Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-88. Hari pertama di hutan para monster 3


__ADS_3

Dengan sebatang ranting di tangannya, Lin Feng berlari dengan sangat cepat dan langsung menyerang monster beruang tersebut tepat di lehernya, Lin Feng berharap dengan satu serangan tersebut, monste r beruang itu akan langsung mati dan Lin Feng bisa kembali ke gua dengan tenang. Namun sayangnya, tidak terjadi apapun kepada monster beruang, jangankan membunuhnya, bahkan satu goresan saja tidak ada.


Lin Feng tentunya sangat terkejut dan sangat kaget ketika menyadari bahwa serangannya sama sekali tidak mempan kepada beruang tersebut, setelah melihat dengan seksama akhirnya Lin Feng mengetahui kenapa serangannya tidak mempan, monster beruang di hadapan Lin Feng bukanlah monster beruang biasa, melainkan monster beruang besi. Sama seperti namanya, monster beruang besi memiliki bulu-bulu yang sangat keras seperti besi, dan semua bulu di tubuhnya terlihat sangat kasar dengan ujung yang lancip.


"Cihh, sepertinya aku akan sangat kerepotan kali ini" gumam Lin Feng.


Monster beruang besi yang semula hanya diam dan tidak melakukan apa-apa saat Lin Feng menyerang, sekarang malah berlari ke arah Lin Feng dan langsung menyerangnya dengan ganas, meskipun tubuh beruang besi sangat besar, tapi gerakannya cukup lincah dan gesit, namun tetap saja masih sangat lambat di mata Lin Feng.


Dengan sangat mudah dan santai Lin Feng berhasil menghindari setiap serangan dari monster beruang besi, bahkan di sela-sela menghindari semua serangannya, Lin Feng masih sempat mencari tahu dimana letak kelemahan beruang tersebut, namun sayangnya setelah mencoba mencari di semua bagian tubuhnya, Lin Feng masih belum menemukan dimana letak kelemahan monster beruang besi tersebut.


"Cihh, tidak mungkin beruang besar ini tidak memiliki kelemahan sedikitpun" gumam Lin Feng kesal sambil terus menghindari serangan beruang besi.


Karena serangannya selalu berhasil dihindari oleh Lin Feng, monster beruang besi menjadi sangat marah, tubuhnya tiba-tiba di selimuti oleh aura berwarna merah dan terasa sangat panas, bulu-bulu di tubuhnya juga menjadi semakin panjang dan kemudian tiba-tiba terlepas dari tubuhnya layaknya anak panas yang terlepas dari busurnya.

__ADS_1


Lin Feng benar-benar kaget melihat kemampuan yang dimiliki oleh monster beruang besi tersebut, karena awalnya Lin Feng berpikir bahwa bulu-bulu tersebut hanya sebatas bulu biasa yang keras, tapi siapa sangka bulu-bulu tersebut bisa terlepas dari tubuhnya dan menjadi seperti anak panah yang melesat dengan kecepatan yang luar biasa.


Lin Feng menggenggam erat sebatang ranting di tangan kanannya, setelah itu Lin Feng langsung berlari dengan sangat cepat sambil menghindari setiap bulu monster beruang besi yang mengarah kepadanya, ketika Lin Feng menggunakan ranting di tangannya untuk menangkis bulu-bulu tersebut, terdengar bunyi dentingan seperti suara besi yang sedang beradu.


"Ternyata bulu-bulu ini memang sangat keras seperti besi" gumam Lin Feng.


Bulu-bulu yang di tembakkan oleh monster beruang besi tidak pernah habis, karena ketika terlepas dari tubuhnya bulu yang baru akan langsung tumbuh dan menjadi lebih kuat dari bulu-bulu yang sebelumnya, Lin Feng nampak mulai kewalahan menghadapi bulu-bulu keras yang terus mengarah padanya, Lin Feng juga bisa merasakan bahwa semakin lama bulu yang ditembakkan oleh monster beruang besi akan menjadi semakin keras.


