
Di aula istana raja kota, Zhang Jiangwu yang sedang mengobrol bersama jendral Zhang Hao tiba-tiba saja merasakan ada panggilan dari adiknya Zhang Kaibo, Zhang Jiangwu tentunya sudah mengetahui rencan yang di susun oleh adiknya tersebut, lalu ketika Zhang Kaibo membutuhkan dirinya maka Zhang Kaibo akan memecahkan giok jiwa miliknya.
"Ada apa yang mulia, kenapa anda terlihat sangat senang?" tanya jendral Zhang Hao.
"Jendral, segera siapkan seluruh pasukan dan kita akan langsung berangkat ke sekte Phoenix Emas" jawab Zhang Jiangwu.
"Baik yang mulia" ujar jendral Zhang Hao kemudian pergi menyiapkan seluruh pasukan.
"Hahahaha sudah sangat lama aku tidak berperang, meskipun masalah kali ini adalah urusan sekte Phoenix Emas, tapi aku tidak bisa diam saja saat adikku membutuhkan bantuan ku" gumam Zhang Jiangwu.
Setelah dua puluh menit berlalu jendral Zhang Hao kembali menemui Zhang Jiangwu untuk melaporkan bahwa semua pasukan telah siap, Zhang Jiangwu kemudian langsung pergi keluar istana untuk menemui para pasukannya yang telah berkumpul di halaman istana.
"Bagus, karena semuanya sudah siap mari kita berangkat sekarang" ucap Zhang Jiangwu.
**
Sementara itu di sekte Phoenix Emas, pertarungan sengit masih terus berlanjut, baik itu antara Jin Feng Huang melawan ketiga pemimpin sekte ataupun Lin Feng, Lin Tian dan tetua Liu Changhai yang sedang mengatasi beberapa pasukan khusus dari masing-masing sekte besar.
Meskipun kekuatan dari setiap prajurit pasukan khusus dari ketiga sekte sangat besar, namun Lin Feng masih tetap mampu bertahan di tengah-tengah serangan yang terus mengarah padanya, bahkan Lin Feng telah berhasil membunuh beberapa diantara mereka dengan menggunakan ilmu pedang satu tebasan yang ia kombinasikan dengan jurus langkah bayangan.
__ADS_1
Bagi Lin Feng saat ini untuk menghadapi lawan yang lebih kuat memang sangat sulit, belum lagi jumlah mereka juga jauh lebih banyak dan tentunya hal itu akan menambah tingkat kesulitan untuk menghadapi mereka, meskipun begitu, Lin Feng sama sekali tidak merasa gentar sedikitpun menghadapi mereka semua.
Meskipun tubuhnya sudah dipenuhi oleh luka, namun semangat Lin Feng untuk menghabisi mereka semua masih belum padam, bahkan semangat yang ada di dalam diri Lin Feng menjadi semakin membara seperti api unggun yang terus di tambahkan kayu bakar kedalamnya.
Tidak hanya Lin Feng saja yang sedang bersemangat, Lin Tian yang keadaannya tidak jauh berbeda dengan Lin Feng juga merasakan hal yang sama, namun dalam pertarungan kali ini, Lin Tian mendapatkan bantuan dari singa es yang terus menyalurkan energi dinginnya kepada Lin Tian.
Dalam pertarungan yang sedang terjadi di arena pertandingan, hanya ada dua aura yang sangat mendominasi bahkan sampai membuat semua orang merasa tidak percaya dengan apa yang sedang mereka rasakan saat ini, kedua aura yang mendominasi tersebut adalah aura membunuh milik Lin Feng, dan aura dingin milik Lin Tian.
Kombinasi dua ara mereka benar-benar sangat membantu keduanya dalam pertarungan, aura dingin milik Lin Tian akan membuat musuh merasakan kedinginan di setiap tulang mereka sehingga akan kesulitan untuk bergerak, sedangkan aura membunuh milik Lin Feng akan membuat mereka menderita karena serangan mental yang benar-benar mengerikan.
