Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-406. Satu bulan lagi!


__ADS_3

Di dunia kegelapan.


Yama nampak sedang bersiap-siap untuk membangkitkan pasukan terhebatnya, yaitu pasukan yang dulu pernah ia bawa untuk memerangi para dewa, serta pasukan yang dulu pernah menyebabkan kekacauan yang mengguncang alam semesta. Pasukan ini terdiri dari bangsa iblis yang memiliki kemampuan yang sangat luar biasa, yang bahkan mampu untuk bersaing dengan para dewa sekalipun.


Waktu untuk kebangkitan pasukan tersebut adalah waktu dimana gerbang dunia kegelapan akan terbuka, yaitu ketika munculnya gerhana bulan darah, karena pada saat itulah, bangsa iblis akan mendapatkan kekuatan yang sangat luar biasa, lalu pada saat itu juga, kekuatan Yama akan kembali sempurna seperti sebelum ia di segel oleh Dewi Nuwa.


Saat ini, Yama sedang melatih Qian Ling Chen putra mahkota kekaisaran Qian yang telah dihancurkan oleh Lin Feng, yang nantinya akan dijadikan sebagai tangan kanannya. Semenjak Qian Ling Chen mengikuti Yama, kekuatannya semakin bertambah besar, bahkan tingkat kultivasinya sendiri sudah mencapai ranah Supreme Emperor, padahal sebelum mengikuti Yama, tingkat kultivasinya hanya berada di ranah Heaven Spiritual.


Pada awalnya, Qian Ling Chen sama sekali tidak percaya dengan perkataan Yama, yang mengatakan jika dia bisa membuat kultivasinya meningkat sampai ke ranah Supreme Emperor dalam waktu singkat, karena menurut Qian Ling Chen, hal itu benar-benar sangat mustahil untuk dilakukan. Tapi siapa sangka, Yama benar-benar menepati perkataannya dan sekarang, kultivasi Qian Ling Chen benar-benar telah berada di ranah Supreme Emperor.


Proses peningkatan kultivasinya pun sangat mudah, bahkan tidak ada rintangan sama sekali, karena Yama hanya memintanya untuk menyerap jiwa dari beberapa bangsa iblis. Dengan menyerap jiwa bangsa iblis, Qian Ling Chen tidak hanya berhasil meningkatkan kultivasinya saja, tapi juga meningkatkan kekuatan tubuh dan energi spiritualnya, bahkan wujudnya juga telah menyerupai bangsa iblis itu sendiri. Dan yang paling mengerikan adalah, di dalam tubuhnya bersemayam ratusan jiwa bangsa iblis.


Dengan kata lain, Qian Ling Chen tidak akan bisa mati, kecuali seluruh jiwa iblis di dalam tubuhnya musnah, benar-benar mengerikan!


"Baiklah, latihannya cukup sampai di sini" ucap Yama, mengakhiri latihan Qian Ling Chen.


"Terimakasih, guru!" ujar Qian Ling Chen kemudian memberikan hormat kepada Yama, lalu setelah itu, ia mengikuti Yama kembali ke istana kerajaan bangsa iblis.


"Guru, kapan kita akan menyerang bangsa manusia? Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk melakukan pembantaian" ucap Qian Ling Chen.


Selain wujud dan penampilannya yang sudah menyerupai bangsa iblis, hati dan pikiran Qian Ling Chen juga telah berubah sepenuhnya, sifatnya juga telah berubah seperti sifat bangsa iblis, yang selalu haus akan darah dan suka membuat kekacauan, bahkan Qian Ling Chen sudah melupakan jika dia sejatinya adalah manusia, bukannya bangsa iblis.

__ADS_1


Meski begitu, masih ada satu hal yang tidak bisa ia lupakan, yaitu dendamnya kepada Lin Feng, namun Qian Ling Chen sendiri tidak ingat lagi kenapa ia bisa dendam dengan Lin Feng, yang pasti, api dendamnya kepada Lin Feng benar-benar sangat besar dan tidak akan mungkin bisa dipadamkan lagi.


Yama tertawa senang mendengar perkataan Qian Ling Chen, ia juga merasa senang karena telah berhasil membuat Qian Ling Chen menjadi iblis sepenuhnya. "Hahahaha! Kau harus bersabar, karena waktunya masih belum tepat" jawab Yama.


