Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-286. Perayaan kecil keluarga Lin


__ADS_3

Malam harinya, Lin Jianheeng mengadakan pesta kecil untuk merayakan kembalinya Lin Feng, semua orang penting kota Zuanshi diundang dalam acara persta tersebut, tujuannya adalah untuk mengenalkan calon cucu menantunya kepada mereka semua.


Meskipun Lin Feng sudah melarang dan mencoba menjelaskan berkali-kali mengenai hubungannya dan Luo Ning, tapi Lin Jianheeng tetap tidak mempercayainya, justru Lin Jianheeng menganggap bahwa Lin Feng hanya merasa malu jika dia mengumumkan masalah tersebut.


Lin Feng juga mencoba membujuk ibunya, agar menjelaskan kepada kakeknya mengenai masalah tersebut, tapi hasilnya tetap nihil, karena ibunya hanya meminta Lin Feng untuk mengikuti apa yang dikatakan oleh kakeknya, sementara Luo Ning sendiri, nampak sudah pasrah dan mengikuti apapun yang akan keluarga Lin Feng lakukan.


"Terimakasih karena kalian semua sudah datang memenuhi undangan ku, tujuanku mengadakan pesta ini bukan hanya untuk merayakan kepulangan cucuku, Lin Feng. Tapi aku juga ingin mengenalkan calon cucu menantu keluarga Lin" ucap Lin Jianheeng.


"Ning'er, silahkan maju dan perkenalkan dirimu kepada mereka semua" pinta Lin Jianheeng.


"Ba-baik kakek" ucap Luo Ning.


Luo Ning kemudian maju dan memperkenalkan dirinya kepada semua tamu undangan. "Selamat malam semuanya, namaku adalah Luo Ning, putri kekaisaran Luo benua tengah" ucapnya.


Mendengar Luo Ning menyebutkan nama kekaisaran Luo, semua tamu undangan bahkan mereka semua yang hadir di sana tiba-tiba saja terdiam, mereka semua nampak merasa ragu dengan apa yang baru saja mereka dengar, bahkan ada yang menganggap ucapan Luo Ning hanya sekedar candaan.


Mereka semua tentunya mengetahui seperti apa kekaisaran Luo, lebih tepatnya kekuatan kekaisaran Luo, yang sama sekali tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. Lalu sekarang, ada seorang gadis yang mengaku bahwa dia adalah putri kekaisaran Luo, tentu saja mereka merasa ragu.


Lin Feng bisa mengetahui apa yang dipikirkan oleh semua orang saat ini, karena ekspresi wajah mereka semua benar-benar menunjukkan rasa bingung dan kaget, sekaligus tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Luo Ning.


Beberapa saat kemudian, Lin Feng langsung berdiri dari tempat duduknya, kemudian melangkah maju dan mendekati Luo Ning. "Yang dia katakan memang benar, dia adalah putri kekaisaran Luo, Luo Ning" ucap Lin Feng.


Seketika itu juga, semua orang langsung berlutut untuk memberikan rasa hormat mereka. "Hormat kami yang mulia putri" ucap mereka semua serempak.


"Berdirilah semuanya, jangan memperlakukan aku seperti itu, lagipula aku sekarang sedang berada jauh dari kekaisaran, jadi kalian tidak perlu bersikap formal begitu" ujar Luo Ning.


Setelah mengetahui identitas Luo Ning sebagai putri kekaisaran Luo, sikap mereka semua langsung berubah drastis, mereka yang semula nampak tenang dan biasa saja, sekarang malah lebih hormat, bahkan saat berbicara mereka akan sangat hati-hati, agar tidak menyinggung Luo Ning.


Pesta perayaan tersebut tidak berlangsung lama, setelah mengadakan acara makan bersama, lalu memberikan selamat kepada Lin Jianheeng dan keluarganya, mereka semua langsung kembali ke kediamannya masing-masing, karena mereka tidak ingin berlama-lama di tempat tersebut.

__ADS_1


Bukan karena takut dengan sosok Luo Ning, ataupun merasa tidak senang dengan keluarga Lin. Akan tetapi, mereka memang tidak sanggup berada di sana terlalu lama, karena mereka benar-benar takut akan menyinggung perasaan Luo Ning, mereka juga merasa tidak pantas untuk berbicara terlalu lama dengan putri seorang kaisar ternama.


