
Feng Jing Quo sangat terkejut mendengar perkataan tetua Liu Changhai, pasalnya selama ini dia tidak pernah mencurigai adiknya tersebut, justru Feng Jing Quo malah mencurigai para keluaga bangsawan, selain itu Feng Jing Quo sendiri juga tidak mengetahui keberadaan adiknya sekarang yang sedang melakukan latihan tersembunyi.
"Tetua Liu, apa anda tidak sembarangan bicara, adikku tidak mungkin melakukan hal seperti itu" ucap Feng Jing Quo kesal.
"Jika yang mulia tidak mempercayai apa yang aku katakan juga tidak masalah, tapi informasi yang diberikan oleh Assassin tersebut juga tidak mungkin hanya omong kosong, karena seseorang yang sedang berada diambang Kematian tidak mungkin berbohong" ujar tetua Liu Changhai.
"Tapi, apa semua itu mungkin? Adikku sudah sangat lama pergi dari kekaisaran, bahkan aku tidak pernah lagi mendengar kabar tentang dirinya" ucap Feng Jing Quo bingung.
"Yang mulia, tidak ada kabar bukan berarti tidak ada, coba anda ingat lagi apa yang pernah dilakukan oleh adik yang mulia sebelum dia meninggalkan kekaisaran" kata tetua Liu Changhai.
"Sebelum dia pergi, dia memang pernah mengatakan bahwa tidak suka dengan caraku memerintah kekaisaran ini, karena menurutnya caraku sangat lemah dan membuat kekaisaran menjadi lemah, padahal semua itu aku lakukan untuk kebaikan para penduduk kekaisaran" jawab Feng Jing Quo.
"Untuk saat ini sebaiknya yang mulia tetap waspada, jangan pernah mengatakan apapun kepada para bangsawan karena aku yakin mereka juga terlibat, meskipun tidak semuanya" ujar tetua Liu Changhai.
Setelah selesai membicarakan hal tersebut, tetua Liu Changhai melepaskan mantra formasi yang telah dia pasang sebelumnya, beberapa saat kemudian mereka berdua keluar dari ruangan kecil tersebut dan kembali ke ruangan khusus pertemuan, kedatangan mereka tentunya mendapat tatapan aneh dari semua orang yang ada di sana, ada yang nampak penasaran dan ada juga yang nampak curiga.
Meskipun begitu, tidak ada seorangpun dari mereka yang berani untuk bertanya tentang apa yang telah dibicarakan oleh tetua Liu Changhai dan juga Feng Jing Quo, karena bisa saja pertanyaan mereka malah menyinggung perasaan kaisar dan bukan tidak mungkin, mereka akan mendapatkan hukuman karena hal tersebut.
Pembicaraan mereka mengenai pemberontakan akhirnya dilanjutkan, karena sebelumnya mereka masih belum menemukan titik terang mengenai siapa yang telah menjadi dalang pemberontakan tersebut, Feng Jing Quo akhirnya hanya memerintahkan mereka semua untuk tetap waspada dan meningkatkan penjagaan disetiap penjuru wilayah ibukota kekaisaran.
***
__ADS_1
Disalah satu kamar yang ada di istana kekaisaran, Lin Tian yang sejak tadi hanya duduk dan memandangi Lin Feng yang sedang berkultivasi, akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan kamar tersebut, karena dia tidak ingin kehadirannya malah mengganggu konsentrasi Lin Feng, selain itu, Lin Tian juga merasa bosan karena tidak ada teman untuk mengobrol.
Setelah meninggalkan kamarnya, Lin Tian berjalan menyusuri lorong istana sambil mencari seseorang yang bisa dia ajak mengobrol, namun sayangnya Lin Tian tidak menemukan siapapun, karena semua orang terlihat sedang sibuk melakukan tugas mereka masing-masing, hingga akhirnya Lin Tian memutuskan untuk duduk dan beristirahat di taman istana.
"Ternyata tinggal di istana sangat membosankan, semua orang sibuk melakukan kegiatannya masing-masing dan tidak ada seorangpun yang bisa aku ajak bicara, kalau begini lebih baik aku tinggal di sekte" ucap Lin Tian.
