Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-225. Memberikan peringatan


__ADS_3

Sementara itu, di dalam salah satu kediaman yang ada di sekte pedang suci, Lin Feng terlihat masih duduk dengan tenang sambil terus berkultivasi, meskipun sebelumnya sempat merasa khawatir dengan fenomena aneh yang sedang terjadi, tapi Lin Feng merasa yakin bahwa Long Yin Jiang dan teman-temannya bisa mengatasi masalah tersebut.


Saat sedang fokus berkultivasi, tiba-tiba saja jiwa Dewi Nuwa muncul di dalam ruang jiwa Lin Feng, tepatnya di altar tempat pedang emas berada, secara bersamaan, jiwa Lin Feng juga muncul di dalam ruang jiwanya, yang mana di dalam ruang jiwa tersebut juga telah hadir Huise dan Jin Zhan Shi, sang penjaga pedang emas.


"Hormat kami yang mulia Dewi" ucap Huise dan Jin Zhan Shi serempak.


Lin Feng tidak menghiraukan mereka berdua, melainkan langsung mengalihkan pandangannya kepada Lin Feng, yang masih duduk dengan tenang dengan matanya yang tertutup. "Seperti biasanya, kau selalu saja tidak memberikan hormat padaku, padahal kau sudah mengetahui kedatanganku" ucap Dewi Nuwa.


"Bukankah sebelumnya kau pernah berkata bahwa kau tidak akan bisa bertemu lagi denganmu? Tapi sekarang apa? Tiba-tiba saja kau muncul seperti ini" tanya Lin Feng.


"Maafkan aku Lin Feng, sebenarnya aku meman tidak bisa lagi menemuimu secara langsung, tapi ini adalah ruang jiwamu, jadi aku masih bisa menemuimu di tempat ini" jawab Dewi Nuwa.


"Alasannya?" tanya Lin Feng.


"Alasannya adalah untuk memperingati dirimu mengenai fenomena yang baru saja terjadi, karena fenomena yang baru saja kau saksikan itu adalah tanda akan kebangkitan dewa iblis, jika dewa iblis berhasil bangkit maka ras iblis yang kejam juga akan terbebas dari segelnya" jawab Dewi Nuwa.


"Lalu apa hubungannya denganku?" tanya Lin Feng.


"Lin Feng, hanya kau satu-satunya manusia yang bisa mengalahkan dewa iblis Yama, tapi kekuatanmu yang sekarang tentu masih belum bisa menandinginya, jadi kau harus meningkatkan kekuatan mu lagi" jawab Dewi Nuwa.


Lin Feng hanya menghela nafas panjang, dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan tugas berat lagi, padahal sebelumnya dia sudah berharap agar tidak mendapatkan tugas apapun lagi, agar setelah berhasil mengumpulkan kristal sembilan surga, dia bisa bersantai dan beristirahat dengan tenang.


"Apa kau bercanda? Bagaimana mungkin aku bisa mengalahkan dewa iblis Yama sang penguasa neraka dan kegelapan? kau sendiri tahu aku masih seperti semut di tengah lautan singa yang ganas" ucap Lin Feng.

__ADS_1


"Aku mengetahui hal tersebut, tapi aku yakin kau pasti bisa menjadi cepat dengan kuat" ujar Dewi Nuwa.


"Baiklah, kalau begitu aku akan berusaha semampuku, aku tidak akan berjanji padamu, kalau aku tidak bisa mengalahkannya, maka jangan salahkan aku" ucap Lin Feng.


"Aku percaya padamu Lin Feng, karena kau adalah manusia pilihanku" ujar Dewi Nuwa.


"Kau memiliki waktu beberapa tahun lagi sebelum dewa iblis bangkit sepenuhnya, tapi kau juga bisa menghentikan kebangkitannya, dengan cara mengalahkan orang yang akan menjadi wadahnya" lanjutnya.


"Siapa yang akan menjadi wadah dewa iblis?" tanya Lin Feng.


"Seseorang dari kekaisaran Qin, kau harus bisa menemukannya dan membunuhnya" jawab Dewi Nuwa.


"Baiklah, aku akan berusaha" ucap Lin Feng.


Setelah selesai memberikan peringatan kepada Lin Feng, jiwa Dewi Nuwa kembali menghilang dari ruang jiwanya, namun sebelum pergi, Dewi Nuwa meminta Lin Feng untuk membuka salah satu gulungan yang ada di dalam cincin penyimpanannya.