"Tapi kapan guru? Kapan waktu yang tepat itu akan datang?" tanya Qian Ling Chen.


"Satu bulan lagi, tepatnya saat kemunculan bulan darah" jawab Yama.


"Baik guru, kalau begitu aku akan bersabar menunggu" ucap Qian Ling Chen.


Di dunia bawah.


Lin Feng dan semua bawahannya sedang menyantap daging rusa bakar yang telah ditangkap oleh Lang Diyu sebelumnya, suasana makan tersebut benar-benar terlihat berbeda, karena mereka tidak terlihat seperti tuan dan bawahan, melainkan sebagai saudara, mereka juga nampak tidak canggung satu sama lain, bahkan mereka sering bercanda satu sama lain dan lagi-lagi, Lin Feng menunjukkan sisi lain dirinya.


"Tuan, apa aku boleh menanyakan sesuatu?" tanya Du Fang Ren.


"Silahkan!" jawab Lin Feng.


"Sebelumnya aku minta maaf jika pertanyaan ku terdengar lancang, karena yang ingin aku tanyakan berkaitan dengan tuan yang sesungguhnya" ucap Du Fang Ren.


"Maksudmu?" tanya Lin Feng bingung.

__ADS_1


"Begini tuan, selama ini aku selalu menganggap tuan sebagai orang yang kejam dan tidak punya sisi lembut, bahkan tuan tidak pernah menunjukkan sisi lembut sebelumnya, tapi saat melihat tuan seperti ini, aku seolah-olah melihat orang yang berbeda, lebih tepatnya tuan yang sekarang..."


"Jangan diteruskan, aku sudah faham apa yang ingin kau tanyakan" ujar Lin Feng.


"Ma-maaf tuan" jawab Du Fang Ren.


"Aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu itu, tapi yang jelas, kalian bebas menganggap ku seperti apa, entah itu orang yang kejam atau tidak, semuanya tergantung kalian sendiri" ucap Lin Feng.


Perkataan Du Fang Ren sebenarnya membuat Lin Feng merasa sedikit risih, karena perkataan Du Fang Ren membuatnya teringat dengan masa lalunya, namun Lin Feng tidak mungkin marah kepada Du Fang Ren, ia juga bisa memaklumi perkataan Du Fang Ren, karena bagaimanapun juga, ia memang bukanlah orang yang kejam seperti sekarang.


"Baik tuan, aku minta maaf karena telah menyinggung tuan" ujar Du Fang Ren.


"Sudahlah, jangan dibahas lagi" jawab Lin Feng.


Setelah selesai makan dan mengobrol cukup lama, Lin Feng akhirnya mengajak mereka semua untuk kembali ke istana kerajaan dunia bawah. Sesampainya di istana, Lin Feng langsung memerintahkan mereka untuk meningkatkan kekuatannya masing-masing, karena waktu untuk berperang dengan bangsa iblis tidak akan lama lagi.


Tidak lama setelah semua bawahannya pergi, Lin Feng juga kembali ke kamarnya, karena ia juga harus meningkatkan kultivasinya lagi, sementara Huise, ia juga kembali ke ruang jiwa Lin Feng, meski sebenarnya ia juga ingin meningkatkan kekuatannya lagi, tapi di dunia bawah tidak ada lagi Beast yang cukup kuat untuk ia serap jiwanya, sehingga Huise memutuskan untuk beristirahat di dalam tubuh Lin Feng saja.


Sesampainya di dalam kamarnya, Lin Feng langsung mengeluarkan kotak yang sebelumnya diberikan oleh sang pengemis tua (dewa kehidupan), Lin Feng sebenarnya masih sangat penasaran dengan sembilan pil yang ada di dalam kotak tersebut, karena Lin Feng sendiri tidak mengetahui pil apa yang ada di dalam kotak tersebut.


"Huise, apa kau tidak bisa memeriksa sembilan pil ini?" tanya Huise.

__ADS_1


"Aku sudah mencobanya tuan, tapi aku sendiri juga tidak mengetahui pil apa itu" jawab Huise.


"Sebenarnya siapa pria tua itu?" Lin Feng bertanya dalam hatinya.


__ADS_2