas kita tidak akan mudah" ucap salah seorang pembunuh topeng perak.
"Mereka hanya berlima, jadi jangan buang-buang waktu dan langsung habisi saja!" ucap pembunuh topeng emas yang sebelumnya.
Seketika pertarungan yang sengit langsung pecah di kedalaman hutan tersebut, para pembunuh bayaran langsung menyerang dengan sangat ganas, bahkan mereka tidak memberikan kesempatan kepada lawannya untuk melakukan serangan balasan.
Meskipun kalah dalam jumlah, lima prajurit elit sekte Phoenix Emas tidak gentar sedikitpun, dengan sekuat tenaga mereka semua berusaha untuk menahan setiap serangan yang mengarah kepadan mereka, memang mereka tidak bisa memberikan serangan balasan, tapi tetap saja, tidak mudah untuk mendaratkan serangan di tubuh para prajurit elit tersebut.
***
Sementara itu di aula pertemuan sekte Phoenix Emas, Jin Feng Huang nampak sedang mengumpulkan semua tetua sekte, di sana juga hadir Lin Feng dan juga Lin Tian, meskipun tidak mengetahui kenapa mereka berdua berada di sana, namun Lin Feng sudah bisa menebak bahwa Jin Feng Huang pasti akan melakukan sesuatu padanya.
__ADS_1
"Terimakasih karena kalian semua sudah datang, aku sengaja mengundang kalian semua karena ingin membahas sesuatu yang cukup penting. Seperti yang sudah kalian ketahui, tetua Zhang Kaibo sudah berkhianat terhadap sekte kita dan sekarang sudah di eksekusi, akan tetapi, sampai saat ini posisinya masih belum ada yang bisa menggantikannya, jadi aku bermaksud untuk merekomendasikan Lin Feng sebagai tetua muda dan akan menggantikan posisi tetua Zhang Kaibo" ucap Jin Feng Huang.
"Aku menolak" ujar Lin Feng.