"Apa memang sekarang waktu yang tepat untuk mempelajari salah satu gulungan itu" gumam Lin Feng.


Setelah kepergian Dewi Nuwa, kesadaran Lin Feng kembali ke tubuhnya, begitu juga dengan Huise yang kembali ke sisi lain ruang jiwa Lin Feng, sementara Jin Zhan Shi kembali kedalam pedang emas.


"Huise, bantu aku memasang pelindung di sekita kediaman ini" ucap Lin Feng.


"Baik tuan" jawab Huise.

__ADS_1


Swush... Aura yang sangat besar keluar dari tubuh Lin Feng, bersamaan dengan aura tersebut, sebuah penghalang yang sangat kuat juga langsung tercipta, penghalang tersebut langsung menutupi seluruh kediaman Lin Feng.


Setelah penghalang terpasang, sekarang tidak ada seorangpun yang bisa merasakan aura ataupun energi yang berasal dari kediaman Lin Feng, bahkan jika Lin Feng melepaskan aura membunuhnya sekalipun, tetap tidak akan bisa dirasakan oleh orang yang berada di luar kediaman Lin Feng.


Lin Feng kemudian menghentikan kultivasinya sambil membuka matanya secara perlahan, setelah itu, Lin Feng langsung mengayunkan tangannya, bersamaan dengan itu, dihadapan Lin Feng tiba-tiba saja muncul lima gulungan dengan warna yang berbeda-beda.


Ke-lima gulungan tersebut nampak melayang di hadapan Lin Feng serta memancarkan aura yang sangat kuat, meskipun memiliki warna yang berbeda-beda, yang menunjukkan bahwa tulisan di dalamnya juga berbeda, namun aura yang terpancar dari ke-lima gulungan tersebut benar-benar setara, tidak ada yang lebih lemah ataupun lebih kuat.


"Aku tidak bisa sembarangan membuka gulungan ini, sebaiknya aku memilihnya dengan baik agar tidak menyesal nantinya" gumam Lin Feng.


Setelah itu, Lin Feng langsung memeriksa satu-persatu gulungan yang ada dihadapannya, semua gulungan tersebut mempunyai nama yang sangat unik dan terdengar sangat hebat, namun ada satu gulungan yang tidak memiliki tulisan sama sekali, gulungan tersebut adalah gulungan berwarna merah.


"Aneh, kenapa tidak ada tulisannya" gumam Lin Feng.


Karena penasaran, Lin Feng kemudian memutuskan untuk menyimpan gulungan yang lainnya dan mempelajari gulungan misterius berwarna merah tersebut, Lin Feng membukanya secara perlahan-lahan dan kemudian mulai membaca tulisan yang ada di dalam gulungan tersebut.


Lin Feng mengerutkan alisnya saat membaca isi gulungan tersebut. Pasalnya, isi gulungan tersebut menjelaskan tentang mengubah aura membunuh menjadi aura kematian, yang tentunya jauh lebih kuat dan lebih mengerikan dari aura membunuh.


Namun bukan itu saja yang membuat Lin Feng terkejut, pasalnya aura kematian yang dimaksud bukanlah aura kematian biasa, melainkan aura milik dewa kematian yang benar-benar sangat mengerikan.


"Hahahaha! Dewi Nuwa, kau memang paling mengerti apa yang aku inginkan" ucap Lin Feng, kemudian melanjutkan membaca isi gulungan tersebut.


Meskipun awalnya sedikit kaget, namun akhirnya Lin Feng malah nampak senang setelah membaca tulisan yang ada pada gulungan tersebut, bagaimana tidak, aura membunuhnya saja sudah sangat kuat dan mengerikan, apa lagi jika berubah menjadi aura kematian, tentu saja akan benar-benar mengerikan dari sebelumnya.

__ADS_1


Akan tetapi, raut wajah Lin Feng tiba-tiba saja berubah setelah membaca bagian terakhir dari gulungan tersebut, yang mengatakan bahwa, setelah berhasil mengubah aura membunuh menjadi aura kematian, maka akan menjadi dewa kematian berikutnya.


"Sial! Kenapa akhirnya malah seperti ini, lagipula siapa yang mau jadi dewa" ujar Lin Feng kesal.


__ADS_2