"Benarkah? Kalau begitu bagaimana jika besok kita kembali ke sekte Phoenix Emas?" tanya Feng Yue Yin menghampiri Lin Tian.
"Tuan putri? Kenapa anda bisa ada di sini?" tanya Lin Tian.
Bukannya menjawab pertanyaan Lin Tian, Feng Yue Yin malah berjalan menjauhi Lin Tian dan kemudian duduk di bangku yang ada di taman tersebut, tidak hanya itu saja, bahkan Feng Yue Yin tiba-tiba saja menunjukkan raut wajah yang sangat tidak enak untuk dipandang.
Lin Tian yang bingung kemudian menghampiri Feng Yue Yin dan bertanya tentang apa yang telah terjadi. "Maaf tuan putri, apakah ada yang salah dengan pertanyaan ku tadi?"
"Tentu saja tuan putri, apakah aku harus membuktikannya? Agar tuan putri bisa percaya kepadaku" jawab Lin Tian.
"Lalu kenapa kau masih memanggilku tuan putri? Bukankah semuanya sudah jelas?" tanya Feng Yue Yin.
Lin Tian terdiam mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Feng Yue Yin, seketika itu juga, Lin Tian langsung teringat akan janjinya kepada Feng Yue Yin saat masih dalam perjalanan menuju ke ibukota kekaisaran, saat itu Feng Yue Yin meminta Lin Tian untuk berjanji agar tidak memanggilnya dengan sebutan tuan putri.
"Ma-maafkan aku Yue'er, mungkin karena sekarang kita berada di istana kekaisaran, makanya aku sampai melupakan janji ku padamu" ucap Lin Tian tulus.
__ADS_1
"Sudahlah, aku juga tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, tapi ingat! Jangan pernah mengulanginya lagi, jika tidak, maka aku tidak akan pernah mau berbicara lagi denganmu" ujar Feng Yue Yin.
"Tentu saja Yue'er, aku tidak akan mengulanginya lagi" jawab Lin Tian kemudian duduk di sebelah Feng Yue Yin.
Mereka berdua kemudian mengobrol di taman tersebut untuk waktu yang cukup lama, namun sayangnya, karena terlalu asyik mengobrol, Lin Tian sampai tidak menyadari bahwa ada beberapa orang yang sedang mengawasi mereka dari kejauhan, orang-orang tersebut menyamar sebagai prajurit istana yang biasanya berjaga di sekitar taman.
"Tidak salah lagi, dia adalah putri Feng Yue Yin" ucap salah seorang prajurit.
"Kalau begitu langsung kita tangkap saja, tapi bagaimana dengan pemuda yang sedang bersamanya?" tanya prajurit lainnya.
"Jangan pedulikan dia, yang harus kita lakukan adalah menculik putri Feng Yue Yin sesuai perintah, jika ada yang menghalangi kita, maka langsung kita habisi saja" jawab prajurit yang lain.
Kelima prajurit tersebut langsung menghampiri Feng Yue Yin dan Lin Tian yang sedang mengobrol di taman, kedatangan mereka tentunya membuat Feng Yue Yin merasa sangat marah dan kesal kepada mereka, bahkan Feng Yue Yin berniat untuk langsung menghukum mereka semua.
Akan tetapi, kelima prajurit tersebut malah mengambil senjatanya masing-masing dan langsung menyerang Feng Yue Yin, beruntung serangan mereka tidak mengenai Feng Yue Yin, karena Lin Tian bergegas menarik tangan Feng Yue Yin dan membawanya pergi dari tempat tersebut.
"A-ada apa ini, kenapa mereka malah menyerangku?" tanya Feng Yue Yin bingung.
"Entahlah Yue'er, tapi yang jelas mereka adalah musuh!" jawab Lin Tian.
Sementara itu di dalam kamar Lin Feng dan Lin Tian, Lin Feng yang masih duduk berkultivasi di dalam kamarnya tiba-tiba saja membuka matanya dan menghentikan kultivasinya, karena Lin Feng bisa merasakan aura membunuh yang sangat kuat berada di sekitaran istana.
__ADS_1
"Sepertinya mereka sudah mulai melakukan serangan" gumam Lin Feng kemudian berdiri dari tempat duduknya dan langsung menghilang dari dalam kamar.