
Kaisar dan para menteri, serta semua petinggi kekaisaran langsung keluar dari istana saat mereka menyadari bahwa permaisuri dan anak-anaknya telah sampai, wajah sang kaisar nampak sangat bahagia dan senang setelah tahu bahwa anak dan istrinya baik-baik saja, bahkan tidak kurang satuhal apapun.
Karena tidak kuasa menahan kerinduannya, sang kaisar langsung berlari menghampiri anak dan istrinya kemudian memeluk mereka dengan erat, untuk sesaat kaisar benar-benar melupakan sikapnya yang selalu tegas dan berwibawa, karena mau bagaimanapun juga, kerinduan serta kekhawatirannya benar-benar telah terobati.
"Akhirnya kalian sampai juga ke istana, bagimana keadaan kalian? Apakah kalian baik-baik saja? Apakah selama perjalanan kalian tidak mendapatkan luka?" tanya Feng Jing Quo cemas.
"Tenanglah suamiku, kami semua baik-baik saja, jangankan terluka bahkan satu goresan kecil saja tidak ada, ini semua berkat tetua Liu Changhai dan yang lainnya" jawab Qing Xiu Yin.
"Syukurlah kalau begitu, sekarang aku benar-benar merasa lega, kalau begitu sebaiknya kita masuk dan berbicara di istana" ajak Feng Jing Quo.
Setelah itu mereka semua masuk ke dalam istana kekaisaran, Feng Jing Quo mempersilahkan tetua Liu Changhai dan yang lainnya untuk duduk di tempat yang telah di sediakan, setelah itu Feng Jing Quo memerintahkan para pelayan istana untuk menjamu mereka semua dengan makanan dan minuman terbaik.
Tidak hanya itu saja, Feng Jing Quo juga memerintahkan para pelayan istana untuk melayani para prajurit elit keluarga Qing yang sekarang berada di tempat khusus di luar istana, meskipun mereka bukanlah prajurit kekaisaran, tapi mereka tetap diperlakukan dengan sangat baik oleh Feng Jing Quo, karena Feng Jing Quo juga telah menganggap semua anggota keluarga Qing sebagai keluarganya.
"Tetua Liu Changhai, aku benar-benar mengucapkan terimakasih kepada anda, padahal sebelumnya aku merasa ragu saat mengetahui bahwa yang pergi bukanlah sahabatku sendiri" ucap Feng Jing Quo.
"Yang mulia, bukankah sudah aku katakan sebelumnya, yang aku kirimkan untuk misi ini bukanlah orang-orang sembarangan, terlebih lagi Lin Feng, dia adalah murid terbaik dan terkuat di sekte Phoenix Emas" ujar Jin Feng Huang.
__ADS_1
"Benarkah? Lalu mana yang bernama Lin Feng?" tanya Feng Jing Quo.
"Ini dia yang mulia, tapi sebelumnya saya benar-benar minta maaf, karena sifat muridku yang satu ini agak sulit untuk dimengerti" jawab tetua Liu Changhai sambil mengarahkan pandangannya pada Lin Feng, yang sedang duduk di sebelah kanannya.
Semua orang yang ada di sana langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Lin Feng, seketika itu juga mereka langsung kaget saat melihat Lin Feng, pasalnya penampilan Lin Feng benar-benar tidak ada ubahnya seperti seorang Assassin handal, namun di tubuhnya tidak ada aura kultivasi sama sekali.
Feng Jing Quo yang juga merasakan tidak ada aura apapun di tubuh Lin Feng, tentunya juga kaget sama seperti yang lainnya, bahkan Feng Jing Quo sempat berpikir bahwa Lin Feng adalah manusia biasa yang tidak bisa berkultivasi, namun karena penampilannya yang seperti seorang Assassin, Feng Jing Quo kemudian membuang pikirannya tentang Lin Feng.
"Maaf jika aku lancang tetua, tapi kenapa muridmu itu sepertinya tidak memiliki kemampuan apa-apa, penampilannya memang sangat meyakinkan, tapi untuk melawan musuh, tentunya penampilan saja tidak cukup" ucap salah seorang petinggi istana.