"Akhirnya selesai juga" ucap Lin Feng, kemudian duduk di kursi yang ada di ruang tamu kediaman Patriark keluarga Lin.


"Apa kau lelah?" tanya Luo Ning, sambil duduk di sebelahnya.


"Tidak juga, aku hanya tidak menyangka kalau kakek akan melakukan hal gila seperti ini" jawab Lin Feng.


"Maafkan aku, karena aku mengajakmu datang ke keluargaku, kau malah terlibat dengan hal seperti ini" ucap Lin Feng.


"Tidak apa-apa, lagipula aku merasa senang" ujar Luo Ning.


"Maksudmu?" tanya Xiao Lang.


"Ma-maksudku, aku merasa senang karena bisa membuat seluruh keluargamu senang" jawab Luo Ning.


"Tuan putri, maafkan sikapku yang telah lancang padamu, itu semua aku lakukan karena aku belum mengetahui siapa tuan putri sebenarnya" ucap Lin Jianheeng.


"Kakek, kenapa kakek bicara seperti itu padaku?" tanya Luo Ning.


"Tidak apa-apa tuan putri, bukankah sudah seharusnya orang tua ini bicara seperti ini sejak awal" jawab Lin Jianheeng.


"Kakek, aku mohon, aku benar-benar tidak nyaman jika kakek bicara seperti ini padaku. Bukankah kakek sudah menganggap ku sebagai cucu menantu mu?" tanya Luo Ning.


"Hahahaha! Kalau tuan putri berkata seperti itu, maka aku tidak akan sungkan lagi" jawab Lin Jianheeng.


Lin Feng terdiam dan langsung mengalihkan pandangannya kepada Luo Ning, dia benar-benar tidak pernah berpikir kalau Luo Ning akan berkata seperti itu kepada kakeknya, karena dengan berkata seperti itu, sama saja dengan Luo Ning setuju pada keinginan kakeknya.


"Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Lin Feng berbisik.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?" Luo Ning bertanya dengan raut wajah kebingungan.


"Bukan apa-apa" jawab Lin Feng.


Setelah itu, mereka semua membicarakan hal-hal apa saja yang telah terjadi selama Lin Feng pergi meninggalkan kota Zuanshi, semuanya terdengar biasa saja dan tidak ada hal-hal yang istimewa, namun obrolan mereka berubah menjadi serius saat Lin Feng membicarakan tentang Yama.


"Jadi kau sudah bertarung dengannya?" tanya Lin Jianheeng.


"Benar kakek, dia benar-benar sangat kuat dan tidak bisa dianggap remeh, untuk itu, aku harus meningkatan kekuatanku secepatnya" jawab Lin Feng.


"Kakek juga sudah mendengar tentang kebangkitannya, tapi kakek tidak menyangka bahwa kau langsung berhadapan dengannya" ucap Lin Jianheeng.


"Kakek, aku mohon pada kakek untuk selalu waspada dan meningkatkan kekuatan keluarga kita, karena peperangan dengan Yama hanya perlu menunggu waktu" ujar Lin Feng.


"Tentu saja, kakek juga sudah memikirkan masalah itu, tapi kita kekurangan sumberdaya" ucap Lin Jianheeng.


"Kakek tenang saja, masalah itu biar aku yang mengatasinya" jawab Lin Feng.


"Maksudmu?" tanya Lin Dian.


"Besok kumpulkan seluruh pasukan keluarga kita, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan" jawab Lin Feng.


"Baiklah, kakek akan mengumpulkan mereka semua" ucap Lin Jianheeng.


Mereka semua mengobrol sampai larut malam, sampai akhirnya, obrolan mereka terpaksa harus dihentikan, karena rasa ngantuk sudah mulai menghampiri mereka, selain itu, mereka semua juga merasa cukup lelah dan ingin segera beristirahat.


"Ning'er, kau mau tidur di kediaman Lin Feng atau..."


"Tidak! Ning'er akan tidur bersamaku!" ujar Lin Hua memotong perkataan Lin Jianheeng.

__ADS_1


__ADS_2