Tapi tetap saja semua itu tidak terlalu efektif karena saat ini kekuatan mereka berdua masih benar-benar lemah, dan akibatnya mereka berdua juga tidak luput dari serangan musuh yang menyebabkan mereka berdua mendapatkan banyak luka di tubuhnya.
Di sisi lain, tetua Liu Changhai masih berusaha untuk mengalahkan semua musuh yang menghadangnya agar dia bisa segera membantu kedua muridnya tersebut, namun sayangnya musuh yang menghadang tetua Liu Changhai seolah-olah tidak pernah habis dan selalu berdatangan, meskipun kekuatan tetua Liu Changhai jauh melebihi mereka, namun dengan jumlah yang banyak, tentunya akan sangat menyulitkan juga bagi tetua Liu Changhai.
Lin Feng dan Lin Tian merasa senang mendengar ucapan guru mereka, sebelumnya Lin Feng dan Lin Tian tidak mengetahui apa yang terjadi pada pertarungan guru mereka dan tetua Zhang Kaibo, karena mereka berdua sedang sibuk bertarung, tapi setelah mendengar suara tetua Liu Changhai mereka berdua akhirnya bisa bernafas lega karena gurunya masih baik-baik saja.
**
Pertarungan sengit tidak hanya terjadi di tanah saja, bahkan saat ini pertarungan sengit juga sedang terjadi di udara, ledakan-ledakan keras karena pukulan yang beradu terus terdengar mengiringi pertarungan Jin Feng Huang melawan ketiga pemimpin sekte, Jin Feng Huang benar-benar di buat kewalahan menghadapi ke-tiga pemimpin sekte secara bersamaan.
__ADS_1
Sekuat apapun seorang kultivator, dia akan tetap kewalahan dan kerepotan menghadapi lawan yang jauh lebih banyak darinya, apa lagi jika lawan yang dihadapi memiliki kultivasi yang setara dengan kultivasinya meskipun tingkatannya berbeda.
"Hahahaha apa ini saja kemampuan yang kau miliki?" tanya Lu Guotin tertawa lantang.
"Cih, jika kalian berani maka hadapi aku satu persatu" jawab Jin Feng Huang.
"Aku sebenarnya sangat tertarik untuk melakukan duel dengamu, tapi sayangnya hari ini kami bertiga akan menghancurkan sekte mu, jadi kami terpaksa harus menyerangmu secara bersama-sama" ucap Yin Lang.
Yin Lang, Lu Guotin dan Du Fu Shi kemudian melesat ke arah Jin Feng Huang dan langsung menyerangnya, pertarungan sengit terjadi lagi, ledakan-ledakan besar kembali terdengar karena pukulan mereka yang terus beradu, Jin Feng Huang juga terus berusaha untuk melakukan serangan balasan, meskipun sangat sulit tapi sesekali Jin Feng Huang berhasil mengenai salah satu diantara ketiga musuhnya.
Pertarungan mereka semua terus berlanjut sampai satu jam lamanya, prajurit dari pasukan khusus dari ketiga sekte juga semakin berkurang karena terus di habisi oleh tetua Liu Changhai dengan sangat ganas, sedangkan Lin Feng dan Lin Tian masih berusaha mengalahkan musuh mereka masing-masing, meskipun jumlah musuh mereka berdua tidak bertambah, namun stamina mereka berdua benar-benar telah banyak terkuras.
"Hahh, ini benar-benar melelahkan" gumam Lin Feng tentunduk di tanah dengan pedang hitam yang tertancap di tanah untuk menopang tubuhnya.
"Tuan, izinkan aku menghabisi mereka semua" ucap Huise.
"Tidak Huise, sekarang bukan waktu yang tepat untuk menunjukkan dirimu, aku tidak ingin semua orang yang ada di sini mengetahui keberadaanmu" jawab Lin Feng.
"Tapi tuan.."
__ADS_1
"Huise, aku merasakan adanya kekuatan yang sangat besar sedang mendekat kemari, apapun itu aku yakin niatnya tidaklah baik, ketika itulah aku akan mengizinkanmu untuk beraksi" ujar Lin Feng memotong ucapan Huise.
"Baiklah tuan, aku akan menuruti perintah anda" jawab Huise.