"Jaga ucapan mu itu, meskipun kau bekerja kepada ayah, tapi aku tidak akan segan-segan memberikanmu hukuman!" ujar Feng Baojia kesal.
Bahkan Feng Jing Quo sendiri juga sangat bingung dengan sikap anak sulungnya tersebut, namun Feng Jing Quo juga menyadari bahwa tindakan anaknya itu pasti karena alasan tertentu, terlebih lagi, Feng Jing Quo bisa melihat dengan sangat jelas bahwa ada rasa takut yang sangat besar dalam tatapan pangeran mahkota.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi, kenapa pangeran mahkota terlihat sangat takut? Apa dia merasa takut kepada Lin Feng? Tapi kenapa, Apa yang dia takutkan pada Lin Feng?"
Begitu banyak pertanyaan yang muncul di dalam benar Feng Jing Quo mengenai sikap anaknya tersebut, dia benar-benar tidak mengerti dengan rasa takut yang dirasakan oleh pangeran mahkota, tapi yang jelas, rasa takut tersebut benar-benar sangat nyata dan bukan sekedar rasa takut biasa, melainkam rasa takut terhadap sesuatu yang sangat mengerikan.
__ADS_1
Pangeran mahkota memang merasa takut dengan Lin Feng, tapi sebenarnya perasaan yang dia rasakan sekarang adalah rasa takut dan juga khawatir, tentunya pangeran mahkota masih belum bisa melupakan bagaimana mengerikannya aura membunuh milik Lin Feng, yang telah membuatnya merasa seperti bertemu dengan yang namanya dewa kematian.
"Maaf yang mulia pangeran, apakah ada yang salah dari perkataan hamba? Bukankah apa yang baru saja hamba katakan adalah kebenaranya?" tanya petinggi istana tersebut.
"Kau tidak hanya salah, bahkan sangat salah, tidak seharusnya kau melihat seseorang hanya dari penampilannya saja, bahkan sebelum mengetahui kebenarannya kau telah berani menghina orang tersebut, apakah begitu cara seorang petinggi istana harus bersikap?" tanya pangeran mahkota tegas.
"Maafkan hamba yang mulia, hamba mengaku salah" ucap petinggi istana tersebut.
"Lin Feng, aku juga minta maaf karena telah sembarangan menghina dirimu" lanjutnya.
"Tidak masalah" jawab Lin Feng singkat.
Suasana yang semula tenang dan biasa-biasa saja tiba-tiba saja menjadi tegang dan juga canggung, lalu untuk mencairkan suasana tegang tersebut, Feng Jing Quo langsung mempersilahkan mereka semua untuk menyantap makanan serta minuman yang telah disediakan oleh para pelayan.
Setelah itu, Feng Jing Quo langsung meminta anak-anaknya untuk menceritakan tentang perjalanan mereka dari kota Shuijing menuju ke ibukota kekaisaran, dengan sangat bersemangat, Feng Guan langsung menceritakan apa saja yang telah mereka lewati selama perjalanan.
Tidak ada satupun yang terlewatkan dalam cerita Feng Guan, mulai dari kehebatan Lin Feng dan tetua Liu Changhai dalam menghadapi dan menghabisi para Assassin yang menghadang mereka, sampai Feng Yue Yin yang selama perjalanan selalu berduaan bersama Lin Tian saat ada waktu luang, atau saat mereka sedang beristirahat.
__ADS_1
Pangeran Feng Guan juga mengatakan kepada Feng Jing Quo tentang keinginan mereka bertiga, yang ingin menjadikan tetua Liu Changhai sebagai guru mereka, tentunya Feng Guan juga menjelaskan semua alasan kenapa mereka bertiga ingin menjadi murid tetua Liu Changhai.
Mereka yang mendengarkan cerita tersebut tentunya merasa sangat kagum dengan kehebatan tetua Liu Changhai dan Lin Feng, namun mereka juga merasa tidak senang mendengar putri Feng Yue Yin yang berhubungan dengan Lin Tian, karena menurut mereka semua, hal tersebut sangatlah tidak pantas.