Saat Lin Feng sedang berusaha untuk menghindari dan menangkis setiap serangan yang mengarah kepadanya, tiba-tiba saja terlintas sebuah ide di benak Lin Feng, ide tersebut adalah untuk menggunakan bulu-bulu monster beruang besi sebagai senjata, karena selain ketahanan dan kekuatan bulu tersebut yang sangat luar biasa, Lin Feng juga merasa yakin bahwa kelemahan beruang besi tersebut adalah bulunya sendiri.


"Ternyata dugaanku benar, kalau begitu aku akan menggunakan bulu-bulu ini untuk menghabisi nyawa mu!" ujar Lin Feng.


Setelah itu Lin Feng langsung melemparkan satu bulu yang tersisa di tangannya, lalu dengan sangat cepat Lin Feng meraih bulu-bulu yang berserakan di tanah dan kemudian melemparkannya ke arah monster beruang besi, monster beruang besi meraung dengan sangat keras, karena merasakan sakit saat bulu-bulu yang dilemparkan oleh Lin Feng menancap di tubuhnya.

__ADS_1


Sudah lebih dari dua puluh bulu yang dilemparkan oleh Lin Feng dan hampir semuanya mengenai monster beruang besi dan menancap di tubuhnya, saat ini monster beruang besi tidak bisa bergerak sedikitpun lagi, karena di sekujur tubuhnya telah dipenuhi oleh bulu-bulu yang tertancap seperti tombak besi, meskipun begitu Lin Feng masih belum merasa puas sebelum benar-benar membunuh monster beruang besi tersebut.


Lin Feng kemudian meraih satu bulu lagi yang berada di sebelahnya, setelah itu Lin Feng langsung melesat dengan kecepatan tinggi ke arah monster beruang besi dan kemudian memenggal kepalanya dengan bulunya sendiri, Lin Feng tersenyum sinis setelah berhasil memenggal kepala beruang tersebut, karena memang sudah sejak awal Lin Feng berniat ingin memenggal kepalanya.


"Bulu ini sepertinya sangat berguna, kalau begitu maafkan aku karena aku harus mencabut bulu-bulu mu yang panjang ini" ucap Lin Feng.


Namun sayangnya, ketika Lin Feng baru saja mendekat dan ingin menyentuhnya, bulu-bulu yang ada di badan monster beruang besi tersebut kembali ke bentuk semula, bahkan bulu-bulu yang sudah terlepas dari tubuhnya juga kembali ke bentuk semula termasuk yang berada di tangan Lin Feng sekarang, melihat hal tersebut tentunya membuat Lin Feng merasa sangat kesal dan langsung pergi meninggalkan tempat itu, Lin Feng bahkan lupa untuk mengambil inti kristal jiwa milik monster beruang besi tersebut.


**


Setelah berbulan-bulan berlalu sejak kepergian Lin Feng, suasana hati Lin Hua tidak pernah kembali ceria lagi, meskipun dia sekarang berada di lingkungan keluarganya sendiri, namun tanpa kehadiran Lin Feng anaknya, mau dimana pun dia berada suasana hatinya tetap akan sama saja.


Selama berbulan-bulan ini juga Lin Jianheeng dan orang-orang kepercayaannya tidak pernah berhenti mencari keberadaan Lin Feng, meskipun mereka tidak pernah menemukan titik terang tentang keberadaan Lin Feng, namun mereka semua tidak pernah mau berhenti untuk mencari.

__ADS_1


"Sudah setengah tahun lebih Feng'er pergi dan masih belum ada kabar sampai sekarang, semua usaha untuk mencarinya sudah kita lakukan dengan semaksimal mungkin, tapi kita tetap tidak bisa menemukannya" ucap Lin Jianheeng.


"Sabarlah ayah, mungkin memang Feng'er yang masih belum ingin kembali" ujar Lin Duan


__ADS_2